
Jangan lupa like sebelum membaca dan berikan komentar setelah selesai membaca.
Like dan komen itu gratis, jadi jangan ragu untuk memberikan itu pada author... Terimakasih...
***
Pagi hari di Istana Kekaisaran Shin.
Kaisar Shin Rai tengah mengumpulkan para petinggi dan empat Jenderal Besar Kekaisaran yang masih tersisa.
Semalam Kaisar Shin Rai gagal mengumpulkan para petinggi Kekaisaran karena sebagian besar dari mereka tengah mencari keberadaan penyusup yang telah membunuh Jenderal Besar kelima.
Saat Kaisar Shin Rai tengah membicarakan tentang hilangnya harta Kekaisaran, salah satu prajurit bayangannya muncul dan melaporkan adanya sekelompok orang yang telah berhasil menghancurkan gerbang Istana.
“Siapa sebenarnya mereka?...” Kata Kaisar Shin Rai penasaran lalu dia menyuruh keempat Jenderal Besar Kekaisarannya untuk menangkap orang-orang yang berani menyerang Kekaisarannya.
“Tuan, apa perlu hamba mengerahkan prajurit bayangan?...” Kata pemimpin prajurit bayangan yang selama ini bersembunyi di balik bayang-bayang Kaisar Shin Rai.
“Kerahkan semuanya dan selesaikan dengan cepat!... Aku ingin melihat wajah mereka yang berani membuat kerusuhan di Kekaisaran ku...” Kata Kaisar Shin Rai serius.
“Baik Yang Mulia...” Belum juga pemimpin prajurit bayangan bergerak dari tempatnya, tiba-tiba muncul seorang pemuda tampan di tengah-tengah aula pertemuan yang tengah dijadikan tempat pertemuan antara Kaisar Shin Rai dengan para petinggi Kekaisarannya.
Pemuda itu berjalan kearah singgasana Kaisar Shin Rai, dan dia baru berhenti saat jaraknya dengan sang Kaisar hanya berjarak sekitar 5 langkah lagi darinya.
“Siapa kau?...” Tanya Kaisar Shin Rai yang merasakan sebuah ancaman dari pemuda yang begitu tenang saat berhadapan dengannya.
“Kalian tenang saja, aku bukan orang jahat yang memberi hukuman pada orang baik, tetapi aku ragu saat melihat kalian. Sebenarnya kalian ini termasuk orang tidak baik atau orang jahat?...” Kata Reinar sambil melihat orang-orang yang ada di aula pertemuan istana Kekaisaran Shin.
Mendengar itu, Kaisar Shin Rai semakin waspada. “Bukannya pertanyaan mu sama saja mengatakan kalau kami ini adalah sekumpulan orang jahat!...”
Reinar menatap sinis kearah Kaisar Shin Rai. “Bukan kah kalian memang sekumpulan orang jahat?...” Kata Reinar sambil menyeringai.
“Bahaya!... Kalian semua cepat bunuh orang itu!...” Teriak Kaisar Shin Rai memerintahkan semua prajurit yang berada di aula untuk menyerang Reinar, termasuk pemimpin prajurit bayangannya.
“Hanya sekumpulan orang lemah. Berani menyerangku klian hanya mencari mati!...” Kata Reinar yang memukuli semua orang yang menyerang ke arahnya.
Orang yang kekuatannya hanya setara dengan ahli di tingkat Abadi Langit kebawah, mereka akan langsung mati saat terkena pukulan Reinar, sementara yang lainnya akan mengalami luka dari luka sedang sampai luka berat.
Puluhan prajurit telah mati, sedangkan bala bantuan tidak kunjung datang, bahkan Kaisar Shin Rai merasa aneh dengan prajurit yang tidak kunjung datang saat mendengar keributan di dalam aula Istana.
“Tidak perlu memasang wajah terkejut seperti itu. Para bawahanku mungkin sudah menyelesaikan tugas mereka dengan baik, dan jangan berharap keempat Jenderal Besar mu itu datang membantu karena mungkin saat ini mereka berempat sudah menjadi mayat di tangan bawahanku...” Kata Reinar dengan ketenangannya walau sedang di hadapkan pada belasan orang yang masih mengepungnya dari berbagai sisi.
“Swusshhh... BOOMMM...” Aura kematian keluar dari tubuh Kaisar Shin Rai setelah dia mendengar apa yang dikatakan Reinar, kuatnya aura kematian yang di keluarkan Kaisar Shin Rai sampai membuat bergetar dinding aula Istana yang begitu kokoh.
Dengan menggunakan seluruh kekuatannya yang menyamai kekuatan ahli di tingkat Raja Dewa puncak, Kaisar Shin Rai langsung mengarahkan serangan terkuatnya kearah Reinar.
“Kekuatanmu cukup lumayan untuk ukuran orang lemah....” Kata Reinar setelah menghalau seluruh serangan Kaisar Shin Rai yang mengarah padanya.
“Kau?... Siapa kau sebenarnya dan kenapa tiba-tiba menyerang Kekaisaran ku?...” Kaisar Shin Rai bertanya sambil melompat mundur menjaga jarak aman dari jangkauan serangan Reinar.
Mendengar itu Reinar tersenyum. “Karena kamu akan segera mati, aku akan menjawab pertanyaan mu. Aku adalah Dewa Kematian, dan kebetulan aku mendapatkan tugas untuk melenyapkan orang-orang seperti mu...” Kata Reinar sambil tetap menunjukkan senyumnya.
“Bukan aku yang akan mati, tapi kau sendiri yang akan mati di tanganku!...” Kaisar Shin Rai kembali menerjang kearah Reinar dengan kekuatan yang lebih besar dari sebelumnya.
BOOMM... BOOMM... BOOMM...
Ledakan dahsyat bergema saat serangan Kaisar Shin Rai yang diarahkan ke Reinar justru mengenai dinding aula Istana nya, dan merusak sebagian tempat di aula yang sebelumnya terlihat begitu megah.
Reinar yang terus di serang hanya menghindar dan sesekali dia melakukan serangan balik yang selalu tepat sasaran. Berkali-kali tubuh Kaisar Shin Rai terlempar tetapi dia dengan cepat bangkit dan kembali melakukan serangan bertubi-tubi kearah Reinar.
Ada banyak kesempatan bagi Reinar untuk langaung menghabisi nyawa Kaisar Shin Rai, tetapi Reinar tidak melakukannya karena dia ingin memberikan kematin yang setimpal dengan apa yang sudah dilakukan Kaisar Shin Rai pada orang-orang yang telah dia siksa semasa hidupnya.
BOOMM... BOOMM... BOOMM...
“Bunuh saja aku!...” Kata Kaisar Shin Rai yang sudah sangat berputus asa menghadapi kekuatan musuhnya, bahkan kekuatan besarnya tak mampu membuat musuhnya tergores.
“Membunuhmu akan sangat mudah bagiku, tetapi aku tidak akan melakukannya...” Kata Reinar sambil berjalan mendekati Kaisar Shin Rai yang telah bangkit tetapi luka-luka di tubuhnya sudah cukup parah.
“Kalau begitu, matilah bersamaku!...” Teriak Kaisar Shin Rai lalu tak lama tubuhnya mulai menghitam dan membesar layaknya blon yang di tiup.
Reinar menggelengkan kepalanya. “Jangan berharap untuk mati dengan caramu!...” Kata Reinar lalu jari telunjuknya menyentuh kening Kaisar Shin Rai, dan tak lama kondisi tubuh sang Kaisar pulih seperti sedia kala.
“Ka..kau bagaimana bisa?...” Kata Kaisar Shin Rai heran.
“Apa aku perlu mengatakannya sekali lagi?... Seharusnya kamu sudah tahu kekuatan seorang Dewa yang sebenarnya, bukan Dewa palsu seperti dirimu...”
Plaak...
BOOMMM...
Tubuh Kaisar Shin Rai terpental sampai menghantam dinding dan menjebolnya setelah Reinar menampar wajahnya.
Reinar muncul di dekat tubuh tak berdaya Kaisar Shin Rai, dan dia langsung menariknya ke tengah-tengah aula istana yang hampir runtuh setelah pertarungan Reinar melawan orang-orang dari Kekaisaran Shin.
Reinar melempar tubuh Kaisar Shin Rai lalu dia menyembuhkan luka di tubuh sang Kaisar. “Kekuatan mu akan sangat berguna saat kau menjadi seorang Kaisar yang menjaga perdamaian, tetapi sayang kamu adalah Kaisar yang serakah dan kejam. Kau membunuh banyak orang untuk mengisi kristal kematian, dan kau menggunakan kristal kematian untuk meningkatkan kekuatan Kekaisaran mu...”
“Swusshh... Swusshh... Swusshh...” Sepuluh bawahan Reinar muncul dan empat dari mereka menyeret Jenderal Besar Kekaisaran Shin yang sudah terluka parah.
“Bajing*n, kau benar-benar ingin menghabisi semua bawahanku!...” Teriak Kaisar Shin Rai saat tubuh keempat Jenderal Besar dilempar ke arahnya, tetapi setelah mereka dalam keadaan tak lagi bernyawa.
Sebagai tambahan Reinar juga menyuruh bawahannya yang baru datang untuk mengumpulkan seluruh mayat yang ada di dalam aula.
Mereka bersepuluh menyebar ke berbagai arah untuk mengumpulkan puluhan mayat yang berserakan di berbagai sudut aula Istana. Kaisar Shin Rai tidak memiliki Permaisuri atau keturunan lagi, karena Permaisuri dan keturunannya telah dia korbankan untuk mendapatkan kekuatan dari Kristal Kematian yang dia temukan saat tengah berburu di hutan yang tak jauh dari Istananya.
Bruk... Bruk... Bruk... Bruk...
Puluhan mayat dilemparkan ke sekitaran Kaisar Shin Rai yang menatap dengan tatapan mata kosong saat melihat para bawahannya yang telah meregang nyawa.
“Kau bukan Dewa Kematian, kau adalah Iblis kejam yang menyamar menjadi Dewa. Ya...ya, kau IBLIS!...” Teriak Kaisar Shin Rai dengan jari telunjuk menunjuk ke arah Reinar yang hanya menggelengkan kepalanya.
“Kamulah yang telah termakan oleh kekuatan Iblis. Kristal kematian dan artefak yang kamu temukan adalah milik Ras Iblis yang tinggal di alam immortal, dan kamu justru menggunakan kedua benda itu untuk meningkatkan kekuatan Kekaisaran mu...” Reinar menarik kerah pakaian yang dipakai Kaisar Shin Rai.
“Kau lah Iblis itu, dan aku adalah Dewa Kematian itu sendiri...” Kata Reinar lalu tiba-tiba bola mata Reinar berubah menjadi warna hitam bagai sebuah lubang tak berdasar.
Kaisar yang melihat bola mata Reinar menjerit antara takut dan kesakitan. Dia melihat semua kejahatannya saat melihat kearah bola mata Reinar.
Kejadian saat dia membunuh Permaisuri dan seluruh keturunannya kembali terlihat di depan matanya. Dengan tubuh berdarah-darah mereka semua mendatanginya dan meminta penjelasan atas apa yang menimpa mereka.
“Aaargh... Kalian sudah mati pergi-pergi!... Jangan mengusik hidup ku, pergi!...” Kaisar Shin Rai terus berteriak dengan bola mata sepenuhnya terbuka.
Seluruh orang yang dia bunuh untuk mendapatkan kekuatan dari Kristal Kematian satu demi satu mendatanginya dan mereka semua berlomba-lomba menarik Kaisar Shin Rai ketempat yang penuh darah, atau bisa di katakan tempat itu adalah lautan darah.
Perlahan tubuh Kaisar Shin Rai tenggelam ke dalam lautan darah. Di iringi teriakan dan jeritan, tubuh sang Kaisar perlahan tenggelam ke dasar lautan darah, dan seketika tubuh Kaisar Shin Rai hancur menjadi butiran debu saat jiwanya telah sepenuhnya tenggelam ke dasar lautan darah yang merupakan dunia bawah, atau bisa dikatakan tempat itu adalah neraka.
“Mungkin setelah ratusan ribu tahun kamu akan bereinkarnasi dan menjadi sosok yang lebih baik...” Kata Reinar sambil memejamkan matanya, dan setelah membuka mata, bola mata Reinar kembali normal seperti sediakala.
Setelah kematian Kaisar Shin Rai, Reinar menyuruh para bawahannya untuk membakar seluruh istana Kekaisaran Shin beserta seluruh penghuninya yang telah mati.
“Tidak akan ada perdamaian yang abadi selama ada sikap tamak, iri, dan serakah. Tetapi dengan musnahnya Kekaisaran Shin, setidaknya Benua Kage dapat merasakan kedamain yang mungkin akan berlangsung cukup lama...” Kata Reinar lalu dia pergi meninggalkan istana Kekaisaran Shin yang telah menjadi abu.
°°°
Bersambung...