The World Emperor System

The World Emperor System
Identitas Pangeran Istana Surgawi



Hari-hari berlalu begitu cepat, tiga sosok manusia muncul di pinggiran hutan yang tak terlalu jauh dari Kota Danau Biru, Ibukota Kekaisaran Dong Ma. Ketiga sosok manusia itu tak lain adalah Reinar beserta kedua istrinya.


Dari kejauhan mereka bertiga dapat melihat kemegahan benteng kokoh yang melindungi Kota Danau Biru beserta Istana Kekaisaran Dong Ma yang ada di dalamnya. Meski tak semegah dan sekokoh benteng pertahanan yang akan dibuatnya, Reinar cukup mengagumi desain dari benteng yang tengah dia lihat.


Puas mengagumi benteng Kota Danau Biru dari kejauhan, mereka bertiga akhirnya memutuskan untuk pergi ke arah jalan besar yang akan membawa mereka langsung menuju Gerbang Kota Danau Biru.


Melihat antrean di depan pintu gerbang yang sangat panjang, Qinyu berkata pada Reinar. “Setidaknya kita akan berada di tempat ini sampai malam kalau terus ikut mengantre, sedangkan gerbang akan sepenuhnya di tutup sebelum datangnya malam. Sekalipun ikut mengantre, kemungkinan baru besok kita bisa masuk kedalam Kota Danau Biru...”


Reinar dan Yang Yifei menganggukkan kepalanya setuju dengan apa yang baru dikatakan Qinyu. Mereka ingin cepat masuk ke Kota Danau Biru dan melihat kedalam Istana Kekaisaran Dong Ma, setelah itu mereka akan kembali ke wilayah Sekte Mawar Putih untuk kembali berusaha meningkatkan kekuatan mereka. Tetapi gara-gara sebuah antrean, kembali perjalanan mereka harus terhambat.


Reinar akhirnya memutuskan akan menggunakan teknik teleportasi nya, tetapi dia akan menggunakan itu saat malam hari. Sambil menunggu waktu malam, ketiganya pergi jalan-jalan menikmati keindahan hutan yang ada di sekitaran Kota Danau Biru.


Sambil pergi jalan-jalan, ketiganya juga berburu binatang biasa untuk memenuhi asupan makanan di saat mereka tidak menyerap energi Qi untuk memenuhi kebutuhan makanan mereka.


Saat malam mulai datang, Reinar mengajak kedua istrinya kembali ke sekitaran benteng kokoh yang mengelilingi Kota Danau Biru. Ada kuban pelindung yang melindungi bagian langit di atas wilayah Kota Danau Biru, dan karena keberadaan kubah itulah tak akan ada orang yang dapat memasuki Kota Danau Biru tanpa melalui gerbang masuk yang sekaligus menjadi gerbang pemeriksaan.


Tetapi kubah pelindung itu tidak akan pernah bisa menghalangi Reinar untuk memasuki wilayah Kota Danau Biru.


Ketika Reinar dan kedua istrinya telah berada di dalam Kota Danau Biru setelah melewati gerbang teleportasi yang dibuat Reinar, ketiganya tidak langsung pergi meninggalkan tempat itu karena mereka melihat kejadian yang tak senonoh tengah terjadi tak jauh dari tempat kemunculan mereka.


Terlihat oleh mereka lima orang pria berpakaian prajurit yang tengah memaksa dua orang wanita untuk melayani nafsu bejat mereka. Kelima pria itu mencoba merobek pakaian yang digunakan oleh kedua wanita itu, tetapi usaha mereka sulit di lakukan karena kedua wanita itu terus melakukan perlawanan.


“Wanita jal*ng, lebih baik kalian menuruti kemauan kami!...”


“Kepala prajurit, kenapa juga kita harus bersikap lembut pada dua wanita jal*ng seperti mereka?...” Kata salah satu prajurit kepada kepala prajurit yang saat ini tengah mencengkeram wajah salah satu wanita.


Kepala prajurit tersenyum lalu dia menatap wanita yang ada di cengkraman tangannya. “Kau benar, wanita jal*ng seperti mereka tak pantas mendapatkan perlakuan lembut dari kita. Mau tidak mau, kita akan membuat mereka melayani kita malam ini, kalau perlu, kita bisa membunuh mereka setelah kita puas menikmatinya!..” Ujar pemimpin prajurit sambil menampar wajah wanita yang baru terlepas dari cengkraman tangannya.


Bibir wanita itu robek dan mengeluarkan darah segar setelah terkena tamparan keras kepala prajurit, tetapi dia tetap berusaha untuk melepaskan diri dari kepala prajurit yang terus mencoba merobek-robek pakaiannya. Sedangkan untuk wanita yang satunya, dia hampir sepenuhnya kehilangan seluruh kain yang menutupi tubuhnya setelah empat orang prajurit bekerjasama merobek dan merusak pakaian yang dia kenakan.


Pemimpin prajurit tertawa kecil saat dia berhasil merobek kain yang menutupi bagian dada wanita yang terus melakukan perlawanan saat dia ingin merebut kesuciannya. Tangan pemimpin prajurit mencoba menyentuh apa yang sudah dia lihat, tetapi saat tangannya bergerak ke arah dada milik si wanita, tiba-tiba dia merasakan perih di dadanya dan saat dia melihat ke arah tangannya, dia dapat melihat setengah lengannya yang sudah terpotong, dan potongan lengan tangannya kini tepat jatuh di dekat kakinya.


Kepala prajurit mengerang menahan sakit, tetapi dengan sorot mata tajamnya, dia mengangkat wajahnya dan melihat ke sekeliling mencari sosok yang diam-diam telah melakukan serangan ke arahnya.


“Kalian berdua, periksa tempat ini dan cari orang yang sudah berani memotong lengan tangan ku!...” Kepala prajurit memberi perintah pada dua dari empat prajurit yang terkejut saat melihat kondisi lengan tangannya untuk mencari keberadaan orang yang diam-diam melakukan serangan ke arahnya.


Saat kedua prajurit ingin pergi menjalankan perintah kepala prajurit, tiba-tiba saja tubuh mereka tak dapat bergerak dan tak lama mereka jatuh tersungkur. Bersamaan dengan tumbangnya dua prajurit, muncul sosok pemuda yang langsung melenyapkan dua prajurit lainnya, dan hanya menyisakan kepala prajurit yang baru mengkonsumsi pil pemulih.


Sosok pemuda yang muncul adalah Reinar, sedangkan kedua istrinya, diam-diam mereka menyelamatkan dua wanita yang hampir di rusak masa depannya oleh kepala prajurit dan empat orang prajurit lainnya. “Melecehkan seorang wanita adalah tindakan yang tidak dapat dimaafkan, semoga saja Dewa Kematian tidak terlalu kejam saat memberi hukuman kepada mu setelah kamu pergi ke alam kematian!...” Kata Reinar.


Selesai berkata, Reinar menghilang dari tempatnya dan muncul di dekat kepala prajurit yang telah kehilangan kepalanya. Setelah memastikan seluruh musuhnya mati, dengan menjentikkan jari, seluruh mayat yang telah reinar kumpulkan terbakar api berwarna hitam dan hanya butuh waktu beberapa detik mayat-mayat itu telah berubah menjadi abu.


°°°


Reinar dan kedua istrinya telah berada di kediaman dua wanita yang baru mereka selamatkan. Kedua wanita itu ternyata adalah bagian dari prajurit keamanan kota, dan orang-orang yang tadi ingin merenggut kesucian mereka adalah rekan mereka yang malam ini bertugas melakukan patroli keamanan.


Tetapi mereka berdua tidak menyangka kalau sosok kepala prajurit yang selalu baik kepada mereka, ternyata dia lah yang menjadi otak utama di balik apa yang malam ini telah menimpa mereka berdua.


Reinar, Qinyu, dan Yang Yifei hanya menggelengkan kepalanya saat mendengar cerita dari Chu Zhia, dan Chu Zhu, dua wanita kembar yang baru mereka selamatkan. Walau hanya prajurit Kekaisaran, tetapi tingkat kultivasi mereka telah berada di tingkat Dewa Penguasa tahap puncak, dan selama ini hanya mereka berdua lah yang tahu tingkat kekuatan mereka.


“Ah iya, sebenarnya kalian siapa?... Aku sebelumnya belum pernah melihat kalian, dan aku yakin kalau kalian bukan berasal dari Kota ini!...” Tanya Chu Zhia yang penasaran dengan identitas tiga orang yang baru menyelamatkannya.


Reinar dan Qinyu hanya tersenyum, sedangkan Yang Yifei, dia mulai menjawab pertanyaan Chu Zhia. “Tentu saja kalian belum pernah melihat kami, karena kami baru hari ini datang ke Kota ini, dan kami semua berasal dari Kota Bulu Angsa yang berada di wilayah timur Benua Selatan...”


Chu Zhia dan Chu Zhu yang mendengar itu hanya menganggukkan kepalanya. “Aku penasaran, kenapa kalian tidak menggunakan penampilan asli kalian?...” Tanya Chu Zhu saat pupil mata hitamnya telah berganti warna menjadi warna hijau.


Reinar yang tak pernah mengira kalau penyamarannya akan dengan cepat terbongkar oleh satu dari wanita yang baru dia selamatkan, dia berpikiran kalau Chu Zhu memiliki sesuatu yang istimewa di dalam matanya, dan saat mendengar suara Lilia yang memberinya informasi, Reinar hanya bisa menghela nafas dan menunjukkan wujud aslinya begitu juga dengan Qinyu dan Yang Yifei.


“Kekuatan mata yang sangat luar biasa...” Kata Reinar sambil menunjukkan pupil matanya yang berwarna emas.


“Ras Immortal!... Akhirnya kita menemukan keberadaan Pangeran Istana Surgawi...” Chu Zhia dan Chu Zhu segera berlutut di hadapan Reinar.


Reinar kebingungan saat mendengar perkataan Chu Zhia sebelum mereka berlutut di hadapannya, dan buru-buru dia menyuruh mereka berdua bangkit karena dia ingin mendengar penjelasan dari mereka tentang apa yang baru mereka katakan.


“Kalian berdua bisa bangkit, dan jelaskan padaku tentang siapa Pangeran Istana Surgawi yang baru kalian katakan!...” Kata Reinar meminta penjelasan kepada Chu Zhia dan Chu Zhu.


Mendengar perkataan Reinar, Chu Zhia dan Chu Zhu tidak langsung membalasnya. Mereka masih saling menatap satu sama lainnya, lalu setelah Chu Zhu menganggukkan kepalanya, Chu Zhia mulai memberi penjelasan pada Reinar.


“Mata emas yang tuan muda miliki, menunjukkan kalau tuan muda adalah satu-satunya Putra dari penguasa tiga dunia, Yang Mulia Shen Li Quan. Sebagai satu-satunya putra Yang Mulia Shen Li Quan, tuan muda telah di takdirkan untuk menjadi penerus posisi Yang Mulia Shen Li Quan, dan sejak lahir tuan muda telah mendapatkan gelar sebagai Pangeran Istana Surgawi. Istana tempat yang dulunya sempat kami tinggali...”


Selesai Chu Zhia memberi penjelasan, tiba-tiba saja tubuhnya mengeluarkan cahaya begitu juga dengan tubuh Chu Zhu. Setelah cahaya di tubuh mereka menghilang, Reinar dapat melihat dua wanita yang kekuatannya berada di tingkat Dewa Pencipta tahap puncak.


Namun bersamaan dengan hilangnya cahaya yang keluar dari tubuh Chu Zhia dan Chu Zhu, sosok pria berjubah emas muncul di hadapan Chu Zhia dan Chu Zhu sambil menggelengkan kepalanya.


Melihat kemunculan pria itu, Chu Zhia dan Chu Zhu hanya tersenyum kecil lalu mereka segera menundukkan kepalanya. “Salam kepada Ayahanda!...”


Pria yang mereka panggil Ayahanda hanya tersenyum lalu menggerakkan tangan menyuruh keduanya untuk kembali menegakkan kepalanya. “Mau sampai kapan kalian bersandiwara di depan adik kalian?...” Kata pria berjubah emas yang tak lain adalah Shen Li Quan.


Chu Zhia dan Chu Zhu hanya tertawa riang dengan kedua tangan menutupi mulut mereka.


Sementara itu, Reinar yang sejak awal sudah tahu identitas dari pria berjubah emas, dia hanya menatapnya dengan acuh. Bukannya membenci sosok Shen Li Quan yang merupakan Ayah nya, tetapi Reinar sudah terlalu bosa melihat sosok yang terus mengikutinya kemanapun dia pergi.


Qinyu dan Yang Yifei terkekeh geli melihat ekspresi wajah kesal suaminya. Mereka sudah tahu tentang identitas asli dari suami mereka yang tak sederhana, dan mereka juga sudah pernah bertemu dengan Shen Li Quan saat pria itu menemui mereka. Shen Li Quan sengaja menemui semua istri putranya hanya untuk meminta mereka selalu setia kepada putranya.


Shen Li Quan tidak ingin ada yang mengkhianati putranya, dan menyebabkan kemarahannya. Dia tahu kalau putranya adalah sosok yang baik walau tangannya tak lagi suci dan bersih, tetapi tiga Dunia bisa hancur kalau dia menginginkannya di saat dia dikuasai oleh kemarahan.


“Tua bangka, apa kau bisa pergi!... Kehadiranmu membuat buruk suasana malam ku!...” Kata Reinar dingin dan acuh.


°°°


Jangan lupa like dan komentarnya setelah selesai membaca, terimakasih...