
Hari-hari berlalu di Benua Nebula dengan begitu damai. Seluruh Kekaisaran dari semua ras saling bekerjasama, dan tercipta hubungan baik antara semua ras yang ada di Benua Nebula.
Kekaisaran Naga, Istana Kekaisaran Naga.
Suasana istana Kekaisaran Naga benar-benar ramai.
Di halaman istana Kekaisaran yang disulap menjadi tempat pesta yang di penuhi berbagai jenis bunga, telah hadir ratusan tamu undangan yang berasal dari lima Kekaisaran di Benua Nebula.
Wajah-wajah bahagia terlihat dari tamu undangan yang sedang menikmati jamuan pembuka sebelum pesta besar di mulai.
Pesta sendiri diadakan secara besar-besaran oleh seluruh bawahan Reinar untuk menyambut hari bahagia, yaitu hari pernikahan tuan mereka dengan delapan wanita yang kecantikannya sulit di tandingi oleh para wanita di Benua Nebula.
Kursi tamu undangan sudah penuh, dan dua kursi khusus untuk Ibunda dan Kakek Reinar juga telah di tempati oleh pemiliknya. Sebenarnya ada satu lagi kursi yang di siapkan Reinar, tapi kursi itu disembunyikan oleh Allea karena dia yakin jika pemilik kursi itu tak akan datang.
Di semua sisi istana, serta di seluruh benteng kota Sky Dragon, prajirit kota berjaga dengan kewaspadaan tinggi. Para assasin ikut berjaga di tempat yang tak bisa di ketahui oleh siapapun. Argust, Serena, serta Scarla, mereka menjadi orang yang bertanggung jawab atas keamanan kota, dan ada Takai serta Matoi yang memimpin penjagaan sisi dalam istana Kekaisaran Naga.
Prajirit dari Kekaisaran Demones dan Kekaisaran Roh juga turut membantu menjaga keamanan pesta pernikahan Ratu mereka.
Di ruangan khusus milik sang Kaisar, Reinar terlihat gugup menunggu detik-detik upacara pernikahannya. Dengan detak jantung yang tak menentu, dia menunggu pintu ruangannya terbuka, dan saat itulah dia akan dinobatkan menjadi suami dari delapan orang wanita.
[Aku akan tidur saat malam pertama tuan, jadi tuan tak perlu sungkan pada mereka. Keluarkan semua kemampuan tuan, dan buat lutut para wanita itu bergetar karena keperkasaan tuan diatas ranjang.]
Reinar mendengar suara dan tawa Lilia di pikirannya. Mendengar itu Reinar justru semakin gugup dan tak tahu apa yang akan dia lakukan saat malam pertamanya nanti.
Sambil menunduk Reinar melihat kearah ************ nya, dan dia terbayang benda bulat milik para wanitanya. “Aku lebih memilih bertarung dengan jutaan monster daripada bertarung di atas ranjang dengan para wanita itu. Hanya dengan membayangkan benda mereka yang sangat menggoda, selangkanganku sudah terasa ngilu.” Batin Reinar tertunduk lesu.
“Suamiku, sudah saatnya mengucapkan janji pernikahan.” Teriak Freya yang muncul dari balik pintu besar ruangan Reinar.
Reinar menganggukkan kepalanya dan mencoba terlihat tenang di depan Freya. “Maria kita temui yang lain, dan menyelesaikan dengan cepat semua acara pernikahan yang sudah di susun oleh Ibundaku.” Kata Reinar berjalan mendekati Freya.
Hari ini akan menjadi akhir keperjakaan Reinar, dan setelah hari ini berlalu dia akan resmi menjadi pria yang sesungguhnya.
Baru beberapa langkah keluar dari ruangannya, Reinar dapat melihat tujuh wanita lainnya yang tengah menunggu kedatangannya.
Lorong yang di lalui Reinar sangatlah luas, jadi saat empat wanita jalan sejajar di kanan dan kirinya, mereka dapat berjalan dengan santai tanpa merasa kesempitan.
Muncul dari sebuah gerbang mewah, Reinar dan para wanitanya langsung menuju altar pernikahan mewah yang telah disiapkan khusus oleh para penduduk kota Sky Dragon untuk Kaisar mereka dan calon istri-istrinya.
Dengan berjalan di depan delapan wanita yang mengikutinya dari belakang, Reinar terus bergerak menaiki altar pernikahan dan berdiri tepat di tengah-tengahnya.
Seorang pria tua yang berasal dari kota Arkana naik ke atas altar pernikahan dan dia akan memimpin upacara pernikahan yang begitu dinantikan jutaan orang di Benua Nebula.
Pria tua menyuruh Reinar menatap para wanitanya dan dia menyuruh para wanita berlutut di hadapan Reinar.
Delapan buah mahkota kecil di atas nampan dibawa oleh Ling Feng, dan dia berdiri di samping Reinar.
Setelah seluruh wanita berlutut dan Ling Feng datang membawa nampan berisikan mahkota kecil bertahtakan berlian, pria tua menyuruh Reinar meletakkan satu persatu mahkota itu di atas kepala para wanitanya.
Terakhir, pria tua menyuruh Reinar berlutut dab menyerahkan sebuah mahkota Kaisar pada para wanita Reinar. Kedelapan wanita itu lalu memegang bersama-sama mahkota sang Kaisar, dan meretakkan nya di kepala Reinar yang kini telah resmi menjadi suami mereka.
Selesai acara pemakaian mahkota pada seluruh pengantin pria ataupun wanita, pria tua pemimpin acara pernikahan mempersilahkan Reinar dan istri-istrinya untuk menuju kursi pengantin mereka.
Sebelum para pengantin yang berbahagia duduk di kursi mereka, Reinar dan kedelapan istrinya memberikan penghormatan pada orangtua Reinar dan orang tua mempelai wanita yang diwakili Kaisar Kekaisaran Gloria.
“Dengan di saksikan sang pencipta, aku Reinar Alfonsius berjanji akan selalu mencintai dan membahagiakan seluruh istriku.”
“Dengan di saksikan sang pencipta, kami sebagai istri berjanji akan selalu mencintai dan setia dengan suami kami, serta kami akan melayaninya dengan sepenuh hati.”
Semua orang tersenyum lebar dan bertepuk tangan saat Reinar dan semus istrinya selesai mengucapkan janji pernikahan yang begitu sakral.
Seluruh acara di tutup dengan para istri Reinar melempar rangkaian bunga yang menjadi rebutan para jomblo.
***
Halaman istana Kekaisaran Naga.
Setelah prosesi pernikahan selesai, pesta yang sesungguhnya segera tersaji di halaman istana Kekaisaran Naga.
Makanan utama mulai keluar dari dapur Kekaisaran menggantikan cemilan pengganjal yang hampir habis di konsumsi para tamu undangan.
Ucapan selamat mengalir tanpa henti saat Reinar dan para istrinya muncul di tengah-tengah pesta.
Dengan wajah lelah dan bosan, Reinar membalas ucapan selamat yang diberikan padanya dengan sebuah senyuman.
Saat tiba giliran para Kaisar memberi ucapan selamat, Reinar sedikit terhibur dengan Lyon yang merasa iri dan berjanji akan menikahi wanita lebih banyak dari Reinar. Tapi Lyon segera menyesali janji yang dia katakan saat seorang wanita memukul kepalanya dengan sangat keras.
Wanita itu Silvia, tunangan Lyon, dan mereka tak lama lagi juga akan melangsungkan pernikahan.
“Ini sangat membosankan, aku ingin cepat pergi ke kamar.” Kata Reinar yang membuat wajah istri-istrinya bersemu merah.
“Apa suamiku benar-benar sudah bosan dan ingin segera ke kamar?.” Tanya Freya.
Reinar mengangguk dan tersenyum. “Bahkan aku sudah kepanasan dengan pakaian ini. Lihat pakaian kalian, mau sampai kapan kalian mau memakainya?.” Kata Reinar tak memperhatikan rona merah di wajah istri-istrinya.
“Kalau begitu, kita tinggalkan saja pesta ini, lagian mereka sudah tak terlalu memperhatikan keberadaan kita.” Ungkap Helena yang sudah memeluk tangan kiri Reinar.
Reinar dan istri-istrinya akhirnya pergi meninggalkan pesta yang diadakan untuk mereka.
Pesta meriah terus berlangsung biarpun tanpa Reinar dan para istrinya. Dua orang terlihat saling melemparkan senyum saat melihat kepergian Reinar dan istri-istrinya.
“Sungguh tuan tak bisa menahannya sampai pesta ini berakhir.” Kata Serena pada Scarla yang ada di dekatnya.
“Siapa juga pria yang akan tahan dengan godaan para wanita seperti kedelapan istri tuan?. Dan lagi, para wanita itu pasti juga ingin segera memanjangkan tuan dengan tubuh mereka.” Kata Scarla dengan tawa lirih dari bibir mungil yang dia tutupi menggunakan tangan kanannya.
“Apa kau tidak ingin mengintip yang terjadi di kamar tuan?.” Tanya Serena melirik Scarla.
“Aku memang punya rencana mengintip, tapi kita pasti akan ketahuan oleh tuan yang selalu bisa merasakan kehadiran kita.”
“Benar juga apa katamu. Kalau begitu, lebih baik kita menikmati pesta ini, dan lebih baik aku ingin menemui kekasihku.”
“Begitu juga denganku....” Balas Scarla lalu dia pergi mengikuti Serena karena orang yang ingin mereka temui berada ditempat yang sama.
***
***Bersambung...***