The World Emperor System

The World Emperor System
Kembali Ke Kota Babylon



* Jangan lupa kasih like 👍 karena itu gratis 😊


* Rate ⭐ 5


* Vote / Kado seikhlasnya 😊


* Jika ada yang salah atau kurang, mohon di infokan!...


* Terimakasih.....😊😊


***


Wilayah luar hutan kematian.


Reinar dan Lyon baru saja sampai di tepian hutan kematian.


Setelah pembicaraan dengan Ling Feng dan Ling Yue, Reinar memutuskan untuk kembali ke kota Babylon dan nantinya dia akan kembali dan membawa beberapa orang untuk tinggal kota yang belum sempat dia berikan nama.


Untuk kota tanpa nama, Reinar akan mengurus kota itu di lain waktu. Sekarang tugas Reinar masih menumpuk, karena itu dia akan menunda menguasai kota tanpa nama untuk sementara waktu.


Beberapa langkah meninggalkan wilayah hutan kematian, Reinar bertemu lagi dengan rombongan lima orang yang di temui nya saat dia berangkat menuju hutan kematian.


Kondisi lima orang yang Reinar temui saat ini sangat jauh dari kata baik-baik saja. Reinar dengan jelas melihat dua dari mereka dalam keadaan kritis dan tiga lainnya dalam keadaan terluka parah. Melihat kondisi mereka, Reinar yakin mereka baru keluar dari hutan kematian.


“Partner, apa kita akan menolong mereka?.” Tanya Lyon.


“Aku akan menolong mereka, jadi kamu temani dulu dua naga tunggangan kita.” Jawab Reinar dan dia pergi ke tempat lima orang yang tengah berbaring tak berdaya.


“Benar-benar buruk, sedikit saja aku telat menemukan mereka, dua dari mereka pasti sudah mati.”


Reinar segera menggunakan skill recovery untuk menyembuhkan kelimanya sekaligus, dan dia menggunakan 30% poin mananya untuk mempercepat kesembuhan mereka.


Luka-luka mereka sudah sembuh dan salah satu dari mereka telah sadar. Melihat itu, Reinar menatap pria yang lebih dulu tersadar. “Jaga mereka dan pulihkan dirimu. Setelah kalian pulih segera tinggalkan tempat ini. Seharusnya kamu sudah tahu jika tempat ini sangat bahaya?.” Kata Reinar yang di jawab anggukan kepala pria yang mencoba bangkit untuk duduk.


Saat pria itu ingin berterimakasih, dia sudah tak lagi melihat keberadaan pemuda yang baru menyelamatkannya.


“Kakak benar, pemuda itu benar-benar kuat.” Gumam si pria sambil melihat kondisi keempat saudaranya yang sudah membaik dan tinggal menunggu mereka siuman.


***


Di tempat Lyon dan dua naga langit menunggu Reinar, mereka terkejut dengan cara memunculkan Reinar yang begitu tiba-tiba.


Kedua naga langit yang melihat Reinar, mereka segers menunduk, sedangkan Lyon dia masih mengelus dadanya yang berdebar-debar.


“Apa kau ingin membunuhku dengan kedatangan yang tiba-tiba?.” Tanya Lyon menarik nafas dalam menormalkan detak jantungnya.


“Sudahlah itu tak penting, yang terpenting, sekarang kamu mau ikut denganku atau kau mau kembali ke kota tanpa nama?.” Tanya Reinar yang sudah naik di punggung naga yang akan dia tunggangi.


“Tentu aku akan ikut denganmu, partner.” Jawab Lyon yang segera menaiki naga tunggangannya.


Setelah mendengar jawaban Lyon, Reinar menyuruh naga tunggangannya segera pergi menuju kota Babylon, dan dia menyuruh Lyon mengikuti di belakangnya.


Wushhh...


Naga langit yang Reinar dan Lyon tunggangi melesat dengan cepat menuju arah yang Reinar tunjukkan pada mereka.


Naga langit bukanlah ras yang sama dengan naga elemen. Naga langit juga tidak bisa bicara layaknya naga elemen, tapi soal kekuatan, mereka tak akan kalah dari naga elemen.


“Partner, berapa lama perjalanan kita dengan kecepatan ini?.” Tanya Lyon menggunakan skill telepati yang di ajarkan Ling Yue padanya dan juga pada Reinar.


“Dengan kecepatan seperti ini, dalam dua hari kita akan sampai.” Kata Reinar yang tengah membaringkan tubuhnya di atas punggung naga langit.


***


Di tempat lain.


Kota Glory, istana Kekaisaran Gloria.


Di ruang kerja Kaisar Octavius.


Kaisar dan Pangeran Lucius duduk dengan tenang sambil melihat rekaman yang terekam di dalam kristal memori pemberian Reinar. Setiap kejadian yang mereka lihat, membuat mereka semakin geram dengan Putra Mahkota.


“Ayahanda, hukuman seperti apa yang sekiranya pantas di berikan pada Putra Mahkota?.”


“Tentu saja hukuman mati, karena itu hukum yang berlaku untuk mereka yang berkhianat pada Kekaisaran.”


“Tapi Ayahanda, bukannya itu terlalu kejam untuk Putra Mahkota?.”


“Bukannya Ayah kamu ini ingin Putra Mahkota mati, tapi hukum tetaplah hukum, dan semua harus sama di mata hukum, bahkan itu juga berlaku padaku.” Ungkap Kaisar Octavius.


Melihat rekaman di dua kristal memori telah habis dan semua kejahatan Putra Mahkota telah terbongkar, Pangeran Lucius mengeluarkan dua kristal memori lainnya.


Pangeran Lucius yang penasaran dengan rekaman yang ada di kristal memori, dia segers mengalirkan mana nya ke kristal memori dan muncullah gambaran yang seketika membuat wajahnya serta wajah Ayahanda nya memerah.


“Brak....” Kaisar Octavia menggebrak meja dengan amarah yang meluap-luap melihat apa yang baru dia lihat. Dia sama sekali tidak mengira jika putra pertamanya sangatlah memalukan.


“Baik Ayahanda.” Balas Pangeran Lucius dan dia pergi meninggalkan ruangan kerja Ayahandanya.


***


Dua hari kemudian.


Kota Babylon


Reinar menyuruh naga langit menuju tempat Zein dan Zet berada, karena di sana memang tempat yang di siapkan khusus untuk tempat tinggal para naga.


Ada puluhan gua yang bisa di jadikan sarang para naga, dan tempat itu juga dekat dengan hutan yang menyediakan mskanan untuk mereka.


Whushhh...


Naga langit turun dan mendarat di tanah. Setelah mendarat dengan sempurna, Reinar segera melompat turun dari punggung naga langit, dan langsung di sambut Zein dan Zet, beserta dua naga kecil yang mengikuti mereka.


“Kalian berdua, mereka saudara baru kalian, dan ada banyak lagi selain mereka di tempat yang cukup jauh dari tempat ini, dan satu lagi, mereka berdua adalah betina.” Kata Reinar yang langsung mengajak Lyon menuju kediamannya, tapi mereka tak hanya berdua. Dua naga kecil yang merindukan Reinar, mereka terbang di atas Reinar dan sesekali terbang rendah dan meminta Reinar mengelus kepala mereka.


Dengan senang hati Reinar mengelus kepala mereka, begitu juga dengan Lyon.


Sepuluh menit berjalan, Reinar dan Lyon akhirnya sampai di kediaman Walikota, yang tak lain ialah kediaman milik Reinar.


Dua naga kecil sudah mendarat di halama kediaman Reinar, dan tak lama muncul tiga wanita yang tersenyum lebar menyambut kedatangan Reinar.


Melihat tiga wanita berparas cantik bagaikan Dewi dari langit, Lyon maju di depan Reinar dengan maksud ingin memperkenalkan diri. Tapi Lyon segera berhenti dan merinding saat melihat tiga pasang mata menatap tajam kearahnya, dan seolah mengatakan “Enyah kau dari sini!.”


Lyon segera mengambil langkah mundur dan bersembunyi di belakang tubuh Reinar.


“Selamat datang kembali, tuan.” Kata ketiga wanita yang menyambut Reinar.


Ketiga wanita itu ialah Freya, Helena, dan tentu Rhea yang baru saja kembali dari kota Touloun setelah menyelesaikan tugasnya.


“Apa kalian ingin aku tetap berdiri di sini dan tak membiarkan aku masuk?.” Kata Reinar yang menunjukkan wajah lelahnya.


Ketiga wanita segera tersipu malu menyadari kesalahan mereka dan mempersilahkan Reinar masuk ke kediamannya, tapi saat melihat Lyon ingin ikut masuk, mereka segera memasang wajah menyeramkan.


“Tuan, siapa mahkluk menjijikan ini?. Dan kenapa dia terus mengikuti tuan?.” Tanya Freya yang tahu jika ada darah iblis yang mengalir pada tubuh Lyon.


“Dia tamuku, dan jangan berbuat yang tidak-tidak padanya!.” Kata Reinar tegas.


Tentu Reinar tahu, ras Dewa seperti Freya, mereka tak akan pernah mau berdamai dengan seseorang yang memiliki darah ras iblis. Di mana pun tempatnya, ras Dewa dan ras iblis adalah musuh.


Tak ingin membuat keributan, akhirnya Reinar menyuruh salah satu pelayan untuk mengantarkan Lyon ke salah satu kamar dan menyiapkan semua kebutuhan Lyon.


Lyon yang merasa terintimidasi aura yang Freya keluarkan, dia bergegas pergi mengikuti pelayan yang akan menunjukkan kamar untuknya.


Setelah kepergian Lyon, Reinar mengajak tiga wanita yang mengikutinya menuju aula pertemuan untuk membahas apa saja yang terjadi selama kepergiannya.


Sampai di aula pertemuan, Reinar dengan santai duduk di kursinya, dan menunggu laporan dari tiga wanita yang duduk di kanan dan kirinya. “Katakan semua yang terjadi selama kepergian ku.” Kata Reinar dengan tersenyum ramah pada mereka.


“Tuan, kota Touloun telah berkembang dengan sangat baik, prajurit di sana juga telah mengalami peningkatan kekuatan yang sangat cepat setelah mereka semakin berani berburu di hutan.” Kata Rhea menjelaskan apa yang terjadi di kota Touloun selama dia ada di sana.


Giliran laporan Helena yang bekerja di akademi kota Babylon, dia melaporkan semuanya yang terjadi selama Reinar pergi. “Akademi kota Babylon berkembang sangat baik akhir-akhir ini. Banyak anak-anak dengan bakat luar biasa mulai masuk ke akademi, dan aku yakin beberapa tahun ke depan mereka akan bisa menjadi pilar Kekaisaran yang akan tuan dirikan.”


Reinar mengangguk senang dengan capaian dua bawahannya, dan kini dia menunggu laporan Freya, selaki pemegang kendali penuh kota Babylon selama kepergiannya.


“Beberapa hari yang lalu salah seorang Jenderal Kekaisaran Gloria membuat ulah di kota bersama tiga ribu pasukan mereka, dan saat ini mereka semua sedang kami tahan di penjara kota.”


“Untuk kerjasama dengan kota Avalon, semua berjalan lancar, dan jalan menuju kota Avalon sudah setengah jalan di bangun.” Kata Freya mengakhiri laporannya.


Reinar mengerutkan keningnya mendengar laporan Freya, terutama tentang Jenderal Kekaisaran Gloria yang membuat ulah di kotanya.


“Sungguh lancang, beraninya dia membuat ulah di kotaku, apa dia kira aku takut dengan Kekaisaran nya?.” Kata Reinar geram.


“Apa tuan ingin melihat Jenderal itu?.” Tanya Freya.


“Bawa aku kesana, dan kalian berdua cari Argust dan suruh dia menemui ku!.”


“Baik tuan....” Balas Rhea dan Helena dan mereka pergi meninggalkan Reinar dengan Freya.


“Kita temui Jenderal itu!.” Sambil bangkit dari kursinya dan berjalan meninggalkan aula pertemuan dengan Freya mengikuti di belakangnya.


Tak lama, Reinar dan Freya sampai di penjara bersamaan dengan kedatangan Argust.


Argust yang sudah tahu akan situasi emosi tuannya, dia hanya diam dan berjalan mengikuti Reinar.


Sampai di ruang tahanan Jenderal Kekaisaran Gloria, Reinar melihat dengan jelas wajah Jenderal yang sedang di tahan, dan segera dia tersenyum.


“Hanya pengikut orang yang akan segera di lenyap kan. Bunuh saja Jenderal itu, tak ada gunanya juga membiarkannya tetap hidup.” Kata Reinar dan berlalu pergi meninggalkan penjara.


***


***Bersambung...***