The World Emperor System

The World Emperor System
Rencana Penyerangan Kekaisaran Ling



Di benteng kota.


Para Jenderal bawahan Jenderal Tang Dong yang di tugaskan menangkap orang-orang yang membuat kekacauan telah sampai di dekat empat orang yang harus mereka tangkap. Dengan datang dari berbagai arah, mereka mengepung para pembuat kekacauan tanpa rasa takut.


Ling Feng dan Alice tak sedikitpun mewaspadai kedatangan para Jenderal yang melakukan pengepungan pada mereka, begitu juga dengan Argust dan Ling Zhe yang sedikitpun tak menganggap keberadaan para Jenderal Kekaisaran Tang yang begitu lemah di mata mereka.


“Kalian lebih baik menyerah sebelum kami berubah pikiran!...” Salah satu Jenderal mengeluarkan aura puncaknya sebagai seorang dengan kekuatan di tingkat Abadi Langit untuk menekan Ling Feng dan Alice, bukannya tertekan, mereka berdua justru meningkatkan kecepatan dan dengan cepat memusnahkan prajurit Kekaisaran Tang yang terus mendatangi mereka.


Di sisi lain benteng Argust dan Ling Zhe yang kesenangannya di ganggu, mereka langsung menyerang lima Jenderal yang mengepung mereka.


“Hanya sekumpulan orang lemah tapi berani mengancam kami, apa kalian buta?...” Argust mengayunkan pedang besarnya ke salah satu Jenderal dan langsung membelahnya menjadi dua.


“Kakak Argust, mereka jangan langsung di habisi!... Lebih baik kita bermain-main dulu dengan mereka.” Kata Ling Zhe yang tengah menyiksa dua Jenderal Kekaisaran Tang yang menjadi lawannya.


“Itu ide yang bagus, aku juga penasaran bagaimana rasanya mempermainkan kehidupan seseorang...” Argust menyimpan pedangnya dan dia beralih menggunakan tinju dan tendangan untuk menyiksa dua Jenderal yang tak berdaya di hadapannya.


“Sembilan Jenderal bawahanku yang berada di tingkat Abadi Bumi dan Abadi Langit tak mampu menghadapi mereka. Sebenarnya seberapa kuat mereka?...” Jenderal Tang Dong di buat penasaran akan kekuatan empat orang yang menyerang kota yang tengah dalam penjagaannya.


“Apa kau tidak ingin membantu mereka?...” Reinar tiba-tiba muncul di samping Jenderal Tang Dong dan membuat sang Jenderal terkejut.


“Kau pasti bagian dari mereka!...” Jenderal Tang Dong mulai waspada pada sosok Reinar yang secara tiba-tiba muncul di dekatnya.


“Aku memang bagian dari mereka...” Kata Reinar sambil mengibaskan tangannya dan seketika tubuh Jenderal Tang Dong yang melayang di udara melesat jatuh menghantam tanah.


BOOMMM... Suara dentuman terdengar saat tubuh besar Jenderal Tang Dong jatuh menghantam tanah.


Para Jenderal bawahan Jenderal Tang Dong sedikit melirik kearah pemimpin mereka sambil terus mencoba menghindari serangan lawan mereka. “Sialan, ternyata mereka masih punya anggota kelima...” Salah satu Jenderal Kekaisaran Tang menatap putus asa pada situasi yang tengah mereka hadapi.


Dengan topeng setengah wajah yang menutupi wajah mereka, Reinar dan empat orang yang bersamanya tengah menyiksa para Jenderal Kekaisaran Tang yang menjaga kota di perbatasan antara Kekaisaran Ling dan Kekaisaran Tang.


***


Kabar penyerangan kota di perbatasan telah sampai ke telinga orang-orang yang berada di Istana Kekaisaran Tang.


Kaisar Tang Hui menggebrak mejanya saat mendengar kabar kota Kekaisarannya di serang oleh sekelompok orang. Dia lalu menyuruh seratus Jenderal membawa seratus ribu prajurit Kekaisaran untuk segera pergi ke perbatasan dan mengamankan tempat itu.


“Kekaisaran Ling, mereka ternyata sudah lebih dulu melakukan pergerakan, ini semua di luar perkiraan ku...” Kaisar Tang bergumam lirih sambil memikirkan cara membendung kekuatan Kekaisaran Ling yang jauh lebih kuat dari Kekaisaran yang dia pimpin.


“Yang Mulia, mereka sudah datang...” Salah satu prajurit penjaga memberi laporan pada Kaisar Tang Hui, dan tak lama masuk dua orang dengan aura yang begitu kuat ke dalam aula pertemuan istana Kekaisaran Tang.


Dari kejauhan Kaisar Tang dapat melihat siapa yang datang, dan wajahnya segera dihiasi senyuman saat dia tahu siapa dua sosok yang mendatangi istana Kekaisarannya.


“Selamat datang Patriak Bai Luo dan Patriak Tang Rui...” Kaisar Tang Hui menyambut kedatangan sahabat dan kerabat dekatnya yang kini telah menjabat sebagai Patriak Sekte Racun Hati dan Patriak Sekte Kura-kura Hitam.


“Saudaraku, kenapa wajahmu terlihat begitu jelek?...” Tang Rui heran melihat wajah saudaranya yang tak sebaik biasanya.


“Kekaisaran ku tengah memulai peperangan dengan Kekaisaran Ling, dan aku sudah kehilangan Tang Yuan sebelum perang di mulai...”


Bai Luo dan Tang Rui terkejut setelah mendengar apa yang dikatakan Kaisar Tang Hui.


“Teman, kenapa kamu tidak mengatakan itu sejak awal?... Aku dengan senang hati akan mengerahkan murid Sekte Racun Hati untuk membantumu.


“Berani menyebabkan kematian pada keponakanku, Kekaisaran Ling benar-benar tidak menganggap keberadaan Sekte Kura-kura Hitam yang masih bagian dari Kekaisaran Tang...” Aura seorang Dewa Rendah puncak keluar dari tubuh Tang Rui dan membuat guncangan kecil di aula pertemuan istana Kekaisaran Tang.


“Tenanglah saudara ku, lebih baik sekarang kita menyusun rencana untuk menghancurkan Kekaisaran Ling...” Bai Luo menenangkan Tang Rui yang tengah dalam keadaan marah.


“Kau benar saudara Luo. Semakin cepat kita menyusun rencana, semakin cepat kita dapat menghancurkan Kekaisaran Ling...” Tang Rui dan Bai Luo lalu duduk di kursi yang telah di siapkan oleh Kaisar Tang Hui.


“Daripada bertahan, lebih baik kita langsung menyerang...” Bai Luo memberi masukan.


“Saudara Luo benar, dengan menggabungkan seluruh kekuatan kita aku yakin dalam waktu singkat Kekaisaran Ling akan jatuh ke tangan kita...” Tang Rui tersenyum lebar membayangkan tumpukan kekayaan Kekaisaran Ling yang bisa dia jarah.


“Aku masih punya delapan ratus Jenderal dan tujuh ratus ribu prajurit. Kalau ingin melakukan penyerangan, aku akan menyiapkan mereka...”


“Tiga ratus ribu murid tingkat Kaisar Langit, seratus ribu murid tingkat Abadi Bumi, dan puluhan tetua di tingkat Abadi Langit akan aku kerahkan untuk memperkuat daya serang pasukan kita...” Ungkap Tang Rui.


“Aku juga akan mengirim jumlah yang sama dengan saudara Rui, tapi aku akan menambahkan dua tetua Sekte yang kekuatannya telah mencapai tingkat Dewa Rendah menengah untuk mempercepat kemenangan kita...” Bai Luo ingin secepatnya meraih kemenangan, karena itu dia akan mengirim tetua pertama dan tetua kedua Sekte Racun Hati untuk turun langsung ke medan peperangan.


“Dengan kekuatan yang begitu besar aku yakin Kekaisaran Ling tidak punya kesempatan untuk melindungi Kekaisaran mereka...” Kaisar Tang Hui tertawa keras begitu juga dengan dua Patriak Sekte yang ada di dekatnya.


“Dua hari dari sekarang pasukan dari Sekte Kura-kura Hitam akan sampai di Kekaisaran Tang...”


“Sekte Racun Hati setidaknya butuh empat hari untuk sampai ke Kekaisaran Tang. Tapi mereka bisa langsung dikerahkan ke medan perang begitu sampai...”


“Baiklah, lima hari dari sekarang kita akan mulai mengerahkan seluruh pasukan menuju Kekaisaran Ling...” Kaisar Tang Hui sangat percaya diri dapat memenangkan peperangan dengan kekuatan yang ada di belakangnya.


***


Benteng kota tempat pertarungan Reinar dan kelompoknya.


Reinar telah selesai bermain-main dengan Jenderal Tang Dong yang kini tubuhnya telah lenyap menjadi butiran debu. Ketika Reinar melihat pertarungan di tempat lain, dia dapat melihat penampilan para Jenderal Kekaisaran Tang yang kini sangat sulit untuk dikenali.


Ling Feng dan yang lainnya terlihat sangat menikmati menyiksa para Jenderal yang menjadi lawannya, terutama Ling Zhe dan Alice, mereka berdua tanpa rasa belas kasih menguliti wajah Jenderal yang menjadi lawannya di saat para Jenderal itu masih sadar.


“Bukannya kalian terlalu kejam?.” Kata Reinar yang mendekat ke arah dua wanita yang kedua tangannya berlumuran darah.


Kedua wanita itu menatap Reinar secara bersamaan lalu mereka tersenyum. “Kakak ipar, ini sangat menyenangkan. Kini aku tahu kenapa kakak ipar sangat suka mempermainkan nyawa orang yang menjadi lawan kakak ipar...” Kata Ling Zhe sambil mengakhiri kehidupan Jenderal yang baru dia siksa.


“Tuan, ternyata suara jeritan dan rintihan mereka membuatku terus ingin menyiksa mereka...”


Reinar menggelengkan kepalanya mendengar yang dikatakan Ling Zhe dan Alice. Reinar kemudian meninggalkan mereka berdua, lalu dia mendekat ke arah Ling Feng dan Argust yang telah menyingkirkan tubuh para Jenderal yang menjadi lawan mereka.


“Aku tahu sebuah tempat di ibukota Kekaisaran Tang yang langsung bisa kita datangi dengan teknik teleportasi milikku...” Reinar telah menyerap ingatan Jenderal Tang Dong, dan kini dia tahu semua lokasi yang ada di ibukota Kekaisaran Tang, termasuk keberadaan gudang harta Kekaisaran Tang.


“Tapi sebelum pergi, lebih baik kalian dan para wanita pergi ke sungai untuk membersihkan diri...” Kata Reinar saat melihat penampilan mereka berempat yang sekujur tubuhnya dipenuhi bercak darah.


Reinar tak menyarankan mereka pergi ke kota karena dia tak ingin menghabiskan banyak waktu di kota yang tengah di landa kepanikan.


Keempatnya segera pergi ke aliran sungai yang tak begitu jauh dari kota tempat mereka menghabisi ribuan prajurit Kekaisaran Tang. Para pria dan wanita mengambil sisi sungai yang saling berjauhan sehingga mereka tak saling melihat satu sama lainnya.


Sambil menunggu empat orang anggota kelompoknya yang tengah membersihkan diri, Reinar membuat empat tubuh bayangan dan mengirim mereka lebih dulu pergi ke ibukota Kekaisaran Tang.


Setelah melihat keempat tubuh bayangannya pergi, dari kejauhan Reinar melihat Ling Feng dan Argust yang bergerak mendekat ke arahnya.


“Tuan, kami siap melanjutkan perjalanan...” Kata Argust yang lebih dulu datang dan tak jauh di belakang Argust ada Ling Feng dan dua wanita yang juga telah selesai membersihkan dirinya.


“Kita akan langsung menuju ibukota Kekaisaran Tang...” Reinar lalu membuat gerbang teleportasi dan membiarkan anggota kelompoknya lebih dulu memasuki gerbang teleportasi, baru setelah semuanya masuk dia menjadi yang terakhir masuk dan setelahnya dia menghilangkan keberadaan gerbang teleportasi ciptaannya.


***


Bersambung...