
Reinar melangkahkan kakinya kearah Huang Dan yang telah kehilangan kedua tangannya. Dia ingin segera menyelesaikan pertarungan dengan Huang Dan setelah tahu kelemahannya. Dia sendiri tidak mengira kalau kelemahan Huang Dan adalah elemen cahaya, salah satu elemen di tubuhnya yang cukup jarang dia pergunakan.
Melihat Reinar yang melangkah semakin mendekat ke arahnya, Huang dan berinisiatif mengambil langkah mundur. Tetapi belum juga bergerak menjauh, dua sinar yang keluar dari ujung jari telunjuk Reinar berhasil membuatnya lumpuh setelah kehilangan kedua kakinya.
Huang Dan meraung kesakitan saat kehilangan kedua kakinya. Reinar yang terganggu dengan suara keras Huang Dan, dia segera membuat bola api berwarna putih keemasan di telapak tangannya, lalu bola api itu dia lemparkan ke arah Huang Dan sebelum akhirnya bola api itu meledak, dan seketika tubuh Huang Dan hangus terbakar menjadi abu.
Reinar berjongkok di atas abu Huang Dan. “Ini adalah akhir dari riwayat hidup mu, kekuatanmu masih sangat jauh untuk membuat mu bisa mengalahkan ku, dan pada akhirnya kamu tetap mati di tanganku...” Gumam lirihnya.
Kembali bangkit berdiri, dia melihat ke sisa murid dari ketiga Sekte yang melakukan penyerangan ke Kota Bulu Angsa. Melihat mereka yang gigih bertahan, dia membuat sebuah naga petir yang turun dari langit, dan saat naga petir itu turun ke daratan dia langsung menyapu habis sisa musuh yang semula masih gigih bertahan.
Hanya dengan satu kali serangan bersekala besar, Reinar berhasil melenyapkan seluruh musuh di medan peperangan, dan ini adalah kemenangan telak bagi Kota Bulu Angsa dan Sekte Mawar Putih.
Kekuatan Kota Bulu Angsa dan Sekte Mawar Putih, mungkin akan segera tersebar luas ke seluruh penjuru daratan Benua Selatan setelah kemenangan yang hari ini mereka dapatkan.
Semua prajurit Kota Bulu Angsa dan seluruh murid Sekte Mawar Putih bersorak penuh suka cita saat mereka melihat seluruh musuh berhasil di kalahkan oleh sosok naga petir yang dikeluarkan Reinar.
“Aku tidak pernah menyangka kalau kita dapat mengalahkan musuh sebanyak itu kurang dari satu hari, dan lagi suami kita berhasil mengalahkan seorang kultivator tahap Setengah Langkah tingkat Dewa Sejati di saat kekuatannya masih di tingkat Dewa Surgawi tahap puncak...” Kata Qinyu sambil melihat Yang Yifei yang berada di sampingnya.
“Suami kita bukanlah orang yang lemah, dia kuat dan tentunya dapat mengalahkan semua musuhnya. Walau di awal dia terlihat kesulitan , tetapi pada akhirnya dia tetap mengalahkan musuhnya...” Yang Yifei tersenyum lalu dia mengajak Qinyu untuk mendekat ke tempat suami mereka.
“Suami Patriak Sekte memang sangat luar biasa, sepertinya aku tidak punya kesempatan untuk memiliki salah satu dari dua wanita tercantik yang pernah aku lihat...” Kata seorang murid Sekte Mawar Putih yang sudah lama mengagumi sosok Yang Yifei, dan saat melihat sosok Qinyu, dia pun juga mengaguminya.
Reinar menyambut kedatangan kedua istrinya dengan menunjukkan senyum lembutnya. Melihat senyuman di wajah Reinar, membuat banya wanita terpesona oleh ketampanan dan kharismanya, bahkan tak sedikit wanita yang diam-diam ingin mencalonkan diri mereka menjadi istri ataupun selir Reinar. Tapi saat nantinya mereka tahu seperti apa sifat asli seluruh istri Reinar, bisa dipastikan mereka akan mundur dengan sendirinya.
Dari kejauhan ada sosok yang terus memperhatikan Reinar. Dia tersenyum melihat perkembangan Reinar yang tak sedikitpun membuatnya kecewa. Perkembangan Reinar bahkan sudah jauh dari apa yang dia harapkan. “Masih belum saatnya, kamu masih terlalu lemah untuk menerima tanggung jawab yang memang sudah seharusnya menjadi tanggungjawab mu...”
“Tuan, Dunia Surgawi semakin kacau dengan munculnya ras Iblis kuno. Para Dewa penguasa hanya dapat bertahan dari gempuran kekuatan mereka. Dengan situasi yang seperti ini, kemungkinan 100 tahun lagi Dunia Surgawi akan jatuh ketangan Ras Iblis kuno...” Sosok berjubah putih muncul di belakang Shen Li Quan, penguasa tiga dunia, dan dia juga merupakan sosok Ayah dari pemuda yang sejak tadi dia awasi.
Shen Li Quan membalikkan badannya dan melihat sosok berjubah putih yang kini tepat berada di depannya dalam keadaan berlutut dengan kepala tertunduk.
“Kamu tenang saja, para Iblis itu tidak akan mendapat apa yang mereka inginkan, dan lagi seratus tahun itu waktu yang terlalu lama. Setidaknya, kurang dari sepuluh tahun mereka akan lebih dulu lenyap dari daratan Dunia Surgawi...” Ujar Shen Li Quan dengan santai.
“Dari pada memikirkan para Iblis, lebih baik kita jalan-jalan ke Istana Surgawi. Aku sangat merindukan ribuan gadis di tempat itu...” Kata Shen Li Quan tetapi detik berikutnya dia tiba-tiba merasakan dingin di bagian belakang punggungnya bersamaan dengan hilangnya sosok berjubah putih yang ada di depannya.
Merasakan aura mengerikan yang berada di belakang tubuhnya, Shen Li Quan perlahan membalik badan, dan dia hanya bisa menelan ludah secara kasar saat melihat senyuman menawan wanita yang setiap saat bisa merubahnya menjadi seorang kasim.
Shen Liu Mei, istri termuda Shen Li Quan yang kekuatannya sedikit lebih kuat dari sang suami. “Ingat, kau hanya punya sisa waktu 5 tahun lagi untuk mengumpulkan seluruh saudariku!.., dan jangan pernah berfikir untuk menambah jumlah kami!...” Kata Shen Liu Mei sambil menyeringai dengan mata tajamnya tengah melirik kearah penghasil keturunan milik Shen Li Quan.
“Bersiaplah menjadi kasim kalau kau mengabaikan apa yang baru aku katakan!...” Ujar Shen Liu Mei sebelum dia pergi menghilang.
Shen Li Quan dapat bernafas dengan lega setelah kepergian Shen Liu Mei. “Setidaknya aku masih memiliki beberapa istri yang belum dia ketahui...” Gumam Shen Li Quan sebelum dia pergi meninggalkan wilayah Benua Selatan.
°°°
Untuk mayat Bai Zhong, dan para petinggi Sekte lainnya, mayat mereka telah dibakar habis oleh Reinar sebelum dia bersama kedua istrinya kembali ke kediaman mereka yang ada di Sekte Mawar Putih.
Di dalam sebuah ruangan, Reinar, Qinyu, dan Yang Yifei tengah duduk bermeditasi untuk menenangkan tubuh dan memulihkan kekuatan mereka.
Reinar telah membuat arai pengumpul Qi di Kota Bulu Angsa dan juga di wilayah Sekte Mawar Putih. Walau energi Qi di sekitarnya sudah sangat padat bahkan melebihi kepadatan yang ada di wilayah inti Benua Tengah, tetap saja energi Qi di sekitarnya tidak bisa membuatnya menerobos ke tingkat Dewa Sejati.
“Meskipun tidak bisa meningkatkan tingkat kultivasi ku, setiap aku berkultivasi, aku merasa jumlah cadangan mana ku terus bertambah. Dengan begini, aku bisa mengalahkan seorang kultivator tingkat Dewa Sejati tahap awal kalau aku menggunakan seluruh kekuatan ku...” Kata Reinar dalam hati lalu dia membuka matanya setelah tiga hari penuh dia melakukan kultivasi.
Bukan hanya Reinar, di waktu yang hampir bersamaan Qinyu dan Yang Yifei juga membuka matanya setelah mereka juga berkultivasi selama Reinar juga melakukannya.
“Apa kalian merasakan tanda-tanda akan menerobos ke tingkat Dewa Surgawi?..." Tanya Reinar yang melihat kekuatan kedua istrinya sedikit mengalami peningkatan.
“Menerobos ke tingkat Dewa Sejati sangat sulit di lakukan saat kita masih di Dunia Immortal. Bukannya tida bisa, tetapi kita butuh sesuatu yang bisa membantu kita menerobos tanpa memberi dampak yang buruk kepada tubuh kita...” Jawab Yang Yifei.
“Meskipun tidak berhasil menerobos, tapi aku merasa ada sedikit peningkatan pada kekuatanku...” Qinyu menunjukkan petir di tangannya yang kini memiliki tiga warna, biru, perak, dan emas. Samar-samar juga terlihat petir berwarna hitam yang kekuatannya masih belum sepenuhnya terbangkitkan.
Reinar mengangguk setelah mendengar jawaban dari kedua istrinya. Sejak awal dia sudah tahu kalau kedua istrinya tidak akan bisa menerobos ke tingkat Dewa Sejati dalam waktu dekat, tetapi melihat perkembangan kekuatan keduanya, Reinar sudah cukup merasa senang.
“Qinyu memiliki elemen petir tingkat tertinggi yang dulunya hanya dimiliki oleh Dewa Penguasa Benua Petir di Dunia Surgawi. Sedangkan Yang Yifei, dia memiliki tiga elemen yang sedikit lagi dapat ditingkatkan menjadi tiga elemen tingkat atas. Angin, es, dan air, di puncak kekuatannya sepertinya dia mampu membuat beku seluruh Dunia hanya dengan secuil kekuatan yang dia miliki...” Gumam lirih Reinar yang hanya dapat didengar Lilia yang ada didalam tubuhnya.
Reinar mengajak kedua istrinya keluar kediaman untuk melihat keadaan Sekte Mawar Putih dan Kota Bulu Angsa setelah beberapa hari mereka tinggalkan karena mereka sedang melakukan kultivasi tertutup.
Meskipun keadaan Sekte Mawar Putih dan Kota Bulu Angsa terlihat baik-baik saja setelah serangan dari Sekte Gagak Perak, dan dua Sekte lainnya yang terjadi beberapa hari yang lalu. Kedamaian belum sepenuhnya dapat terjadi di Sekte Mawar Putih maupun di Kota Bulu Angsa.
Pertikaian diantara murid Sekte Mawar Putih semakin sering terjadi, dan itu sangat merugikan Sekte karena tidak sedikit pertikaian yang menyebabkan kematian. Setelah seharian penuh melakukan penyelidikan, Yang Mi yang dibantu beberapa tetua Sekte melakukan eksekusi pada ratusan murid yang ternya merupakan bagian dari musuh. Mereka berhasil menyusup saat terjadi peperangan di gerbang Kota Bulu Angsa.
Sedangkan di Kota Bulu Angsa, tindak kekerasan dan pencurian semakin marak terjadi setelah selesainya peperangan di gerbang Kota. Saat pasukan Reinar turun tangan membantu petugas keamanan Kota, mereka berhasil menangkap dan mengeksekusi sepuluh ribu orang yang terdiri dari beberapa kelompok bandit, dan juga ada diantara mereka merupakan pembuat rusuh yang di kirim Kerajaan yang ada di sekitar Kota Bulu Angsa.
Di daratan Benua Selatan hanya ada satu Kekaisaran yang berkuasa, tetapi ada puluhan Kerajaan yang tunduk di bawahnya, termasuk Kerajaan Tang yang baru saja musnah karena di taklukkan oleh Kerajaan Gong, satu dari dua Kerajaan yang mengirimkan orang-orangnya untuk membuat kekacauan di Kota Bulu Angsa.
Keluar dari kediamannya justru membuat Reinar, Qinyu, dan Yang Yifei, harus terlibat dalam masalah yang tengah dihadapi Sekte Mawar Putih dan Kota Bulu Angsa. Tetapi berkat kehadiran mereka, semua masalah dengan cepat terselesaikan dan kini mereka dapat sedikit bernafas lega.
“Kota Sungai Bambu, dan Kota Sawah Hijau. Dengan bersatunya kedua Kota itu, bukannya Kota Bulu Angsa bisa mendeklarasikan diri menjadi sebuah Kerajaan?...” Tanya Reinar saat dia, Qinyu, dan Yang Yifei tengah membahas perkembangan Sekte Mawar Putih dan Kota Bulu Angsa.
Yang Yifei mengangguk mendengar itu. “Kota Bulu Angsa memang bisa menjadi sebuah Kerajaan, tetapi sebagai Kerajaan yang berdiri di daratan Benua Selatan, kita harus membayar pajak sepuluh juta koin emas setiap tahunnya pada Kekaisaran Dong Ma. Mendirikan Kerajaan itu mudah, tetapi setiap tahunnya kita akan kesusahan dalam membayar pajak...”
“Kita tidak perlu membayar pajak pada Kekaisaran Dong Ma, karena kita akan mendirikan Kerajaan yang berdiri sendiri tanpa harus tunduk pada siapapun. Kalau ada yang mencoba mengusik Kerajaan kita, dapat aku pastikan mereka akan menyesalinya...”
°°°
Jangan lupa like dan komentarnya setelah selesai membaca, terimakasih...