
* Jangan lupa kasih like 👍 karena itu gratis 😊
* Rate ⭐ 5
* Vote / Kado seikhlasnya 😊
* Jika ada yang salah atau kurang, mohon di infokan!...
* Terimakasih.....😊😊
***
Reinar dan Lyon yang kembali melanjutkan perjalanan setelah mengalahkan Scorpion King, kini mereka sampai di wilayah hutan dengan aura kematian yang lebih kental dan membuat tubuh Reinar sedikit bergetar
Rooaaaarrrrr....
Rooaaaarrrrr....
Baru juga melanjutkan beberapa langkah, suara teriakan dari tengah-tengah hutan membuat Reinar dan Lyon terkejut, pasalnya teriakan itu terdengar begitu mengerikan, bahkan tanah pun bergetar hanya karena dua suara teriakan sosok yang berada di tengah-tengah kedalaman hutan.
“Suara ini, ya suara ini.... Suara ini sama persis dengan yang di katakan oleh satu-satunya rekan orangtuaku yang selamat karena dia hanya menunggu di pinggiran hutan kematian. Suara yang membuat tanah bergetar dan bisa membuat mati makhluk di sekitarnya, suara agung naga langit.” Kata Lyon dengan tubuh gemetaran.
Telinga Reinar yang mendengar kata-kata naga, dia segera menoleh dan melihat Lyon. “Naga?. Aku harus mendapatkan nya apapun yang terjadi.” Gumam Reinar lirih.
Lyon yang melihat Reinar terus berjalan kearah depan, dia merasa ada yang aneh dengan partnernya itu. “Apa dia akan bertarung dengan mereka?.” Tanya Lyon dalam hatinya.
Tanpa mempedulikan Lyon, Reinar terus saja berjalan menuju pusat suara. Saat Lyon berlari mengejar Reinar, dia tanpa sengaja terbentur dinding transparan yang tak terlihat tapi keberadaannya bisa di rasakan.
“Ini?. Bagaimana Reinar bisa melewatinya sedangkan aku tidak bisa melewatinya?.” Lyon menatap heran Reinar yang terus melangkah dan semakin menjauh.
Reinar sendiri awalnya tidak menyadari keberadaan dinding transparan yang menghentikan langkah Lyon, tapi setelah melihat Lyon, dia baru menyadari keberadaan dinding yang tidak bisa di lihat.
[Tuan, anda sudah di tunggu dua sosok di depan sana, tapi aku merasa mereka tidak memiliki niat buruk pada tuan.]
Sejenak Reinar berhenti dan berpikir, dia mencoba merasakan keberadaan bahaya yang mengancam, tapi dia benar-benar tidak merasakan bahaya sejauh yang bisa dia rasakan.
“Ini aneh, bukannya dua sosok itu makhluk terkuat di hutan ini, tapi kenapa mereka seolah menyambut kedatangan ku dengan tangan terbuka?.” Tanya Reinar penasaran.
[Kenapa tuan tidak langsung menanyakan kepada mereka.]
Tak lama setelah Lilia berkata, muncul sepasang pria dan wanita di hadapan Reinar dan mereka langsung berlutut.
“Setelah ribuan tahun menunggu, akhirnya kami bertemu kembali dengan Yang Mulia.” Kata wanita dengan pakaian khas China kuno berwarna putih polos.
“Ling Feng dan Ling Yue memberi hormat pada Yang Mulia.” Ungkap pria dengan penampilan sama persis dengan si wanita.
Reinar diam tak mengerti dengan apa yang harus dia lakukan. Dari nama-nama orang di depannya dia yakin jika dua orang di depannya bukan berasal dari benua Nebula, bisa jadi mereka berasal dari benua tengah, tapi anehnya mereka berada di benua Nebula.
“Kenapa kalian memanggil ku Yang Mulia?. Aku tidak mengenal kalian, dan bangunlah, tak seharusnya orang yang lebih dewasa berlutut di depan yang lebih muda.”
Reinar masih belum sadar jika dia telah mengungkap identitas aslinya yang bahkan Ibunya sendiri tidak mengetahuinya, dan semua terungkap saat dia bisa melewati dinding transparan yang tak bisa di tembus Lyon
Mereka tetap bersikeras berlutut di depan Reinar. “Yang Mulia adalah tuan kami, tolong Yang Mulia mengampuni kami yang tidak bisa menjaga Yang Mulia di saat Yang Mulia membutuhkan kami.” Kata Ling Feng.
Reinar mengerutkan keningnya mendengar apa yang di katakan Ling Feng. “Tuan kalian?. Bagaimana aku bisa menjadi tuan kalian, jika ini pertemuan pertama kita?.”
“Tuan tidak mengingat kami karena ingatan masa lalu tuan masih tersegel, dan tuan harus lebih dulu mencapai tingkatan Dewa untuk membuka segel ingatan tuan.” Jawab Ling Feng yang masih berlutut di atas tanah.
Reinar mengangguk, tapi tetap saja dia bingung. “Lilia, apa kamu bisa menjelaskan semua ini?.”
[Mereka berdua bukanlah penguasa atau pemimpin hutan kematian, tapi mereka hanyalah penjaga sesuatu yang ada di dalam lingkaran dinding transparan yang mencegah siapapun masuk kecuali tuan mereka, atau mereka telah mendapatkan izin.]
“Apa kau tidak bisa memberitahu ku apa sesuatu yang mereka jaga di tempat ini?.”
[Daripada bertanya padaku, kenapa tuan tidak langsung bertanya pada mereka, dan meminta mereka menunjukkan pada tuan tentang apa yang mereka jaga.]
“Kau jenius...." Kata Reinar memuji Lilia.
[Tuan saja yang terlalu b*d*h.]
Kata Lilia yang tentu tak bisa Reinar dengar.
Melihat Ling Feng dan Ling Yue, dia mengajukan sebuah pertanyaan pada mereka. “Ling Feng dan kamu Ling Yue, apa yang membuat kalian berada di hutan ini, dan untuk apa dinding transparan yang melindungi tempat ini?.”
“Kami di tempat ini untuk melindungi istana dan kota yang anda dirikan, dan dinding transparan merupakan sistem keamanan di tempat ini yang tak akan tertembus oleh siapapun, kecuali Yang Mulia dan para pengikut Yang Mulia.” Jawab Ling Feng.
Setelah Reinar mendengar jawaban Ling Feng, dia sedikit mengerti tentang apa dan siapa dirinya di masa lalu. “Dengan adanya istana dan sebuah kota, mungkin di masa lalu aku adalah seorang yang memiliki jabatan di salah satu Kekaisaran.” Batin Reinar.
“Kalau Yang Mulia ingin melihat istana dan kota yang kami jaga, kami akan mengantarkan Yang Mulia ke tempat itu, dan Yang Mulia bisa tinggal di istana itu seperti dulu.” Ungkap Ling Feng.
“Kalian bangunlah dan antarkan aku ke tempat itu, tapi sebelum itu adakah yang bisa menjaga temanku yang ada di luar dinding pelindung?.” Tanya Reinar mengingat Lyon yang masih terjebak di luar dinding pelindung.
Ling Feng dan Ling Yue bangun, dan bersama-sama mengantar Reinar ke tempat yang mereka jaga, tapi sebelum itu mereka berdua mengutus salah satu bawahan mereka untuk menjaga Lyon.
***
Reinar, Ling Feng dan Ling Yue telah sampai di depan gerbang kota dengan istana megah yang berada di tengah-tengah kota.
Begitu gerbang terbuka, Reinar dapat melihat bangunan kota yang sangat indah dan megah, bahkan dari gerbang kota Reinar dapat melihat bangunan istana yang menjulang tinggi.
Namun sayangnya kota ini kosong begitu juga dengan istananya. Di kota maupun istana hanya ada para bawahan Ling Feng dan Ling Yue, dan mereka bertugas menjaga dan merawat kota beserta istana yang ada di tengah-tengah kota.
Ling Feng menceritakan jika istana ini baru di bangun dan belum lama di tinggali Reinar di kehidupannya yang lalu. Penduduk kota pun saat itu juga belum banyak, dan mereka semua meninggalkan kota ini saat mendengar kematian Reinar di kehidupannya yang lalu.
Dapat di katakan jika kota ini ikut mati bersama dengan kematian pemimpinnya.
Meskipun sudah tidak di huni selama ribuan tahun, kota ini masih terlihat terawat dan tak ada kerusakan pada semua bangunan. Bagaimanapun juga, Ling Feng, Ling Yue dan seluruh bawahannya, mereka telah bekerja keras untuk menjaga semuanya agar selalu terawat dan tetap terlihat seperti dahulu.
Berjalan mengelilingi kota, Reinar semakin di buat takjub melihat kerapian tata bangunan kotanya di masa lalu.
“Yang Mulia, selamat datang kembali ke istana anda!.” Ling Feng membukakan gerbang istana, dan di dalamnya sudah ada ratusan orang yang berjajar di kiri dan kanan jalan menyambut kedatangan Reinar.
Saat Reinar melangkah masuk, semua orang yang menyambutnya menunduk dengan patuh.
“Entah kenapa aku merasa seperti sudah pernah menjadi seorang Kaisar, dan sambutan seperti ini susah terlalu biasa bagiku.” Kata Reinar dalam hati.
***
Di tempat yang jauh daru benua Nebula.
Seorang pria tua penjaga istana di pulau melayang yang berada di tengah-tengah danau, wajah yang semula datar, kini berubah menjadi berseri-seri saat dia merasakan pesan jiwa dari dua orang yang sangat jauh darinya.
“Setelah ribuan tahun akhirnya tuan telah kembali, dan sedikit lagi waktu yang tuan butuhkan untuk menyelesaikan apa yang dulu belum sempat tuan selesaikan. Untuk mereka-mereka yang telah berkhianat, semoga hari-hari kalian dipenuhi kebahagiaan sebelum hal buruk mendatangi kalian.”
***
***Bersambung***