The World Emperor System

The World Emperor System
Berburu Binatang Buas



Jangan lupa biasakan like sebelum baca, dan tinggalkan komentar setelah selesai membaca.


satu saja like dan komentar kalian, itu adalah penyemangat tambahan untuk author.


***


***


Wilayah terdalam hutan kabut.


Setelah melesat dengan kecepatan tercepatnya, Reinar akhirnya sampai di wilayah dalam hutan kabut, tapi dia masih di bagian pinggir wilayah dalam.


“Binatang buas tingkat Abadi Bumi, dan jumlah mereka ada dua.” Kata Reinar saat melihat dua sosok serigala berbulu putih dengan tinggi mencapai tiga meter dan panjang lebih dari enam meter.


Dengan tatapan tajam, Reinar mengamati dua ekor serigala yang belum menyadari keberadaannya. “Aura mereka cukup kuat untuk ukuran bintang buas yang berada di tingkat Abadi Bumi. Aku tidak bisa membayangkan sekuat apa aura binatang di tingkat Dewa Bumi, mungkin aku akan dibuat tumbang hanya dengan auranya.” Batin Reinar.


“Lilia, lepaskan segel kekuatanku!.” Perintah Reinar pada Lilia.


[Baik tuan.]


Segel kekuatan Reinar terbuka, kekuatan puncak yang dia dapat di Benua Nebula kembali mengalir di tubuhnya, dan kekuatannya kini setara dengan tingkatan Abadi langit puncak.


“Lilia, apa dengan membunuh mereka exp ku bisa naik?.” Tanya Reinar.


[Membunuh mereka tak akan membuat exp tuan naik. Jika ingin menaikkan exp, tuan harus menyerap kristal jiwa yang ada di tubuh mereka.]


“Kenapa cara menaikkan kekuatan di tempat ini tidak sama dengan yang ada di Benua Nebula?. Bukannya kita masih di dunia yang sama!.”


[Di Benua Nebula tubuh tuan menyerap aura yang tertinggal dari lawan yang tuan bunuh, dan itu dapat meningkatkan exp tuan. Sedangkan di Benua Zhongjian, tuan harus menyerap jiwa yang tertinggal di dalam kristal jiwa untuk mendapatkan exp dan menaikkan tingkat kekuatan tuan.]


“Ternyata cuma di situ perbedaannya.” Gumam Reinar lalu dia menyuruh Lilia menunjukkan statusnya sebagai seorang pembudidaya.


Muncul tabel status, dan itu menampilkan sisi lain dari status kekuatan Reinar.


[Nama] : [Reinar Alfonsius]


[Umur] : [18 Tahun]


[Ras] : [Imortal]


[Tingkatan : [Kaisar Bumi Puncak] Next Level [250.000/550.000 EXP]


[Teknik] : [Penciptaan]


[Koin Sistem] : [999.999.999.999+++]


Reinar menganggukkan kepalanya. “Statusku di Benua Zhongjian terlihat lebih sederhana dari saat aku di Benua Nebula.” Gumam Reinar.


Swusshh....


Reinar melesat kearah dua serigala berbulu putih. “Saatnya menguji kekuatan gabungan yang aku dapat dari dua benua yang berbeda.” Gumam Reinar.


Di tempatnya istirahat, dua serigala putih yang merasakan datangnya sebuah bahaya, mereka berdua langsung mengeluarkan aura terkuatnya dan menatap kearah Reinar yang melesat kearah mereka.


Tanpa permisi, Reinar langsung menyerang dua serigala berbulu putih yang sedikit kurang siap menerima serangan Reinar.


BOOMMM...


BOOMMM...


Serangan Reinar mengenai tubuh si serigala dan membuatnya terpental beberapa meter ke arah yang berlawanan.


Marah akan tindakan Reinar yang menyerangnya, kedua serigala yang sedikit mengalami luka bangkit lalu mereka melesat untuk memberi serangan balasan pada Reinar.


Reinar mengamati kerjasama dua serigala berbulu putih yang menyerangnya, sambil terus menghindari serangan taring dan cakar mereka.


“Kerjasama yang sangat luar biasa, jika yang menjadi lawannya hanya manusia biasa yang satu tingkatan dengan mereka, aku yakin manusia itu akan tumbang hanya dalam satu kali serangan.” Kata Reinar memberi penilaian.


“Tapi sayangnya akulah lawan kalian, dan aku pastikan kalian mati di tanganku demi kristal jiwa yang ada di tubuh kalian.” Ungkap Reinar.


Tak lagi menghindar, Reinar kembali memberi serangan pada dua serigala berbulu putih yang sudah mulai kelelahan setelah terus menerus menyerang Reinar.


“Auuuwww....” Salah satu serigala melolong panjang memanggil kawanannya.


“Memanggil bala bantuan?. Lebih baik aku segera membunuh kalian sebelum yang lainnya berdatangan.” Batin Reinar.


Reinar mengumpulkan mana yang bercampur dengan energi Qi di kedua tangannya, lalu dia menggunakan teknik teleportasi untuk muncul di dekat dua serigala berbulu putih yang menjadi lawannya.


BOOMMM...


BOOMMM...


Kedua serigala berbulu putih terlempar puluhan meter dan mati dengan lubang menganga lebar di perut mereka.


Reinar mendekati kedua serigala berbulu putih yang telah berhasil dia bunuh, lalu dia mengambil kristal jiwa yang terdapat di kening mereka.


[Tuan, mereka adalah serigala angin, ras binatang buas yang terkenal akan kecepatannya.]


[Tuan, dari arah utara datang empat ekor serigala angin tingkat Abadi Bumi, dan dari arah barat datang dua serigala angin tingkat Abadi Langit.]


“Apa mereka tidak ingin memberiku sedikit waktu untuk istirahat?.” Tanya Reinar.


Wusshh... Wusshh... Wusshh... Wusshh...


Empat ekor serigala angin muncul di tempat Reinar yang baru membunuh dua anggota kawanan mereka.


Melihat kedatangan empat serigala angin, Reinar langsung melesat menyerang mereka dengan kekuatan penuhnya.


Dengan teknik teleportasi, Reinar dapat memberikan satu dua pukulan pada keempat serigala angin yang mengepungnya.


BOOMMM...


BOOMMM...


Dua serigala angin berhasil di pukul Reinar, tapi di saat bersamaan Reinar juga terpental saat terkena tendangan salah satu serigala angin yang menyerangnya dari arah belakang.


“Ini cukup menyakitkan....” Kata Reinar memegangi dadanya.


“Aku tidak boleh lengah, dan lebih baik aku langsung mengerahkan semua yang aku miliki.” Kata Reinar lalu aura gelap mulai menyelimuti tubuhnya.


Tubuh serigala angin sedikit bergetar merasakan aura Reinar yang merupakan aura pemberian Kaisar Naga Kegelapan.


Menggabungkan aura Naga Kegelapan dan aura seorang Kaisar Bumi puncak, membuat aura Reinar sangat mendominasi. “Mari kita menyamakan jumlah.” Kata Reinar lalu dia membuat empat tubuh bayangan untuk melawan empat serigala angin tingkat Abadi Bumi.


“Mereka aku serahkan pada kalian, dan biarkan aku menyambut dua tamu penting yang akan segera datang.” Kata Reinar lalu dia pergi dan membiarkan tubuh bayangannya melawan empat serigala angin tingkat Abadi Bumi yang sudah mulai kelelahan.


Di sisi lain wilayah dalam hutan.


Dua ekor serigala angin tingkat Abadi Langit berlari dengan kecepatan tinggi menuju tempat Reinar.


“Mereka terus berdatangan dan tak sedikitpun memberikan aku waktu untuk istirahat.” Kata Reinar berdiri di atas dahan pohon menanti dua lawan kuat yang tengah berlari kearahnya.


“Kalian akan jadi lawan terakhir ku untuk hari ini.” Teriak Reinar lalu dia langsung berteleportasi ke dekat dua serigala angin tingkat Abadi Langit yang seketika melompat memisahkan diri saat merasa ada yang ingin menyerangnya.


“Insting mereka jauh lebih baik dari serigala angin di tingkat Abadi Bumi, ini akan sedikit lebih sulit.” Batin Reinar sambil melompat menjauh saat serangan kejutannya tak membuahkan hasil.


BOOMMM...


BOOMMM...


Ledakan aura binatang buas tingkat Abadi Langit puncak keluar dari dua serigala angin yang menjadi lawan Reinar. Aura gabungan mereka sangat kuat, bahkan Reinar sedikit tertekan oleh aura mereka.


“Semoga kalian tidak mengecewakanku.” Teriak Reinar lalu dia menyerang ke arah salah satu serigala angin.


BOOMMM...


BOOMMM...


Reinar mengadu tinjunya dengan cakar-cakar tajam milik serigala angin. Merasa kuku tajam serigala angin terlalu kuat untuk di lawan dengan tangan kosong, Reinar mengeluarkan pedangnya dari dalam kantong penyimpanan dan langsung dia gunakan untuk menyerang lawannya.


BOOMMM...


Satu serigala angin terpental setelah terkena tendangan Reinar, dan Reinar juga terpental mundur puluhan meter setelah menahan serangan serigala angin satunya.


“Lumayan, kalian sama sekali tidak membuatku kecewa.” Teriak Reinar lalu dia mengeluarkan bola-bola api berwarna putih untuk menyerang lawannya.


Delapan bola api melesat ke salah satu serigala angin, dan di saat bersamaan Reinar menyerang serigala angin lainnya dengan menggunakan tekni yang baru dia ciptakan.


“Aku tidak tahu apa ini akan berhasil, tapi ini patut di coba.” Batin Reinar lalu dia menggunakan pedangnya untuk mengeluarkan teknik yang baru saja dia ciptakan dalam pikirannya.


“Teknik pedang. Sayatan seribu pedang.” Teriak Reinar.


BOOMMM...


BOOMMM...


Suara ledakan yang menggetarkan wilayah hutan kegelapan membuat binatang buas tingkat rendah pergi menjauhi area pertarungan Reinar.


Satu serigala angin terluka setelah terkena serangan bola-bola api milik Reinar, tapi dia masih bisa bangkit berdiri.


“Duarr....” Tiba-tiba sebuah tubuh terlempar dan menabrak pepohonan sebelum terhenti saat menghantam sebuah pohon yang sangat besar.


“Satu tumbang....” Kata Reinar sedikit terengah-engah setelah berhasil membunuh salah satu serigala angin tingkat Abadi Langit dengan teknik yang baru dia ciptakan.


Melihat temannya mati, satu serigala angin yang tersisa marah dan tak lama matanya berubah warna menjadi merah bersamaan dengan kekuatannya yang meningkat satu tingkatan.


[Serigala angin memasuki mode mengamuk, dan tingkat kekuatannya telah meningkat satu tingkat menjadi binatang buas tingkat Dewa.]


“Ini tidak baik.” Kata Reinar yang sudah kehilangan 50 persen kekuatannya setelah bertarung tanpa henti sejak tadi, dan dia banyak kehilangan mana untuk penggunaan teknik tubuh bayangannya.


***


Bersambung...