
Dua ratus ribu prajurit istana langit membentuk barisan, dan mereka bersiap turun ke daratan untuk menemani Permaisuri langit bertemu dengan sosok Penguasa Dunia Immortal, yang pada kenyataannya dia juga merupakan seorang Raja sebuah Kerajaan yang tak lama lagi akan meningkatkan statusnya menjadi sebuah Kekaisaran.
Meski Reinar telah menjadi seorang Penguasa Dunia Immortal, yang artinya dia lah pemilik Dunia Immortal, Kerajaan Yang tetaplah menjadi tanggungjawabnya, dan sudah menjadi tugasnya untuk memakmurkan Kerajaan Yang. Apapun yang terjadi, Reinar akan membuat Kerajaan Yang menjadi sebuah Kekaisaran yang paling di segani di seluruh daratan Dunia Immortal.
“Aku masih belum tahu apa sebenarnya yang menjadi tujuan mereka menemuiku. Yang aku tau mereka tak sedikit pun memiliki niat jahat, dan yang jelas tujuan mereka bukanlah sesuatu yang akan membuat ku rugi....” Gumam Reinar yang siap menyambut kedatangan tamunya.
Reinar yang ditemani para istri serta putra dan putrinya, mereka sejenak mendongakkan kepalanya untuk melihat sebuah istana besar yang melayang di langit dan tengah bergerak mendekat ke tempat mereka. Dari kejauhan mereka dapat melihat bentuk sebuah istana yang jauh lebih megah dari istana Kerajaan Yang.
“Apa aku perlu langsung menyambut kedatangan mereka di udara, atau lebih baik aku menunggu mereka di tempat ini?....” Tanya Reinar kepada para istrinya yang berdiri sejajar di belakangnya.
Para istrinya saling pandang, lalu Freya yang berada tepat di belakang Reinar mmberi jawaban mewakili seluruh saudarinya. “Suamiku, lebih baik kita menunggu mereka di tempat ini. Lagian sudah ada para pria bertopeng dan beberapa Jenderal yang pergi menyambut kedatangan mereka....” Jawab Freya.
Cahaya berwarna putih terang bergerak turun dari istana langit yang melayang di atas istana Kerajaan Yang. Seorang wanita yang menggunakan gaun berwarna putih beserta dua ratus ribu prajurit yang mengiringinya terlihat berdiri di halaman istana Kerajaan Yang begitu cahaya putih terang yang menyelubungi mereka menghilang. Terlihat juga keberadaan belasan pria tua berbaris rapi tepat di belakang si wanita.
Reinar yang melihat wanita yang usianya masih sangat muda, tanpa sengaja dia melihat sebuah benang tipis berwarna kuning keemasan yang menghubungkan wanita itu dengan salah satu putranya.
Tak diragukan lagi, wanita itu adalah sosok pendamping yang telah di takdirkan sebagai pasangan hidup salah satu putranya. Para petinggi Istana langit juga melihat apa yang di lihat oleh Reinar, dan bagi mereka itu bukanlah suatu keanehan. Mereka justru bersyukur karena dengan adanya benang penghubung, bisa dikatakan kalau pria dan wanita itu sudah di takdirkan menjadi pasangan sehidup semati.
Zheng Shuang saat ini baru berusia tujuh belas tahun, dan sebagai seorang kultivator dia akan tumbuh sempurna sebagai seorang wanita pada usia tigapuluh tahun, dan dia akan mengalami penuaan saat dia tak lagi mampu meningkatkan tingkat kultivasi nya. Setidaknya Zheng Shuang akan terlihat sebagai yang sempurna selama jutaan bahkan sampai milyaran tahun.
Reinar yang senantiasa berdiri di tempatnya menyambut dengan senyuman kedatangan wanita yang di masa depan akan menjadi pendamping salah satu putranya. “Dengan kemunculan wanita itu, aku tidak perlu repot mencari penerus ku yang akan menjadi Penguasa Dunia ini setelah kepergianku....” Gumam lirih Reinar sambil melihat kearah Reon yang ada di gendongan Ibunya, Freya.
Zheng Shuang perlahan berjalan mendekat kearah Reinar, namun sesekali dia melirik kearah bayi mungil yang tak hentinya tersenyum saat melihat kearahnya. Walau masih dalam wujud bayi mungil, Zheng Shuang dapat melihat keagungan dari calon pendamping hidupnya, dan bisa di pastikan kalau bayi mungil itu di masa depan akan meneruskan takdir Penguasa Dunia Immortal yang saat ini tengah diemban Ayahnya.
“Sejak awal aku sebenarnya tidak mengerti apa yang menjadi tujuan mu mendatangi tempatku yang kecil ini, tetapi setelah melihat takdir yang mengikat mu dengan salah satu putra ku, kini aku mulai tahu apa yang mendasari mu mendatangi tempat ku ini. Dan aku sekarang dengan senang hati menyambut kedatangan mu bersama seluruh orang yang mengiringi mu....” Kata Reinar ramah saat Zheng Shuang sudah berada di hadapannya dengan posisi berlutut.
Bukan hanya Zheng Shuang, tetapi para petinggi istana langit dan ratusan ribu orang yang ikut turun ke halaman istana Kerajaan Yang juga berlutut di hadapan Reinar. Apa yang mereka lakukan adalah sebuah keharusan karena saat ini mereka tengah berada di hadapan sosok Penguasa dunia yang mereka tempati.
Reinar menyuruh Zheng Shuang dan yang lainnya bangkit berdiri, bagaimanapun juga di tidak menyukai orang-orang yang sering berlutut, apa lagi mereka melakukan itu di hadapannya.
“Aku tidak menyukai adanya orang yang berlutut di hadapan ku, jadi jangan pernah melakukan itu lagi kalau kalian masih ingin menghargai ku!.... Dari pada berlutut di hadapan ku, lebih baik kalian menikmati apa yang bisa kalian nikmati di Istana sederhana ini....” Ujar Reinar kepada semua orang, lalu dia mengulurkan tangannya kepada Zheng Shuang untuk membawanya berkumpul bersama keluarganya, walau dia belum mengenal siapa wanita yang dengan malu-malu menyambut uluran tangannya.
“Hehehehe.... Suamiku, apa kamu ingin mengambil apa yang sudah ditakdirkan untuk menjadi milik putramu ini?....” Ujar Freya yang melihat jelas bagaimana putranya sangat ingin berdekatan dengan wanita yang tengan memegang tangan Reinar.
“Aku cuma ingin memanjakan calon istri putra kecilku....” Balas Reinar dengan senyum lembut yang menghiasi wajahnya.
Mendengar balasan Reinar, semua istrinya tersenyum, dan tanpa meminta izin kepada Reinar, mereka mulai mengakrabkan diri dengan sosok Zheng Shuang yang wajahnya seketika memerah saat dia dikerumuni para wanita cantik yang kecantikannya sempat membuatnya minder sebagai seorang wanita.
Sementara itu, di halaman istana Kerajaan Yang juga diadakan acara penjamuan untuk ratusan ribu orang yang mendampingi Zheng Shuang turun ke wilayah Kerajaan Yang. Walau jumlah mereka sangat banyak, dengan jumlah pelayan istana Kerajaan yang dibantu puluhan ribu prajurit Kerajaan, acara penjamuan dapat berjalan baik tanpa adanya masalah.
Sebelum sampai di aula Kerajaannya, dua sosok pria bertopeng hitam yang merupakan sosok bawahannya muncul dan berlutut di hadapannya.
“Katakan apa yang ingin kalian katakan!....” Kata Reinar dengan ketenangannya.
“Tuan, ada rombongan besar yang berasal dari Kekaisaran Bintang tengah bergerak mendekat ke Ibukota Kerajaan....” Balas salah satu bawahannya.
Reinar mengerutkan keningnya begitu mendengar balasan salah satu bawahannya. “Kekaisaran Bintang, untuk apa Kekaisaran Benua Timur itu mendatangi Kerajaan ku?.... Bukannya mereka selama ini tidak pernah memiliki hubungan baik dengan empat Kekaisaran lainnya!....”
Kekaisaran Bintang, Kekaisaran penguasa Benua Timur yang selama ini sering membuat kekacauan di Benua lainnya, bahkan ratusan tahun lalu mereka sempat ingin menguasai wilayah Benua Selatan, namun usaha mereka di hentikan oleh Kaisar Kekaisaran Dewa Langit terdahulu yang waktu itu sangat menentang apa yang dilakukan Kekaisaran Bintang.
Dengan pamor buruk yang di miliki Kekaisaran Bintang, selama ini tak pernah ada Kekaisaran dari Benua lainnya yang ingin menjalin hubungan dengan mereka. Ketika mendengar Kekaisaran Bintang mendatangi Kerajaannya, Reinar merasa akan ada kekacauan kembali di Dunia Immortal, dan bisa jadi Kekaisaran Bintang lah yang menyebabkan semua itu.
“Aku akan datang sendiri untuk menyambut kedatangan mereka saat mereka memasuki wilayah Ibukota Kerajaan. Untuk saat ini kalian hanya perlu mengawasi mereka dari kejauhan....” Kata Reinar memberi perintah.
Kedua bawahan Reinar menganggukkan kepalanya mengerti, lalu setelah memberikan penghormatan kepada Reinar, mereka berdua segera pergi untuk melakukan apa yang diperintahkan oleh Reinar.
Reinar menarik nafas panjang setelah mendapatkan informasi penting dari Lilia tentang Kekaisaran Bintang. “Kalau itu yang menjadi tujuan mereka datang ke Kerajaan ku, aku benar-benar akan menghancurkan Kekaisaran itu sampai ke akar-akarnya....” Gumam Reinar sambil melanjutkan perjalanan menuju aula Kerajaannya.
Para petinggi Kerajaan Yang dan petinggi istana langit menyambut kedatangan Reinar yang baru saja memasuki aula istana Kerajaan Yang. Terlihat dengan jelas kalau para petinggi istana langit sangat mengagumi sosok Reinar yang begitu agung dan mendominasi.
Namun mereka sedikit merasakan kecewa karena bukan sosok Reinar lah yang akan menjadi pendamping junjungan mereka.
Setelah duduk di singgasananya, dengan tenang dia berkata kepada semua orang yang ada di aula istana Kerajaannya. “Di masa depan kita akan menjadi keluarga, jadi aku berharap mulai saat ini kalian semua bisa menjalin hubungan baik....”
Semua orang menganggukkan kepala setelah mendengar perkataan Reinar. “Yang Mulia, apa benar kalau Permaisuri langit akan menjadi pendamping Pangeran Reon?....” Tanya salah satu petinggi Kekaisaran yang tak dapat melihat keberadaan benang takdir yang telah mengikat Reon dengan Zheng Shuang.
Reinar menganggukkan kepalanya pelan, dia tidak ingin menutupi semua itu dari para petinggi Kerajaannya, bahkan semua petinggi Kerajaan Yang telah tahu identitas Reinar yang merupakan seorang Penguasa Dunia Immortal. Para petinggi Kerajaan Yang adalah orang-orang pilihannya yang tentu sangat dapat di percaya, dan karena itu jugalah dia tak ingin menutup-nutupi identitasnya sebagai Penguasa Dunia Immortal dari mereka.
“Karena takdir itulah istana langit dan Kerajaan Yang akan memiliki hubungan selayaknya hubungan sebuah keluarga....” Ujar Reinar dengan senyuman yang menghiasi wajah rupawan nya.
°°°
Jangan lupa like, vote, dan komentarnya setelah selesai membaca, terimakasih....