The World Emperor System

The World Emperor System
Hanya Bocah Kecil Manja



Jangan lupa berikan like sebagai penyemangat author serta komentar untuk saling berinteraksi 😊😊😊...


Selamat membaca...


***


Dua tuan muda yang menantang Reinar terpental dan mereka seketika tak sadarkan diri tepat di pinggir arena pertarungan yang berada di tengah-tengah aula istana Kekaisaran Wei.


“Kau berani melukai kedua putraku...” Kata pria paruh baya yang melesat dan melihat keadaan kedua putranya.


[Tuan, orang itu Wu Tong, dia orang yang selama ini tuan cari, dan dia kunci untuk menghancurkan dinding pelindung yang memisahkan seluruh benua di dunia ini...]


“Tidak perlu mencari, tapi dengan sendirinya dia datang kepadaku. Apa aku perlu membunuhnya dan menyerap semua ingatannya?...”


[Tuan bisa membunuhnya lalu menyerap semua ingatannya. Kalau perlu tuan bisa menyerap kekuatannya untuk meningkatkan kekuatan yang tuan miliki, setidaknya tuan akan naik satu tingkatan jika menyerap kekuatannya yang berada di tingkat setengah langkah menuju tingkat Jenderal Dewa awal...]


Reinar menganggukkan kepalanya dan melihat Wu Tong yang meratapi kematian kedua anaknya.


“Kau berani membunuh kedua putraku!...” Teriak Wu Tong dengan marah ke arah Reinar.


“Kau tidak perlu berteriak seperti itu. Sebelum pertandingan di mulai, mereka sudah memberikan nyawa mereka padaku sebagai hadiah kemenangan ku. Seharusnya kamu tau, aku cuma mengambil apa yang sudah menjadi milikku...” Kata Reinar acuh dan tak mempedulikan kemarahan Wu Tong.


“Orang itu hanya akan memperkeruh suasana...” Kata Ling Feng sambil memeluk pinggang Alice.


“Kau telah berani membunuh kedua putraku. Aku tidak peduli darimana kamu berasal, yang jelas hari ini adalah hari kematian mu, dan aku juga akan membunuh kedua istri mu di depan matamu sebelum kamu benar-benar mati!...” Kata Wu Tong dengan aura kuat yang keluar dari tubuhnya.


Mendengar apa yang dikatakan Wu Tong, emosi Reinar sedikit tersulut, tapi dia tetap mencoba tenang. Bagaimanapun juga dia saat ini adalah orang terkuat yang ada di dalam aula istana Kekaisaran Wei, jika dia ingin, dia bisa melenyapkan mereka semua.


“Hanya berada di tingkat setengah langkah menuju tingkat Jenderal Dewa tapi berani mengatakan ingin membunuh ku, apa kau masih belum bangun dari dunia mimpi?...” Kata Reinar memandang rendah kearah Wu Tong.


Mendengar apa yang dikatakan Reinar semua orang mencoba merasakan aura kekuatan yang merembes keluar dari tubuh Wu Tong. Alangkah terkejutnya mereka saat tahu Wu Tong tak lagi berada di tingkat Dewa Langit puncak, tetapi mereka merasa aneh dengan sikap meremehkan yang ditunjukkan Reinar pada Wu Tong yang bagi mereka adalah orang terkuat di seluruh daratan Benua Zhongjian.


Kaisar Wei Liang yang sedari tadi diam bahkan juga merasakan keanehan pada Reinar. Menurutnya, pemuda yang kemarin menggertak nya saat ini dia juga cuma sedang menggertak.


“Hanya bocah kecil manja yang belum pernah melihat kejamnya dunia...” Teriak Wu Tong yang tengah menghimpun kekuatan untuk menyerang Reinar.


“Apa menurutmu aku ini bocah kecil yang selalu di manja orang tua?... Bukannya kata-kata itu lebih cocok kau gunakan untuk kedua anak tidak berguna itu!...” Reinar menunjuk kedua anak Wu Tong yang sudah mati.


“Kau, lebih baik tutup mulutmu dan MATI!...” Teriak Wu Tong yang merasa terhina dengan kata-katanya sendiri yang dilempar balik padanya.


“Swusshh...” Reinar muncul di dekat Wu Tong. “Aula ini akan hancur kalau kita bertarung di tempat ini, lebih baik kita bertarung di luar!...” Kata Reinar lirih dan dalam waktu singkat dia dan Wu Tong telah berpindah ke halaman luas yang ada di depan aula istana Kekaisaran Wei.


Semua orang berbondong-bondong keluar dari aula istana setelah merasakan aura Wu Tong berada di halaman istana. Ling Feng dan ketiga orang lainnya keluar dengan berada di sekeliling Ling Yue dan Shania, tapi mereka seketika dapat berjalan santai saat seorang pria bertopeng muncul di dekat mereka.


Sementara itu Wu Tong masih terkejut dengan dirinya yang tiba-tiba berpindah tempat dalam sekejap mata. “Teknik teleportasi, bocah ini?... Sepertinya aku tidak bisa meremehkan mereka...” Batin Wu Tong yang melompat mundur menjaga jarak dengan Reinar.


“Apa kau tidak ingin memulainya?... Atau aku perlu menendang pantatmu agar kau bergerak menyerangku?...” Tanya Reinar yang terlihat begitu meremehkan Wu Tong, ahli terkuat di mata kebanyakan orang yang sekarang menonton pertarungan mereka.


“Bocah itu meremehkan tuan Wu Tong, apa dia tidak tahu sekuat apa ahli yang sudah menginjak setengah langkah ke tingkat Jenderal Dewa?...”


“Dari usianya yang masih begitu muda, sepertinya dia belum tahu apa itu tingkatan setengah langkah Jenderal Dewa...”


“Apa kalian bodoh?... Dia tadi sudah merasakan dan tahu dengan pasti kekuatan tuan Wu Tong sebelum kita mengetahuinya. Bahkan dia dapat membunuh kedua putra tuan Wu Tong yang merupakan dua Dewa Rendah puncak. Dengan dua fakta itu apa kalian masih ingin meremehkan bocah itu?...”


Semua orang yang terus meremehkan seketika terdiam saat mendengarkan perkataan salah satu tetua Sekte Lentera Dewa yang menghadiri acara yang diadakan oleh Kekaisaran Wei.


Dan pandangan semua orang segera teralihkan saat Wu Tong yang terlihat marah mulai menyerang Reinar dengan kekuatan penuhnya. Wu Tong tak menahan aura kekuatannya, sehingga beberapa orang lemah memilih mundur dan menjaga jarak dari tempat pertarungan Wu Tong dan Reinar.


“Apa kau bisa lebih cepat lagi pria tua?... Gerakanmu sangat lambat, bahkan seekor kura-kura bisa lebih cepat darimu...” Cibir Reinar yang dengan mudah dapat menghindar semua serangan yang dilakukan Wu Tong.


Wu Tong menatap tajam kearah Reinar dengan nafsu membunuh yang begitu besar. “Teruslah berkata omong kosong, dan setelahnya akan aku buat kau mati dengan begitu menderita...” Kata Wu Tong yang meningkatkan kecepatannya ke tingkat puncak, tetapi itu masih tetap lamban di mata Reinar.


“Pak tua, kau lah yang dari tadi terus membual dan mengatakan banyak omong kosong...” Kata Reinar lalu dia mengeluarkan auranya yang seketika mampu menekan balik aura yang dikeluarkan Wu Tong.


Wu Tong mengerutkan keningnya merasakan aura yang sedikit lebih kuat darinya. “Bocah ini, sepertinya dia punya artefak yang mampu mengeluarkan aura setingkat denganku...” Batin Wu Tong yang timbul keserakahan ingin mengambil benda yang pada kenyataanya tidak pernah ada.


Wu Tong menyeringai dan dia kembali menyerang Reinar, namun kali ini dia menggunakan beberapa tekniknya yang semakin memperkuat serangannya.


BOOMMM... BOOMMMM...


Suara dentuman keras terjadi saat beberapa teknik yang dikeluarkan Wu Tong mengenai Reinar, dan membuat kepulan asap ditempat Reinar berada.


“Hahahaha... Hanya menggunakan artefak untuk berlindung dari auraku, tapi kekuatanmu sendiri masih jauh di bawah ku...” Kata Wu Tong yang begitu sombong dan dia menganggap Reinar telah mati setelah terkena serangannya yang sanggup melukai dengan parah ahli di tingkat Dewa Langit puncak.


“Ingin mengambil wanitaku?... Hanya kematian yang akan kamu datakan...” Kata Reinar setelah debu yang mengelilinginya menghilang, dan semua orang dapat melihat Reinar yang masih baik-baik saja, bahkan pakaian yang dia gunakan tak sedikitpun kotor.


“Swusshhh...” Dalam satu kedipan mata Reinar muncul di dekat Wu Tong dang langsung menendang tubuhnya.


BOOMMM...


Tubuh Wu Tong dubuatnya terbang dan menghancurkan beberapa bangunan di sekitar aula istana Kekaisaran Wei.


“Uhhh, sepertinya aku terlaku meremehkan mu...” Kata Wu Tong yang sudah kembali bangkit tapi terlihat jika dia sudah mengalami luka di beberapa anggota tubuhnya.


“Pak tua, aku akan sedikit serius, dan sampaikan salamku pada penjaga alan kematian!...” Kata Reinar yang tak lagi menahan auranya.


BOOMMM...


Aura yang jaub lebih mengerikan dari aura Wu Tong keluar dari tubuh Reinar dan membuat banyak orang yang menonton semakin menjadi jarak dengan tempat pertarungan Reinar dan Wu Tong.


Wu Tong tak bisa bergerak setelah menerima aura penindasan Reinar yang sepenuhnya diarahkan padanya. Dia hanya bisa melihat Reinar bergerak ke arahnya dengan kepalan tangan berlapis energi Qi yang begitu padat dan kuat.


BOOMMMM...


Wu Tong terbatuk darah setelah jantung dan paru-paru nya meledak terkena pukulan Reinar.


Tubuh Wu Tong tak sedikitpun bergeser dari tempatnya karena di tahan oleh salah satu tangan Reinar.


“Aku akan mengambil semua yang kamu miliki...” Kata Reinar lalu dia mulai menyerap ingatan dan kekuatan yang di miliki Wu Tong, dan tak lama tubuh Wu Tong hanya tersisa tulang yang kemudian berubah menjadi abu.


BOOMMM...


Ledakan keras yang bersumber dari tubuh Reinar membuat beberapa orang terdorong mundur, dan membuat kerusakan di beberapa bagian dari bangunan aula istana Kekaisaran Wei.


“Jenderal Dewa menengah. Aku merasa bisa menghancurkan separuh dua ini dengan seluruh kekuatan ku...” Kata Reinar merasakan kekuatan dan energi baru yang mengalir di tubuhnya.


Tak mempedulikan yang baru saja terjadi, Reinar kembali ke tengah-tengah kedua istrinya dan menyuruh pria bertopeng untuk kembali melakukan tugasnya.


“Kenapa kalian berada di tempat ini?...” Tanya Reinar yang melihat hampir semua orang yang tadinya berada di dalam aula kini berada di luar dan tengah menatap kearahnya.


Semua tak ada yang berani menjawab pertanyaan Reinar, mereka memilih kembali ke aula istana untuk mengikuti kelanjutan dari acara pencarian jodoh untuk Putra Mahkota dan beberapa tuan muda yang masih tersisa.


Kaisar Wei Liang pun kembali ke aula Istananya, tapi sebelum itu dia menyuruh ratusan prajurit Kekaisarannya untuk membereskan sisa pertarungan antara Wu Tong dan Reinar. Untuk tubuh Wu Tong dan kedua putranya, Kaisar Wei Liang akan mengirimnya ke Sekte Api Surgawi. Sekte dimana Wu Tong menjabat sebagai Tetua Agung.


Biarpun Wu Tong adalah Tetua Agung di Sekte Api Surgawi, keberadaannya sangat di benci oleh semua orang yang ada di Sekte. Kalau saja Wu Tong tidak kuat saat ini, dia mungkin sudah lama mati.


Wu Tong juga merupkan salah satu ahli terkuat aliran putih, tapi sifatnya lebih buruk dari ahli kuat yang berasal dari aliran hitam. Bahkan tak terhitung berapa kali dia melakukan kejahatan pada murid Sekte, terutama pada murid wanita.


Dan kematian Wu Tong akan menjadi kabar baik untuk Sekte Api Surgawi, tapi mereka juga harus waspada akan kemunculam istri Wu Tong yang kekuatannya hanya berjarak satu tingkat dibawah Wu Tong.


Di halaman aula istana Kekaisaran Wei, Reinar, kedua istrinya, serta seluruh orang yang berasal dari Kekaisaran Ling tak ada yang kembali ke aula istana Kekaisaran, mereka memilih pergi ke kediaman khusus mereka dan bersiap untuk kembali ke Kekaisaran Ling.


Kaisar Ling Mou hanya menyuruh seorang prajurit Kekaisaran untuk menyampaikan pesan pada Kaisar Wei Liang jika dia dan orang-orang akan kembali ke Kekaisaran Ling. Kaisar Ling Mou juga menyuruh praajurit itu untuk menyampaikan rasa terimakasihnya pada Kaisar Wei Liang yang menempatkat Kekaisaran Ling nya di tempat yang seharusnya di tempati rakyat Kekaisaran.


Setelah urusannya dengan prajurit Kekaisaran selesai, Kaisar Ling Mou menyusul yang lainnya ke kediaman yang dia tempati.


***


BRAAK...


Kaisar Wei Liang menggebrak meja di depannya dan membut terkejut semua orang yang berada di aula Istananya, setelah dia mendengar apa yang disampaikan prajurit Kekaisaran yang di suruh Kaisar Ling Mou untuk menyampaikan pesannya.


“Kekaisaran Ling, mereka berni pergi di tengah acara yang belum selesai. Kalian para prajurit, jaga gerbang teleportasi, dan jangn biarkan mereka melewatinya!...” Perintah tegas Kaisar Wei Liang.


Belum juga prajurit di aula istana pergi menjalankan perintahnya, seorang pelayan yang bertuga di kediaman Kekaisaran Ling, dengan nafas tersengal-sengal dia menghadap Kaisar Wei Liang dan melaporkan apa yang sudah terjadi di kediaman Kekaisaran Ling.


“Yang Mulia, Kaisar Ling Mou dan rombongannya telah pergi meninggalkan kediamannya melalui gerbang teleportasi yang dibuat oleh seorang pemuda yang menjadi bagian dari rombongan Kekaisaran Ling..."


Kaisar Wei Liang sangat terkejut dengan yang di sampaikan salah satu pelayan yang bertugas di kediaman Kekaisaran Ling.


“Membuat gerbang teleportasi?... Sialan, pemuda itu bisa menjadi ancaman terbesar bagi Kekaisaran ku...” Kata Kaisar Wei Liang membatin mengingat kekuatan Reinar yang begitu misterius.


***


Bersambung...