The World Emperor System

The World Emperor System
Kemunculan Roh Tetua Ras Iblis Kuno



Mengalahkan musuh dengan lebih dulu menumbangkan pemimpinnya, itulah yang saat ini tengah di lakukan oleh Reinar.


Suara benturan pedang terdengar saat Reinar berhadapan dengan empat Jenderal Kekaisaran Dewa Langit yang juga menggunakan pedang untuk mempersenjatai diri. Hanya dalam hitungan detik, Reinar dan keempat Jenderal Kekaisaran Dewa Langit telah bertukar lebih dari seratus teknik berpedang.


Tetapi dengan perbedaan tingkat kekuatan yang mereka miliki, Reinar dengan mudah mengungguli permainan pedang keempat Jenderal Kekaisaran Dewa Langit. Bahkan dia berhasil membuat keempatnya terluka setelah terkena tebasan bilah tajam pedangnya.


Walau sedang melawan empat Jenderal Kekaisaran Dewa Langit, Reinar sama sekali tidak mengendurkan kewaspadaannya terhadap keberadaan Ratu Wei Luan yang terlihat tenang menonton pertarungannya. Melihat ketenangan Ratu Wei Luan, Reinar semakin yakin kalau orang itu akan menggunakan sosok yang bersembunyi di balik bayang-bayang nya untuk memenangkan peperangan.


“Sekalipun kau mengeluarkan sosok itu, aku akan tetap mengalahkan mu!...” Kata Reinar dalam hatinya sambil terus meladeni serangan empat Jenderal Kekaisaran Dewa Langit yang menjadi lawannya.


Keempat Jenderal Kekaisaran Dewa Langit saling bekerjasama dan terus menyerang Reinar dengan semua senjata yang mereka miliki. Gerakan mereka sangat cepat dan lincah, namun tak ada satupun dari serangan mereka yang mengenai tubuh Reinar. Mereka justru beberapa kali terluka saat bilah tajam pedang Reinar mengenai bagian tubuh mereka yang tak tertutup oleh armor yang mereka pakai.


“Kau memang kuat dalam permainan pedang, tapi kau akan segera bertemu dengan Dewa Kematian setelah kami serius menghadapi mu, dan setelah kematian mu, kami akan membunuh seluruh keluargamu dan menghancurkan keberadaan Kerajaan Yang dari daratan Dunia Immortal!...” Kata salah satu Jenderal dengan aura kekuatan seorang kultivator tingkat Dewa Pencipta yang keluar dari tubuhnya.


Ketiga Jenderal yang lain tersenyum lalu mereka juga mengeluarkan aura kekuatan yang sama dengan rekan mereka. “Aku dengar kamu memiliki para wanita yang cantik?... Kalau itu benar, aku akan lebih dulu menikmati tubuh mereka sebelum mengirim mereka ke alam kematian...” Kata Jenderal Wei Kuo lalu dia mulai menyerang Reinar bersama dengan ketiga Jenderal lainnya.


Namun secara tiba-tiba tubuh mereka tak dapat bergerak, dan detik berikutnya tubuh mereka berempat tersungkur setelah tak mampu menahan aura kekuatan yang menekan tubuh mereka. Keempatnya memuntahkan darah segar dari dalam mulut, bersamaan dengan darah segar yang merembes keluar dari kedua lubang hidung dan telinga mereka.


Keempatnya menyatukan aura kekuatan untuk menahan aura kuat yang menekan mereka. Walau berhasil menahan aura kuat yang menekan mereka, keempat Jenderal Kekaisaran Dewa Langit tetap tidak bisa bergerak dari tempatnya. Mereka berempat terlihat seperti patung yang tak sedikitpun dapat menggerakkan tubuhnya, tetapi keempatnya dapat melihat dengan jelas keberadaan sosok yang siap mengirim mereka menuju alam kematian.


“Ini sangat buruk!... Aku benar-benar tidak bisa menggerakkan tubuhku, dan apa-apaan dengan kekuatan orang itu?... Bagaimna bisa dia memiliki kekuatan yang setara dengan Yang Mulia Ratu?...” Jenderal Wei Kuo tak pernah menyangka kalau orang yang dia lawan jauh lebih kuat darinya, dan lagi bod*hnya dia berani menyinggung orang itu dengan mengatakan ingin menikmati para wanitanya.


Jenderal Wei Kuo terus mencoba menggerakkan tubuhnya, namun usahanya berakhir saat sebuah pedang dengan rapi memisahkan tubun dengan kepalanya. Tak lama setelah kematian Jenderal Wei Kuo, ketiga Jenderal lainnya juga mengalami nasib yang sama, mati dengan tubuh terpisah dengan kepalanya.


Reinar langsung menyerap kekuatan di tubuh keempat Jenderal Kekaisaran Dewa Langit untuk memulihkan tenaganya yang hanya sedikit berkurang. Dalam sekejap mata, tubuh keempat Jenderal itu telah berubah menjadi abu yang langsung hilang saat tertiup angin.


Reinar menolehkan kepalanya, lalu dia melihat ke arah Ratu Wei Luan yang masih berdiri tegak di tempatnya. “Apa hanya ini kekuatan yang dimiliki para Jenderal Kekaisaran Dewa Langit?... Ini sangat lemah dan juga sangat memalukan untuk sebuah Kekaisaran yang menganggap dirinya sebagai Kekaisaran terkuat dan terbesar di seluruh daratan Dunia Immortal...” Reinar menunjukkan ekspresi wajah kecewanya di hadapan Ratu Wei Luan.


“Lebih baik Yang Mulia Ratu kembali ke Kekaisaran Dewa Langit, dan menikmati hari-hari damai di masa tua!... Tetapi kalau Yang Mulia Ratu tetap ingin berperang dengan Kerajaan ku, dengan senang hati aku akan melayani keinginan Yang Mulia Ratu. Aku punya sedikit saran untuk Yang Mulia Ratu!... Lebih baik yang mulai mengeluarkan sosok aneh yang tengah bersembunyi di balik bayangan Yang Mulia Ratu, kalau memang Yang Mulia menginginkan sebuah kenangan. Ya, walau hasilnya akan tetap menjadi kemenangan mutlak untukku...” Ujar Reinar santai.


Ratu Wei Luan cukup terkejut dengan Reinar yang tahu akan keberadaan sosok yang bersembunyi di dalam bayangannya. Tetapi dia tidak ambil pusing dengan Reinar yang tahu akan rahasianya. Dia justru mengeluarkan apa yang memang ingin dia keluarkan setelah dia yakin kalau kekuatannya masih belum cukup untuk membuatnya dapat mengalahkan Reinar.


Sosok pria tua dengan aura kekuatan berwarna hitam pekat keluar dari bayangan Ratu Wei Luan, dan melayang di samping Ratu Wei Luan yang terlihat sedikit membungkukkan tubuh saat melihat sosok pria tua yang berada di sampingnya. “Putriku, sudah saatnya aku mengambil kembali wujud manusia ku...”


Ratu Wei Luan menganggukkan kepalanya. “Kakek bisa menggunakan seluruh mayat di tempat ini untuk kembali membentuk wujud manusia Kakek, tetapi aku sarankan Kakek mengambil tubuh pemuda itu karena aku yakin tubuhnya sangatlah kuat!...” Ratu Wei Luan menunjuk ke arah Reinar.


“Siapa pemuda itu?... Aku mencium aroma yang sangat nikmat dari tubuhnya...” Kata pria tua yang hanya dalam wujud roh, tetapi Reinar tahu kekuatan roh pria tua itu saat ini setara dengan kekuatan penuhnya.


Ribuan prajurit pergi menjauh dari tempat yang ditempati Ratu Wei Luan setelah merasakan aura mencekik yang dikeluarkan sosok roh pria tua yang berada di samping Ratu Wei Luan. Beberapa prajurit bahkan langsung mati saat tak lagi mampu bertahan dari aura yang terasa mencekik leher mereka.


Reinar yang melihat tumbangnya prajurit musuh, dia segara mengeluarkan aura samar untuk melindungi tubuhnya. “Roh salah satu tetua Ras Iblis Kuno, dan Ratu Kekaisaran Dewa Langit adalah cucunya?...” Wajah Reinar terlihat terkejut setelah mendengar informasi dari Lilia.


Roh pria tua yang dapat melihat aura kekuatan Reinar, dia merasa kalau tubuh yang dia incar bukanlah tubuh biasa, dan dia semakin ingin memilikinya. “Anak muda, lebih baik kau menyerah secara baik-baik, dan aku berjanji akan memberimu kematian yang sangat cepat!...” Kata roh pria tua yang terlihat sangat bernafsu ingin memiliki tubuh Reinar yang terlihat begitu sempurna.


Reinar menggelengkan kepalanya mendengar apa yang dikatakan roh pria tua kepadanya. Bagaimana dia bisa mati dengan cepat disaat dia bisa melenyapkan roh pria tua itu dengan sangat mudah?... Reinar telah mempelajari sebuah teknik yang bahkan dapat dia gunakan untuk melukai dengan parah sosok sekuat Ayahnya.


Reinar menjentikkan jarinya dan seketika waktu terhenti, dan hanya roh pria tua yang tak terpengaruh oleh tekniknya. “Membunuhku?... Bagaimana bisa sosok roh tak berguna sepertimu memiliki keyakinan bisa membunuhku?... Lihat, bahkan aku dengan mudah dapat membunuhmu!...” Api berwarna putih berkobar di ujung jari telunjuk Reinar.


“Menghentikan waktu?... Mengapa di Dunia ini ada orang yang bisa menggunakan teknik yang hanya dimiliki oleh seorang Penguasa Galaksi?...” Gumam lirih sosok roh pria tua.


Roh pria tua itu mencoba melihat secara teliti benda-benda apa saja yang menempel di tubuh Reinar, dan tak lama dia segera merasa ketakutan saat merasakan aura kekuatan dari cincin Penguasa Galaksi yang telah menyatu sempurna dengan tubuh Reinar.


“Ba.. bagaimna bisa seorang Penguasa Galaksi berada di Dunia ini?...” Kata sosok roh pria tua.


Reinar cukup terkejut saat tahu roh pria tua itu tahu akan keberadaan cincin Penguasa Galaksi yang telah menyatu dengan tubuhnya. “Karena kau tahu akan rahasia ku, dengan senang hati aku akan menghancurkan mu, dan membuat mu tak bisa merasakan indahnya reinkarnasi!...”


“Jangan harap kau bisa menghancurkan ku, karena aku akan segera merebut tubuh mu!...” Roh pria tua melesat ke arah Reinar dengan kecepatan yang menyamai kecepatan cahaya, tetapi sebelum dia dapat menyentuh Reinar, tiba-tiba waktu sepenuhnya terhenti dan membuat roh pria tua itu terdiam di tempat.


Reinar dengan santainya berjalan kearah roh pria tua yang tak lagi bisa bergerak. Saat dia berada tepat di hadapan roh pria tua, dia sekali lagi menjentikkan jarinya dan membuat waktu kembali berjalan, tapi roh pria tua masih tidak dapat bergerak karena dia masih terperangkap teknik Reinar.


Di sisi lain Ratu Wei Luan yang telah terbebas dari teknik Reinar, dia segera menunjukkan senyum lebarnya saat melihat roh sang Kakek sudah begitu dekat dengan Reinar. “Setelah Kakek mengambil tubuhnya, aku akan mengorbankan putriku untuk memulihkan kekuatannya, dan setelah itu aku dan Kakek akan menjadi Penguasa Dunia ini...” Kata Ratu Wei Luan dengan senyum lebar yang menghiasi wajahnya.


Namun senyum Ratu Wei Luan perlahan memudar saat dia melihat api berwarna putih yang perlahan mulai membakar roh milik Kakeknya. Dari ujung kaki, api itu terus perlahan membakar roh milik Kakeknya, dan dalam waktu beberapa detik saja, roh Kakek dari Ratu Wei Luan telah kehilangan setengah bagiannya.


Ratu Wei Luan mencoba menarik kembali roh sang Kakek ke dalam bayangannya, tetapi dia gagal melakukan itu karena tubuhnya tak dapat bergerak setelah aura kekuatan Reinar berhasil mengunci pergerakannya. Dalam rasa putus asa dan penyesalan, Ratu Wei Luan masih saja berusaha menarik kembali roh sang Kakek, namun usahanya berakhir dengan sia-sia karena roh sang Kakek telah terbakar habis oleh api yang membakarnya.


Reinar tersenyum lalu dia menatap tajam kearah Ratu Wei Luan yang menatap penuh kebencian ke arahnya. “Inilah akibat kalau kamu mengabaikan apa yang aku katakan. Dari awal aku sudah menyuruhmu untuk kembali pulang ke Kekaisaran mu, tetapi sayangnya kau memilih terus berperang denganku. Sekarang aku tak sebaik tadi, sekalipun kamu seorang wanita, aku akan tetap melenyapkan mu!...”


°°°


Jangan lupa like dan komentarnya setelah selesai membaca, terimakasih...