
Reinar, Qinyu, dan Yang Yifei memimpin puluhan ribu prajurit memasuki kawasan hutan yang masuk dalam wilayah kekuasaan Ras Iblis dan Ras Malaikat Jatuh.
Selain puluhan ribu yang terdiri dari prajurit di tingkat Dewa Penguasa dan Dewa Surgawi, ada juga seratus ribu prajurit tingkat Kaisar Dewa yang dipimpin oleh Yang Zi, Yang Mi, Jasmin, dan Rose. Untuk keamanan Kota Bulu Angsa dan Sekte Mawar Putih, saat ini kedua tempat itu di jaga lebih dari tiga ratus ribu prajurit tingkat Raja Dewa, dan ada seribu prajurit tingkat Dewa Surgawi yang menemani mereka.
Puluhan ribu prajurit terus merangsek memasuki wilayah kekuasaan musuh, mengikuti pemimpin mereka yang tengah bergerak maju menuju benteng milik kedua Ras yang menjadi musuh mereka.
Setelah melewati gelapnya hutan walau keadaan masih siang hari, mereka dapat melihat benteng kokoh berwarna hitam yang diatasnya dijaga ketat oleh ratusan ribu prajurit dari dua Ras yang menyatukan kekuatannya. Reinar dan seluruh orang yang bersamanya tidak gentar saat melihat jumlah musuh yang berkali-kali lipat lebih banyak dari jumlah mereka.
Reinar mengangkat tangannya lalu dia gerakkan untuk menunjuk gerbang kokoh yang menghalangi jalan mereka. “Hancurkan gerbang yang ada di depan dan musnahkan siapapun yang menghalangi langkah kita!...” Teriaknya lantang.
“Hancurkan dan musnahkan!...” Teriak serentak puluhan ribu prajurit di belakang Reinar, lalu mereka mulai menerjang maju kearah benteng yang di miliki oleh Kerajaan Iblis.
Hanya dengan dua kali pukulan prajurit di tingkat Dewa Surgawi tahap menengah, gerbang benteng berwarna hitam meledak dan hancur menjadi serpihan kecil, dan menewaskan ratusan prajurit yang berjaga di belakang pintu gerbang.
Melihat gerbang yang sudah hancur, dengan cepat prajurit Reinar masuk kedalam benteng dan membunuh siapapun yang menghalangi langkah mereka. Lima ratus ribu prajurit penjaga musnah hanya dalam beberapa menit, dan satupun tak ada korban jiwa dari prajurit Reinar.
Mei Lin dan Oscar yang mendengar kabar hancurnya benteng pertahanan terkuat yang mereka miliki, mereka segera membawa seluruh Jenderal dan para petinggi Kerajaan untuk menghadang musuh dengan memperkuat pertahanan benteng Istana Kerajaan.
“Ini sangat buruk!... Sebelum aku bergerak untuk menyerang, kini mereka justru lebih dulu melakukan serangan ke wilayah ku...” Kata Mei Lin dalam hati.
Dengan di dampingi para petinggi Kerajaan dan puluhan Jenderal yang dimilikinya, Mei Lin dan Oscar melesat ke arah benteng Istana Kerajaan yang saat ini dijaga lebih dari satu juta prajurit, dan tentunya mereka jauh lebih kuat dari prajurit yang berjaga di benteng luar, benteng yang baru dihancurkan Reinar dan prajuritnya.
Tak lama Mei Lin dan orang-orang yang bersamanya sampai di benteng pertahanan Istana Kerajaannya. Sambil menanti kedatangan musuh, Mei Lin mengatur posisi prajuritnya supaya mereka berada di tempat dan posisi yang tepat
Mei Lin terus mengatur posisi prajuritnya sampai sepasang matanya melihat puluhan ribu prajurit bergerak mendekat ke arahnya. Jumlah prajurit yang dia lihat memang hanya berjumlah puluhan ribu, tetapi aura yang keluar dari tubuh mereka sanggup membuat tubuhnya bergetar.
Jumlah mereka memang jauh lebih sedikit dari prajuritnya, tetapi dia tahu kalau mereka dapat dengan mudah mengalahkan seluruh prajurit miliknya yang kekuatannya hanya setara dengan kultivator tingkat Kaisar Dewa. Jujur saja, saat ini dia lebih memikirkan cara untuk melarikan diri daripada harus berhadapan dengan mereka.
Mengalihkan pandangannya dari puluhan ribu prajurit musuh yang datang mendekat, wajah Mei Lin seketika menjadi jelek saat merasakan aura tiga sosok yang melayang di depan prajurit musuh. “Sialan, aura mereka bahkan bukan lagi seorang kultivator tingkat Dewa Surgawi, dan lagi pria itu, aku tidak tahu kekuatan apa yang sebenarnya dia miliki?...” Kata Mei Lin dalam hati.
Mei Lin ingin secepatnya pergi melarikan diri, tetapi langkahnya terhenti saat dia melihat kubah transparan yang tiba-tiba menyelimuti seluruh wilayah kekuasaannya.
Wajah Mei Lin merasa sial saat dia sadar kalau tak ada jalan untuk melarikan diri, dan lebih sialnya kini seluruh musuhnya sudah berjajar rapi tak terlalu jauh dari benteng Istana Kerajaannya dengan tiga orang yang menjadi pemimpin mereka.
Yang Yifei sebagai Patriak Sekte Mawar Putih mewakili suaminya untuk berbicara dengan pemimpin Ras Iblis sekaligus mengutarakan niat dari kedatangan mereka.
“Menyerah atau dimusnahkan?...” Kata Yang Yifei tegas dengan sorot mata tajam menyapu wajah para Iblis dan Malaikat Jatuh yang berdiri di atas benteng.
Prajurit dari Ras Iblis maupun dari Ras Malaikat Jatuh yang tidak bisa merasakan aura kekuatan musuh, mereka secara bersamaan mencibir apa yang dikatakan oleh Yang Yifei.
Dengan jumlah yang tak sebanyak mereka, tetapi berani mengatakan ingin memusnahkan mereka?... Hampir seluruh prajurit yang berdiri di atas benteng tertawa keras setelah menganggap musuh mereka sedang membuat lelucon.
Mendengar yang dikatakan salah satu Jenderal nya, ingin sekali Mei Lin menyobek mulut orang itu. “Apa dia bod*h?... Mengatakan hal seperti itu dan tertawa lantang di depan mereka, itu hanya akan mempercepat kematiannya...”
Baru juga Mei Lin menutup mulutnya, dia dan semua prajurit nya melihat tubuh Jenderal yang semula tertawa, tiba-tiba tubuh Jenderal itu terdiam dan bergetar. Dari bergetar, tubuh Jenderal itu perlahan roboh dan darah berwarna hitam mengalir keluar dari lubang hidung, mulut, dan telinganya. Setelah beberapa saat jatuh lalu kejang-kejang, tubuh Jenderal itu diam untuk selamanya setelah Dewa Kematian mencabut nyawanya.
Mei Lin, Oscar, dan para petinggi Kerajaan Iblis terkejut dengan apa yang baru mereka lihat di depan sepasang mata yang mereka miliki. “Bagaimana mungkin orang sekuat kultivator tingkat Dewa Surgawi tahap menengah mati begitu saja tanpa ada yang menyerangnya?...”
“Ini buruk, sangat-sangat buruk!... Pria itu, dia yang barusan melakukannya. Auranya sangat kuat, dan aura itu hanya dia tujukan pada satu orang. Jenderal ku bukan sosok yang lemah, tapi dia mati hanya dengan tekanan aura. Mati, aku pasti mati kalau berani melawannya...”
“Itulah yang akan di dapatkan oleh siapapun yang berani mengatakan sesuatu yang tidak-tidak kepada istriku!... Kalian hanya akan mati secara mengenaskan...” Kata Reinar dingin dan acuh.
Prajurit yang berjaga di atas benteng seketika diam, begitu juga dengan para petinggi Istana Kerajaan Iblis. Mereka tak lagi berani menghina musuh mereka, tetapi tiba-tiba saja mereka semua secara bersamaan merasakan hawa dingin di belakang punggung mereka.
Semua prajurit dari Ras Iblis dan Ras Malaikat Jatuh merasa kalau umur mereka tak akan lama lagi, dan benar saja, detik berikutnya, prajurit Reinar yang marah setelah mendengar nyonya mereka dihina, tanpa basa-basi mereka langsung menyerang prajurit dari kedua ras yang berada di atas benteng.
Reinar, Qinyu, dan Yang Yifei melayang menuju keatas benteng Istana Kerajaan Iblis. Reinar lebih dulu mendarat di atas benteng tepat didepan para petinggi Istana Kerajaan Iblis, dan diikuti oleh kedua istrinya yang mendarat tepat di belakangnya.
“Kalian hanyalah sekumpulan orang lemah yang tengah berkumpul menjadi satu. Aku heran, apa yang membuat kalian begitu berani mengklaim kalau kalian adalah penguasa di wilayah ini?...” Kata Reinar mencibir orang-orang yang ada di depannya.
Mendengar cibiran yang keluar dari mulut Reinar, tak satupun petinggi Istana Kerajaan Iblis yang berani membalasnya. Bahkan Mei Lin yang kekuatannya setara dengan kultivator tingkat Dewa Surgawi tahap puncak, dia hanya diam saat Reinar mencibir dirinya beserta orang-orangnya.
Belum ada yang dapat melihat tingkat kultivasi Reinar dan kedua istrinya. Kalau saja sejak awal mereka melihat tingkatan kultivasi yang mereka miliki, mungkin mereka akan memilih untu menyerah sebelum terjadi pertumpahan darah yang tentunya akan menempatkan mereka di pihak yang kalah.
Saat semua orang dari sisi kedua Ras terkutuk tengah dilanda ketakutan dan kecemasan, tiba-tiba muncul sosok bertubuh tinggi besar yang muncul dari langit. “Kalian sekumpulan makhluk rendahan berani membuat kerusuhan di Kerajaan ku!... Artinya kalian akan menjadi makananku...” Teriak sosok berwarna hitam dengan sepasang bola mata berwarna merah.
Sosok berwarna hitam itu menyerang prajurit Reinar, dan menyebabkan puluhan prajurit di tingkat Dewa Penguasa tahap puncak terpental dan langsung tak sadarkan diri, dan kejadian itu terus berlanjut sampai ribuan prajurit yang dibawa Reinar tak sadarkan diri setelah terkena serangan sosok yang terlihat begitu menakutkan.
Sementara sosok hitam terus menyerang prajurit Reinar, Wajah Mei Lin dan para petinggi Istananya terlihat berseri-seri saat melihat sosok hitam yang tengah membantai prajurit yang sebelumnya membuat mereka takut.
Sosok hitam dengan sepasang bola mata berwarna merah adalah sosok leluhur Ras Iblis yang kekuatannya setara dengan kultivator tingkat Dewa Sejati tahap awal. Dengan adanya sosok leluhur Ras Iblis di sisi mereka, Mei Lin dan orang-orangnya yakin kalau mereka dapat memenangkan peperangan.
Reinar merasa jijik melihat ekspresi kemenangan yang di tunjukkan orang-orang di depannya. Untuk menghilangkan ekspresi kemenangan di wajah mereka, dia dengan santai melambaikan tangan, dan hanya dengan lambaian tangan, sebuah gelombang energi yang begitu padat terbentuk lalu melesat dengan kecepatan tinggi kearah Leluhur Ras Iblis.
Saat gelombang energi padat itu menabrak tubuh Leluhur Ras Iblis, tubuh besar Leluhur Ras Iblis terpental ratusan meter dan baru berhenti saat menghantam Istana Kerajaan yang seharusnya dia lindungi.
Seketika ekspresi wajah Mei Lin dan yang lainnya berubah, dan ekspresi itu kembali membuat Reinar senang. “Sekali lemah, kalian tetapi akan menjadi makhluk lemah. Sekalipun ada orang kuat diantara kalian, di mataku dia tetaplah orang lemah...”
°°°
Jangan lupa like dan komentarnya setelah selesai membaca, terimakasih...