The World Emperor System

The World Emperor System
Warisan Kaisar Naga Cahaya



Jangan lupa berikan like sebagai penyemangat author serta komentar untuk saling berinteraksi 😊😊😊...


Selamat membaca...


***


Reinar memasuki Istana Kaisar Naga Cahaya tanpa ada yang menghambat perjalanannya.


Aura yang begitu agung dapat Reinar rasakan saat pertama kali dia menginjakkan kakinya di istana Kaisar Naga Cahaya.


Bangunan istana yang sepenuhnya terbuat dari emas sejenak membuat Reinar kagum, tetapi rasa kagumnya tak berlangsung lama setelah dia menemukan sosok yang dia cari tengah memandang ke arahnya dengan wajah yang terlihat cukup ramah.


“Setidaknya sudah ribuan tahun aku menunggumu...” Kata Huan Long, sang Kaisar Naga Cahaya.


Reinar tak sedikitpun terkejut melihat seekor naga yang dapat bicara, dia bahkan memiliki yang bisa berubah menjadi naga, tapi Reinar sangat mengagumi aura agung milik Huang Long.


“Karena kamu telah menerima warisan dari Kaisar Naga Kegelapan, sekarang giliran ku mewariskan seluruh kekuatanku padamu...” Kata Huan Long.


“Apa Yang Mulia Kaisar Naga Cahaya yang agung yakin mewariskan seluruh kekuatannya padaku?...” Tanya Reinar yang cukup menghormati sosok agung yang ada di depannya.


“Apa di dunia ini ada orang lain selain dirimu yang bisa menguasai semua elemen dan berasal dari ras Imortal?...” Kata Huang Long.


“Yang Mulia tahu kalau aku menguasai seluruh elemen dan satu-satunya ras Imortal yang ada di dunia ini?...” Kata Reinar kembali bertanya.


“Iya, aku tahu itu semua setelah Kaisar Naga Kegelapan mewariskan kekuatannya padamu. Warisan kami hanya bisa di wariskan pada seorang imortal yang menguasai seluruh elemen, dan kamulah orang itu...” Kata Huang Long menjawab pertanyaan Reinar.


Reinar kali ini mengerti setelah mendengar jawaban Huang Long, dan kini dia harus segera menemukan seluruh warisan Kaisar Naga yang tersisa, karena warisan Kaisar Naga adalah salah satu kunci untuk menghancurkan dinding pembatas benua.


“Yang Mulia Kaisar Naga Cahaya yang agung, apa yang terjadi jika warisan itu diambil orang lain?...” Tanya Reinar penasaran.


“Kemungkinan besar orang itu akan mati, dan kemungkinan kecil orang itu akan cacat dan perlahan mati. Intinya orang itu akan mati kecuali dia punya cara untuk menggunakan warisan itu dengan cara yang aman untuk tubuhnya...” Jawab Huang Long menjelaskan.


Reinar mengangguk dan dia merasa jika mungkin saja ada salah satu warisan Kaisar Naga yang sudah ditemukan seseorang.


“Kamu tenang saja, warisan itu masih berada di tempatnya dan hanya kamulah yang diizinkan mereka untuk menemukannya. Sekarang bersiaplah menerima warisan dariku...” Kata Huang Long yang kemudian tubuh besarnya berubah menjadi cahaya, dan cahaya itu mulai menyelimuti tubuh Reinar dan perlahan masuk ke tubuhnya.


[Tuan telah menerima warisan Huang Long, Kaisar Naga Cahaya yang agung > Tuan mendapatkan teknik aura Kaisar Naga cahaya > Tuan mendapatkan teknik auman Naga > Tuan mendapatkan teknik penyembuh semesta > Tuan mendapatkan cincin perpindahan antar alam...]


Reinar terbengong melihat semua warisan Kaisar Naga Cahaya yang diberikan padanya.


[Tuan akan mendapatkan teknik aura Kaisar Naga Penguasa saat menemukan seluruh warisan Kaisar Naga yang tersebar di lima tempat berbeda...]


Reinar sudah mendapatkan dua warisan dari Kaisar Naga yang artinya dia tinggal mencari tiga sisanya.


“Gunakan seluruh warisan ku untuk kebaikan, dan jaga baik-baik cincin perpindahan antar alam yang sekarang ada di tanganmu. Sampai saat masih ini ada ribuan orang yang mencari keberadaannya cincin itu, karena mereka menginginkan kekuatan dan fungsi dari cincin itu...


Cincin itu dapat meningkatkan kekuatanmu sebanyak tiga tingkatan selama setengah hari saat kamu memakainya, dan setelahnya kamu tidak akan mengalami kerugian apapun. Selain itu cincin di tanganmu juga bisa membuatmu bebas berkeliaran di seluruh alam yang ada, baik itu alam tertinggi atau alan terendah...” Suara Huang Long menghilang bersama istana megahnya yang mulai runtuh.


Reinar yang masih dipenuhi keterkejutan dengan warisan Kaisar Naga Cahaya, dia dengan cepat keluar dari Istana milik Kaisar Naga Cahaya dan melihat hari yang sudah mulai gelap.


“Terimakasih atas warisan yang telah Yang Mulia berikan padaku...” Kata Reinar lalu dia segera memakai cincin pemberian Huang Long.


“Apa dengan cincin ini aku bisa pergi ke bumi?...” Kata Reinar membatin tapi dia tak mau berharap lebih pada suatu yang tidak pasti.


Reinar yang sudah mendapatkan warisan dari Huang Long, dengan kecepatan penuhnya yang terlihat bagai lesatan cahaya berwarna kuning dengan garis-garis hitam, Reinar kembali ke kota Tengkorak Hitam untuk melihat situasi di tempat itu.


Sebelum pergi ke kota Tengkorak Hitam Reinar membuat satu tubuh bayangan dan mengirim dia ke Kekaisaran Ling untuk menyampaikan pesan pada kedua istrinya jika satu atau dua hari kedepan dia tidak akan berada di Kekaisaran Ling.


Sampai di kota Tengkorak Hitam, Reinar melihat pertarungan yang terjadi antara kelompok kultivator aliran hitam dan beberapa tetua dan murid Sekte Lembah Tengkorak.


Reinar tidak tahu apa penyebab pertarungan mereka, tapi dia tahu jika itu adalah tontonan yang akan sangat menghibur, dan tentunya dia tidak akan melewatkannya.


Sepuluh melawan sepuluh, jumlah mereka berimbang tapi kultivator aliran hitam yang merupakan kelompok kultivator bebas sedikit lebih unggul berkat keberadaan tiga ahli di tingkat Dewa Bumi puncak, sedangkan di kelompok Sekte Lembah Tengkorak hanya ada satu ahli di tingkat Dewa Bumi puncak, dan sisanya hanyalah ahli di tingkat Dewa Bumi awal dan menengah.


Pertarungan berlangsung cukup menarik, tapi seiring berjalannya waktu kelompok Sekte Lembah Tengkorak semakin terdesak dan satu persatu dari mereka mulai tumbang.


“Kalian akan menerima balasan dari Sekte Lembah Tengkorak karena telah berani mencelakai murid elite Sekte yang di latih langsung oleh Patriak Sekte...” Teriak salah satu tetua sebelum dia mati dengan tubuh terbelah menjadi dua.


Seluruh kelompok Sekte Lembah Tengkorak telah tumbang, sedangkan kelompok kultivator bebas hanya kehilangan satu anggota mereka.


“Pertarungan yang sangat menarik...” Kata Reinar yang keluar dari rimbunnya hutan sambil bertepuk tangan.


“Nak, siapa kamu dan apa tujuan mu menemui kami?...” Kata pria tua yang merupakan pemimpin dari kelompok kultivator bebas yang kini ada di hadapan Reinar.


“Aku hanya menginginkan tubuh mereka, dan aku juga menginginkan tubuh kalian yang sudah tercemari aura mereka...” Kata Reinar.


“Nak, lebih baik kamu tidak menyinggung kami!... Kami memang kultivator bebas, tapi kami memiliki organisasi yang bahkan lebih besar dari kekuatan Sekte Lembah Tengkorak...” Kata pria tua mengungkap adanya kekuatan besar yang ada di belakang kelompoknya.


“Aku tidak peduli dengan organisasi orang-orang menjijikkan seperti kalian atau pun kekuatan Sekte Lembah Tengkorak yang begitu lemah. Aku cuma ingin menyingkirkan orang-orang menjijikkan seperti kalian!...” Kata Reinar lalu dia langsung melakukan penyerangan karena tidak ingin membuang-buang waktunya yang begitu berharga.


Tiga orang mencoba menghadang serangan Reinar, tapi yang ada mereka justru tumbang dengan nafas berat yang menandakan jika mereka masih hidup.


“Berani melukai saudaraku artinya kau harus mati!...” Teriak pria tua marah dan dia serta lima anggotanya yang tersisa langsung menyerang Reinar.


Reinar dengan tenang menghindari serangan yang terus di arahkan padanya, dan dengan jari telunjuknya dia terus menerus menahan tebasan senjata tajam yang mengarah padanya. Reinar hanya terus menghindar dan menahan, sekalipun dia belum melakukan serangan balik.


Enam orang yang menyerang Reinar mulai kelelahan dan mereka kesal karena belum juga bisa melukai lawan yang mereka hadapi.


“Kakek, apa hanya itu kemampuan terbaik kelompok mu?... Dengan kemampuan kalian, ujung jari istriku sudah lebih dari cukup untuk melenyapkan kalian semua...” Kata Reinar menunjukkan senyum meremehkannya.


“Kau, MATI!...” Ke-enam nya kembali menyerang Reinar, dan hasilnya tetap sama. Serangan yang mereka lakukan hanya membuat mereka semakin kehabisan energi, dan akhirnya mereka tumbang dengan sendirinya karena diam-diam Reinar terus menyerap energi yang mereka miliki.


Enam rantai kembali keluar dari telapak tangan Reinar dan kembali dia melakukan apa yang sudah biasa dia lakukan, tapi kali ini dia juga menyerap ingatan mereka.


Ke-enam kultivator yang menjadi lawan Reinar telah berubah menjadi abu, namun dia tidak buru-buru untuk menyerap kekuatan dari orang-orang yang sudah mati.


Setelah mendapat ingatan dari si kakek tua, Reinar tahu mereka berasal dari organisasi apa dan seperti apa hubungan organisasi mereka dengan Sekte Lembah Tengkorak.


“Organisasi Lembah Kematian, dan Sekte Lembah Tengkorak. Dengan memanfaatkan hubungan buruk diantara mereka, aku bisa meraih banyak keuntungan tanpa harus turun tangan secara langsung...”


Reinar sudah menyusun rencana, dan dengan bantuan tubuh tak bernyawa dari kedua belah pihak dia akan memulai rencananya.


“Dari kedua kelompok ini aku merasakan adanya dua kekuatan asing yang berbeda, tetapi sama-sama menjijikkan. Menarik, sepertinya mereka akan menjadi lawan yang tepat untuk ku!...” Kata Reinar sambil menyiapkan lima tubuh bayangan untuk segera memulai rencananya.


***


Tingkat Kultivasi Tingkat Dewa


- Dewa Rendah


- Dewa Bumi


- Dewa Langit


- Jenderal Dewa


- Raja Dewa


- Kaisar Dewa


- Dewa Surgawi


- Dewa Penguasa


- Dewa Sejati


- Dewa Pencipta


- Maha Kuasa


Tiap tingkat ada tiga tahap


- Awal


- Menengah


- Puncak


***


Bersambung...