The World Emperor System

The World Emperor System
Kembali Ke Dunia Bawah



Reinar terkejut saat membuka mata dan merasakan kekuatan barunya yang begitu besar. Dia tidak pernah menyangka kalau bisa memiliki kekuatan sebesar sekarang.


Banyak perbedaan yang dia rasakan pada kekuatannya sejak pertama kali dia berpindah dunia. Waktu dulu masih menjadi tentara, dia merasa kalau kekuatannya sudahlah sangat luar biasa. Tetapi sekarang disaat dia dapat menghancurkan sebuah dunia, dia merasa kalau dirinya masihlah sangat lemah.


Dia kini tahu ada Dunia yang lebih tinggi, bahkan ada Alam Nirwana Agung yang menganggap kekuatan Dewa Immortal hanyalah sebuah lelucon. Selain Alam Nirwana Agung, juga ada Alam Penyihir, satu alam yang dikuasai oleh para penyihir, dan kekuatan puncak alam itu hanya satu tingkat di bawah kekuatan puncak Alam Nirwana Agung.


Setelah membiasakan dirinya, Reinar melangkahkan kakinya keluar dari ruangan, dan hanya dengan sedikit gerakan tangan, dia menghancurkan arai pembatas yang mengelilinginya. “Semua sudah selesai, kini saatnya kita memberi sedikit hukuman pada Kekaisaran Dong Ma yang selama ini sudah terlalu serakah...” Ujarnya saat dia melihat keberadaan kedua istrinya yang tengah bersama dengan kedua kakaknya.


“Kenapa juga harus terburu-buru?... Bukannya kita sudah memberinya sedikit hukuman dengan kematian Jenderal Barnard beserta ribuan prajuritnya!...” Kata Qinyu lalu dia mengajak ketiga wanita lainnya untuk berjalan mendekat ke arah Reinar.


Reinar hanya tersenyum mendengar itu. Dia lupa kalau kedua kakaknya baru memberikan hadiah terindah pada Kekaisaran Dong Ma. Kematian Jenderal Barnard setidaknya merupakan pukulan telah untuk pihak Kekaisaran, apalagi kejadian itu terjadi di dalam lingkungan wilayah Istana Kekaisaran Dong Ma.


Reinar lalu berkata. “Kalau begitu, bagaimana kalau kita pergi ke Dunia Bawah untuk menemui keluarga kita yang ada di sana, dan sekalian menjemput mereka?...”


Qinyu dan Yang Yifei langsung menganggukkan kepalanya setuju, begitu juga dengan kedua kakaknya. “Mari pergi ke dunia bawah!... Aku sudah sangat merindukan seluruh saudariku yang berada di sana...” Ungkap Qinyu senang.


Yang Yifei, Chu Zhia, dan Chu Zhu yang belum pernah pergi ke dunia bawah juga sangat ingin pergi ke tempat itu, dan lagi khusus untuk Yang Yifei, dia sangat penasaran dengan kesembilan saudarinya yang tengah mengandung calon anak dari suaminya.


Reinar menganggukkan kepalanya melihat antusiasme dari kedua istrinya dan juga kedua kakaknya. Sebenarnya bukan hanya mereka, Reinar sendiri juga senang akan dirinya yang akan kembali ke Dunia Bawah. Dia sudah sangat merindukan kesembilan istrinya yang ada di Dunia Bawah, dan dia juga sangat merindukan Ibu, Kakek, dan kedua kakaknya.


Reinar menggunakan cincin yang merupakan warisan dari salah satu Kaisar Naga untuk memindahkan dirinya beserta empat orang yang bersamanya langsung menuju Dunia Bawah. “Pejamkan mata kalian, dan saling bergandengan tangan. Ingat, jangan ada yang membuka mata ataupun melepaskan pegangan tangan sebelum aku menyuruh kalian untuk melakukannya!...” Ujar Reinar lalu dia memegang tangan Qinyu yang terhubung dengan tangan tiga wanita lainnya.


Swusshh...


Hembusan angin menerpa wajah Reinar saat dia sampai di daratan yang ada Dunia Bawah, tepatnya di wilayah daratan Benua Zhongjian.


“Akhirnya aku kembali ke Dunia Bawah!...” Kata Reinar lalu dia menyuruh Qinyu, Yang Yifei, Chu Zhia, dan Chu Zhu untuk membuka mata mereka.


Setelah melihat keempat wanita sudah mulai bisa membiasakan dirinya dengan keadaan Dunia Bawah, Reinar bertanya kepada Lilia tentang dimana dia sekarang. Dia tahu kalau saat ini berada di daratan Benua Zhongjian, tetapi dia tidak tau sedang berada di wilayah Kekaisaran mana.


“Aku tidak percaya kalau Kekaisaran Ling menjadi satu-satunya Kekaisaran yang berdiri di Benua Zhongjian, dan lagi Benua Nebula kini telah bersatu di bawah kepemimpinan Kekaisaran Naga...” Kata Reinar setelah mendapatkan informasi dari Lilia.


“Suamiku, apa kita akan langsung pergi ke Kekaisaran Naga untuk menemui seluruh saudariku?...” Tanya Qinyu yang sangat merindukan kebersamaannya dengan kesembilan saudarinya, walau saat ini sudah ada Yang Yifei yang bersamanya.


Reinar tersenyum menatap Qinyu dan Yang Yifei yang berdiri berjajar di hadapannya. “Kita akan langsung menemui mereka, dan untuk Kakak Zhia serta kakak Zhu, aku akan memperkenalkan kalian dengan kedua kakak ku yang ada di dunia ini...” Kata Reinar kepasa empat wanita yang ada di hadapannya.


“Kalau begitu ayo kita pergi!... Terlalu lama berada di tempat ini, justru akan membuatku semakin merindukan mereka...” Kata Qinyu yang diikuti anggukan kepala Yang Yifei.


Walau belum pernah bertemu dengan kesembilan saudarinya, Yang Yifei dapat merasakan adanya ikatan yang saling berhubungan diantara dirinya dan seluruh saudarinya. Seperti Qinyu, saat ini entah kenapa dia juga sangat merindukan sembilan sosok yang bahkan belum pernah dia temui.


Swusshh...


Sebuah gerbang teleportasi dibuat Reinar dalam hitungan detik.


“Kita akan langsung muncul di halaman Istana Kekaisaran Naga...” Kata Reinar lalu dia meminta Qinyu untuk memimpin mereka memasuki gerbang teleportasi.


Setelah keempat wanita melewati gerbang teleportasi buatannya, dia menjadi orang yang terakhir memasuki gerbang itu, dan dalam hitungan detik dia telah muncul di hadapan sembilan wanita berperut buncit yang langsung bergantian memberikan pelukan hangat kepadanya.


“Ayahmu telah menjemput mereka karena dia ingin melatih langsung kedua putrinya...” Kata Allea, Ibu dari Reinar yang selalu tahu dengan apa yang ada di pikiran putranya.


“Orang tua itu, dia selaku melakukan apa yang tidak pernah terpikirkan olehku!...” Kata Reinar sambil memeluk tubuh Ibunya yang kini semakin terlihat kecil saat dia semakin tumbuh tinggi.


“Sepertinya kamu sudah bertemu dengannya, dan lagi aku mencium aroma darah pria itu dari tubuh dua wanita cantik yang datang bersama kedua istri mu..." Kata Allea melepaskan pelukannya, lalu dia melihat Chu Zhia dan Chu Zhu yang ikut dalam kehangatan hubungan kesebelas istri adik mereka.


Reinar memanggil Chu Zhia dan Chu Zhu, lalu dia memperkenalkan mereka kepada Ibunya, dan saat perkenalan itu terjadi Reinar baru tahu kalau kedua kakaknya merupakan Ras Setengah Imortal dan Setengah Malaikat.


“Kalian berdua boleh memanggilku Ibu, seperti yang dilakukan oleh adik kalian!..." Kata Allea dengan senyuman lembut yang menghiasi wajahnya.


Chu Zhia dan Chu Zhu mengangguk lalu tersenyum. “Senang memiliki Ibu secantik Ibu Allea...” Kata keduanya bersamaan lalu mereka bergantian memeluk Allea.


Saat mereka semua sedang bercengkrama bersama sambil melepaskan rasa rindu, sepuluh sosok berjubah putih muncul di atas Istana Kekaisaran Naga. Mereka mencoba menerobos masuk kedalam Istana Kekaisaran, tetapi adanya perisai yang merasakan adanya niat jahat dari tubuh mereka, membuat kesepuluh sosok itu tak bisa menerobos masuk ke dalam Istana Kekaisaran Naga.


“Siapa diantara kalian yang berani memasang perisai untuk menghalangi kedatangan kami?...” Salah satu sosok berjubah putih berteriak memancing perhatian orang-orang yang ada di bawahnya.


Reinar menatap sepuluh sosok di atasnya dengan tatapan meremehkan. “Sepuluh Kaisar Dewa yang masih berada di tahap menengah berani berteriak di hadapan ku?... Apa kalian sedang mencari kematian?...” Kata Reinar mencibir keberadaan sepuluh sosok berjubah putih yang terlihat begitu arogan.


Melihat keberanian anaknya kepada sosok berjubah putih membuat sosok Allea sedikit khawatir. Bersama dengan kepergian Reinar ke benua Imortal, ribuan sosok berjubah putih datang ke Dunia Bawah dan mereka menguasai seluruh wilayah Daratan Benua Utara, dan mendirikan sebuah Kekaisaran di tempat itu.


Jumlah mereka yang saat ini telah mencapai lebih dari seratus ribu, dan dengan sosok pemimpin yang konon katanya telah mencapai tingkat keabadian, membuat mereka tak tersentuh, dan sengan memanfaatkan kekuatan yang mereka miliki, kelompok berjubah putih mulai menekan kekuatan di empat Benua yang ada di dunia Bawah.


“Kau berani berkata tidak pantas kepada kami yang merupakan prajurit suci dari Kekaisaran Langit?...” Kata sosok berjubah putih sambil mengedarkan aura berwarna putih cemerlang yang keluar dari dalam tubuhnya.


Kata-kata orang itu terdengar jelas oleh orang-orang yang ada di bawahnya. Reinar, Qinyu, Yang Yifei, Chu Zhia, serta Chu Zhu tertawa keras mendengar apa yang dikatakan oleh sosok berjubah putih. Menjuluki diri mereka sebagai prajurit suci, bukannya mereka telah menodai nama prajurit suci yang merupakan nama dari prajurit pelindung Istana Surgawi yang ada di Alam Nirwana Agung?...


Dengan teknik mata miliknya, Reinar dapat melihat kalau aura sosok berjubah putih sebenarnya tidak berwarna putih cemerlang, melainkan berwarna hitam legam, dan itu menunjukkan kalau mereka bukanlah orang-orang suci, melainkan mereka adalah sekumpulan orang terkutuk.


“Cih, aku tidak menyangka kalau makhluk terkutuk seperti kalian berani mengaku sebagai sosok prajurit suci, dan lagi apa kalian pikir teknik ilusi rendahan kalian bisa membuatku tertipu?...” Kata Reinar santai, dan tak lama muncul sepuluh orang bawahan Reinar yang kekuatannya hanya satu tingkat di bawahnya.


“Kau masih berani menghina kami walau sudah tahu identitas kami yang sebenarnya?... Makhluk rendah seperti mu memang harus mati!...” Sembilan sosok berjubah putih mencoba menghancurkan perisai yang melindungi seluruh wilayah Kota Sky Dragon yang didalamnya terdapat Istana Kekaisaran Naga.


“Bagaimana, apa kalian bisa menghancurkan perisai itu?...” Tanya satu sosok berjubah putih yang barusan hanya jadi pengamat apa yang tengah dilakukan oleh kesembilan rekannya.


Mendengar itu kesembilan rekannya menggelengkan kepalanya. “Perisai ini sangat sulit untuk di hancurkan!... Sekalipun kita menggunakan kekuatan penuh dan menyerangnya secara bersamaan, perisai ini tak sedikitpun melemah...” Ujar sosok berjubah putih lainnya.


Mendengar itu, sosok berjubah putih yang bertindak sebagai pengamat terlihat mengerutkan keningnya sambil mencoba berpikir. Tetapi belum juga dia mendapatkan jawaban dari apa yang dia pikirkan, tiba-tiba muncul sepuluh sosok dan seorang pemuda yang berdiri tak jaug dari tempatnya.


“Kalian terlalu lama hanya untuk menghancurkan sebuah perisai, dan lagi aku tidak punya banyak waktu untuk menunggu apa yang tengah kalian lakukan...” Kata Reinar sambil menatap tajam sepuluh sosok berjubah putih yang tubuhnya seketika bergetar saat melihat bola mata Reinar yang berwarna kuning keemasan.


°°°


Jangan lupa like dan komentarnya setelah selesai membaca, terimakasih...