
Kota Bunga Api.
Suasana malam di kota Bunga Api terasa sama degan suasana malam di hari biasanya. Prajurit keamanan berjaga seperti biasa, dan perekonomian kota yang sepenuhnya dikuasai oleh keluarga Zhou juga berjalan seperti semestinya.
Di salah satu sudut benteng kota, dua prajurit kota yang berasal dari keluarga Zhou merasa malam ini sedikit lebih sunyi dari malam yang biasa mereka lalui.
“Hei, sejak tadi aku tidak mendengar suara binatang buas di hutan yang biasanya di waktu malam begini mereka sangat berisik.” Kata prajurit pertama.
“Bukan hanya tidak mendengar, tapi aku tidak merasakan keberadaan mereka. Padahal biasanya belasan atau puluhan dari mereka akan berjalan melalui sisi luar benteng saat malam.” Ungkap prajurit kedua.
Wusshh...
Tuk.. Tuk..
Dua kepala prajurit yang sedang asik mengobrol terjatuh setelah terpisah dari badannya.
Sebuah sosok muncul dari kekosongan setelah berhasil membereskan dua prajurit dari keluarga Zhou.
“Sangat bod*h menggunakan pakaian berwarna terang saat malam hari, dan bod*hnya lagi, warna itu dijadikan warna identitas keluarganya.” Kata Reinar, sosok yang menghabisi dua prajurit yang berasal dari keluarga Zhou.
“Mereka sudah bergerak.” Kata Reinar melihat kepulan asap yang berasal dari arah gerbang utama kota Bunga Api.
Melihat tanda dari kejauhan, dua sosok lainnya muncul di dekat Reinar.
“Kakak dan adik ipar, mari kita mulai pesta malam ini.” Kata Reinar, lalu dia dan dua orang yang bersamanya mulai mencari keberadaan prajurit yang berasal dari keluarga Zhou.
Saat mereka bertemu dengan prajurit dari keluarga Zhou, mereka akan membunuhnya tanpa banyak bertanya.
Sementara itu, Ling Duan dan pasukan yang dia bawa mulai menyerang basis kekuatan keluarga Zhou yang ada di kota Bunga Api. Dengan kekuatan Ling Duan dan pasukan yang dia bawa, sudah ribuan prajurit keluarga Zhou yang berhasil mereka bunuh dalam waktu yang begitu singkat.
“Rencana tetua agung sangat sederhana, tapi sangat efektif. Dia dan pasukan utamanya akan menyerang pasukan utama musuh secara diam-diam, dan dia telah menyiapkan sembilan tetua dan dua ratusan prajurit untuk menyisir kota untuk menghancurkan seluruh kekuatan keluarga Zhou yang tersebar di kota ini.” Gumam Reinar.
Suasana kota Bunga Api yang tenang kini di penuhi suara jeritan saat di banyak titik kota terjadi pembunuhan, tapi banyak penduduk kota tersenyum lebar saat tahu siapa-siapa saja yang menjadi korban pembunuhan. “Mungkin ini akan menjadi akhir dari keluarga kejam itu.” Batin seorang pria tua saat melihat lima prajurit dari keluarga Zhou mati tak jauh dari rumahnya.
“Kalian bersiaplah, kita akan langsung menerobos masuk ke wilayah terlarang milik keluarga Zhou.” Kata Reinar setelah menyerap ingatan dari salah seorang prajurit keluarga Zhou yang baru dia bunuh.
“Adik ipar, apa kamu yakin ingin langsung pergi ke tempat itu?.” Tanya Ling Feng.
“Aku lebih dari yakin untuk itu. Bagiku, membunuh mereka tak sesulit membalikkan telapak tangan.” Kata Reinar menjawab pertanyaan Ling Feng.
“Kalau begitu, mari kita mulai pesta utamanya.” Ujar Ling Feng menatap Reinar, lalu dia melihat adik iparnya yang tengah membuat gerbang teleportasi untuk mereka bertiga.
“Ini akan sangat menyenangkan.” Gumam Ling Zhe yang mulai ketularan kedua kakaknya.
Reinar dan Ling Feng hanya tersenyum mendengar suara lirih yang keluar dari mulut Ling Zhe.
“Ikuti aku.” Kata Reinar lalu dia memasuki gerbang teleportasi yang telah selesai dia buat, dan tak lama dia beserta dua orang yang mengikutinya sampai di kediaman Zhou Ziang yang berada di wilayah terlarang keluarga Zhou.
Prajurit elite yang menjaga kediaman Zhou Ziang terkejut dengan tiga sosok yang tiba-tiba muncul di halaman kediaman tuan mereka, dan tiga sosok itu menyerang prajurit penjaga yang mencoba menangkap mereka.
Di dalam kediaman Zhou Ziang. Zhou Jiang dan lima tetua tingkat tinggi keluarga Zhou segera pergi keluar ruangan mendengar keributan yang terjadi tak jauh dari tempat mereka berkumpul.
“Sepertinya beberapa orang telah berhasil menembus wilayah terlarang keluarga kita.” Kata tetua ketujuh keluarga Zhou.
“Ini sangat sulit dipercaya, bahkan tetua luar tidak dapat menghentikan mereka.” Kata Zhou Ziang heran.
“Kekuatan para tetua luar tak bisa di remehkan, dua dari mereka bahkan setara dengan kekuatanku, tapi bagaimana mereka bisa di terobos oleh orang-orang ini?.” Ungkap tetua ke sepuluh, tetua tingkat tinggi terlemah yang dimiliki keluarga Zhou.
Di halaman kediaman Zhou Ziang, Reinar dan dua orang yang bersamanya terus membunuh prajurit keluarga Zhou yang masuk dalam jarak serangan mereka. Sudah ratusan prajurit biasa dan puluhan prajurit elite yang mati ditangan mereka bertiga.
“Ling Zhe, hentikan!.” Teriak Zhou Lian, tuan muda pertama keluarga Zhou.
Prajurit keluarga Zhou melompat menjauhi tiga orang yang menjadi lawan mereka, sedangkan Reinar dan dua orang yang bersamanya, mereka dengan santai tetap berdiri dan menatap Zhou Lian yang berjalan mendekati Ling Zhe.
“Berhenti di tempatmu kalau kamu masih sayang dengan nyawa mu.” Kata Ling Zhe menatap jijik Zhou Lian.
Reinar menatap langit malam saat Zhou Lian menghentikan langkah kakinya. “Ikan besarnya akhirnya keluar sarang.” Kata Reinar.
Wusshh...
Wusshh...
Zhou Ziang, dan lima tetua tertinggi keluarga Zhou muncul dari gelapnya langit malam, dan mereka mendarat di dekan Zhou Lian yang tersenyum lebar melihat Ayah dan para Pamannya datang.
“Akhirnya yang di tunggu datang juga. Bagaimana, apa kalian menyukai kado yang aku berikan melalui lima tetua yang kemarin malam bertemu dengan ku?.” Kata Reinar dengan senyum meremehkan yang dia tujukan pada seluruh orang yang melihat kearahnya.
“Kau terlalu sombong anak muda, dan terimakasih telah datang ke tempat ku untuk menerima hukuman mu.” Balas Zhou Ziang lalu dia menatap Ling Zhe. “Hanya wanita jal*ng, mulai malam ini kau akan menjadi pelayan di atas ranjang kami semua....”
BOOMMM...
Zhou Ziang terlempar dan menghantam dinding kediamannya sebelum dia mengakhiri kata-katanya.
“Cuma besar mulut, tapi tidak punya kemampuan untuk melindungi dirinya sendiri.” Kata Ling Feng yang kembali berdiri di tempatnya setelah memberi pukulan ringan ke wajah Zhou Ziang.
“Sialan, pukulannya sangat kuat dan menyakitkan. Aku yang seorang Kaisar Langit puncak bahkan tak mampu melihat pergerakannya.” Batin Zhou Ziang yang kini tak akan lagi bermulut besar di depan dua pria yang masih terlihat tenang di hadapan ratusan orang kuat yang telah mengepung mereka.
Wushh... Wushh... Wushh...
Di atas langit kediaman kepala keluarga Zhou muncul Ling Duan dan sembilan orang tetua keluarga Ling yang telah selesai melakukan apa yang harus mereka lakukan.
Wajah Zhou Ziang seketika terlihat jelek saat melihat Ling Duan yang kekuatannya telah mencapai tingkat abadi bumi menengah. Tak ada pilihan lain baginya selain meminta pertolongan pada leluhur keluarga Zhou yang kekuatannya setara dengan Ling Duan.
Krakk...
Zhou Ziang menghancurkan lencana pemanggil yang berfungsi untuk memberitahu leluhur keluarga Zhou jika keadaan keluarganya sedang dalam bahaya.
Whushh....
Seorang pria tua berpakaian merah dengan garis-garis hitam muncul dari langit dan mendarat di samping Zhou Ziang.
“Siapa yang berani mengusik ketenangan keluargaku?.” Kata si pria tua leluhur keluarga Zhou menatap tajam kearah tiga orang yang auranya bukan berasal dari keluarganya.
Dia juga menatap sepuluh orang yang ada diatasnya, dan tiba-tiba tubuhnya bergetar saat dia menatap Ling Duan yang juga tengah menatapnya. “Dia berada di tingkat yang sama denganku.” Batin leluhur keluarga Zhou.
“Salam leluhur...” Kata Zhou Ziang dan seluruh anggota keluarga Zhou yang melihat kemunculan leluhur keluarganya.
Leluhur keluarga Zhou mengangguk. “Katakan, apa yang ingin kalian lakukan pada keluargaku?.” Tanya leluhur keluarga Zhou menatap tajam Reinar dan yang lainnya.
“Yang ingin kami lakukan, ehm kami hanya ingin bermain-main dan sekalian menghancurkan keluarga mu.” Kata Reinar santai sambil tersenyum.
***
Bersambung...