
Keempat wilayah Kekaisaran Utara telah jatuh ketangan musuh, dan hanya menyisakan ibukota Kekaisaran yang dalam beberapa jam ke depan akan dikepung jutaan prajurit yang menginvasi Kekaisaran Utara.
Istana Kekaisaran Utara.
Aula pertemuan istana Kekaisaran Utara.
Kaisar yang mendengar kabar kekalahan di setiap penjuru Kekaisarannya tetap tenang duduk di atas singgasananya. Bahkan kabar kalahnya beberapa pelindung Kekaisarannya tak membuatnya kehilangan rasa tenangnya.
Sang Kaisar justru tersenyum lebar melihat tiga orang yang dipaksa berlutut di hadapannya.
Bangkit dari singgasananya, sang Kaisar berjalan mendekati dua wanita yang dipaksa berlutut oleh empat pria tua yang ada di belakang mereka.
Keempat pria tua adalah dua pelindung Kekaisaran Utara dan dua orang pelindung Kekaisaran Dark Demones. Sedangkan tiga orang yang dipaksa berlutut adalah Ibunda dan Kakek Reinar, serta ada putri Shania yang tanpa sengaja ikut terbawa saat empat pelindung Kekaisaran besar secara diam-diam bekerjasama untuk menculik Ibu dan Kakek Reinar.
“Aku tidak menyangka pemuda sialan itu memiliki seorang Ibu secantik dirimu. Lihat tubuh indah ini, aku ingin segera mengajakmu pergi ke kamar untuk menghangatkan suasana dingin ini.” Kata sang Kaisar mengelus lembut rambut kepala Allea.
“Cih, jauhkan tangan kotor mu dariku.” Teriak Allea menatap jijik sang Kaisar yang berjongkok di depannya.
Bibir sang Kaisar merekah membentuk sebuah senyuman saat dia mendengar teriakkan Allea. “Suaramu sungguh merdu, aku semakin tak sabar menikmati jeritan indah mu.” Kata sang Kaisar dengan salah satu tangannya mencoba menyentuh bagian dada Allea yang sangat kencang dan menonjol.
“Plak....” Allea menampar tangan sang Kaisar. “Dasar kau Kaisar licik dan tak tahu diri, setelah memberi kami racun yang menyegel aliran mana, sekarang kau ingin melecehkan aku. Lebih baik aku mati daripada tersentuh tangan kotor mu.”
“Wanita cantik sepertimu tak akan mati dalam waktu dekat, tapi aku akan pastikan jika kamu akan menjadi boneka hidup di atas ranjang ku.” Kata sang Kaisar sambil tertawa keras.
Wusshh...
Sebuah angin bersamaan dengan sekelebat bayangan yang pergi meninggalkan aula istana seketika menghentikan tawa sang Kaisar.
Keempat pria tua pelindung dua Kekaisaran merasa ada seseorang yang baru meninggalkan aula pertemuan, tapi mereka tak menemukan sedikitpun jejak dari orang itu.
“Biarkan pengganggu itu pergi, bukannya kalian akan membawa gadis cantik ini untuk bersenang-senang?. Bawalah pergi gadis ini dan bersenang-senanglah dengannya. Jangan lupa untuk menghancurkan masa depan gadis ini.” Ungkap Kaisar Utara yang lebih tertarik dengan Allea biarpun Sania juga sedikit membuatnya tertarik.
Kedua pria tua pelindung Kekaisaran mencoba memegang lengan Sania, tapi belum sempat memegangnya, Sania meludahi wajah mereka. “Dasar pria tua menjijikkan.” Teriak Sania.
Wajah pria tua pelindung Kekaisaran seketika menggelap saat air liur Sania mengenai wajahnya. “Kurang ajar, sepertinya aku harus memberimu pelajaran.”
Plakk...
Dengan sepenuh tenaga, pria tua menampar pipi Shania dan membuat Shania melayang kearah dinding aula pertemuan dengan darah mengalir dari bekas tamparan si pria tua.
Belum sampai tubuh Shania menghantam dinding aula pertemuan, seorang pemuda muncul dan dengan cepat dia menangkap Shania.
Tap... Tap... Tap...
Muncul tujuh wanita yang begitu cantik tak lama setelah kedatangan si pemuda.
Kaisar tersenyum melihat kedatangan si pemuda dan para wanitanya, tapi seketika senyumnya luntur saat dia tak melihat dua orang yang semula berlutut di hadapannya.
“Sejak kapan mereka ada di sana?.” Batin Kaisar Utara melihat dua orang yang akan dia jadikan kartu kemenangan kini justru telah berada di tengah-tengah dua wanita yang menatap penuh kebencian kearahnya.
“Bagus, kalian berani melukai wanitaku, dan menculik dua orang yang begitu penting di hidup ku.” Kata Reinar, sosok pemuda yang muncul dan menyelamatkan Shania.
“Lilia, selama ini aku tahu kamu menyegel setengah kekuatanku, tapi sekarang aku memintamu untuk membuka segel itu dan biarkan aku menunjukkan pada mereka sekuat apa orang yang mereka lawan.” Kata Reinar dalam pikirannya.
[Dengan kekuatan tubuh ras Imortal, tuan sudah mampu menahan seluruh kekuatan yang selama ini aku segel.]
[Memulai proses membuka segel.]
[Segel akan terbuka dalam 60 detik, dan tuan hanya memiliki waktu selama 1 jam untuk menggunakan seluruh kekuatan dalam satu hari.]
“Waktu satu jam sudah lebih dari cukup untuk menghancurkan istana ini beserta seluruh penghuninya.” Gumam Reinar sambil menunjukkan seringaian kejamnya.
“Freya, bawa mereka semua pergi dari tempat ini, karena aku akan membuat kehancuran total pada kesombongan dan kelicikan yang selama ini di tunjukkan oleh ras mereka.” Kata Reinar melalui telepati.
Freya mengangguk saat mendengar suara Reinar dan segera menjalankan apa yang Reinar perintahkan.
Kaisar Utara dan para pelindung Kekaisaran mencoba menyerang Freya dan yang lainnya saat mereka bersiap pergi dari aula pertemuan istana Kekaisaran Utara, tapi auara yang kuat segera menekan mereka dan tak satupun dari mereka yang sanggup bergerak saat aura yang begitu kuat menekan tubuh mereka.
“Kalian adalah lawanku, dan jangan harap kalian bisa melukai lagi orang-orang yang berada dalam perlindunganku.” Teriak Reinar.
[Segel telah sepenuhnya terbuka. Selamat bersenang-senang.]
BOOMMM....
Aura yang seratus kali lebih kuat menekan seluruh penghuni istana Kekaisaran Utara, termasuk dua orang pria tua pelindung Kekaisaran Dark Demones yang kini mulai menyesal karena mereka tak mengikuti apa yang dikatakan salah satu saudara mereka.
Ribuan orang telah mati hanya dengan merasakan tekanan aura kekuatan Reinar, dan yang tersisa hanya enam orang pria di aula istana Kekaisaran Utara, termasuk Reinar.
“Aku tak ingin berurusan dengan Kekaisaran mu, tapi kamu sendiri yang mencari masalah dengan ku, bahkan kamu memancing kemarahan ku.” Kata Reinar yang sudah mengikat seluruh orang dengan rantai emasnya, dan tak lupa muncul depuluh tubuh bayangan Reinar yang membawa delapan pelindung Kekaisaran Utara yang sudah mereka taklukkan.
Reinar tersenyum puas melihat keadaan mereka. “Huh, tak ada gunanya membuka segel kekuatan ku, sedangkan mereka semua sangatlah lemah.” Batin Reinar yang membuat Lilia tertawa.
[Hanya ada satu orang di dunia ini yang mampu mengimbangi tuan, tapi orang itu ada di benua lain, dan menemukan orang itu adalah misi tuan setelah kubah pelindung benua terbuka.]
Kata Lilia yang membuat Reinar tersenyum dan menganggukkan kepalanya. “Aku sudah tak sabar pergi berpetualang ke benua lainnya.” Ungkap Reinar dalam pikirannya.
Plakk...
BOOMMM...
Reinar menampar wajah pria tua yang tadi menampar Shania, tapi bibir Reinar seketika berkedut melihat efek tamparan pelannya yang mampu meledakkan kepala pria tua yang kekuatannya setara dengan kekuatan Vexia.
“Menjadi kuat memang menyenangkan, tapi terlalu kuat akan sangat membosankan.” Gumam Reinar yang telah muncul di samping Kaisar Utara, dan dengan kejam Reinar menarik rambut panjang sang Kaisar dan menyeretnya menuju halaman istana Kekaisaran Utara.
Para pelindung Kekaisaran juga di seret tepat di belakang Kaisar mereka oleh, termasuk satu sosok tubuh bayangan Reinar yang menyeret tubuh pria tua pelindung Kekaisaran Dark Demones.
“Membunuh secara cepat, itu bukan gayaku. Lebih baik aku memberi pertunjukkan yang menarik untuk penduduk Kekaisaran mu sebelum kamu bertemu penjaga alam kematian.” Kata Reinar yang tentu dapat didengar oleh Kaisar Kekaisaran Utara.
***
***Bersambung...***