The World Emperor System

The World Emperor System
Akhir Kompetisi Kota Glory



* Jangan lupa kasih 👍


* Rate ⭐ 5


* Vote / Kado seikhlasnya 😊


* Jika ada yang salah atau kurang, mohon di infokan!...


* Terimakasih.....😊😊


***


Pertarungan puncak pun akan segera di mulai. Jenderal Kekaisaran Gloria sudah berdiri di tengah-tengah area untuk menjadi pengadil dalam pertarungan puncak.


Di pertarungan puncak penentu peringkat satu sampai tiga, peraturan kompetisi lebih di perketat. Tidak boleh membunuh dan tidak di perbolehkan menggunakan cara curang. Bagi yang melanggar peraturan, mereka akan di diskualifikasi, dan akan mendapatkan hukuman dari pihak Kekaisaran.


Jenderal Kekaisaran yang ada di atas arena, dia menatap seluruh penonton dan terakhir menatap tiga peserta yang terlihat begitu tenang. “Baiklah, kalian bertiga silahkan menaiki arena. Dalam partai puncak, peraturan di tambah dan aku harap kalian tidak melanggar aturan. Bertarung lah dengan sportif dan jadilah juara sejati.” Kata sang Jenderal.


Reinar tersenyum mendengar pidato singkat sang Jenderal. “Semoga saja mereka bisa sportif seperti harapanmu.” Kata Reinar dalam hati.


Reinar dan dua peserta lainnya segera bangkit dari tempat duduk mereka dan menaiki arena yang berada du tengah-tengah colosseum.


Mereka bertiga berdiri saling berhadapan satu sama lain. Tapi dari ketiga peserta, Reinar terlihat sebagai peserta paling muda dan memiliki postur tubuh lebih kecil dari dua peserta lainnya.


Biarpun sedikit lebih kecil, dua peserta lainnya tak ada yang menganggap remeh Reinar, dan mereka berdua merasa aneh karena kedua skill mereka tak ada yang bisa melihat seberapa besar kekuatan Reinar, dan itu bisa saja membuktikan jika Reinar jauh lebih kuat dari mereka berdua.


“Apa kalian sudah siap?.” Tanya sang Jenderal.


“Siap....” Jawab Reinar dan dua orang lainnya bersamaan.


“Kalau begitu, kalian bisa memulainya.” Kata sang Jenderal yang kemudian mengambil jarak dari arena kompetisi.


Mereka bertiga saling menatap dan kemudian mereka mengambil posisi menyerang tanpa menggunakan skill, yang artinya mereka ingin beradu fisik.


Semua penonton menganggap Reinar adalah peserta yang di rugikan jika mereka bertiga beradu kekuatan fisik. Tapi, semua berbeda dengan anggapan mereka.


Wushhh....


Mereka bertiga menghilang dari pandangan orang-orang yang berlevel rendah, tapi bagi mereka yang memiliki level diatas 4.000, saat ini mereka sedang di suguhi pertarungan ysng sangat seru.


Plak...


Plak...


BOOMMM...


BOOMMM...


“Hehehe, anak muda, kau cukup lumayan. Fisikmu tak selemah kelihatannya.” Kata peserta yang tadi sempat mengamuk dengan elemen apinya.


Reinar hanya tersenyum, dan satu peserta lagi dia hanya bermuka datar. Tak lama setelah muncul, mereka bertiga kembali menghilang dan kali ini mereka lebih cepat.


Wushh...


BOOMMM...


BOOMMM...


BOOMMM...


Pertarungan diantara mereka bertiga membuat area colosseum bergetar, dan merusak sebagian arena pertempuran. Kekuatan fisik mereka bertiga sangat luar biasa, terutama Reinar. Penonton yang sempat meragukan Reinar, kini mereka di buat tercengang dengan Reinar yang berhasil mengimbangi kekuatan fisik peserta lainnya.


Tanpa ada yang tahu, sebenarnya sejsk awal Reinar hanya main-main, dan dia hanya menggunakan tidak lebih dari 10 persen kekuatan fisiknya.


“Tubuhnya tidak terlalu besar, tapi kekuatan fisiknya sangat luar biasa.” Puji sang Jenderal yang mengamati pertarungan di arena colosseum.


Bukan hanya sang Jenderal, semua yang menonton pun silih berganti memuji kekuatan fisik Reinar. Dengan postur tubuh kecil bisa mengimbangi fisik dua orang yang lebih besar darinya, tentu itu sangat luar biasa.


BOOMMMM....


BOOMMMM....


Tiba-tiba suara ledakan terjadi saat dua tubuh yang melayang jatuh menghujam arena pertarungan, dan membuat arena pertarungan semakin hancur.


“Hah... Hah... Hah... Kau memang kuat anak muda. Kekuatan fisik ku bukan tandingan mu.” Kata pria api.


“Cukup main-main nya!. Sekarang terima kekalahan kalian berdua.” Teriak peserta yang sejak awal tak begitu banyak bicara.


“Diamond body....”


BOOMMM....


“Lumayan....” Kata pria api yang kemudian melapisi seluruh tubuhnya dengan api berwarna merah kekuningan.


Merasakan dua aura yang sama kuatnya, Reinar hanya berdiri santai tanpa melakukan persiapan apapun untuk melawan dua peserta lainnya.


Para penonton merasa kasian pada Reinar, dan berharap pemuda itu cepat pergi karena arena pertempuran sekarang sangatlah berbahaya.


“Dengan 40 persen kekuatan fisik ku sudah lebih dari cukup untuk mengimbangi kekuatan fisik mereka.” Gumam Reinar yang masih ingin sedikit bermain-main. “Hehehehe, mari kita mulai.” Lanjut Reinar yang melesat dengan cepat dan mengayunkan tinjunya kearah pria api.


Plak... Plak... Plak...


Reinar dan pria api beradu tinju dengan kekuatan yang berimbang dan sangat seru. Pertarungan semakin terlihat seru saat pria bertubuh sekeras berlian ikut masuk dalam pertempuran.


“Rasakan tinjuan apiku.” Kata pria api sambil mengayunkan tinjunya, dan dia membuat gelombang berbentuk api dari tinjuannya.


Reinar dengan mudah menghindari serangan tinjuan api yang mengarah padanya. “Itu akan sedikit sakit kalau mengenaiku.” Kata Reinar sambil terus menghindar.


“Diamond punch....” Teriak pria bertubuh berlian saat sebuah tinju api mengarah padanya.


BOOMMM...


Tinju api dan tinju berlian saling beradu, mengakibatkan arena bergetar dan debu berhamburan membuat kabur pemandangan di area pertempuran.


“Kalian berdua lumayan kuat.” Kata Reinar yang berdiri di tengah-tengah antara manusia api dan manusia rubuh berlian.


Mereka berdua hanya menatap kagum pada fisik Reinar yang masih sangat prima, sedangkan mereka setidaknya sudah kehilangan 50 persen tenaga, dan tentu kekuatan fisik mereka menyrunt.


“Tinju apiku bisa kamu tahan, bagaimana dengan ini.” Pria api menggerakkan tangannya ke depan.


“twin fire storms....”


Dua badai api muncul dan berputar mengelilingi reibart, membuat arena menjadi panas membara.


Pria bertubuh berlian mengeluarkan pedang di punggungku dan mengelus skill terkuatnya. “Diamond sword art...”


Seketika pria itu menghilang dari pandangan dan muncul di belakang Reinar dengan pedang terayuk kearah punggungnya.


Dua serangan di waktu yang bersamaan. Orang lain akan menganggap Reinar telah berakhir, tapi lagi-lagi anggapan mereka terbantahkan.


Reinar masih berdiri kokoh di tempatnya dengan tangan kanan memegang pedangnya dan menahan serangan pedang pria tubuh berlian. Sedangkan tangan kirinya menyentuh arena pertarungan dan dia menggunakan skill ice domain untuk membekukan dua badai api yang memutarinya.


“Apa!.” Teriak semua orang saat mereka melihat Reinar menghentikan kedua skill lawannya secara bersamaan.


Bahkan Kaisar dan orang-orang penting Kekaisaran berdiri dari tempat duduknya saat melihat kehebatan Reinar. “Aku harus menjadikan pemuda itu salah satu Jenderal Kekaisaran. Jika perlu, aku akan memberikan salah satu putriku untuknya.” Batin kaisar.


Di arena pertempuran, Reinar melompat menjauh menjaga jarak dari kedua lawannya yang tengah terjebak dalam skill ice domain nya.


Melirik kekanan dan kekiri, Reinar memutuskan siapa yang akan dia singkirkan terlebih dahulu.


Wushhh...


Reinar kembali menghilang dari pandangan semua orang, bahkab orang dengan level tinggi sekalipun tak dapat melihat keberadaan Reinar.


Kedua peserta yang melihat Reinar menghilang, mereka mencoba melepaskan diri dari skill ice domain milik Reinar, namun usaha mereka berdua tak membawakan hasil sedikitpun.


“Itu percuma....”


Tiba-tiba Reinar muncul di samping pria api dan langsung memberikan pukulan telak padanya.


Bughh...


BOOMMM...


Pukulan Reinar sangat telak menghantam tubuh pria api dan membuatnya terlempar sampai membentur dinding colosseum, dan menciptakan lubang besar dengan retakan di sekelilingnya.


Pria api sempat batuk darah sebelum dia dinyatakan kalah dan hanya berada di peringkat tiga.


Setelah kekalahan pria api, Reinar melakukan hal yang sama pada pria bertubuh sekeras berlian. Tapi bukannya meninju, Reinar justru menendang pria itu, dan tentunya itu lebih menyakitkan.


Dua peserta sudah terlempar keluar arena dan hanya menyisakan Reinar yang masih berdiri tegak diatas arena konpetisi kota Glory.


Sang Jenderal pun tanpa ragu mengumumkan Reinar sebagai pemenang kompetisi dan dua peserta lainnya berhak atas juara kedua dan ketiga.


Kompetisi di tempat yang lainnya juga telah berakhir dan seluruh pemenang di harapkan besok datang ke istana Kekaisaran untuk menerima hadiah yang telah dipersiapkan untuk mereka.


***


*TBC*