
Sepuluh jiwa Yuan Jin yang mencoba melarikan diri berhasil dimusnahkan oleh Reinar dan para tubuh bayangannya, dan hanya menyisakan satu jiwa terluka yang sejak awal sudah diketahui keberadaannya oleh Reinar, namun dia memilih mengabaikan jiwa itu.
Dia punya rencana tersendiri dengan satu jiwa milik Yuan Jin, dan karena dia adalah pemilik takdir seorang Penguasaan Galaksi, dia sangat tahu bagaimana keadaan dunia yang kini menjadi tempat pelarian bagi jiwa Yuan Jin.
Sejenak Reinar teringat akan dunia yang kini di tempati oleh jiwa Yuan Jin. Nafas halus keluar dari dua lubang hidungnya saat dia teringat akan kehidupannya di dunia yang di masa depan akan menjadi salah satu tempat yang harus dia awasi. “Dunia yang benar-benar tenang tanpa peperangan, namun sayangnya dunia itu tengah di ambang kehancurannya....”
Ada keinginan baginya untuk menyelesaikan masalah di dunia itu, namun dia telah memiliki rencana untuk dunia itu, dan dia sudah menyiapkan seseorang yang cocok untuk dia kirim dan menyelesaikan permasalahan di dunia itu.
“Sudah saatnya aku memberikan tugas untuk anak-anak ku!....” Gumam lirih Reinar lalu dia melayang mendekati Lilia yang tengah menunggu kedatangannya.
Di kehidupannya kali ini dia tidaklah menjalaninya seorang diri. Ada keluarga yang bisa meringankan apa yang harus di tanggung nya. Sekalipun dirinya tidak ingin merepotkan keluarganya, tetap saja mereka dengan senang hati akan mengulurkan tangan di saat dirinya memerlukan bantuan. “Tak ada kata memanjakan anak-anak itu. Mereka harus bekerja keras sejak dini, bagaimanapun juga takdir mereka semua tak akan lebih ringan dari takdir yang aku miliki....” Kata Reinar dalam hati.
“Dan aku yakin suatu saat nanti salah satu dari mereka akan meneruskan takdir yang aku miliki....”
°°°
Kabar tentang kekalahan sosok utama yang membuat beberapa Kerajaan memberontak terhadap kekuasaan Kekaisaran Dewa Langit dengan cepat tersebar ke seluruh daratan Benua Tengah. Begitu juga dengan kabar beberapa petinggi Kekaisaran Dewa Langit yang melakukan pengkhianatan, kabar itu juga ikut tersebar hampir ke seluruh daratan Benua Tengah.
Meskipun tidak melihat kematian tuan mereka secara langsung seperti yang dijanjikan Reinar, keenam Raja yang berada di dalam penjara Kekaisaran tetap melihat bagaimana kematian tuan mereka melalui kristal memori milik Reinar, dan setelah melihat bagaimana kematian tuan mereka, keenam Raja pengkhianat akhirnya menjalani hukuman mereka.
Keenam Raja dihukum mati bersama dengan seluruh pengkhianat dan pemberontak yang berada satu penjara dengan mereka. Pengkhianatan mereka akan dijadikan contoh nyata untuk siapapun yang masih memiliki niatan untuk berkhianat. Kematian, hanya itulah yang dijanjikan Kekaisaran Dewa Langit kepada para pengkhianat Kekaisaran.
Kini setelah keadaan dama telah kembali menghiasi kehidupan di Kekaisaran Dewa Langit, Reinar benar-benar dapat menikmati waktu bersantai nya di Kekaisaran Dewa Langit, dan dia punya keinginan untuk membawa seluruh keluarganya untuk menikmati keindahan Kekaisaran yang merupakan Kekaisaran terbesar di seluruh Dunia Immortal.
“Tuan, mau sampai kapan kita menghabiskan waktu di Kekaisaran ini?.... Kekacauan di Kekaisaran ini telah berakhir, bukannya lebih baik kalau kita segera kembali ke Kerajaan Yang, dan mengembangkan Kerajaan tuan itu?.... Bukannya tuan ingin membuat Kerajaan Yang menjadi sebuah kekuatan yang paling ditakutin di dunia ini?.... Tetapi aku sarankan tuan untuk terlebih dahulu mengambil kursi penguasa dunia ini....” Kata Lilia yang tengah menemani Reinar menghabiskan waktu bersantai nya.
Reinar menyesap teh yang disajikan di atas meja yang ada di hadapannya, lalu setelah itu dia membalas perkataan Reinar. “Aku akan mengambil kursi penguasa dunia ini, tetapi aku terlebih dahulu akan menantikan Kakek Wei Kong yang akan mengantarkan kita ketempat itu....”
“Aku sebenarnya tahu di mana tempat itu, tetapi kalau keinginan tuan ingin menunggu Kakek Wei Kong, aku hanya bisa mengikuti apa yang menjadi keinginan tuan. Dan lagi pemandangan di tempat ini juga tidak mengecewakan, aku cukup bisa menikmati apa yang ada di tempat ini....” Ujar Lilia yang selalu menikmati setiap waktu yang dia habiskan berdua dengan Reinar.
Reinar menganggukkan kepalanya mendengar apa yang dikatakan oleh Lilia, baginya Ibukota Kekaisaran Dewa Langit adalah tempat yang benar-benar cocok untuk dijadikan tempat berlibur. “Sudah aku putuskan, setelah aku kembali ke Kerajaan Yang dan menyelesaikan urusan Kerajaan, aku akan membawa seluruh keluarga ku berlibur ke tempat ini....” Ujar Reinar menyampaikan sebuah keputusan.
Sekarang lebih baik kita menemui kakek Wei Kong, aku rasa dia sudah selesai menyelesaikan masalah Kekaisaran, dan sekalian aku ingin mengucapkan selamat kepada Pangeran Wei Jian yang telah diangkat menjadi seorang Kaisar....” Lanjut Reinar.
Lilia menganggukkan kepalanya. “Apa tuan ingin memberikan sebuah hadiah untuk Kaisar Wei Jian?.... Kalau tuan ingin, aku punya sesuatu yang tepat untuk dihadiahkan kepada Kaisar Wei Jian....” Ujar Lilia lalu dia mengeluarkan sebuah kotak kado.
“Baiklah, kita akan langsung pergi menuju kediaman Kaisar Wei Jian....” Ujar Reinar lalu dia segera bangkit dari duduknya.
°°°
Kediaman Kaisar Wei Jian.
Wei Kong yang kebetulan berada di kediaman Wei Jian, dia segera menundukkan kepalanya saat melihat keberadaan Reinar dan Lilia yang tiba-tiba muncul tak jauh dari tempatnya berdiri. “Tuan dan nona, selamat datang di kediaman sederhana ku....” Kata Wei Jian yang berada di tempat yang sama dengan Wei Kong.
Reinar menganggukkan kepalanya pelan, lalu dia menyuruh Wei Jian dan Wei Kong menegakkan kepalanya. “Bagaimana bisa seorang Kakek Kaisar, dan seorang Kaisar Kekaisaran terbesar di Dunia Immortal ini menundukkan kepalanya di hadapan Raja Kerajaan kecil sepertiku?....” Kata Reinar dengan sebuah senyuman yang menghiasi wajahnya.
Wei Jian dan Wei Kong saling melirik kemudian secara bersamaan mereka menganggukkan kepalanya. “Tuan, mungkin orang-orang menjuluki Kekaisaran Dewa Langit sebagai Kekaisaran terbesar di Dunia ini, tetapi kami tentu lebih tahu siapa di Dunia ini yang lebih pantas menyandang julukan itu....”
Reinar menggelengkan kepalanya. “Tidak ada yang lebih pantas menyandang julukan itu selain Kekaisaran mu. Bagaimanapun juga aku hanya seorang Raja, dan lihat kamu adalah seorang Kaisar. Semua orang juga tahu, kedudukan seorang Kaisar tentunya lebih tinggi dari kedudukan seorang Raja....” Ujarnya.
Wei Jian tahu akan itu, tetapi dia juga tahu sekuat apa sosok Reinar yang kini ada di hadapannya. “Sekalipun tuan berkata seperti itu, di dunia yang menganggap kekuatan adalah sesuatu yang lebih penting dari sebuah kedudukan. Tentunya mereka akan lebih menghormati mereka-mereka yang kuat, sekalipun mereka berdiri di antara Kaisar penguasa sebuah Kekaisaran....” Kata Wei Jian menyampaikan sebuah kenyataan yang sering terjadi di Dunia Immortal.
Reinar tahu akan itu, dan dia tidak memiliki keinginan untuk membantahnya. Baiklah, aku mengaku kalah berdebat denganmu, dan lebih baik aku menyampaikan tujuan utama ku datang menemui kalian!....” Reinar mengeluarkan kotak kado pemberian Lilia dari cincin penyimpanannya lalu dia memberikannya kepada Wei Jian.
Dia mengucapkan selamat kepada Wei Jian karena telah diangkat menjadi seorang Kaisar, dan kado pemberiannya adalah wujud permintaan maafnya karena dia tidak bisa menghadiri acara pelantikan Wei Jian yang diangkat menjadi seorang Kaisar.
Wei Jian terlihat ragu saat melihat kado yang disodorkan Reinar. Dia merasa kalau dirinya kurang pantas mendapatkan hadiah itu sebagai perwujudan permintaan maaf, sementara dirinya belum bisa memberikan apa-apa sebagai imbal balik bantuan yang diberikan Reinar kepada Kekaisarannya.
Melihat keraguan di mata Wei Jian, membuat Reinar menarik nafas dalam, lalu dia menarik tangan Wei Jian dan meletakkan kado pemberiannya di atas tangan Wei Jian. “Tidak baik menolak pemberian yang sudah ada di depan mata....” Ujar Reinar.
Wei Jian menghela nafas melihat betapa keras kepalanya sosok yang ada di hadapannya. “Kalau begitu aku juga punya sedikit hadiah untuk tuan yang sudi memberikan bantuan kepada Kekaisaran ku....” Wei Jian mengambil sebuah gulungan kertas dari lengan pakaiannya lalu dia memberikan gulungan kertas itu secara paksa ke tangan Reinar.
Reinar menghela nafas panjang, dan dengan enggan akhirnya dia menerima apa yang diberikan oleh Wei Jian kepadanya.
°°°
Jangan lupa like, vote, dan komentarnya setelah selesai membaca, terimakasih....