The World Emperor System

The World Emperor System
Hukuman Kaisar Denis



BOOMMM....


BOOMMM....


Bagaikan sebuah bola, tubuh Kaisar Denis di tendang kesana-kemari oleh Reinar.


Sesekali Reinar menyembuhkan luka Kaisar Denis untuk kembali membuatnya sadar, dan setelahnya dia menyiksa Kaisar dengan seluruh amarah yang ditinggalkan jiwanya yang lain.


“Uhuk....” Kaisar Denis terbatuk dan memuntahkan seteguk darah setelah tubuhnya menghantam sebuah pohon untuk yang kesekian kalinya.


Seluruh Jenderal dan prajurit Kekaisaran Arkana kaget melihat keadaan Kaisar mereka yang dibuat mainan oleh putranya sendiri.


Tak lama membiarkan Kaisar Denis mengstur nafas, Reinar kembali muncul dan menyeretnya menuju tengah-tengah area peperangan. Lalu dengan santai Reinar mematahkan lengan Kaisar Denis yang dia genggam.


“Arrgghhh....” Kaisar Denis meraung merasakan sakit yang belum pernah dia rasakan.


Reinar tersenyum melihat wajah kesakitan Kaisar Denis. “Bukannya kamu biasa menyiksa orang lain, tapi kenapa kamu masih saja terlihat kesakitan saat aku menyiksa mu?.” Kata Reinar berbisik.


Tak terdengar jawaban dari Kaisar Denis, dia menutup rapat mulutnya dan terlihat wajahnya dibanjiri air mata.


“Apa ini sakit?.” Tanya Reinar mematahkan satu persatu jari tangan Kaisar Denis.


Kaisar Denis hanya terdiam, tapi terlihat jelas jika dia sangat kesakitan merasakan apa yang Reinar lakukan.


Para Jenderal dan prajurit Kekaisaran Arkana tidak ada yang berani mendekat dan menolong Kaisar mereka. Mereka semua takut jika datang mendekat, Reinar justru akan mempercepat kematian Kaisar mereka.


Reinar kembali menyembuhkan luka Kaisar Denis dan membiarkannya sedikit waktu untuk istirahat dari rasa sakit.


“Nak, aku ini Ayahandamu, kenapa kamu begitu kejam menyiksaku?.” Kata Kaisar Denis yang melihat Reinar sedikit melunak. “Bocah kurang ajar, seharusnya dulu aku membunuhmu dengan tanganku sendiri.” Kata Kaisar Denis dalam hati, namun sayang Reinar dapat mengetahui isi hatinya dengan cara membayangkan skill yang bisa membaca isi hati dan pikiran.


“Putramu sudah mati dan aku bukanlah putramu, dan ingat satu hal, aku tidak akan pernah bisa kau bohongi!.” Kata Reinar dengan santai.


Tubuh Kaisar Denis menegang, dia bingung harus mengatakan apa untuk membuatnya terlepas dari jeratan kematian, tapi akhirnya dia punya sebuah cara yang seketika membuatnya tersenyum cerah.


“Kalaupun kamu menyiksa dan membunuhku, dan biar dikatakan kamu adalah darah daging ku, kamu tetap akan diburu pelindung Kekaisaran terutama setelah kamu membunuh putranya.” Kata Kaisar Denis mulai kembali percaya diri.


Reinar tersenyum sinis mendengarnya. “Aku tidak akan pernah takut dengan ancaman orang lemah sepertimu. Kalaupun ingin, aku akan dengan mudah meratakan Kekaisaran yang begitu kau banggakan.” Kata Reinar tak mengganggap penting ancaman yang dilontarkan Kaisar Denis padanya.


“Nak, kau terlalu sombong.” Kata pris berbaju putih yang tiba-tiba muncul dan melayang di atas langit.


Riyan melihat kekuatan pria tua itu di tingkat Mitos dengan level kekuatan hsmpir mencapai level tiga belas ribu, tapi dengan kekuatannya dia tetap bukan lawan yang sepadan bagi Reinar.


“Jika aku tidak salah, kau pasti pelindung Kekaisaran yang di maksud oleh Kaisar bodoh ini!.” Kata Reinar tanpa rasa takut.


“Selain sombong, kau ternyata tidak punya rasa sopan terhadap orang yang lebih tua.” Kata pria tua yang tatapannya begitu meremehkan kekuatan Reinar.


“Hanya seorang pria tua, apa yang bisa kamu lakukan padaku?.” Kata Reinar lalu dia menggunakan seluruh kekuatannya untuk menekan pria tua yang masih melayang bebas di langit.


Aura yang kali ini Reinar keluarkan 10 kali lebih kuat dari yang tadi dia keluarkan, dan dia kali ini mengarahkan seluruh auranya pada pria tua yang mulai merasa kekuatan besar menimpa tubuhnya.


“Anak ini, aku tidak bisa meremehkannya, dan aku merasa mereka berempat juga sama bahayanya.” Batin pria tua sambil melihat Freya dan tiga wanita lainnya.


“Jangan sombong dengan kekuatanmu, aku pasti akan membunuhmu!.” Teriak pria tua mengerahkan seluruh kemampuannya.


“Coba saja membunuhku kalau kau memang bisa.” Kata Reinar yang melesat menyerang lebih dulu pria tua pelindung Kekaisaran Arkana.


BOOMMM....


BOOMMM....


BOOMMM....


Reinar menggabungkan elemen api dan petirnya untuk menciptakan skill gabungan yang sangat mengerikan. Pria tua merasakan bahaya saat melihat skill Reinar yang akan dia lepaskan ke arahnya.


“Smoldering thunder flame....” Teriak Reinar dan seketika langit menghitam dan munculla petir berwarna merah yang mengerikan.


“Api dan petir, sialan, anak ini benar-benar ingin membunuhku.” Gumam pria tua yang terus di kejar petir dengan lilitan api membara di sekitarnya.


“Puluhan petir memang mudah di hindari, tapi bagaimana jika ada puluhan ribu petir?.” Tiba-tiba langit bergemuruh dan puluhan ribu petir menyambar kearah pria tua.


BOOMMM....


BOOMMM....


Pria tua yang gagal menghindar tubuhnya segera menjadi sasaran empuk puluhan ribu petir dan membuat takut siapapun yang melihat kejadian itu.


Setelah tersambar puluhan ribu petir, tubuh pria tua yang sudah hangus terbakar jatuh menghantam tanah dan tak lama kemudian hancur menjadi butiran debu.


“Tidak mungkin, dia membunuh pelindung Kekaisaran ku dengan sangat mudah!.” Kata Kaisar Denis yang merasa nyawanya tak akan bisa terselamatkan.


Dia lalu memandang Reinar yang masih tersenyum lebar melihat tubuh pria tua yang telah menjadi abu. Melihat Reinar tak memperhatikan dirinya, Kaisar Denis melihat celah dan bersiap kabur, tapi sayangnya dia tak akan semudah itu kabur dari kematiannya sendiri.


“Aku masih belum puas menyiksamu, jadi jangan pernah mencoba kabur dariku.” Kata Reinar yang tiba-tiba muncul di depan Kaisar Denis.


“Dasar anak durhaka!...." Teriak Kaisar Denis ketakutan melihat Reinar berjalan semakin mendekatinya.


“Aku bukan anak mu, jadi di bagian mana aki durhaka padamu?.” Reinar mencengkeram erat leher Kaisar Denis.


“Jangan berpikir aku akan membunuhmu, karena aku cuma akan bermain-main denganmu dan menyiksamu sampai dirimu di juluki Kaisar gila.” Kata Reinar penuh penekanan pada setiap kata yang keluar dari mulutnya.


Kaisar Denis mencoba berontak, tapi sayangnya kekuatannya tak lebih kuat dari Reinar, dan akhirnya dia hanya bisa bergerak-gerak mencoba melepaskan diri dari cengkeraman tangan Reinar.


***


Istana Kekaisaran Arkana.


Kehebohan kembali melanda istan Kekaisaran sesaat setelah kepergian pria tua pelindung Kekaisaran Arkana.


Para petinggi Kekaisaran yang melihat kepergian penjaga Kekaisaran, dan mereka tak menemukan keberadaan Kaisar Denis, firasat buruk segera menghantui mereka.


Penjaga Kekaisaran adalah orang yang jarang meninggalkan Kekaisaran, dan sekali keluar meninggalkan Kekaisaran, biasanya telah terjadi hal buruk pada Kaisar Kekaisaran Arkana.


“Apa sebenarnya yang terjadi, dan dinana Yang Mulia Kaisar?.” Tanya salah satu petinggi Kekaisaran Arkana.


“Kaisar ikut pergi dengan rombongan lima Jenderal yang ingin menginvasi salah satu kota, dan aku merasa telah terjadi hal buruk di tempat itu.” Balas petinggi yang lainnya, yang seketika membuat gaduh aula pertemuan.


Bughhh....


Sebuah tubuh penuh luka muncul dan terduduk di singgasana sang Kaisar. Di waktu yang bersamaan muncul sosok pemuda di samping singgasana Kaisar.


“Aku mbawakan hadiah terindah untuk kalian.” Kata sosok pemuda menunjuk tubuh penuh luka yang duduk di atas singgasana sang Kaisar.


Melihat kearah yang di tunjuk si Pemuda, semua mata petinggi Kekaisaran melotot terkejut melihat wajah tubuh penuh luka yang duduk tak sadarkan diri diatas singgasana Kaisar.


“Yang Mulia!....”


***


***Bersambung...***


Jangan lupa like dan komentarnya walau hanya satu kata 😊....