The World Emperor System

The World Emperor System
Teknik Pembuatan Dantian



Pagi harinya Reinar dan Lilia memasuki kawasan hutan yang di dalamnya terdapat aura yang terasa cukup familiar bagi Reinar. Binatang buas yang muncul di dalam hutan cukup mengganggu perjalanan mereka, tetapi sepuluh bawahan Reinar dengan cepat memusnahkan semua binatang buas yang menghalangi perjalanan tuannya.


“Setelah membereskan para bandit dan orang di balik penjualan budak yang ada di desa, sepertinya mereka bersepuluh semakin protektif terhadap keselamatan ku...” Kata Reinar melihat seluruh bawahannya yang semakin ketat melakukan penjagaan kepadanya.


“Tuan...” Panggil Lilia yang merasakan keberadaan aura seorang Kaisar Naga tak jauh dari tempat nya.


“Lilia, katakan saja jika ada yang ingin kamu katakan!...” Kata Reinar.


“Tuan, aku merasakan aura salah satu Kaisar Naga tak jauh dari tempat ini...” Balas Lilia yang merupakan wujud dari sistem yang telah menyatu dengan jiwa Reinar.


Reinar menganggukkan kepalanya. “Aku juga merasakannya, auranya terasa begitu hangat. Aku rasa kita akan menemukan warisan dari Kaisar Naga Api...” Kata Reinar.


“Di dunia ini hanya ada lima warisan Kaisar Naga, dan tuan sudah mendapatkan warisan dari dua sosok Kaisar Naga. Kalau tuan kali ini menemukan warisan dari Kaisar Naga Api, tuan tinggal mencari warisan Dari Kaisar Naga Air dan Petir...”


“Benar, tapi entah kenapa aku merasa ada salah satu warisan yang telah di ambil oleh orang lain, dan warisan itu tak lagi berada di dunia ini...”


“Kalau warisan itu diambil secara paksa, setidaknya tuan akan tetap mendapatkan warisan itu dari jiwa Kaisar Naga yang tertinggal. Walau tidak utuh, setidaknya tuan akan memiliki 50% warisan kekuatan dan pengetahuan yang masih tersisa di sisa jiwa Kaisar Naga...


Jiwa kaisar Naga hanya akan muncul saat pewarisnya datang ke tempatnya, jika yang datang pencuri, dia hanya akan mendapatkan 50% warisan, itupun hanya berupa kekuatan yang akan meningkatkan tingkat kultivasi mereka, dan kekuatan itu bisa dengan mudah direbut oleh pemilik asli pewaris kekuatan yang dia curi...”


“Apa hanya dengan 50% warisan dari Kaisar Naga aku tetap akan bisa menghancurkan dinding pembatas benua?...”


“Aku yakin tuan bisa melakukan itu dengan sangat mudah...”


“Bagaimana bisa kau begitu yakin akan itu?...”


“Tuan, aura Kaisar Naga Penguasa yang merupakan kunci untuk menghancurkan dinding pembatas benua, aura bisa tuan dapatkan hanya dengan menerima warisan dari seluruh Kaisar Naga yang ada di dunia ini, walaupun warisan itu hanya tersisa 10%...”


“Kamu ada benarnya, walau hanya 50% itu sudah lebih dari cukup untuk membuatku bisa menguasai aura Kaisar Naga Penguasa, dan untuk lima 50% sisanya, kemungkin kekuatan itu di ambil oleh orang yang berasal dari alam immortal...


Aku bisa mengambil kekuatan yang orang itu curi setelah aku pergi ke alam immortal, dan itu tak akan lama lagi. Tapi aku masih belum tahu apa yang akan aku lakukan nantinya di alam immortal!...”


“Alam immortal sangat berbeda dengan dunia yang saat ini tuan tempati. Bisa dikatakan tuan akan masuk dalam golongan orang lemah saat berat di alam immortal...”


“Karena itu aku harus lebih kuat dari sekarang untuk melindungi orang-orang ku, kalau bisa aku akan menjadi penguasa utama di alam immortal...”


“Sudah takdir tuan menjadi seorang penguasa, tetapi aku sendiri tidak tahu bagaimana cara tuan meraih takdir yang telah di siapkan untuk tuan...” Kata Lilia yang tentu tak terdengar di telinga Reinar.


“Hei, apa yang sedang kamu pikirkan?...” Kata Reinar bertanya saat wajah Lilia terlihat seperti orang yang sedang berpikir.


“Ah itu, tidak ada!... Bukannya lebih baik kita segera ke tempat aura itu dan setelahnya kita bisa pergi ke tempat yang lainnya?...”


Reinar tahu kalau Lilia tengah mengalihkan topik pembicaraan, tetapi karena dia tak ingin berdebat, akhirnya dia hanya bisa menganggukkan kepalanya. “Baiklah, kita langsung ke tempat itu...”


Reinar dan Lilia lalu bergerak ke tempat keberadaan aura yang sama-sama mereka rasakan. Sebelum sampai ke tempat itu, Lilia kembali menyatu dengan jiwa Reinar dan dia akan kembali keluar setelah Reinar mendapatkan apa yang tengah dia cari.


“Aku merasa aura ini sedikit lebih lemah dari aura Kaisar Naga Cahaya, tetapi ini memang auranya, aura Kaisar Naga Api yang perkasa...”


“Tuan benar, aura yang kali ini lebih lemah dari aura Kaisar Naga Cahaya, tetapi itu bukan karena pemilik aura ini lemah, melainkan aura ini akan terus melemah beriringan dengan waktu yang terus berjalan...”


Reinar kembali menganggukkan kepalanya. “Aura ini menuntunku ke sebuah kawah di puncak gunung berapi yang berada di tengah-tengah hutan...”


“Panas api di dalam kawah gunung merapi tak akan bisa melukai tuan, jadi tuan tidak perlu ragu masuk kedalam kawah itu kalau warisan itu benar berada di dalamnya...”


Reinar tersenyum dan menganggukkan kepalanya.


Tanpa terasa Reinar telah berada di pinggir kawah gunung berapi, dan tanpa ragu ataupun takut dia langsung saja melompat kedalam kawah karena aura yang dia ikuti menuntunnya masuk ke dalam kawah dengan lava pijar yang tentunya sangat panas.


Sepuluh bawahan Reinar hanya berjaga di pinggiran kawah setelah mendapat perintah dari tuannya.


Sementara itu setelah melompat ke dalah kawah, bukannya terjatuh ke tengah-tengah lava panas di dasar kawah gunung berapi, Reinar justru jatuh di lantai yang berada di tempat yang luas dan megah.


Dari tempatnya, Reinar dapat melihat sisa jiwa Kaisar Naga Api yang tersenyum lebar saat kedua bola mata miliknya menatap ke arahnya.


“Aku tidak menyangka jika pewaris kekuatan ku adalah seorang pemuda yang sangat luar biasa...” Ungkap Kaisar Naga Api.


“Yang Mulia terlalu memuji makhluk yang rendah ini...” Kata Reinar sambil sedikit membungkukkan tubuhnya.


“Jika seorang immortal yang begitu agung menganggap dirinya rendah, lalu bagai mana dengan kami?... Mungkin kami akan menjadi makhluk yang dapat di samakan dengan sampah...” Kata sosok Kaisar Naga Api membalas perkataan Reinar.


Reinar hanya bisa tersenyum mendengar balasan Kaisar Naga Api.


Reinar bingung harus bersikap seperti apa di hadapan Yun Long yang terlihat begitu menghormatinya. Pada akhirnya dia hanya memperkenalkan dirinya, dan menjelaskan tujuan dia mendatangi Istana milik Yu Long.


Sekalipun tanpa di jelaskan, Yu Long sudah tahu akan apa yang menjadi tujuan Reinar, dan tentunya Yun Long dengan senang hati memberikan apa yang memang akan dia berikan pada Reinar.


Tak ingin membuang banyak waktu, Yu Long langsung menyuruh Reinar memejamkan mata, lalu dia memberikan seluruh warisan yang dia miliki pada Reinar yang saat ini tengah menikmati sensasi hangat di sekujur tubuhnya.


Di detik terakhir sebelum lenyap, tubuh Yu Long berubah menjadi butiran cahaya dan cahaya itu seperti terserap ke dalam tubuh Reinar. “Tuanku, sebenarnya seluruh Kaisar Naga di dunia rendah ini hanyalah sebuah pecahan jiwa, dan kami tidaklah benar-benar mati. Tubuh kami yang seutuhnya berada di alam imortal, dan kami tengah menunggu kedatangan tuan...”


Hawa keberadaan Yu Long seketika lenyap setelah dia menyampaikan pesan terakhirnya pada Reinar.


“Hanya pecahan jiwa tapi kekuatannya sudah menyamai seorang Raja Dewa puncak. Aku tidak bisa membayangkan seberapa kuat tubuh asli mereka...” Kata Reinar membatin.


[Tuan telah menerima warisan Yun Long, Kaisar Naga Api yang terkenal akan kecerdasannya > Tuan mendapatkan teknik aura Kaisar Naga Api > Tuan mendapatkan teknik pembuat Dantian...]


“Teknik pembuat Dantian?... Lilia, apa kegunaan teknik ini sama persis dengan apa yang tengah aku pikirkan?...”


[Apa yang tuan pikirkan sangat sesuai dengan kegunaan teknik itu. Tapi dengan kekuatan tuan yang sekarang, tuan hanya bisa merubah 100 orang tanpa basis kultivasi menjadi seorang kultivator. Tuan bahkan bisa memberikan kekuatan ganda seperti yang tuan miliki jika tuan menggunakan teknik itu pada seorang ahli sihir...]


Bibir Reinar melengkung membentuk sebuah senyuman mendengar informasi yang disampaikan Lilia. “Setidaknya seluruh keluarga ku kini dapat memiliki kekuatan yang sama denganku...” Gumam Reinar.


Selain menerima warisan berupa Teknik, di Istana milik Yu Long Reinar juga mendapatkan tambahan energi murni yang langsung terserap masuk kedalam tubuhnya.


Energi murni itu membuat lautan Dantian nya hampir penuh, dan kini dia hanya butuh sedikit lagi usaha untuk membuatnya menerobos ke tingkat Kaisar Dewa.


Reinar tersenyum melihat perkembangan kekuatannya, lalu setelah memberi penghormatan dia segera keluar dari Istana milik Yu Long dan kemunculannya langsung disambut oleh sepuluh bawahannya.


“Tuan, baru saja salah satu tubuh bayangan tuan datang ke tempat ini. Dia tidak bisa langsung ketempat tuan berada karena ada penghalang yang tidak bisa dia tembus...”


Reinar tahu penghalang yang di maksud, tetapi dia tidak menyangka jika tubuh bayangannya sendiri tak mampu menembus penghalang yang diciptakan Yu Long.


“Apa yang dia sampaikan kepada kalian sebelum pergi?...”


“Tubuh bayangan tuan mengatakan jika dia menemukan keberadaan tempat dengan aura yang terus menarik keberadaannyaa untuk mendekat ke tempat itu...”


Senyum di wajah Reinar sepertinya tak ingin menghilang setelah dia mendapatkan keberuntungan beruntun di hari yang sama.


“Katakan, dimana tempat itu?...”


“Tempat itu berada di tengah lembah, tepat di dalam hutan yang letaknya cukup dekat kota Danau Biru, kota besar yang dulunya merupakan bagian dari Kekaisaran Tang...”


Reinar menganggukkan kepalanya, lalu dia menyuruh Lilia keluar dan kembali menemani perjalanannya.


Namun sebelum memulai perjalanan, salah satu bawahan Reinar mengatakan jika mereka bisa bersembunyi di balik bayang-bayang Reinar saat nanti tuannya itu berada di dalam kota.


Dengan bersembunyi di balik bayang-bayang Reinar, mereka tetap bisa menjaga tuannya, dan lagi mereka tak perlu berada di luar kota menunggu kedatangan Reinar.


Reinar menggelengkan kepalanya karena baru tahu akan itu. “Lilia, apa sejak awal kamu telah mengetahui itu?...” Tanya Reinar.


“Sejak awal aku sudah mengetahui itu tetapi karena tuan tidak bertanya, aku juga tidak memberitahukan hal itu pada tuan...” Kata Lilia menjawab pertanyaan Reinar.


“Lain kaki katakan saja semua informasi yang kamu tahu tentang apa saja yang aku beli dari toko sistem...” Kata Reinar sambil menyuruh delapan bawahannya bersembunyi di balik bayangannya, dan menyisakan dua bawahan untuk menemani perjalanannya.


“Kalian berdua akan tetap di luar dan menemani perjalanan kami...” Kata Reinar memberi perintah.


“Baik tuan ku...” Jawab keduanya.


Setelah pembicaraan singkat selesai Reinar mengajak Lilia pergi ke kota Danau Biru, kota terdekat dengan tempat yang menjadi tujuan utamanya. Dengan diikuti dua bawahannya, Reinar memegang tangan Lilia memulai perjalanan menuju kota Dana Biru.


Swusshh...


Reinar dan yang lainnya telah meninggalkan pinggiran kawah gunung berapi. Tak lama setelah kepergian Reinar dan yang lainnya, gunung itu pun meletus dan letusannya merusak hutan yang ada di sekitarnya.


“Gunung itu setidaknya akan meletus setiap 100 hari sekali setelah jiwa ku menghilang dari tempat itu...” Kata Yu Long yang terus mengawasi pergerakan Reinar dari Istananya yang ada di alam immortal.


***


Bersambung...