The World Emperor System

The World Emperor System
Peningkatan Kekuatan



Di lembah yang terletak di tengah-tengah hutan.


Puluhan orang tengah mencari sumber dari aura kuat yang mereka rasakan tanpa menyadari keberadaan beberapa sosok yang tengah mengawasi keberadaan mereka.


Mereka terus mencari, dan akhirnya mereka menemukan gua yang terlihat misterius berada di balik tanaman rambat yang menutupi seluruh bagian mulut gua.


“Tuan, apa kita akan membiarkan mereka masuk?...” Kata salah satu bawahan Reinar.


“Biarkan saja mereka masuk, tetapi aku yakin dari mereka semua tak akan ada yang bisa memasuki gua. Gua itu bukan gua sembarangan, ada dinding tak terlihat yang melindungi apa yang ada di dalam gua...” Kata Reinar dengan santai.


BOOMM...


Baru juga Reinar menutup mulutnya, tiba-tiba terdengar suara ledak saat lima orang terlempar dan langsung mati saat memaksa untuk masuk kedalam gua.


“Seperti dugaan ku, itulah yang akan mereka dapatkan jika memaksa masuk ke tempat yang tak seharusnya mereka masuki...” Kata Reinar sambil mengamati beberapa orang yang masih saja mencoba untuk masuk ke dalam gua.


“Sepertinya gua itu menyimpan warisan dari Kaisar Naga Petir. Kilatan petir yang mematikan membuktikan jika didalam memang ada warisannya...” Kata Lilia yang sejak tadi terus mengamati kejadian di depan mulut gua.


Reinar menganggukkan kepalanya. “Lihatlah kebod*han mereka!... Sepertinya kematian dari lima orang anggota mereka tak membuat mereka sadar akan bahaya dari kilatan petir yang melindungi pintu masuk ke dalam gua...” Kata Reinar yang melihat keberadaan sepuluh orang yang memaksa untuk masuk ke dalam gua.


Meskipun kesepuluh orang itu telah menggunakan seluruh kekuatannya, mereka tetap gagal memasuki gua dan pada akhirnya mereka bersepuluh mati menyusul lima rekan mereka yang lebih dulu mati.


Belasan orang yang mati tak membuat jera orang berkuasa yang menjadi pemimpin kelompok yang terus memaksa untuk masuk ke dalam gua. Tanpa ragu mereka menggabungkan kekuatan dan memaksa menerobos pelindung pintu masuk ke dalam gua.


Namun hasilnya sama saja. Walaupun terhindar dari kematian, mereka semua terpental dengan luka parah di sekujur tubuh, dan tak sedikit yang langsung kehilangan kesadarannya.


“Lihatlah seberapa bod*h orang-orang itu!... Mereka sudah merasa jika dirinya kuat, karena itu mereka merasa bisa melakukan apapun dengan kekuatan yang mereka miliki...” Kata Reinar lalu dia turun untuk melihat keadaan orang-orang yang tengah terluka.


Reinar bisa menyembuhkan luka mereka dengan sangat mudah, tetapi saat melihat sorot mata keserakahan dari semua orang yang ditemuinya, Reinar pada akhirnya menyuruh kedua bawahannya untuk menghabisi semua orang yang tengah terluka.


“Apakah tuan akan langsung memasuki gua?...” Tanya Lilia setelah melihat Reinar selesai membakar seluruh mayat yang berserakan di depan mulut gua.


“Tentu aku akan langsung masuk, dan demi keamanan mu, lebih baik kamu kembali menyatu dengan tubuhku...” Kata Reinar.


“Aku akan masuk kembali ke tubuh tuan selama tuan berada di dalam gua, lalu seperti kemarin aku akan kembali keluar setelah tuan keluar dari dalam gua...” Kata Lilia lalu dia kembali masuk kedalam tubuh Reinar.


“Sekarang saatnya masuk menemui Kaisar Naga yang mungkin berada di dalam gua..." Kata Reinar lalu dia melangkahkan kakinya menuju mulut gua.


“Petir pelindung itu tidak keluar!...” Kata Reinar setelah berada di depan mulut gua.


Biarpun petir pelindung tidak bereaksi padanya, dia tak sedikitpun mengendorkan kewaspadaannya. Bagaimanapun juga saat ini dia berads di tempat yang begitu asing, dan dia tak tahu apa yang sudah menantinya di depan.


Tetapi karena dia punya keyakinan akan keberadaan salah satu warisan Kaisar Naga yang tengah dia cari, Reinar dengan kewaspadaan tinggi terus melanjutkan langkah kakinya semakin masuk kebagian dalam gua.


“Tempat ini terlihat menyeramkan saat dilihat dari luar, tetapi di dalam sini terasa cukup nyaman dan tenang...” Kata Reinar sambil terus berjalan.


Dua bawahan Reinar saat ini berjaga di depan mulut gua, jadi mereka tak tahu apa yang tengah terjadi dengan tuannya yang berada di dalam gua.


Jika saja mereka berdua memaksa masuk mengikuti Reinar, kemungkinan besar mereka akan terluka saat terkena sambaran petir penjaga. Walaupun mereka tidak mati, tetap saja mereka akan terluka saat terkena sambaran petir penjaga pintu masuk ke dalam gua.


“Swuusshh...” Tubuh Reinar tertarik oleh sebuah kekuatan dan saat ini dia berada di dalam Istana dengan warna putih yang mendominasi seluruh bagian warna Istana.


Sosok Naga berwarna putih dengan tanduk kembar di kepalanya muncul di depan Reinar. Kedatangannya yang begitu tiba-tiba cukup untuk mengejutkan Reinar.


“Aku tidak menyangka jika bocah sepertimu yang akan menerima warisan ku. Tapi dengan kekuatan mu saat ini, aku harus mengakui kalau kamu sudah lebih dari layak untuk menerima warisanku...” Kata sosok Kaisar Naga Petir yang tubuhnya dipenuhi aliran petir yang terlihat cukup untuk mengintimidasi orang yang melihatnya.


“Yang Rendah ini memberi hormat pada Yang Mulia Kaisar...” Kata Reinar sedikit membungkukkan badannya.


Ingin sekali Kaisar Naga Petir menertawakan apa yang Reinar lakukan. Bagaimanapun juga dia hanyalah ras Naga, ras yang berada jaub dibawah keagungan ras immortal. Seharusnya dialah yang berlutut di hadapan Reinar.


Namun Kaisar Naga Petie cukup terkesan dengan perilaku yang ditunjukkan Reinar kepadanya.


Jika orang kuat biasanya akan sombong dan menganggap tinggi dirinya. Kaisar Naga Petir justru melihat kerendahan hati terlihat pada diri Reinar, tetapi dia juga melihat sifat tegas dan kejam yang sewajarnya dimiliki oleh seorang penguasa.


“Hamba Xian Long, Kaisar Naga Petir...” Kata Xian Long lebih sopan dari sebelumnya.


Xian Long mengangguk saat mendengar perkataan Reinar, dia tak merasa heran kalau Reinar tahu tentang dirinya yang hanya berupa pecahan cahaya, bagaimanapun juga dia tahu kalau Reinar telah bertemu dengan Kaisar Naga lainnya.


Diantara Kaisar Naga di alam immortal, Xian Long terkenal sebagai Kaisar Naga paling keras kepala dan sombong diantara Kaisar Naga lainnya, tetapi di hadapan Reinar sifat buruknya seketika menghilang dan hanya sifat sopan serta ramah yang dia tunjukkan.


Dia sendiri tidak tahu apa yang menyebabkan dirinya kehilangan sifat sombong dan keras kepala yang biasanya selalu dia tunjukkan pada Kaisar Naga lainnya. Xian Long hanya punya satu jawaban kenapa sifat itu tiba-tiba lenyap, ras naga memang tidak bisa menyombongkan dirinya di hadapan ras immortal.


“Tuan ku, yang rendah adalah hamba, jadi hamba mohon tuan ku cukup memanggil nama hamba!... Kalau nama hamba terlalu baik, tuan ku bisa memanggil hamba dengan panggilan yang tuan ku inginkan...” Kata Xian Long sambil menundukkan kepalanya.


Reinar mengangguk lalu dengan senang hati dia mengabulkan apa yang menjadi keinginan Xian Long.


Swusshh...


Xian Long langsung memberikan apa yang akan dia wariskan pada Reinar, tetapi warisan Xian Long sedikit berbeda dengan warisan yang diberikan oleh Kaisar Naga lainnya.


Selain mewariskan aura Kaisar Naga Petir, Xian Long juga mewariskan kekuatan petir penyucian pada Reinar. Petir penyucian dapat menyucikan tubuh makhluk hidup yang telah tercemar oleh aura jahat.


Selain kedua warisan yang akan sangat berguna bagi Reinar, Xian Long memberikan seluruh cadangan energinya pada Reinar dan itu cukup untuk meningkatkan basis kultivasinya.


BOOMM...


Dari tingkat Raja Dewa puncak, Reinar langsung menerobos ke tingkat Kaisar Dewa menengah dalam beberapa detik.


“Semua telah hamba berikan kepada tuan, kini saatnya hamba pergi dari dunia ini, dan saat nantinya tuan sampai di alam immortal, hamba akan jadi Kaisar Naga pertama yang akan menyambut kedatangan tuan...” Kata Xian Long sebelum tubuhnya menghilang.


Reinar tidak melihat kebohongan di tiap perkataan yang Xian Long katakan padanya. Datang ke alam immortal dan langsung disambut salah satu Kaisar Naga, bukannya itu keberuntungan lainnya yang akan diterima Reinar setelah dia berada di alam immortal.


Senyum di bibir Reinar mengembang tak lama setelah Xian Long menghilang, dan setelah sedikit memberi penghormatan, Reinar dikirim keluar gua oleh energi yang tadi telah menariknya masuk.


“Tinggal satu lagi dan semua urusanku di Benua Zhongjian akan segera selesai...” Kata Reinar setelah berada di luar gua.


Lilia muncul dari kekosongan dan langaung memeluk lengan Reinar. “Apa sekarang tuan ingin langsung ketempat tujuan selanjutnya?...” Tanya Lilia yang terlihat begitu manja di hadapan Reinar.


Reinar tersenyum mendengar pertanyaan Lilia. “Warisan kelima telah di ambil oleh seseorang dari alam immortal, dan di sana hanya tersisa jiwa Kaisar Naga Es yang tengah memulihkan kekuatan setelah pertarungannya dengan orang yang telah mengambil warisan ku...


Lebih baik kita membiarkan Kaisar Naga Es untuk memulihkan kekuatan jiwanya, baru setelah itu kita akan menemuinya!...” Kata Reinar menjawab pertanyaan Lilia.


“Lalu, kemana tujuan tuan sekarang?...” Kata Lilia yang menikmati kehidupan di dunia luar selama bepergian berdua dengan Reinar.


“Ehm, bagaimana kalau kita pergi ke Benua lainnya?... Mungkin saja disana akan ada kejadian yang lebih menarik dari yang ada di Benua Zhongjian...” Kata Reinar mengutarakan keinginannya.


“Bagaimana kalau tuan pergi ke Benua Kage [Benua Timur]?... Benua Kage dulunya memiliki kekuatan yang sebanding dengan Benua Zhongjian, tapi saat ini aku sendiri tidak tahu seperti apa keadaan di Benua itu...” Ungkap Lilia.


“Kita punya waktu sepuluh hari. Dalam waktu sepuluh hari sepertinya sudah lebih dari cukup untuk menyusuri tempat yang ada di Benua Kage...”


Dengan cepat Reinar telah menemukan tempat yang akan dia jelajahi sambil menunggu Kaisar Naga Es memulihkan kekuatan jiwanya.


“Lilia, apa kamu punya gambaran tentang Benua Kage?...” Tanya Reinar yang akan membuat portal antar Benua.


Lilia memejamkan mata dan tak lama sebuah gambaran tentang suatu wilayah di Benua Kage muncul di pikiran Reinar. Wilayah itu merupakan salah satu kota yang berada di bagian paling barat dari wilayah daratan Benua Kage.


“Swuusshh...” Muncul sebuah portal yang baru di buat Reinar.


Dengan cepat Reinar menyuruh dua bawahannya lebih dulu masuk kedalam portal, lalu dia menyusul masuk dengan bergandengan tangan dengan Lilia.


Sebelum pergi tak lupa Reinar menempatkan empat tubuh bayangan di Istana milik Kaisar Naga Es.


“Benua baru, petualangan baru!... Tapi sayangnya aku hanya punya sedikit waktu untuk menjelajahi Benua itu...” Kata Reinar membatin.


***


Bersambung...