The World Emperor System

The World Emperor System
Menghabiskan Waktu Bersama Para Wanita



“Kau berani membunuh prajurit ku?...” Kata seorang pria bertubuh tinggi besar dengan sebuah tombak terpegang erat di tangan kanannya.


Pria itu tersenyum melihat Reinar yang baru membunuh sepuluh prajuritnya. “Bagus, sudah cukup lama aku tidak bertarung, dan kamu cukup pantas untuk menjadi lawan ku...” Pria itu mengeluarkan aura kekuatannya, lalu dengan gerakan yang sangat cepat dia langsung melakukan serangan ke arah Reinar.


Tetapi, belum juga dia mencapai tempat Reinar berdiri, sebuah tendangan menghantam tubuhnya dengan kuat.


BOOMM...


Suara bergema saat tubuh pria itu terpental dan menghantam bagian luar gua.


“Kau masih terlalu lemah untuk menjadi lawan suamiku, bahkan kau tak bisa bertahan dari kekuatan fisik ku!...” Ujar Qinyu yang baru melakukan tendangan ke arah pria yang mencoba menyerang suaminya.


“Cuih...” Pria itu meludahkan air liurnya yang bercampur dengan darah sambil mencoba kembali bangkit.


“Wanita jal*ng, beraninya kamu menyerangku di saat aku tidak memperhatikan keberadaan mu!... Lebih kau diam di tempat mu dan biarkan aku membunuh pria itu sebelum nantinya aku akan menikmati kehangatan tubuh mu!...” Kata pria itu dengan wajah kesal menatap kearah Reinar dan Qinyu.


“Membunuh suamiku?... Memangnya kamu mampu?...” Kata Qinyu meremehkan pria yang kini terlihat semakin geram.


Saat pria itu ingin membalas perkataan Qinyu, tiba-tiba dia kehilangan sosok wanita cantik yang kini telah menghilang dari tempatnya. Namun tak lama dia merasakan keberadaan aura kuat di sampingnya.


Belum sempat pria itu menolehkan kepalanya, sebuah tendangan kaki menghantam kepalanya dan membuatnya kembali terpental sejauh puluhan meter. Dia baru berhenti terpental saat tubuh besarnya menghantam pohon berukuran besar.


Tendangan yang dia terima hampir membuatnya kehilangan kesadarannya, tetapi dia masih sadar walau kepalanya terasa sangat sakit.


“Orang yang sangat lemah, tetapi memiliki mulut besar yang berani mengatakan ingin membunuh suamiku...” Kata Qinyu sambil bergerak mendekat ke arah pria yang mencoba memulihkan kesadarannya.


“Wanita jal*ng, kau jangan terlalu sombong karena bisa membuatku terluka!... Masih banyak sosok yang lebih kuat dariku, dan setelah ini mereka pasti akan memburu kalian!...” Ujar si pria yang telah berhasil memulihkan kesadarannya.


“Apa yang harus aku takutkan dari orang-orang yang kamu katakan kuat, di saat aku sudah membunuh orang terkuat yang ada di Kekaisaran Dong Ma?...” Kata Qinyu sambil menyeringai lalu dia mengeluarkan aura kultivasinya yang berada di tahap Setengah Langkah tingkat Dewa Immortal.


Tubun si pria tiba-tiba terasa kaku dan tidak bisa dia gerakkan, dan saat dia mencerna seluruh perkataan Qinyu, seketika keringat dingin mulai membasahi tubuhnya. “Ka.. kau orang yang telah membunuh Jenderal Barnard?...”


Qinyu tersenyum lalu menganggukkan kepalanya. “Bahkan orang itu tak sanggup membuat ku sampai mengeluarkan keringat!...”


Mendengar itu, si pria merasa kalau Kekaisaran Dong Ma telah melakukan sebuah kesalahan besar, dan dia akan menjadi tumbal dari kesalahan yang dilakukan oleh Kekaisaran tempatnya mengabdikan diri.


“Aku tidak terlalu memiliki banyak waktu...” Kata Qinyu sambil menyeringai lalu dia menatap pria di depannya yang telah pasrah akan nasibnya. “Semoga di kehidupanmu yang selanjutnya, kau bisa menjadi orang yang jauh lebih baik dari yang sekarang!...”


Hanya dengan sebuah pukulan yang sedikit menggunakan energi Qi, sosok pria bertubuh tinggi besar itu kini telah menjadi mayat dengan kehilangan sebagian besar anggota tubuhnya.


“Kamu terlalu lama bermain-main dengan pria itu...” Kata Reinar yang muncul di dekat Qinyu lalu dia membersihkan tangan istrinya yang terdapat noda darah.


Qinyu tersenyum melihat perhatian yang diberikan oleh suaminya, lalu dengan langkah ringan dia mengikuti sang suami masuk kedalam gua untuk mencari benda yang dapat mengeluarkan ribuan jiwa Iblis dari dalamnya.


“Sebuah artefak penyimpan Jiwa. Artefak ini sepertinya merupakan pemberian dari Jenderal Barnard, dan kemungkinan Kekaisaran Dong Ma masih punya artefak lainnya yang kegunaannya mirip dengan artefak ini...” Ujar Reinar setelah dia menemukan sebuah artefak yang berada di dalam gua.


Reinar lalu menghancurkan artefak itu beserta ribuan jiwa Iblis yang masih berada di dalamnya. Begitu artefak itu hancur, seluruh jiwa Iblis yang berada di luar juga ikut hancur karena jiwa-jiwa itu terhubung dengan artefak yang menyimpan inti jiwa mereka.


Saat artefak berisi inti jiwa mereka hancur, tentu jiwa-jiwa itu juga akan ikut hancur karena tak lagi memiliki inti jiwa.


°°°


SWUSSHH...


“Jiwa Iblis tak lagi terlihat di wilayah Sekte Mawar Putih. Kedua kakakku benar-benar menghancurkan keberadaan mereka!...” Kata Reinar saat melihat keadaan Sekte Mawar Putih yang terlihat sangat tenang.


SWUSSHH...


Yang Yifei, Chu Zhia, dan Chu Zhu muncul di depan Reinar dan Qinyu.


“Suamiku, apa kamu sudah tahu siapa orang yang membuat jiwa-jiwa Iblis itu memasuki wilayah Sekte kita?...” Kata Yang Yifei dengan rasa penasarannya.


“Kami hanya menemukan keberadaan prajurit Kekaisaran Dong Ma yang tengah menjaga tempat yang terus-menerus mengeluarkan ribuan jiwa Iblis dari dalamnya...” Balas Reinar sambil tersenyum lembut.


“Kaisar Dong Tao, sepertinya orang itu benar-benar ingin menghancurkan Sekte Mawar Putih setelah dulu aku pernah menolak lamarannya, tapi sayangnya kini aku tak selemah dulu yang harus takut dengan ancamannya yang selalu memanfaatkan keberadaan para murid Sekte Mawar Putih...” Ujar Yang Yifei sambil tersenyum membalas senyuman suaminya.


“Kamu jangan pernah takut lagi dengan Kaisar itu!... Selain kamu yang sekarang sudah jauh lebih kuat dari kamu yang dulu, di sini masih ada aku yang akan selalu melindungi mu. Aku bahkan tak akan ragu membunuh Kaisar itu, kalau dia masih memiliki niatan untuk melayangkan sebuah lamaran kepadamu!...” Kata Reinar lembut.


Dia adalah sosok terkuat di Dunia Immortal. Jangankan Kaisar Dong Tao, Kekaisaran terkuat di Benua Tengah sekalipun akan dia hancurkan kalau bersinggungan dengannya. Tetapi tetap saja, dia hanya akan melenyapkan orang yang memang pantas di lenyapkan, dan dia akan mengampuni orang yang memang pantas untuk mendapatkan ampunan nya.


“Adik, apa kamu ingin kami menghancurkan Kekaisaran Dong Ma sebagai kado pernikahan kalian dari kami berdua?...” Tanya Chu Zhia.


“Kakak Zhia tidak perlu melakukan itu, lagian tak semua orang di Kekaisaran Dong Ma memiliki sifat buruk seperti pemimpin mereka. Kalau kakak Zhia dan kakak Zhu ingin memberikan kado, kalian cukup menjadi penonton saat aku dan kedua istriku melakukan permainan di Kekaisaran Dong Ma...” Kata Reinar menjawab pertanyaan Chu Zhia.


Mendengar itu, Chu Zhia dan Chu Zhu menganggukkan kepalanya secara bersamaan. Tetapi keduanya tetap memikirkan kado terbaik untuk diberikan kepada adik dan kesebelas istrinya.


“Ngomong-ngomong, apa kalian tidak ingin menikmati suasana sore di Kota Bulu Angsa?...” Tanya Reinar sambil melihat keempat wanita yang ada di dekatnya secara bergantian.


“Ide yang bagus, dan lagi kebetulan saudari yang lainnya tengah istirahat, jadi kita bisa sekalian membelikan mereka makanan untuk di makan setelah mereka terbangun dari istirahatnya...” Kata Yang Yifei yang sudah sangat dekat dengan kesembilan istri Reinar yang telah dia anggap sebagai kakaknya.


“Jangan lupa makanan untuk Ibu, dan Kakek mertua!...” Kata Qinyu yang akhir-akhir ini sangat dekat dengan Allea, Ibu dari Reinar yang telah menjadi Ibu mertuanya.


Mendengar yang di katakan kedua istrinya, Reinar hanya bisa tersenyum lega karena mereka semua bisa hidup rukun, dan bisa hidup bersama di bawah atap yang sama.


Dia dulunya sempat berpikir apa yang akan terjadi kalau kesebelas istrinya tidak bisa hidup rukun, dan justru ada persaingan diantara mereka. Kalau saja apa yang dia pikirkan menjadi kenyataan, dia benar-benar tidak bisa membayangkan apa yang akan terjadi dengan sisa hidupnya.


“Aku bersyukur karena apa yang aku pikirkan tidak terjadi, dan aku berharap itu tidak akan pernah terjadi!...” Kata Reinar di dalam hatinya sambil melihat secara bergantian dua wanita yang kini berada di kanan dan kirinya.


“Aku akan membeli makanan dan cemilaan yang banyak untuk semua orang...” Kata Yang Yifei yang ada di sebelah kiri Reinar.


Qinyu mengangguk. “Kakak Zhia dan Kakak Zhu, aku ingin menantang kalian lomba makan!...” Kata Qinyu melihat Chu Zhia dan Chu Zhu yang berada di sebelahnya.


Chu Zhia dan Chu Zhu menganggukkan kepalanya, lalu mereka mulai bersiap melakukan perlombaan dengan Qinyu.


°°°


Jangan lupa like dan komentarnya setelah selesai membaca, terimakasih...