The World Emperor System

The World Emperor System
Monster Yang Sesungguhnya



Jangan lupa biasakan like sebelum baca, dan tinggalkan komentar setelah selesai membaca.


satu saja like dan komentar kalian, itu adalah penyemangat tambahan untuk author.


***


***


BOOMMM...


BOOMMM...


Suara ledakan yang menggema terdengar saat Ling Long terus mengerang dan memakan hidup-hidup gagak merah yang menjadi lawannya.


Peperangan semakin kacau saat Ling Duan dan sembilan tetua keluarga Ling yang berada di tingkat abadi turun ke medan perang bersama lima puluh ribu prajurit elite keluarga Ling yang semuanya berada di tingkat Kaisar Bumi dan Kaisar Langit.


Prajurit Kekaisaran dan murid Sekte Gagak Merah yang berada di tingkat Kaisar mencoba menghadang pergerakan pasukan yang dipimpin Ling Duan, namun di saat bersamaan datang dua puluh ribu prajurit elite keluarga Qin yang datang membantu keluarga Ling.


Pertempuran besar tingkat Kaisar terjadi saat belasan ribu prajurit tingkat Kaisar Kekaisaran Han yang dibantu ribuan murid Sekte Gagak Merah, mereka harus melawan puluhan ribu prajurit elite dari dua keluarga kuat yang menjadi pilar Kekaisaran Ling.


BOOMMM...


BOOMMM...


Ledakan kembali terdengar saat pasukan Kekaisaran Ling berhasil memukul mundur pasukan garis depan Kekaisaran Han. Ling Mou yang berada di atas benteng menatap tajam prajurit Kekaisaran Han yang perlahan mundur dan tak lama formasi tempur mereka hancur.


“Siapkan pasukan pengejar, dan terus pukul mundur pasukan garis depan mereka.” Teriak Ling Mou lalu dia melompat keluar benteng dengan didampingi Jenderal Qin Junda dan dua Jenderal lainnya.


“Yang Mulia, leluhur Sekte Gagak Merah masih belum menunjukkan dirinya. Menurut hamba, lebih baik Yang Mulia kembali kedalam benteng.” Kata Qin Junda yang mendapat tugas langsung dari Permaisuri Qin Xia untuk menjaga Ling Mou.


“Adik Qin Junda, kamu tenang saja. Dengan kekuatan para leluhur Sekte Gagak Merah yang berada di tingkat Abadi Langit puncak dan hanya ada satu dari mereka yang telah mencapai tingkatan Dewa Rendah awal, tentu mereka tak akan langsung menyerang ku karena di atas langit ada lima rajawali perak dan ada leluhur naga yang siap menerkam mereka.” Ungkap Ling Mou menjelaskan.


Wusshh... Tiba-tiba dari langit turun Ling Feng dan Ling Zhe yang mendarat di depan Ling Mou dan mereka berdua hanya menundukkan kepala. “Salam Yang Mulia Kaisar.” Kata mereka berdua.


Ling Mou tubuhnya sedikit bergetar merasakan aura Ling Feng, dan dia takjub akan perkembangan Ling Zhe yang belum genap satu bulan telah memiliki kekuatan di tingkat Kaisar Langit, padahal sebelumnya dia masih berada di puncak Raja Bumi.


“Aku sepertinya harus ikut bersama kalian supaya kekuatanku tidak terhenti di tingkat Abadi Bumi.” Kata Ling Mou setelah menerima penghormatan Ling Feng dan Ling Zhe.


Semua orang di sekitar Ling Feng juga merasakan aura yang sangat mendominasi dari Ling Feng, dan mereka tahu aura itu adalah milik orang yang telah memiliki kekuatan di atas tingkat Abadi Langit.


“Yang Mulia, biarkan kami yang mengurus para leluhur Sekte Gagak Merah.” Kata Reinar yang dengan santainya melayang-layang di udara, lalu tak lama dia melesat menuju tempat para leluhur Sekte Gagak Merah berada.


BOOMMM...


BOOMMM...


Suara benturan terjadi saat Reinar memukul lima leluhur Sekte Gagak Merah yang tak menyadari kedatangannya.


“Kalian sangat lemah.”


BOOMMM.... Suara ledaka menggema saat Reinar kembali memukul salah satu leluhur Sekte Gagak Merah yang kekuatannya telah mencapai tingkat Dewa Rendah awal.


Bersama empat tubuh bayangan yang dia ciptakan, Reinar menyerang dengan ganas lima leluhur Sekte Gagak Merah tanpa memberi mereka waktu untuk beristirahat.


Tanah bergetar, dan awan-awan di langit menyingkir saat pertarungan Reinar melawan lima leluhur Sekte Gagak Merah tengah berlangsung dengan sengit, tapi terlihat jika kekuatan Reinar lebih unggul dari mereka.


Di sisi Han Liong dan Zhang Fujian.


“Ini tidak mungkin?. Bahkan mereka mempunyai pemuda dengan kekuatan sebesar itu.” Kata Han Liong semakin putus asa.


Sedangkan Zhang Fujian, ekspresi wajahnya sangat jelek saat melihat leluhur Sektenya di hajar habis-habisan oleh seorang pemuda dari Kekaisaran Ling. Selain itu, mata Zhang Fujian tiba-tiba memerah saat di sisi lain dia melihat murid dan tetua Sektenya di bantai.


Dia ingin menyerah, tapi rasanya itu tidak mungkin dia lakukan karena dia telah terkepung pasukan musuh dari segala arah.


“Bunuh mereka semua.” Teriak prajurit Kekaisaran Ling yang terdengar sampai ke telinga Zhang Fujian.


Zhang Fujian hanya bisa menunduk dan menyesali perbuatannya yang ikut campur dalam urusan Kekaisaran. Dirinya terlalu yakin dengan kekuatan yang di miliki Sektenya, tetapi kesalahan terbesarnya, dia buta akan kekuatan lawannya, dan inilah akhirnya yang terjadi. “Aku sungguh bodoh karena telah meremehkan mereka.” Gumam Zhang Fujian.


BOOOMMMM...


Ledakan keras terjadi di tempat pertempuran Reinar.


Lima leluhur Sekte Gagak Merah babak belur di hajar Reinar, bahkan empat diantaranya dalam kondisi kritis dan telah kehilangan kesadarannya.


Ling Mou menatap tajam ke tempat pertempuran Reinar, biarpun dia tahu siapa Reinar dan seperti apa kehidupan masa lalunya, tapi dia tidak menyangka jika tingkat Abadi Langit bisa mengalahkan tingkat Dewa Rendah dengan sangat mudah.


“Monster....” Kata Ling Mou membatin, lalu dia melihat Ling Feng yang ada di dekatnya. “Dia juga monster.” Batin Ling Mou sambil menggelengkan kepalanya.


BOOMMM...


BOOMMM...


“Hahahaha.... Hanya semut kecil berani mengusik Kekaisaran ku, terima saja kematian kalian dengan senyuman.” Teriak Ling Long menyerang prajurit Kekaisaran Han setelah dia menghabisi seluruh gagak merah yang menjadi binatang buas peliharaan Sekte Gagak Merah.


Dari arah langit tiba-tiba gagak merah dengan tubuh hampir sebesar wujud Naga Bumi muncul dan langsung menyerang kearah Ling Long.


Mendapat serangan kejutan dari pemimpin binatang buas jenis gagak merah, tak membuat Ling Long kewalahan, bahkan dengan mudah dia menyerang balik setelah menghindari serangan lawannya.


BOOMMM...


Gagak merah yang terluka segera mendarat di tanah dan mengatur energi di tubuhnya yang sedikit kacau setelah terkena serangan Ling Long. Dalam waktu singkat dia berhasil pulih, tapi belum juga kembali terbang, sebuah tendangan membuat kepala gagak merah menghantam tanah dan menghancurkannya.


“Kau mengganggu wilayah pertarungan ku.” Teriak Reinar setelah menendang dan menghancurkan kepala gagak merah yang mendarat tepat di tengah-tengah tempatnya bertarung melawan para leluhur Sekte Gagak Merah.


Hanya dengan serangan tunggal, binatang buas tingkat Dewa Rendah mati.


“Apa dia masih manusia?.” Tanya prajurit Kekaisaran Han yang lari menjauhi tempat Reinar.


“Dia monster yang sesungguhnya.” Kata salah satu Jenderal, lalu dia melesat pergi ke tempat Han Liong untuk melaporkan situasi yang tengah terjadi di medan peperangan.


“Lapor Yang Mulia, pasukan garis depan dan tengah telah di hancurkan.” Kata Jenderal Kekaisaran Han yang telah sampai di hadapan Han Liong.


“Pasukan sayap kiri dan kanan juga telah di hancurkan, dan tak ada yang selamat dari mereka.”


“Banyak murid Sekte Gagak Merah dan tetua mereka yang telah di musnahkan oleh pasukan Kekaisaran Ling.” Tutup laporan sang Jenderal.


“Ini?... Aarrgghhh.... Ling Mou sialan, kau telah membodohi ku dengan berpura-pura lemah.” Teriak Han Liong mendengar laporan dari Jenderalnya.


Han Liong tiba-tiba melihat Zhang Fujian menghilang dari tempat duduknya. “Aku akan langsung membunuh Kaisar mereka.” Suara Zhang Fujian terdengar lirih di telinga Han Liong sebelum auranya menghilang.


Han Liong tersenyum. “Kalau harus kalah, setidaknya Ling Mou sialan itu harus mati!.” Teriak Han Liong lalu dia pergi mengikuti aura tipis yang tertinggal setelah kepergian Zhang Fujian.


Di tempat Ling Mou.


“Mereka datang, bersiaplah!.” Kata Ling Mou pada orang-orang di sekitarnya.


Wusshh... Wusshh... Dua sosok yang Ling Mou kenal muncul tak jauh dari tempatnya berdiri. Tapi seketika ekspresi wajah dua orang yang baru datang menjadi jelek saat melihat Ling Feng yang ada di samping Ling Mou.


“Sialan, aura orang itu bahkan lebih kuat dari aura kelima leluhur.” Batin Zhang Fujian.


“Kau Ling Mou Kepar*t, kau harus mati di tanganku.” Teriak Han Liong langsung menyerang Ling Mou tanpa lebih dulu mengukur kekuatan orang yang dia serang.


BOOMMM...


Tubuh Ling Mou terdorong dua langkah ke belakang saat beradu pukulan dengan Han Liong, tapi Han Liong justru terpental puluhan meter dengan tulang-tulang jari hancur dan dia memuntahkan seteguk darah dari mulutnya.


“Ka... Kau telah mencapai tingkat Abadi Bumi?.” Kata Han Liong mencoba bangkit, dan akhirnya dia merasakan aura Ling Mou yang kekuatannya sudah satu tingkat di atasnya.


“Menyerah lah dan bawa kembali prajurit mu, dengan kembali ke wilayah mu, aku berjanji akan memberimu sebuah pengampunan.” Kata Ling Mou.


“Lebih baik aku bertarung sampai mati daripada menyerah.” Teriak Han Liong, lalu dengan tangan kiri menggenggam sebilah pedang, dia kembali menyerang Ling Mou.


Baammm...


Baammm...


BOOMMM...


Tangan kiri Han Liong dengan mudah di patahkan oleh Ling Mou, lalu dengan sebuah tendangan, tubuh Han Liong dikirim terbang ratusan meter dari tempat berdirinya Ling Mou.


Namun Ling Mou sedikit lengah, dan dia tidak menyadari pergerakan Zhang Fujian yang telan melesat kearahnya dengan tinju berlapis Qi padat yang tentu sangat berbahaya.


Baammm...


Ling Feng menangkap tinju Zhang Fujian sebelum mengenai Ling Mou. “Kau, lawan aku!.” Kata Ling Feng dengan nada suara datarnya.


Wusshh... Aura seorang di tingkat Dewa Rendah muncul dari dalam tubuh Ling Feng dan membuat tubuh Zhang Fujian dibanjiri keringat dingin.


“Aku tidak menyangka, di usia ratusan tahun kamu sudah berada di tingkat Dewa Rendah.” Kata Zhang Fujian yang sadar jika dia tak akan mempu mengalahkan Ling Feng.


“Bagaimana kalau kita sedikit bermain?.” Kata Ling Feng.


Plak...


BOOMMM...


Kepala Zhang Fujian membentur tanah dengan keras setelah Ling Feng menampar pipinya.


“Sepertinya aku terlalu banyak menggunakan tenaga. Baiklah, aku akan menggunakan seperempat tenagaku, dan jangan dulu mati sebelum aku puas bermain...”


“Arrgghhh....” Teriak Zhang Fujian saat salah satu jari tangannya di tarik sampai putus oleh Ling Feng.


“Ssstt, berisik!.” Kata Ling Feng lalu dia memasukkan potongan jari Zhang Fujian kedalam mulutnya.


“Kau terlihat sangat manis untuk ukuran pria kejam saat berteriak.” Kata Ling Feng menarik rambut Zhang Fujian. “Lihat leluhur Sekte mu, mereka terlihat sangat menikmati kasih sayang dari adik ipar ku.” Bisik Ling Feng, lalu dia mengarahkan pandangan Zhang Fujian kearah Reinar yang tengah menikmati permainannya dengan satu leluhur Sekte Gagak Merah yang masih sanggup bermain dengannya.


Mata Zhang Fujian kembali memerah, dan untuk pertama kali selama hidupnya dia menangis melihat leluhur Sekte yang dia banggakan satu persatu gugur di tangan seorang pemuda yang tak dia kenal.


“Dia masih saja kejam seperti dulu” Kata Ling Mou melihat bagaimana Ling Feng menyiksa Zhang Fujian.


***


Bersambung.