The World Emperor System

The World Emperor System
Lemah Dan Menjijikkan



Benteng Utara Kekaisaran Elf wilayah Utara.


Tiga pria tua yang merupakan pelindung Kekaisaran telah berhasil ditangkap dan dijadikan tawanan oleh kelompok penyerang yang dipimpin Ratu dari Kekaisaran Demones, Ratu Vexia.


Kelima tubuh bayangan Reinar juga telah kembali bersembunyi dan menjaga para wanita Reinar dari balik bayang-bayang.


Dengan hanya kehilangan ratusan prajurit, Vexia memimpin seluruh prajuritnya untuk bergerak menuju Ibukota Kekaisaran Utara. Di samping Vexia ada Bella dan Nina, sedangkan Marco, dia tengah berbincang hangat dengan dua prajurit yang menjaga Nina.


Keenam orang ini berjalan di depan puluhan Jenderal serta ratusan ribu prajurit Kekaisaran Demones.


Di saat wilayah utara telah sepenuhnya diambil alih, pertempuran besar terjadi di wilayah barat, tempat dimana Luna, Freya dan Rhea tengah menghadapi lima pelindung Kekaisaran yang kekuatannya cukup bisa mengimbangi mereka bertiga.


Tapi mereka berlima tetap bukan tandingan Freya dan Rhea saat mereka berdua masuk mode serius. Sayangnya kekuatan mereka berlima belum mampu membuat dua monster Kekaisaran Naga bertarung secara serius.


Semua prajurit Kekaisaran Roh takjub melihat tiga wanita yang mampu menahan kekuatan lima pelindung Kekaisaran Utara yang kekuatannya sangatlah mengerikan, tapi mereka tak ada yang tahu jika kelima pria tua pelindung Kekaisaran sudah sangat kesulitan mengimbangi serangan tiga wanita yang melawannya.


Para Jenderal Kekaisaran Roh melihat jika Ratu mereka sangatlah kuat seperti biasa, tapi mereka juga melihat dua wanita lainnya yang tak kalah kuat atau bahkan lebih kuat dari Ratu mereka.


BOOMMM...


BOOMMM...


Dua pria tua pelindung Kekaisaran Utara terpental jauh dan kehilangan kedua lengan saat Freya sedikit serius menghadapi mereka berdua.


“Sangat lemah dan menjijikkan.” Ungkap Freya mencibir dua pria tua yang menjadi lawannya.


Freya masih sangat ingat dengan tatapan mata dua pria tua yang menjadi lawannya. Mata mereka menatap Freya seolah sedang menelanjangi tiap pakaian yang sedang Freya kenakan.


“Kau terlalu terburu-buru saudariku, seharusnya kita sedikit lebih lama menahan kekuatan dan berpura-pura jika kita dan mereka setara.” Kata Rhea yang muncul di samping Freya.


Luna tersenyum mendengar percakapan dua wanita yang sedikit lebih kuat darinya. “Biarkan sisanya menjadi milik kami berdua.” Kata Luna melihat tiga pria tua pelindung Kekaisaran yang masih terlihat cukup baik-baik saja, sedangkan untuk dua saudara mereka, saat ini kedua orang itu tengah mencoba menyembuhkan diri dari luka parah yang mereka derita.


“Jika aku tidak memasang perisai pelindung, mungkin kita berdua langsung mati hanya dengan satu kali serangannya.” Kata salah satu dari dua pria tua yang tengah mencoba menyembuhkan luka-luka di tubuhnya.


BOOMMM....


Aura yang cukup kuat dikeluarkan oleh tiga pria tua pelindung Kekaisaran yang hanya menderita sedikit kelelahan.


“Kalian semua lebih baik mati!.” Teriak ketiganya saat mereka mengeluarkan skill gabungan dan menciptakan sebuah bola angin dengan diameter yang mencapai puluhan meter.


Prajurit Kekaisaran Utara yang menjaga benteng segera pergi menjauh melihat skill gabungan yang dikeluarkan tiga pelindung Kekaisarannya.


Bukannya mencoba pergi menghindar, Luna, Freya dan Rhea justru tersenyum melihat skill gabungan yang cukup indah saat dipandang.


Ketiga pria tua pelindung Kekaisaran yang melihat Luna dan dua wanita yang lain terdiam, mereka terlihat memasang senyum sinis saat menatap tiga wanita yang membuat gairah mereka bergejolak. “Jika kalian menyerah, bola angin menakutkan ini akan menghilang, tapi kalian harus menyerahkan tubuh kalian untuk membayar pengampunan yang kami berikan pada kalian.” Dengan sombong ketiga pria tua masih menyombongkan kekuatan yang mereka miliki.


Freya kembali tersulut emosinya saat mendengar kata-kata menjijikkan yang keluar dari mulut salah satu pria tua yang wajahnya sudah mirip dengan wajah seorang kakek-kakek.


Tanpa membalas perkataan pria tua, Freya menyerang bola angin yang merupakan skill gabungan dari tiga pria tua pelindung Kekaisaran.


Melihat Freya mengincar bola angin raksasa yang baru selesai mereka bentuk, ketiga pelindung Kekaisaran langsung melempar skill gabungan mereka kearah Freya.


Bola angin raksasa yang terlihat mengerikan tiba-tiba lenyap saat Freya menyentil nya, dan semua orang terkejut melihat apa yang Freya lakukan.


Belum juga hilang keterkejutan mereka, kembali mereka dibuat terkejut saat lima sosok muncul dan langsung mengikat kelima pelindung Kekaisaran Utara dengan menggunakan rantai elemen cahaya yang seketika menyerap seluruh simpanan mana dari kelima pelindung Kekaisaran Utara.


Kelima pelindung Kekaisaran tahu jika mereka telah kalah dan akan dijadikan tawanan, tapi mereka sangat penasaran dengan lima sosok yang masing-masing dari sosok itu mampu membunuh mereka hanya dalam satu kali serangan.


Kelima sosok yang tak lain adalah tubuh bayangan Reinar tiba-tiba menghilang bersamaan dengan lima pria tua pelindung Kekaisaran yang juga ikut menghilang.


Rhea menggelengkan kepalanya. “Aku tidak tahu apa rencananya.” Jawab Rhea.


“Begitu juga denganku.” Imbuh Luna.


“Hah....” Freya menghela nafas. “Lebih baik kita segera menuju ibukota Kekaisaran, siapa tahu kita akan tahu rencana dari suami kita saat sampai di ibukota.” Ungkap Freya.


Rhea serta Luna mengangguk, dan Luna kembali memimpin prajuritnya untuk bergerak menuju ibukota Kekaisaran Utara.


***


Wilayah timur Kekaisaran Utara.


Benteng wilayah timur, perbatasan ibukota Kekaisaran Utara dengab kota Eregion.


BOOMMM...


Ratusan ribu prajurit Kekaisaran Utara kewalahan menghadapi ratusan naga yang menyerang benteng tempat mereka berjaga.


Teriakan dan jerit kesakitan prajirit Kekaisaran terdengar saat para naga menukik dari udara dan menculik satu persatu prajurit yang ada di atas benteng.


Reinar yang duduk di atas punggung Zein hanya menikmati serangan pasukan naga yang dipimpin langsung oleh Zet.


Zet dengan semburan api berwarna hitam mampu membunuh ratusan prajurit hanya dengan sekali menyemburkan nafas api miliknya, sedangkan para naga langit, nafas api mereka yang berwarna ungu hanya sedikit kalah dengan kekuatan api kegelapan yang dimiliki Zein dan Zet.


“ROOOOAAARRRR....”


Para naga meraung dan dalam waktu bersamaan mereka menyemburkan nafas api mengarah pada bangunan benteng timur milik Kekaisaran Utara.


BOOMMM...


Sebagian besar bangunan benteng runtuh hanya dengan satu kali serangan gabungan para naga langit.


Benteng timur yang terkenal sebagai benteng terkuat yang dimiliki Kekaisaran Utara runtuh hanya dengan ratusan naga langit yang menyerang masuk kedalam benteng.


“Sialan, bukannya mereka sudah punah, lalu kenapa mereka ada dan membantu ras rendahan seperti ras manusia?” Teriak satu-satunya Jenderal pelindung benteng timur yang masih tersisa.


Sang Jenderal mencoba menyerang seekor naga langit yang ada di dekatnya dengan melesatkan anak panah ke arah salah satu naga langit.


Tingggg....


Anak panah yang di lesatkan sang Jenderal seketika hancur saat menghantam tubuh salah satu naga langit milik Kekaisaran Naga.


“Kalian hanya kaya akan sifat sombong, tapi kemampuan kalian hanya nol besar.” Teriak Reinar yang baru melompat turun dari atas punggung Zein, dan dia mendarat di permukaan tanah dengan sangat sempurna.


Melihat Reinar berjalan mendekatinya, sang Jenderal merasakan bahaya yang lebih besar dibandingkan dengan para naga langit yang masih terbang di atas benteng yang baru ditaklukkan oleh suaminya.


Sang Jenderal mencoba menggigit racun yang ada di mulut untuk mengakhiri kehidupannya, tapi tentunya Reinar tak membiarkan sang Jenderal melakukan itu untuk mengakhiri kehidupannya.


Reinar dengan cepat memukul perut si Jenderal sampai dia memuntahkan pil racun yang belum sempat dia telan.


Reinar tersenyum dan jongkok di depan sang Jenderal yang tengah meringkuk menahan sakit. “Hidup dan mati mu saat ini ada di tangan ku.” Ungkap Reinar.


***


***Bersambung...***