The World Emperor System

The World Emperor System
Kau Terlalu Berisik



Jangan lupa biasakan like sebelum baca, dan tinggalkan komentar setelah selesai membaca.


satu saja like dan komentar kalian, itu adalah penyemangat tambahan untuk author.


***


***


Syut...


“Argh...” Raja Malmoe berteriak saat jari-jari tangannya terpotong oleh sebuah cahaya yang muncul dari ujung jari Reinar.


“Kau, siapa kau sebenarnya?. Dan kenapa kau menyerangku?.” Teriak Raja Malmoe menahan rasa sakit di jari-jari tangannya.


Reinar hanya teesenyum dan tetap duduk santai dengan menyilangkan kakinya.


Raja Malmoe terlihat marah melihat tingkah dan perilaku Reinar, tapi dia tahu pemuda yang duduk di singgasananya bukan lawan sepadan untuknya.


“Menyingkir lah dari wanitaku.” Kata Reinar dingin dengan sorot mata tajam menatap Raja Malmoe.


Tubuh Raja Malmoe gemetaran saat melihat tatapan mata Reinar, tapi tak lama dia tersenyum saat tahu jika pemuda itu adalah suami dari dua wanita yang diinginkannya, dan tentu dia yakin pemuda itu memiliki hubungan dengan pria tua yang masih membutuhkan penawar racun darinya.


“Hei Kaisar bod*h, lebih baik kamu relakan mereka berdua untukku, dan aku akan memberikan penawar racun untuk kamu berikan pada kakek tua yang mungkin sebentar lagi akan mati.” Kata Raja Malmoe tersenyum sinis menghina Reinar.


Wusshh... Tiga sosok muncul di samping Reinar. “Apa aku yang kamu maksud sebagai kakek tuan yang akan segera mati?.” Kata pria tua yang berdiri di samping Reinar.


Mata Raja Malmoe melebar sempurna saat melihat pria tuan yang ada di sebelah Reinar. “Kau, bukannya kau seharusnya sudah sekarat karena racun yang aku berikan.” Kata Raja Malmoe tak percaya dengan apa yang dia lihat.


“Hahahaha... Lihat Raja kecil ini, apa dia tidak tahu sedang berurusan dengan siapa?. Bahkan jika seluruh Benua Nebula menyatukan kekuatannya, mereka tak akan berani berurusan dengannya.” Kata Ling Feng.


Kerajaan Dewa selama ini memang terisolasi dari informasi daratan utama Benua Nebula, karena itu Raja Malmoe tak tahu seberapa kuat dan mengerikan nya Kekaisaran Naga. Bagi Raja Malmoe, hanya Kekaisaran ras elf lah yang dia anggap kuat sampai saat ini.


BOOMMM...


Seluruh menteri Kerajaan Dewa melihat Raja mereka yang terpental dan menghantam dinding saat seorang pemuda memukul tubuhnya.


“Uhuk... Uwek...” Raja Malmoe terbatuk dan memuntahkan darah segar dari mulutnya, tapi tak seorangpun berani bergerak untuk menyerangnya.


Raja Malmoe tahu jika Reinar kuat, tapi dia sama sekali tidak mengira jika kekuatan pemuda itu jauh lebih kuat dari apa yang dia perkirakan.


“Kau berani memukulku dan melukaiku di Kerajaan ku?. Apa kau tidak takut dengan ratusan ribu prajurit Kerajaan ku?.” Kata Raja Malmoe mengancam Reinar dengan kekuatan Kerajaannya.


Reinar menatap Raja Malmoe dengan aura membunuh yang merembes keluar dari tubuhnya, jelas dia sangat marah mendengar ancaman yang sama saja dengan meremehkan kekuatannya.


Tubuh Raja Malmoe dibanjiri keringat dingin saat merasakan aura yang keluar dari tubuh Reinar, dan dia tahu jika ancamannya tak berpengaruh pada Reinar.


“Kalian para Jenderal Kerajaan ku, kerahkan seluruh prajurit untuk membunuh mereka semua.” Teriak Raja Malmoe melihat Reinar yang tak takut dengan ancamannya.


“Kerahkan semua yang kalian miliki, tapi kalian jangan berharap ada hari baru untuk kalian setelah kalian membela orang yang telah melakukan hal buruk pada keluargaku.” Kata Reinar mengeluarkan seperempat aura membunuhnya dan membuat semua orang berdiam diri di tempatnya.


Reinar tersenyum melihat semua orang diam di tempatnya. “Bagus, kalian mengambil keputusan yang benar, dan sepertinya kalian juga tak terlibat dengan rencana busuknya.” Kata Reinar kembali menatap Raja Malmoe.


Sorot mata Reinar yang sedikit melunak saat menatap petinggi Kerajaan Dewa, seketika sorot matanya menjadi tegas dan tajam saat dia kembali menatap Raja Malmoe. Reinar tentunya sangat marah dengan Raja Malmoe yang telah mencelakai kakeknya, dan dia semakin marah melihat niat buruk Raja Malmoe pada kedua istrinya.


Dengan aura membunuh yang keluar dari tubuhnya, Reinar berjalan mendekati Raja Malmoe yang perlahan mundur melihat orang yang dia takuti.


“Kau, apa yang ingin kau lakukan padaku?. Istrimu, aku belum menyentuhnya, dan lihat orang tua itu bahkan sudah baik-baik saja. Racun ku, racun itu tidak berpengaruh padanya.” Kata Raja Malmoe.


Reinar tetap bermuka datar, tak menganggap apa yang di katakan Raja Malmoe, lalu dengan gerakan cepat dia mencengkeram leher Raja Malmoe dengan tangan kirinya, dan tangan kanannya mencongkel kedua mata Raja Malmoe.


“Aaarghh....” Teriak Raja Malmoe, tapi teriakannya segera berhenti saat dua bola mata di masukkan Reinar kedalam mulutnya.


“Kedua mata itu yang telah menatap kedua istriku.” Kata Reinar dingin.


Baammm...


Reinar memukul wajah Raja Malmoe dan membuat sang Raja menelan bola mata yang ada di dalam mulutnya.


“Bu... Bunuh aku!.” Kata Raja Malmoe mencoba berteriak.


“Apa, kau ingin segera mati?. Kematian akan terlalu indah bagimu. Daripada membunuhmu, lebih baik aku memberimu kenang-kenangan, dan kamu sendiri yang nantinya akan meminta kematian pada mereka yang selama ini mengabdi padamu.” Kata Reinar di dekat telinga Raja Malmoe.


Dengan santai dan tanpa belas kasihan, Reinar memotong kedua lengan Raja Malmoe, dan Reinar melanjutkan siksaannya dengan memotong kedua kaki Raja Malmoe tanpa peduli teriakan kerasnya.


“Kau terlalu berisik.” Kata Reinar singkat, lalu dia menarik keluar lidah Raja Malmoe dan memotongnya dengan belati kecil yang dia ciptakan dari skill penciptaan yang dia miliki.


Reinar tersenyum melihat karya indahnya. “Siapapun tidak akan bisa mengembalikan semua yang telah aku potong. Nikmatilah sisa hidup mu dengan tubuh yang merupakan hasil karya seni terindahku.”


Swusshh... Reinar kembali ke singgasana Kerajaan Dewa dan kembali mendudukinya dengan santai.


“Urus Raja kalian, dan jangan pernah berurusan dengan daratan Benua Nebula kalau kalian masih ingin hidup tenang, dan mulai hari ini kalian bukanlah bagian dari Benua Nebula.


Wung...


Sebuah diding pembatas transparan muncul dan membuat pulau dewa benar-benar menjadi pulau yang terisolasi dari semua benua.


“Kemarin lah, apa kalian tidak merindukanku?.” Kata Reinar dengan lembut pada kedua istrinya.


Mendengar apa yang di katakan Reinar. Freya dan Ling Yue langsung melesat ke arah Reinar, dan mereka dengan manja duduk di pangkuan sang suami yang sangat di rindukan tanpa peduli akan banyaknya pasang mata yang melihat ke arah mereka.


“Kalian terlalu manja.” Kata Reinar membelai kepala kedua istrinya. “Baiklah, kita kembali ke Kekaisaran Naga.” Lanjut Reinar lalu dia membuat gerbang teleportasi yang akan langsung membawa mereka ke istana Kekaisaran Naga.


Freya, Ling Yue, dan kakeknya masuk lebih dulu ke gerbang teleportasi, setelahnya Ling Feng dan Ling Zhe menyusul mereka.


“Dinding pembatas ciptaan ku akan menghilang setelah seratus tahun, dan selama itu aku harap kalian memperbaiki perilaku dan sifat kalian.” Kata Reinar sebelum dia memasuki gerbang teleportasi dan menghilang.


Semua orang menghela nafas lega setelah kepergian Reinar, lalu mereka segera membereskan keadaan istana yang berantakan, dan terakhir mereka merawat Raja Malmoe yang terlihat sangat menyedihkan.


“Hah, seratus tahun kita akan terpenjara di pulau ini, dan itu semua karena ulah Yang Mulia.” Kata seorang menteri di Kerajaan Dewa.


“Setelah seratus tahun berlalu, aku harap kejadian seperti ini tak akan terulang lagi.” Kata Jenderal Kerajaan yang merasa iba dengan kondisi Rajanya.


***


Kekaisaran Naga.


Istana Kekaisaran Naga.


Wusshh... Reinar dan semua orang yang ikut bersamanya sampai di istana Kekaisaran Naga.


Kedatangan mereka langsung disambut enam istri Reinar yang telah merasakan aura keberadaan orang yang sangat mereka rindukan.


“Suamiku, akhirnya kau kembali.” Kata Helena.


“Lihatlah, kakek dan dua saudari kita juga kembali.” Teriak Shania melihat tiga orang yang dikatakan masih tertahan di pulau dewa telah ada di hadapan mereka.


“Putraku, akhirnya kau datang dan membawa mereka kembali.” Kata Allea datang dan langsung memeluk putranya.


Wajah Allea terlihat kusut karena dia memikirkan keadaan dua menantu dan Ayahnya yang tertahan di pulau dewa, bahkan dia tidak mengetahui apa yang menyebabkan mereka bertiga tertahan di pulau itu.


Reinar tersenyum dan membalas pelukan Ibundanya. “Saat aku kembali, semua masalah akan terselesaikan.” Kata Reinar lembut di dekat telinga Ibundanya.


Semua orang bahagia dan haru di waktu bersamaan, tapi tiba-tiba semua orang dibuat terkejut saat Ling Yue teriak histeris melihat Ling Zhe yang ada di sisi Ling Feng.


Kedua wanita yang terlihat mirip itu saling berpelukan melepas rindu setelah sekian lama terpisah. “Mereka terlihat seperti dua wanita kembar.” Kata Reinar.


Allea yang ada di sisinya terkekeh geli mendengar apa yang di katakan putranya. “Apa kamu juga akan menjadikan dia salah satu istrimu?.”


Reinar tersenyum dan menggelengkan kepalanya. “Dia adikku, dan selamanya akan seperti itu.”


***


Bersambung...