The World Emperor System

The World Emperor System
Serangan Empat Penjuru Mata Angin



Istana Kekaisaran Utara.


Aula pertemuan Kekaisaran Utara.


Seorang prajurit berlutut di hadapan Kaisar dan menyampaikan kabar yang baru dia dapatkan dari perbatasan. “Yang Mulia, sudah beberapa hari ini kita kehilangan kontak dengan benteng di perbatasan wilayah selatan.” Kata prajurit dengan hormat.


Kaisar mengernyitkan keningnya. “Bukannya itu sudah biasa terjadi.” Ungkap Kaisar.


“Mereka biasanya memberi laporan secara berkala setiap dua hari sekali, tapi ini sudah empat hari mereka tidak memberikan laporan, dan lagi kita juga kehilangan kontak dengan prajurit dari Kekaisaran Selatan.” Kata prajurit menjelaskan.


“Brakk....” Kaisar memukul meja yang ada di depannya.


“Sialan, sepertinya kita kecolongan!.” Kata Kaisar penuh amarah.


Semua petinggi Kekaisaran Utara yang ada di aula pertemuan terdiam. Mereka masih memikirkan apa yang sebenarnya yang terjadi di perbatasan Kekaisaran yang ada di wilayah selatan.


“Lucas, pergi ke wilayah selatan dan caritahu apa yang sebenarnya terjadi di tempat itu!.” Kata Kaisar.


Muncul sekelebat bayangan dari belakang tubuh Kaisar, dan begitu saja bayangan itu menghilang.


“Kalau apa yang aku pikirkan benar adanya, kita benar-benar terlalu meremehkan mereka.” Gumam Kaisar yang bisa di dengar seluruh bawahannya.


***


Kekaisaran Naga.


Wilayah para naga.


Helena, Ling Yue, Argust serta lima ribu prajurit Kekaisaran Naga telah bersiap pergi ke Kekaisaran Utara dengan masing-masing menunggangi seekor naga.


Zein dan Zet juga telah datang, dan mereka menjadi tunggangan Helena dan Ling Yue.


Ling Yue berasal dari ras manusia setengah naga. Dia memang tak bisa bertransformasi menjadi seekor naga, tapi dia 10 kali lebih kuat daripada naga yang sesungguhnya.


“Shania, seperti biasa, tunggu kami di istana dan jaga Ibunda serta Kakek.” Kata Ling Yue melihat Shania yang mengantar kepergian prajurit Kekaisaran Naga.


Shania tersenyum lalu berkata. “Jaga suami kita, dan kembalilah dengan selamat serta bawa kemenangan untuk kita semua.”


Ling Yue dan Helena mengacungkan jari jempol mereka. “Kamu tenang saja, kami akan menjaga suami kita, dan kemenangan sudah pasti akan menjadi milik kita semua.” Kata Ling Yue, dan dengan komando Argust, mereka mulai terbang meninggalkan Kekaisaran Naga dengan ribuan prajurit penunggang naga yang mengikuti di belakang mereka.


***


Kekaisaran Demones.


Gerbang ibukota Kekaisaran Demones.


Tiga puluh orang Jenderal serta lima ratus ribu prajurit Kekaisaran berbaris rapi keluar dari gerbang Ibukota Kekaisaran Demones.


Mereka bergerak dengan mengerahkan setengah kekuatan Kekaisaran untuk bergabung dengan prajurit Kekaisaran ras manusia yang juga telah bergerak menuju Kekaisaran Utara.


Dua orang Jenderal terkuat yang dimiliki Kekaisaran Demones memimpin seluruh prajurit Kekaisaran yang ada di belakangnya.


“Kekaisaran Utara, mereka selama ini memang sangat sombong.” Kata Jenderal Delon, Jenderal utama Kekaisaran Demones.


“Mereka sudah sering membuat keributan di perbatasan, tapi karena Yang Mulia Ratu menyuruh kita bersabar, kita hanya membiarkan mereka.” Balas Jenderal Sadek, Jenderal yang kekuatannya hampir menyamai kekuatan Jenderal Delon.


“Tapi sekarang Yang Mulia Ratu sedikit berubah sikapnya setelah pertunangannya dengan Kaisar Kekaisaran Naga. Yang Mulia Ratu sekarang lebih berani mengambil sikap pada mereka, bahkan sekarang kita akan bersatu dengan Kekaisaran manusia untuk menggempur Kekaisaran Utara.” Ungkap Jenderal Delon.


“Bukan hanya itu, ada sekitar lima ratus ribu prajurit elf pengikut Kekaisaran lama ras elf yang akan bersatu dengan kita, dan aku dengar Yang Mulia Ratu Luna juga akan ikut dalam peperangan kali ini.” Kata Jenderal Sadek.


“Kekaisaran Utara itu, sepertinya mereka salah mencari lawan.” Kata Jenderal Delon yang di sambut senyuman Jenderal Sadek.


“Mereka memang kuat, tapi aku ragu apa mereka bisa bertahan melawan kita semua.” Ungkap Jenderal Sadek.


Kedua Jenderal itu masih melanjutkan percakapan mereka sambil terus melanjutkan perjalanan.


***


Kekaisaran Roh.


“Arahkan istana keatas wilayah Kekaisaran Utara.” Perintah tegas Luna pada para penyihir yang mengendalikan pulau terbangnya.


“Yang Mulia, seluruh prajurit telah siap di posisinya masing-masing.” Kata seorang Jenderal berlutut di hadapan Luna.


“Bagus, kita akan tunjukkan pada mereka yang telah berani menyinggung suamiku jika mereka telah salah memilih lawan.” Kata Luna dengan sorot mata tajam menunjukkan jika dia tengah marah pada orang-orang Kekaisaran Utara.


“Yang Mulia, prajurit Kekaisaran Demones juga telah bergerak, dan lagi penyihir sensor kita merasakan pergerakan prajurit penunggang naga milik Kekaisaran Naga.” Kata sang Jenderal melanjutkan laporannya.


Luna tersenyum. “Mereka adalah prajurit yang sangat mengerikan, bahkan seluruh kekuatan yang kita miliki tak akan sebanding dengan mereka.” Ungkap Luna yang sangat tahu seberapa kuat prajurit penunggang naga milik Kekaisaran Naga.


“Kekaisaran Utara benar-benar salah memilih lawan.” Ungkap sang Jenderal.


“Mereka hanya sekumpulan orang sombong yang selalu menganggap remeh kekuatan ras lainnya, dan kesombongan merekalah yang akan menghancurkan mereka.” Kata Luna pada seluruh bawahannya.


Seluruh bawahan Luna mengangguk karena sepemikiran dengan Ratu mereka.


***


Kota Eregion.


Setelah memusnahkan prajurit Kekaisaran Selatan yang akan membantu Kekaisaran Utara, Reinar dan Freya telah kembali ke kota Eregion untuk mematangkan rencana penaklukan Kekaisaran Utara.


“Kekaisaran Demones dan Kekaisaran Roh telah bergerak, kedua kekuatan Kekaisaran itu akan menyerang dari arah utara dan Barat.” Kata Reinar yang telah berada di aula istana kota Eregion.


Lalu dengan santai Reinar melangkahkan kaki mendekati Vexia, Bella dan Marco. “Vexia, kamu bisa bergabung dengan prajurit Kekaisaran Demones, dan Bella serta Marco akan menemanimu. Satu lagi, dia juga akan ikut denganmu.” Kata Reinar menunjuk Nina dan dua orang yang bersamanya.


“Aku tidak akan membuat suamiku kecewa, wilayah utara pasti akan aku kuasai.” Kata Vexia tersenyum menatap Reinar yang juga tengah menatapnya.


“Dengan bantuan kami, tugas itu akan semakin mudah.” Imbuh Bella yang menyeret Marco untuk mengikutinya, dan di belakang Bella ada Nina dan dua penjaganya.


Reinar mengangguk dan tersenyum. Dia yakin dengan kekuatan kedua wanitanya yang bahkan bisa meluluhlantakkan seluruh wilayah Kekaisaran Utara.


“Jangan membunuh penduduk kota yang tak bersalah!.” Kata Reinar sebelum Vexia membawa seluruh orang yang bersamanya pergi.


“Freya dan Rhea, pergilah ke wilayah barat dan tunggu kedatangan Luna di perbatasan wilayah barat.” Perintah Reinar pada dua wanitanya yang lain.


Freya dan Rhea mengangguk. “Kami pergi dulu.” Kata Freya dan Rhea bersamaan, sebelum pergi, mereka tanpa sungkan meminta Reinar mencium kening mereka.


Dengan senang hati Reinar mencium kening kedua wanitanya, dan membuat banyak orsng iri melihat kemesraan Reinar dengan para calon istrinya.


Kini di aula istana kota Eregion hanya tersisa Reinar, walikota kota Eregion, serta beberapa bawahan sang walikota.


“Walikota, pimpin prajurit mu untuk menyerang dari arah selatan, dan biarkan aku dan seluruh prajurit Kekaisaran ku yang menyerang wilayah bagian Timu.” Ungkap Reinar.


“Kami pastikan wilayah selatan akan berhasil kami kuasai.” Kata walikota.


Reinar tersenyum senang melihat semangat walikota dan orang-orang yang ada di sisinya.


“Walikota, segera persiapkan seluruh prajurit mu.” Kata Reinar lalu dia pergi menghilang.


Reinar membuat 10 tubuh bayangan setelah dia masuk ke penginapan di kota Eregion yang sudah dia sewa.


“Kalian berlima pergi ke wilayah utara dan sisanya pergi ke wilayah barat. Tugas kalian hanya melindungi para wanitaku, dan ingat, jangan sampai ada wanitaku yang terluka walau hanya luka goresan.” Perintah Reinar tegas pada tubuh bayangan sebelum mereka berteleportasi ke tempat yang sudah di tentukan Reinar.


“Sekarang aku tinggal menunggu kedatangan mereka.” Kata Reinar.


Tak lama Reinar tersenyum dan langsung menghilang dari tempatnya saat merasakan kekuatan besar yang dengan kecepatan tinggi mendekati kota Eregion dari arah timur.


***


***Bersambung...***


Setelah pulang kampung, hari ini mau balik kota.


Kalau sebelum Maghrib sampai rumah, nanti malam akan up 1 part lagi.