
Ratusan ribu orang yang menjadi bawahan Yuan Jin telah kehilangan kekuatan mereka, dan kini mereka semua telah menjadi manusia biasa. “Apa ini, kenapa aku tiba-tiba menua?.... Kekuatan ku yang aku latih selama ribuan tahun hilang, dan kini aku terlihat seperti orang tua yang begitu rapuh....”
Banyak petinggi Kekaisaran Dewa Langit yang kini terlihat layaknya seperti orang tua, padahal sebelumnya mereka terlihat masih seperti seorang manusia di usia tiga puluhan tahun. Bahkan ada seorang petinggi Kekaisaran yang seketika tak bisa menggerakkan tubuhnya begitu dia kehilangan kekuatannya.
“Lihatlah, ini lah yang akan kalian dapatkan saat kalian mengabdikan hidup kalian kepada seorang iblis yang hanya mengejar kekuatan dan kekuasaan di sepanjang hidupnya....” Kata Reinar sambil menggelengkan kepalanya saat melihat keadaan para petinggi Kekaisaran Dewa Langit yang menjadi bawahan Yuan Jin.
Di sisi Yuan Jin, dia terkekeh saat dia ikut mendengar apa yang dikatakan oleh Reinar kepada para bawahannya yang kini telah menjadi manusia biasa. “Hanya sekumpulan orang lemah dan bodoh, mereka memang pantas aku korbankan untuk mencapai semua tujuan ku....”
Reinar menggelengkan kepalanya. “Walaupun aku tidak mengenal mereka, tetap saja apa yang kamu lakukan pada mereka itu sangat tidak bisa di maafkan....” Ujar Reinar pelan namun masih dapat di dengar oleh Yuan Jin.
“Aku tidak butuh maaf dari siapapun, yang aku butuhkan saat ini hanyalah kekuatan dan kekuasaan. Kau hanya bocah yang belum terlalu lama hidup di alam semesta ini, jadi wajar bagimu tidak tahu sepenting apa kekuatan dan kekuasaan di alam semesta ini....”
Mendengar apa yang dikatakan oleh Yuan Jin, membuat Reinar benar-benar menganggap sosok itu sebagai sampah yang harus segera dibersihkan. Sikap Yuan Jin yang menggunakan kekuatan orang lain untuk meningkatkan kekuatannya itu sangatlah menjijikkan baginya. Kalaupun dia juga menggunakan kekuatan orang lain untuk meningkatkan kekuatannya, itu hanya dia lakukan kepada musuh yang sudah mati di medan perang.
Sesaat Reinar melirik kumpulan para petinggi Kekaisaran yang terlihat seperti sekumpulan mayat hidup yang tak lagi punya semangat hidup. Wajar baginya melihat mereka seperti itu, bagaimanapun juga mereka telah berlatih dan bekerja keras selama ratusan bahkan ribuan tahun. Kehilangan kekuatan dalam sesaat tentu mempengaruhi jiwa dan mental mereka.
Memikirkan itu, membuatnya ingin segera menghabisi Yuan Jin, si sampah yang keberadaannya benar-benar mengganggu pemandangan di alam semesta ini. Bagaimanapun kekuatan yang dimiliki orang lain adalah kekuatan hasil kerja keras mereka, mengambil kekuatan mereka secara pakasa adalah sesuatu yang tidak dibenarkan, dan tak ada maaf untuk siapapun sosok yang melakukan itu.
Dengan sorot mata tajam, Reinar menatap Yuan Jin yang tengah mencoba membiasakan diri dengan kekuatan baru miliknya. Yuan Jin terlihat lebih kuat dari sebelumnya, tetapi di mata Reinar dia tetaplah sosok yang sangat lemah, dan belum layak untuk dikatakan sebagai lawan terkuatnya.
Yuan Jin terlihat menyeringai begitu dia telah terbiasa dengan kekuatan barunya, tetapi seketika seringaian di wajahnya menghilang saat dia melihat ke arah Reinar yang terlihat begitu santai walau kini kekuatannya telah meningkat, dan anehnya dia tetap tidak bisa melihat tingkatan kekuatan Reinar.
Melihat Yuan Jin yang terdiam saat melihat kearah nya, membuat Reinar terkekeh geli lalu dia berkata. “Kau masih terlalu lemah untuk melihat kekuatanku yang sesungguhnya....”
Selesai berkata, Reinar kembali melesat dengan kecepatan tinggi ke arah Yuan Jin sambil mengayunkan tinju yang dilapisi energi Qi yang bercampur dengan energi mana keemasan yang hanya dimiliki oleh Reinar.
BOOMMM
AARRGH...
Yuan Jin terpental ratusan meter ke belakang dan seketika dia memuntahkan darah begitu tubuhnya membentur dinding aula yang kemudian hancur menimpa dirinya. Mencoba bangkit, Yuan Jin merasakan sesak di dadanya, dan itu tak bisa langsung menghilang walau dia mencoba memulihkannya. “Padahal aku sudah meningkatkan kekuatanku, tetapi kenapa kamu masih saja lebih kuat dariku?.... Kau, seberapa kuat kau yang sebenarnya?....”
Tak ingin berlama-lama membahas sesuatu yang tidak penting dengan Yuan Jin, Reinar kembali menyerang Yuan Jin yang terlihat belum siap menghadapi serangan beruntung darinya, dan akibatnya dia kembali terpental dengan luka yang semakin parah. Bahkan sekarang lukanya terlihat lebih parah dari sebelumnya.
“Aku sudah terlalu banyak membuang waktu ku untuk mendengar ocehan tidak penting mu. Saat ini aku akan benar-benar menghancurkan mu dan membuat keberadaan mu menghilang dari alam semesta ini!....” Ujar Reinar yang kini terlihat lebih serius menghadapi Yuan Jin.
Bola-bola elemen keluar dari tubuh Reinar dan mengelilinginya seolah sedang melindunginya. Tetapi begitu bola-bola yang tiap warnanya mewakili elemen yang dimiliki oleh Reinar keluar, semua orang dapat merasakan tekanan dari besarnya energi bola elemen milik Reinar. Para petinggi Kekaisaran yang telah kehilangan kekuatan, mereka masih dapat bertahan dari tekanan itu berkat perlindungan dari bawahan Reinar.
“Pemilik seluruh elemen?.... Sial, sepertinya dia lebih mengerikan dari Ayahnya!.... Aku benar-benar bodoh karena telah meremehkannya, tetapi aku akan menggunakan seluruh kekuatan ku untuk mencari celah agar dapat meninggalkan tempat ini....”
Aura energi berwarna merah kehitaman segera menyelimuti tubuh Yuan Jin saat dia menggunakan seluruh kekuatannya untuk melawan Reinar. Walau tahu dia tak akan menang, dia akan berusahan membuat sedikit celah untuk membuatnya dapat melarikan diri. Dengan mengorbankan kekuatannya, dia akan berusaha berpindah dimensi dengan teknik yang hanya dimiliki oleh ras nya.
Hanya dengan lambaian tangannya, seluruh bola elemen yang menyelimuti nya melesat kearah Yuan Jin. Tak ingin mati dengan cepat, Yuan Jin menggunakan seluruh kekuatannya untuk menghalau serangan Reinar, namun sekuat apa pun pertahanan milik Yuan Jin, itu masih belum cukup untuk menghalau serangan yang dilakukan oleh Reinar.
Saat pertahanan yang dia gunakan untuk menghalau serangan Reinar berhasil di tembus, Yuan Jin dapat melihat bola-bola elemen yang bergerak cepat kearah nya, dan dia berkeyakinan kalau bola-bola itu dapat dengan mudah membunuhnya.
Yuan Jin dengan kecepatan tinggi dia melesat keluar meninggalkan aula Kekaisaran Dewa Langit untuk menghindari serangan bola-bola elemen yang mengarah kepadanya. Namun sejauh apapun dia pergi, bola-bola elemen itu terus mengejarnya, bahkan kecepatan bola-bola itu dapat menyamai kecepatannya.
“Bagaimana mungkin bola-bola itu dapat mengikutiku, sedangkan aku sudah menggunakan kecepatan penuh?....” Yuan Jin padahal sudah menggunakan teknik teleportasi jarak pendeknya, namun anehnya bola-bola elemen milik Reinar masih saja mengejarnya.
Yuan Jin sesekali melancarkan serangan untuk menghancurkan bola-bola elemen yang terus mengejarnya. Namun semua usahanya sangatlah sia-sia, karena bola-bola elemen itu tetap utuh dan masih terus mengejarnya, tanpa menunjukkan kalau bola-bola elemen itu akan hancur atau berhenti mengejarnya.
Keputusannya memilih berpindah ke Dunia Immortal adalah sebuah kesalahan. Dia benar-benar tidak menyangka kalau pemilik Istana Surgawi sendiri yang datang untuk memburunya.
Dari kejauhan, Reinar hanya menjadi pengawas pertarungan Yuan Jin dengan bola-bola elemen ciptaannya. Dia tidak ingin menghabisi Yuan Jin dengan cepat, setidaknya dia ingin membuat sosok Yuan Jin tersiksa sebelum kematian datang menjemputnya. “Keberadaannya telah mencemari seluruh alam semesta. Aku tidak yakin kalau di seluruh alam semesta ini hanya ada satu sosok seperti Yuan Jin, dan sebagai pemilik takdir seorang Penguasa Galaksi, sudah menjadi tugas ku untuk melenyapkan orang-orang itu....” Guman lirih Reinar yang masih dapat didengar oleh Lilia yang berada di sampingnya.
“Sialan, kalau begini terus, aku harus terlebih dahulu mengalami luka parah baru aku dapat memindahkan jiwaku ke alam semesta lainnya!....” Ujar Yuan Jin yang mulai putus asa melarikan diri dari bola-bola elemen yang terus mengejarnya.
Melihat Yuan Jin yang mulai berputus asa, Reinar mulai menggerakkan bola-bola elemen untuk langsung menyerang tubuh Yuan Jin. “Setidaknya rasakan sedikit penderitaan sebelum kematian menjemputmu!....” Kata Reinar tenang.
BOOMM... BOOMM... BOOMM... BOOMM...
Dalam sekejap mata, kedua kaki dan tangan Yuan Jin lenyap bersama dengan suara ledakan yang memekakkan telinga.
“Kau tidak akan bisa membunuhku, aku adalah Ras Iblis Kuno, dan sang Pencipta telah memberkahi kami dengan sebuah keabadian, jadi jangan berharap makhluk rendahan sepertimu bisa membunuh ku!....”
BOOMMM....
Tiba-tiba tubuh Yuan Jin meledak, namun setelah tubuh Yuan Jin meledak, Reinar dapat melihat keberadaan sepuluh jiwa milik Yuan Jin yang menyebar ke berbagai arah.
Tak ingin membiarkan sosok Yuan Jin membuat kehancuran di tempat lainnya, Reinar segera membuat sepuluh tubuh bayangan untuk memburu dan menghancurkan seluruh jiwa milik Yuan Jin.
Namun tanpa sepengetahuan Reinar, ada pecahan jiwa kesebelasan milik Yuan Jin yang telah berhasil pindah ke alam semesta lainnya walau dia harus mengorbankan seluruh kekuatannya.
Jiwa kesebelas Yuan Jin telah berada di alam semesta yang sangat jauh dari Dunia Immortal, dan itu sejenak akan membuatnya aman dari kejaran orang-orang Istana Surgawi.
“Aku pasti akan kembali dan menghancurkan mu walau aku butuh jutaan tahun lamanya untuk bisa melakukan itu....” Teriak Yuan Jin yang kini jiwanya telah bersemayam di sebuah tubuh manusia biasa yang berada di dunia bernama Bumi.
°°°
Jangan lupa like, vote, dan komentarnya setelah selesai membaca, terimakasih....