
Jangan lupa berikan like sebagai penyemangat author serta komentar untuk saling berinteraksi 😊😊😊...
Selamat membaca...
***
Taman Istana Kekaisaran Ling.
“Itu sangat menjijikkan...” Kata Kaisar Ling Mou saat dia mendengar kabar kematian Kaisar Wei Liang dan Putra Mahkota Wei Ghuo.
“Itulah yang akan terjadi pada mereka yang memiliki niat buruk pada keluargaku...” Kata Reinar yang mendatangi taman Istana Kekaisaran Ling tempat Kaisar Ling Mou menikmati suasana sore di Kekaisarannya.
Mendengar apa yang dikatakan Reinar, Kaisar Ling Mou seketika tahu jika kematian Kaisar Wei Liang dan Putra Mahkota Wei Ghuo ada camput tang dari Reinar.
Tetapi Kaisar Ling Mou tidak akan menanyakan apa yang dia pikirkan. Kematian dua petinggi Kekaisaran Wei justru merupakan kabar baik bagi Kekaisarannya, karena sebelumnya dia sedikit khawatir karena menyinggung Kekaisaran Wei dengan pergi tanpa pamit dari acara yang mereka adakan.
“Apapun yang terjadi sepertinya itu memang pantas untuk mereka. Seluruh orang di Benua Zhongjian juga pasti tahu seperti apa tabiat buruk mereka. Kebaikan mereka hanya untuk menutupi seluruh hal buruk yang pernah mereka lakukan.” Kata Kaisar Ling Mou sambil menyesap teh nya.
“Kematian mereka tak akan berdampak banyak pada Kekaisaran Wei, tapi setidaknya kekuatan mereka akan sedikit mengalami penurunan, tetapi aku masih penasaran dengan orang-orang di belakang Kekaisaran Wei...” Kata Reinar lalu dia duduk di kursi kosong yang berada di depan Kaisar Ling Mou.
Reinar merasa ada kekuatan lain di belakang Kekaisaran Wei. Akan aneh jadinya jika Kekaisaran Wei yang begitu lemah dikatakan sebagai Kekaisaran terkuat di Benua Zhongjian. Dari fakta yang dia dapatkan, Reinar menyimpulkan jika ada kekuatan besar yang selama ini membantu Kekaisaran Wei, dan itulah yang saat ini sedang dia cari.
“Bukan cuma kamu, aku juga merasakan hal yang sama. Akan sangat aneh jika Kekaisaran selemah itu dikatakan sebagai Kekaisaran terkuat di Benua Zhongjian...” Kata Kaisar Ling Mou yang sepemikiran dengan Reinar.
Reinar menganggukkan kepalanya. “Aku sudah mengirim beberapa orang untuk melakukan penyelidikan, dan mungkin satu atau dua hari kedepan kita akan mendapatkan hadil dari penyelidikan mereka...” Kata Reinar lalu dia menghilang dari tempatnya.
“Sepetinya dia cuma ingin memastikan apa aku memiliki pemikiran yang sama dengannya atau tidak...” Kata Kaisar Ling Mou sesaat setelah kepergian Reinar.
Di Istana Kekaisaran Wei.
“Aku sudah mendapatkan informasi yang t.di inginkan tuan. Jadi lebih baik kita segera kembali dan melaporkan informasi yang aku dapatkan...” Kata salah satu dari dua pria bertopeng.
Pria bertopeng satunya mengangguk saat mendengar apa yang dikatakan rekannya. Dia pun segera membuat gerbang teleportasi dan hanya butuh waktu singkat untuk mereka berdua meninggalkan Kekaisaran Wei dan kembali ke Kekaisaran Ling.
Tak lama setelah dua orang pria bertopeng menghilang, dua sosok muncul di tempat yang sebelumnya di jadikan tempat persembunyian dua pria bertopeng.
“Sialan, kita telah kehilangan jejak mereka...” Teriak salah satu orang dengan jubah berwarna hitam yang menutupi seluruh bagian tubuhnya.
“Lebih baik kita segera melaporkan semuanya pada Tetua Agung...” Kata rekannya, dan mereka langsung pergi kembali ketempat berkumpul nya anggota mereka yang tengah melakukan penjagaan ketat di area Istana Kekaisaran Wei.
Kediaman Reinar di Istana Kekaisaran Ling.
“Sekte Lembah Tengkorak, sepertinya aku memang harus berurusan dengan seluruh Sekte yang ada di daratan Benua Zhongjian...” Kata Reinar setelah mendengar laporan daru dua pria bertopeng yang tak lain adalah dua sosok tubuh bayangannya.
“Tuan, Sekte Lembah Tengkorak selama ini menjadi pasukan rahasia Kekaisaran Wei. Dari informasi lainnya yang aku dapatkan, Kaisar Wei Liang adalah salah satu tetua di Sekte Lembah Tengkorak, dan hampir seluruh petinggi Kekaisarannya merupakan orang-orang Sekte Lembah Tengkorak...”
Reinar hanya tersenyum mendengar itu, dia awalnya juga curiga pada seluruh petinggi Kekaisaran Wei, dan nyatanya kecurigaannya merupakan sebuah kebenaran.
Saat di berada di Istana Kekaisaran Wei, dengan jelas Reinar merasakan aura gelap yang menjijikkan dari seluruh orang yang merupakan para petinggi Kekaisaran Wei, dan kini dia tahu kenapa para petinggi Kekaisaran Wei memiliki aura seburuk itu.
“Sekte Lembah Tengkorak, sepertinya mereka telah melakukan kerjasama dengan ras Iblis dunia atas...” Kata Reinar.
Aura yang Reinar rasakan di tubub para petinggi Kekaisaran Wei adalah aura campuran. Aura yang bercampur di tubuh mereka setidaknya lebih kuat dari aura yang ada di dunia yang dia tempati, dan aura seperti itu hanya bisa diberikan oleh orang-orang yang berada di alam immortal.
“Ini akan sedikit lebih sulit, dan akan semakin sulit kalau sampai ada orang dari alam immortal datang dan membantu mereka...” Kata Reinar.
Menghadapi musuh yang kekuatannya belum pasti, Reinar setidaknya butuh bantuan dari beberapa orang kepercayaannya, dan karena itu dia ingin meningkatkan kekuatan mereka secara ekstrim. Setidaknya mereka semua harus berada di tingkat Dewa Langit puncak, dan akan lebih bagus jika ada yang menerobos ke tingkat Jenderal Dewa.
Saat sedang sedang mematangkan rencananya, dua istrinya datang dan langsung memberikan kecupan ganda di kedua sisi pipi Reinar, lalu mereka berdua segera menyiapkan teh yang mereka bawa.
Reinar mengangguk dan mulai memposisikan duduk di tengah-tengah kedua istrinya. Setelah duduk dengan nyaman, Shania yang selesai mengupas buah, dia segera menyuapi Reinar dengan potongan kecil buah yang telah dia potong.
“Jangan terlalu banyak pikiran, kalau memang perlu, kamu bisa meminta pendapat dari kami berdua...” Kata Shania sambil membelai wajah Reinar.
Reinar mengangguk dan dia kemudian melihat kearah perut kedua istrinya yang sedikit membuncit lalu dia mengelusnya secara bergantian, dan tanpa rasa malu Reinar mencium kedua perut istrinya yang tertutup kain pakaian yang mereka gunakan.
Perlahan Reinar mulai rileks dan sedikit melupakan permasalahan yang belum dia selesaikan. Melihat itu, Ling Yue segera menyajikan teh racikannya dengan menuangkan ke cangkir kecil yang setelahnya dia sodorkan ke Reinar.
“Suamiku, minumlah!... Ini akan semakin membuatmu merasa tenang, dan dengan ketenangan pikiran akan kembali jernih...” Kata Ling Yue dengan suara lembut.
“Ehm, terimakasih... Kalian semua istriku adalah orang yang paling mengerti dengan apa yang aku butuhkan...” Kata Reinar dengan senyum lembut yang dia tujukan pada kedua istrinya.
“Hihihi... Tentu saja kami harus mengerti, apalagi dengan kebutuhan malam suami kami...” Kata Shania sambil terkekeh geli dengan perkataannya sendiri.
Reinar yang melihat kedua istrinya malu-malu dan menyembunyikan tawa mereka, dengan cepat dia menarik keduanya kedalam pelukannya dan bergantian dia mencium kening keduanya, dan secara tiba-tiba Reinar membuat tanda kepemilikan di leher jenjang kedua istrinya.
“Dengan ini semua orang di dunia akan tahu kalau kalian hanyalah milik ku, dan hanya hal buruk yang akan mereka terima jika mereka menginginkan apa yang sudah menjadi milikku...” Kata Reinar dan kemudian mereka bertiga menikmati waktu bersama yang akhir-akhir ini sering mereka lakukan.
“Ehem... Ehem...” Suara batuk yang di buat-buat sedikit mengganggu waktu kebersamaan Reinar dan kedua istrinya.
Mendengar suara yang dia kenal, Reinar pura-pura mengacuhkannya dan dia justru semakin menunjukkan kemesraannya bersama kedua istri yang tahu akan isi di pikiran suaminya.
Dua orang yang berdiri tak jauh dari Reinar dan kedua istrinya sedikit iri dengan apa yang mereka lihat, dan entah siapa yang memulai, bibir mereka saling mendekat namun sebuah suara segera mengagetkan mereka.
“Apa kalian tidak punya tempat untuk melakukan itu sampai-sampai melakukannya di tempatku?...” Tanya Reinar sambil tertawa melihat wajah Ling Feng dan Alice yang memerah seperti kepiting rebus.
“Adik ipar, seharusnya kamu tadi cukup menonton saja...” Kata Ling Feng sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
Sejenak suasana menjadi hening, tapi tak lama suara tawa terdengar dari arah Reinar dan kedua istrinya, dan itu semakin membuat merah wajah Alice serta Ling Feng.
“Swuusshh...” Satu pasangan lagi datang ke kediaman milik Reinar.
Argust dan Ling Zhe merasa aneh saat melihat wajah Ling Feng dan Alice. Mereka juga merasa aneh dengan Reinar dan kedua istrinya yang terus-terusan tertawa.
“Hohoho... Apa kalian juga ingin menumpang tempat untuk bermesraan seperti mereka berdua?...” Tanya Reinar sambil menahan tawanya.
“Ah itu, aku hanya ingin menemui kakak Yue...” Kata Ling Zhe, sedangkan Argust dia hanya ikut kemampuan Ling Zhe membawanya selama dia tidak sedang menjalankan tugas dari Reinar.
Tentu Reinar tahu kedatangan mereka bukan untuk menumpang tempat untuk bermesraan, dan pastinya ada yang ingin mereka bahas dengannya.
“Ehm... Sepertinya akan ada dua pasang kekasih yang akan merencanakan sebuah pernikahan, dan mereka terlihat membutuhkan saran dari kita...” Kata Ling Zhe melihat empat orang yang terlihat malu-malu.
“Kalau kalian ingin meminta saran, lebih baik mintalah saran pada kedua istriku. Jujur saja, aku tidak bisa memberikan saran apapun untuk kaliam kecuali saran untuk malam pertama kalian...” Kata Reinar lalu dia menghilang dari tempatnya setelah merasakan hawa dingin dari dua wanita di dekatnya.
Reinar tersenyum geli di tempatnya muncul, tapi dia tidak tahu apa yang nanti akan menimpanya saat dia kembali.
“Awas saja kalau dia kembali, aku akan membuatnya tidak bisa berdiri tegak!...” Kata Ling Yue membatin.
“Dia akan aku buat melakukan itu...” Kata Shania lalu dia melihat Ling Yue yang tengah menunjukkan senyuman di wajahnya.
Ling Yue dan Shania segera memanggil dua pasangan yang ingin meminta saran pada mereka setelah mereka memutuskan apa yang akan mereka berikan pada Reinar saat nanti dia kembali.
***
Bersambung...