The World Emperor System

The World Emperor System
Kematian Yang Menjijikkan



Jangan lupa berikan like sebagai penyemangat author serta komentar untuk saling berinteraksi 😊😊😊...


Ada unsur 18+, harap berhati-hati saat membaca...


Selamat membaca...


***


Seluruh orang dari Kekaisaran Ling telah kembali ke istana Kekaisaran Ling, termasuk kedua istri Reinar. Namun ada satu orang yang diam-diam masih berada di Kekaisaran Ling dan dia hanya mengirim dua tubuh bayangannya sebagai penjaga istrinya.


Saat semua telah kembali, Reinar masih berada di Istana Kekaisaran Wei dengan mengambil wujud seorang pelayan yang kecantikannya bagai seorang Dewi, bahkan sejak kemunculannya saat melaporkan kepergian Kaisar Ling dan orang-orangnya, banyak tuan muda yang tertarik dengannya.


Kaisar Wei Liang sendiri diam-diam tertarik pada kecantikan pelayan yang masih bersujud di depannya. Tak ingin di dahului orang lain, Kaisar Wei Liang meminta pelayan itu bangkit dan berdiri di samping singgasananya untuk menjadi pelayan pribadi yang hanya melayaninya.


Banyak tuan muda merasa geram dengan apa yang di lakukan Kaisar Wei Liang, termasuk Putra Mahkota Wei Ghuo. “Ayah sialan, tunggu saja, pelayan itu akan menjadi milikku!...” Kata Putra Mahkota Wei Ghuo membatin.


Acara pencarian jodoh pun berlanjut, dan sebagian besar tuan muda yang hadir di aula istana Kekaisaran Wei telah memilih wanita yang akan menjadi istri ataupun Selir di kediaman mereka. Tetapi ada beberapa tuan muda yang kekeh menginginkan pelayanan yang ada di samping Kaisar Wei Liang, termasuk Putra Mahkota Wei Ghuo yang menginginkan pelayanan itu untuk di jadikan sebagai Selirnya.


Kaisar Wei Liang tersenyum dan menatap Putra Mahkota Wei Ghuo beserta empat tuan muda yang masih berada di aula istana Kekaisarannya di saat para tamu lainnya telah pergi.


Tiba-tiba Kaisar Wei Liang memegang tangan pelayan yang ada di samping singgasananya. “Kalian tidak perlu berebut!... Malam ini kalian boleh menikmati tubuhnya, tetapi setelah aku merenggut kesuciannya...”


Mereka semua tertawa saat melihat pelayan yang tangannya tengah di pegang oleh Kaisar Wei Liang ketakutan. Tetapi mereka tak ada yang menyangka jika ekspresi ketakutan yang mereka lihat sebenarnya adalah tawa dari orang yang mungkin akan menjadi Dewa Kematian untuk mereka.


“Kalian semua pergilah, dan kalian bisa mengambil wanita ini di kediaman ku tepat di tengah malam!...”


Empat tuan muda segera pergi setelah mendengar apa yang dikatakan oleh Kaisar Wei Liang, namun tidak dengan Putra Mahkota Wei Ghuo yang masih berdiri di tempatnya.


“Ayahanda, apa kita bisa memulai pestanya?...” Tanya Putra Mahkota Wei Ghuo yang sudah tidak tahan ingin menyentuh tubuh pelayan yang lengannya tengah di pegang oleh Kaisar Wei Liang.


“Hahaha... Seperti biasa, kita akan menikmatinya sampai puas, dan setelah itu kita akan melemparnya ke tempat tiga serigala yang hanya mengais barang bekas dari kita...” Kata Kaisar Wei Liang lalu dia menarik lengan pelayang Kekaisarannya untuk pergi dengannya.


Sementara itu, Putra Mahkota Wei Ghuo yang tengah berjalan di belakang Kaisar Wei Liang, dia diam-diam telah menyiapkan rencana yang akan membuat pelayan di tangan Kaisar Wei Liang seutuhnya menjadi miliknya.


“Nikmatilah pelayan itu, tapi dalam dunia mimpi...” Kata Putra Mahkota Wei Ghuo membatin.


Mereka bertiga sampai di kediaman Kaisar Wei Liang, dan langsung menuju sebuah kamar. Putra Mahkota Wei Ghuo sebagai orang yang terakhir masuk, dia segera mengunci pintu supaya tidak ada yang mengganggu rencananya.


Kaisar Wei Liang melempar tubuh mungil si pelayan ke atas ranjangnya, tetapi saat ingin melepas pakaiannya, dia jatuh tak sadarkan diri setelah menghirup serbuk mimpi yang ditebar oleh Putra Mahkota Wei Ghuo.


Kaisar Wei Liang yang sudah terjatuh dalam dunia mimpi segera mengigau dan dia menggerakkan tubuhnya seperti sedang melakukan hubungan intim dengan seorang wanita, bahkan terdengar desahan keras dari mulut sang Kaisar.


“Biarkan dia seperti itu, dan tugasmu sekarang adalah melayaniku...” Kata Putra Mahkota Wei Ghuo lalu dia mulai membuka pakaiannya,.


Saat ingin membuka lapisan terakhir pakaiannya, tiba-tiba Putra Mahkota Wei Ghuo merasakan sakit di kepalanya dan pandangannya sedikit kabur, namun tak lama pandangannya kembali jelas tetapi kepalanya masih sedikit sakit.


“Kenapa dengan kepala ku?... Dan Siapa kamu, kenapa kamu begitu cantik?...” Putra Mahkota Wei Liang langsung mencium bibir wanita di depannya dan dengan kasar dia mulai melampiaskan nafsunya pada wanita cantik yang begitu pasrah melayani semua yang dia inginkan.


“Itu sangat menjijikkan...” Kata Reinar lalu dia pergi menjauh dari kamar yang ditempati Kaisar Wei Liang dan Putra Mahkota Wei Ghuo.


Reinar muncul di kamar yang semula dia tempati bersama kedua istrinya. “Biarkan mereka bersenang-senang sampai puas, dan perlahan racun yang aku tabur pasti akan membunuh mereka...” Kata Reinar lalu dia merebahkan tubuhnya sambil menunggu waktu malam.


Serbuk racun yang Reinar tebar adalah serbuk racun ilusi kematian di puncak kenikmatan. Serbuk racun itu Reinar beli dari toko sistem, dan racun itu akan segera membunuh orang yang terkena racun saat mereka telah kelelahan setelah terjebak dalam ilusi kenikmatan.


***


Tiba di halaman depan kediaman Kaisar Wei Liang dalam wujud pelayan pria yang bertugas menjaga taman, Reinar melihat tiga tuan muda tengah memuntahkan isi perutnya sesaat setelah mereka keluar dari kediaman Kaisar Wei Liang.


“Sialan, mereka sangat menjijikkan...”


“Pantas saja mereka mati, posisi mereka tentu akan membuat mereka mati dalam waktu singkat...”


“Jangan katakan itu lagi, itu benar-benar menjijikkan...”


Mereka bertiga kemudian pergi menjauhi kediaman Kaisar Wei Liang, dan tak lama puluhan prajurit keluar dari kamar Kaisar Wei Liang dengan membawa dua manusia dalam keadaan telanjang, dan tubuh mereka masih dalam keadaan menyatu dengan kepala di tempat yang berbeda.


“Itu benar-benar menjijikkan...” Kata Reinar yang segera memuntahkan isi perutnya.


Beberapa prajurit yang tidak tahan juga memuntahkan isi perutnya. Puluhan prajurit yang keluar dari kamar Kaisar Wei Liang, mereka semua merasa lebih baik mati di medan perang daripada melihat apa yang baru mengotori indra penglihatan mereka.


“Lebih baik aku menemui pria tua itu...” Gumam Reinar mengingat pris tua yang dia ikat di belakang kursi singgasana Kaisar Kekaisaran Wei.


“Swusshh...” Reinar muncul di dekat pris tua yang masih pingsan.


“Karena Kaisar bod*h itu aku berhasil menarik mu keluar dari bayangannya, dan karena kau selama ini sering membantunya dalam kejahatan yang dia lakukan, maka hanya kematian yang pas untuk aku berikan padamu...”


Reinar kemudian menusuk pria tua itu dengan menggunakan ratusan pedang yang tercipta dari skill penciptaannya, dsn tak lama pria itu mati setelah kehabisan darah.


“Urusanku di Kekaisaran ini sudah selesai, tapi aku masih punya segunung pekerjaan yang harus aku selesaikan jika ingin menghancurkan dinding pembatas Benua...” Gumam Reinar lalu dia menghilang dari istana Kekaisaran Wei bersama tersebarnya kabar kematian Kaisar Wei Liang dan Putra Mahkota Wei Ghuo yang begitu menjijikkan.


***


“Swusshh...” Reinar muncul di kamar miliknya yang ada di Kekaisaran Ling.


“Melihat tubuh indah mereka jauh lebih baik daripada aku harus melihat pemandangan menjijikkan di istana Kekaisaran Wei...” Kata Reinar dengan mata nakal yang tengah melihat milik istrinya yang sedikit berbulu.


Reinar mendekati ranjang tempat tidurnya dan melihat kalau kedua istrinya hanya pura-pura tidur, dan sepertinya dia sengaja menggoda Reinar dengan menunjukkan milik mereka yang tak lagi tertutup oleh apapun.


Dari posisi tidur mereka, Reinar tahu jika mereka sengaja menanti kedatangannya dan milik mereka sudah dipersiapkan untuk menyambut benda tumpul yang biasa menerobosnya.


“Kalian yang meminta, mana mungkin aku menolaknya...” Gumam Reinar lirih lalu dia secara perlahan naik keatas ranjang.


Reinar menyingkap kain yang menutupi area di bawah perutnya dan mengeluarkan si pembuat onar yang selalu ingin membuat onar dengan pasangannya. “Dasar dua benda yang suka membuat onar...” Kata Reinar dan kedua benda itu menyatu bersama dengan lenguhan lembut yang keluar dari bibir Shania.


Tak ingin membuat Ling Yue menunggu, jari-jari lincah Reinar mulai memainkan tugasnya, dan langsung membuat tubuh Ling Yue menggelinjang kegelian dan suara desahan lembut keluar dari mulutnya.


Suara yang keluar dari mulut kedua istrinya membuat Reina semakin bersemangat melayani kedua istrinya, dan sekali lagi terjadi pertarungan panas di sisa malam yang tak begitu lama.


Tepat saat matahari pagi terbit, Reinar telah terpuaskan oleh kedua istrinya. Dia dapat melihat senyum di bibir kedua istrinya, dan dia juga dapat melihat cairan bening di area wajah dan perut milik kedua istrinya.


“Aku lelah, lebih baik kita istirahat...” Kata Reinar lalu dia mulai istirahat dengan di peluk kedua istrinya, tak lupa Reinar menyelimuti tubuh mereka sebelum dia terlelap dalam tidurnya.


***


Bersambung...