
Hari-hari berlalu dengan cepat, dan tak terasa tiba juga hari dimana Reinar, serta Qinyu harus menemani Yang Yifei yang akan berkunjung ke Kekaisaran Dong Ma.
Kabar tentang hancurnya setengah wilayah Istana Kekaisaran Dong Ma oleh sebuah serangan misterius telah tersebar. Saat ini banyak orang yang merasa kekuatan Kekaisaran Dong Ma mulai melemah, setelah beredarnya kabar hancurnya setengah wilayah yang ada di lingkungan Istana Kekaisaran Dong Ma.
Kekuatan Kekaisaran Dong Ma yang melemah telah menjadi topik pembicaraan utama hampir di seluruh tempat yang ada di daratan Benua Selatan, terutama di wilayah yang berdekatan dengan Istana Kekaisaran Dong Ma.
Dan juga sejak beredarnya kabar melemahnya kekuatan Kekaisaran Dong Ma, banyak Kerajaan kuat yang ingin melepaskan diri dari cengkraman Kekaisaran Dong Ma. Jika dulu mereka takut, sekarang mereka memiliki keberanian lebih untuk mencoba melepaskan diri dari cengkraman Kekaisaran Dong Ma.
Di aula Sekte Mawar Putih, Reinar tengah berpamitan dengan Ibu, Kakek, dan kesembilan istrinya. Sebelum benar-benar pergi meninggalkan Sekte Mawar Putih, Reinar menaruh seorang prajurit bayangan di setiap bayangan anggota keluarganya, dan dia juga menyebar lima bawahannya untuk menangkap dan memusnahkan seluruh prajurit Kekaisaran Dong Ma yang melakukan penyamaran di Kota Bulu Angsa.
“Sekarang aku bisa merasa tenang saat meninggalkan mereka...” Ujar Reinar saat dia masuk kedalam portal teleportasi yang akan membawanya langsung menuju ke wilayah yang berdekatan dengan Istana Kekaisaran Dong Ma.
“Tuan, saat ini telah banyak berkumpul orang-orang kuat di dalam Istana Kekaisaran Dong Ma...” Kata Lilia dalam pikiran Reinar.
“Sekuat apa mereka sampai kamu mengatakan kalau mereka adalah sekumpulan orang-orang kuat?...” Tanya Reinar yang penasaran dengan kekuatan orang-orang kuat yang dimaksud oleh Lilia.
“Sebenarnya kekuatan mereka hanya setara dengan kultivator tingkat Dewa Surgawi tahap menengah, tetapi ada beberapa ahli yang kekuatannya setara dengan kultivator tingkat Dewa Sejati tahap awal...” Balas Lilia menjawab pertanyaan tuannya.
“Kekuatan mereka memang tergolong kuat untuk kekuatan yang ada di Benua Selatan, tetapi mereka tetap saja lemah di mataku, bahkan kekuatan mereka tak akan sebanding dengan kekuatan kedua istri ku!...” Ujar Reinar yang tengah melihat Yang Yifei dan Qinyu yang berjalan tepat di depannya.
“Seperti yang tuan katakan, mereka memang kuat untuk ukuran kekuatan yang ada di Benua Selatan, tetapi mereka tetap saja bukan lawan yang akan menyulitkan tuan ataupun kedua istri tuan. Mereka semua hanya akan bertemu dengan indahnya alam kematian kalau mencoba melawan tuan!...” Kata Lilia yang kali ini tak menunjukkan wujudnya.
Mendengar apa yang dikatakan Lilia, Reinar hanya menunjukkan senyuman yang menghiasi wajahnya. Tetapi senyum Reinar seketika memudar saat dia melihat ada rombongan prajurit yang mengawal seorang pria muncul dan menghadang langkah kedua istrinya.
“Yang aku tunggu akhirnya datang!... Selamat datang di Istanaku nona Yang Yifei...” Kata sosok pria yang nyatanya dia adalah sosok Kaisar Dong Tao.
“Salam pada Yang Mulia Kaisar...” Kata Yang Yifei dan Qinyu bersamaan sambil sedikit membungkukkan badannya.
“Kalian tidak perlu memberi penghormatan kepadaku!.., dan untuk nona, kalau Yang Mulia ini boleh tahu, siapa nama nona dan kenapa nona bisa bersama dengan calon Permaisuri Kekaisaran ku?...” Kata Kaisar Dong Tao melihat kearah Qinyu yang secara terang-terangan tidak menyukai keberadaannya.
Kerutan muncul di kening Qinyu saat mendengar perkataan Kaisar Dong Tao. “Permaisuri?... Sejak kapan adik Feifei mengkhianati suaminya?.., dan lagi bagaimana bisa dia lebih memilih pria yang tak sebanding dengan suaminya?...” Kata Qinyu sambil menolehkan kepalanya melihat kearah Yang Yifei.
Wajah Kaisar Dong Tao terlihat jelek saat mendengar apa yang dikatakan oleh Qinyu. Jelas-jelas kalau perkataan Qinyu barusan adalah sebuah penghinaan yang ditujukan kepadanya.
“Adik, apa kamu benar-benar telah mengkhianati suami mu?...” Tanya Qinyu.
“Tentu saja itu tidak mungkin aku lakukan. Bagaimana bisa aku mengkhianati suaminya yang jauh lebih sempurna dari pria manapun?.., dan untuk Yang Mulia Kaisar Dong Tao, saya harap anda tidak mengatakan sesuatu yang bisa menimbulkan kesalahpahaman!...” Kata Yang Yifei tegas.
Kaisar Dong Tao tersenyum mendengar perkataan Yang Yifei. “Aku belum menerima undangan pernikahan darimu, jadi jangan berharap kamu bisa membohongi ku!... Dan lagi kata-kataku barusan adalah sebuah kenyataan karena kamu memang akan menjadi Permaisuri ku...” Kata Kaisar Dong Tao yang tak sedikitpun mempercayai kalau Yang Yifei telah memiliki seorang suami.
“Lakukan apa yang ingin kau lakukan, tetapi aku harap kamu tidak menyesal dengan apa yang kamu lakukan!...” Balas Yang Yifei yang sudah tidak lagi menghormati sosok Dong Tao yang mana dia adalah seorang Kaisar.
Yang Yifei mengajak Qinyu dan Reinar untuk pergi meninggalkan Kaisar Dong Tao, tetapi lagi-lagi langkahnya harus terhenti saat beberapa orang prajurit menghadang tepat di depannya.
“Yang Mulia Kaisar telah menyiapkan tempat khusus untuk seluruh tamu undangan, dan saya berharap anda mau kami antar menuju tempat itu, tetapi kami akan memisahkan tempat untuk tamu wanita dengan pria...” Kata seorang prajurit yang kemudian dia meminta beberapa rekannya untuk memisahkan Reinar dari Yang Yifei dan Qinyu.
Namun, secara tiba-tiba seluruh prajurit itu diam di tempatnya saat sebuah aura kuat mengunci pergerakan mereka. Mereka tak bisa mengeluarkan suara ataupun menggerakkan tubuhnya, tapi mereka tetap dapat melihat suasana dan mendengar suara yang ada di sekitarnya.
“Jangan kalian berani memisahkan ku dengan suamiku kalau kalian masih sayang dengan satu-satunya nyawa yang kalian miliki!...” Kata Qinyu dengan sorot mata tajam, lalu dia, Yang Yifei, dan Reinar berjalan pergi meninggalkan para prajurit yang masih terdiam di tempatnya.
“Ternyata kakak Qinyu kalau marah bisa terlihat menyeramkan, tetapi tetap saja wajah kakak Qinyu terlihat sangat imut dan menggemaskan...” Kata Yang Yifei yang mengakui kalau Qinyu memang jauh lebih imut dan menggemaskan dibandingkan dengan dirinya.
“Istriku ini memang imut, dan akan sangat mustahil dapat menemukan sosok yang jauh lebih imut darinya...” Kata Reinar yang kini memposisikan dirinya berada di tengah-tengah kedua istrinya.
“Kalian tahu?... Aku benar-benar merasa beruntung karena telah memiliki kalian semu...” Ujar Reinar lalu dia memeluk pinggang kedua istrinya tanpa mempedulikan sorot mata tajam dari Kaisar Dong Tao yang dari kejauhan masih melihat kearah mereka bertiga.
“Lihat saja, aku pasti akan membuatmu bertekuk lutut di hadapan ku, dan kamu sendiri yang akan memohon-mohon untuk menjadi penghangat ranjang ku...” Gumam lirih Kaisar Dong Tao lalu dia melayang dan pergi menuju arah Istana Kekaisarannya.
Reinar sempat melihat ekspresi wajah Kaisar Dong Tao saat orang itu melintas tepat di atasnya. “Permainan masih berlanjut, dan kamu akan sangat menyesal karena masih menginginkan apa yang sepenuhnya sudah menjadi milikku!...” Kata Reinar dalam hatinya.
“Suamiku, aku merasa kamu telah menyiapkan sesuatu untuk Kaisar Dong Tao?...” Kata Yang Yifei.
Mendengar itu Reinar mengangguk lalu tersenyum. “Aku bahkan sudah mengirimkan hadiah terindah untuknya sebelum kita pergi ke tempat ini, dan masih ada banyak hadiah yang akan aku berikan kepada pria itu...” Balas Reinar.
“Aih, aku sangat tidak sabar melihat hadiah yang akan suamiku berikan untuknya..." Kata Qinyu.
“Iya, aku juga tidak sabar melihat ekspresi orang itu saat menerima hadiah dari suamiku...” Ujar Yang Yifei.
“Kalian akan melihat itu nanti, untuk sekarang lebih baik kita mencari penginapan untuk tempat istirahat selama kita berada di tempat ini...” Kata Reinar.
Ketiganya lalu berjalan menyusuri Ibukota Kekaisaran Dong Ma sambil mencari penginapan yang lokasinya cukup berdekatan dengan Istana Kekaisaran. Melihat banyaknya penginapan yang tersedia untuk mereka, akhirnya Reinar memutuskan menyewa kamar terbaik di penginapan terbaik yang berada di dekat Istana Kekaisaran.
Setelah melihat-lihat kamar mereka, ketiga orang itu memutuskan pergi ke Istana Kekaisaran Dong Ma untuk menghadiri pertemuan di hari pertama yang akan segera di mulai.
“Istana ini lumayan megah...” Penilaian Reinar terhadap Istana Kekaisaran Dong Ma saat dia telah masuk di dalamnya.
“Aku ingin istana kita nantinya jauh lebih megah dari tempat ini...” Ungkap Yang Yifei.
“Adik Feifei tenang saja, suami kita ini sangat kaya. Jangankan istana yang lebih megah dari ini, dia bahkan dapat membuat seribu istana yang jauh lebih indah dari istana ini kalau kamu menginginkannya...” Kata Qinyu.
“Seribu itu sangat berlebihan, aku hanya ingin sebuah istana yang megah, dan kita semua bisa hidup bahagia bersama di istana itu...” Balas Yang Yifei.
Menyudahi obrolan singkat mereka, ketiganya kini telah berada di aula Istana Kekaisaran Dong Ma, dan di tempat itu mereka dapat melihat tamu undangan yang hampir memenuhi seluruh tempat duduk yang sudah dipersiapkan oleh pihak Kekaisaran Dong Ma.
“Aku rasa tempat itu sangat cocok untuk menjadi tempat duduk kita!...” Kata Yang Yifei menunjuk tempat duduk yang berada di posisi paling belakang.
Reinar dan Qinyu mengangguk, lalu mereka bertiga menuju tempat duduk yang ada di barisan paling belakang.
Belum lama mereka bertiga duduk, sosok Kaisar Dong Tao memasuki aula istana Kekaisaran. Seluruh tamu undangan bangkit dari duduknya lalu memberikan penghormatan kepada Kaisar Dong Tao.
“Hormat kalian aku terima, dan silahkan kalian kembali duduk di tempat yang sudah tersedia untuk kalian...” Baru juga Kaisar Dong Tao menyelesaikan perkataannya, seorang pemuda berjubah putih menerobos masuk kedalam aula istana dan langsung berlutut di hadapan Kaisar Dong Tao.
“Yang Mulia, hamba adalah murid Sekte Mawar Putih, dan maksud kedatangan hamba ke tempat ini, itu karena hamba ingin melaporkan keadaan Sekte Mawar Putih yang tengah kacau kepada Patriak Sekte!...” Kata pemuda berjubah putih yang terdapat motif mawar berwarna keemasan yang ada di bagian belakang jubahnya.
Mendengar itu, Kaisar Dong Tao dan seluruh tamu undangan lainnya melihat kearah Yang Yifei yang berada di ujung ruangan aula Istananya. Kaisar Dong Tao sendiri melihat kearah Yang Yifei sambil berharap melihat kepanikan dari wanita yang sangat dia inginkan.
“Kenapa dia masih begitu tenang?... Apa dia sudah tahu rencanaku?...” Tanya Kaisar Dong Tao dalam hatinya.
“Aku tidak pernah melihat mu berada di Sekte Mawar Putih, dan lagi jubah yang kamu gunakan hanyalah jubah lama yang telah di ganti dengan jubah baru. Kalau kamu benar-benar murid Sekte Mawar Putih, tentunya kamu memiliki jubah itu...” Kata Yang Yifei dengan suara tegasnya.
Semua tamu undangan segera merasa aneh setelah mendengar apa yang dikatakan oleh Yang Yifei, dan kini semua tamu undangan mengarahkan tatapan mata mereka ke arah pemuda berjubah putih yang masih berlutut dan tak bergerak dari tempatnya.
°°°
Jangan lupa like dan komentarnya setelah selesai membaca, terimakasih...