The World Emperor System

The World Emperor System
Kedatangan Utusan Sekte Gagak Perak



Reinar dan Qinyu telah sampai di lantai tiga pagoda sembilan lantai, melihat ujian di lantai tiga yang hanya mengharuskan membunuh ribuan Spirit Beast Tingkat Kaisar Dewa tahap awal, membuat keduanya berniat menyelesaikan dengan cepat ujian di lantai tiga dan akan langsung melanjutkan menaiki lantai keempat.


Reinar menatap banyaknya Spirit Beast yang berlarian ke arahnya dengan berbagai macam ukuran dan aura yang keluar dari tubuh mereka, dan kali ini mereka hanya muncul dari arah depan, tak lagi muncul dari dua arah seperti sebelumnya.


Meski jumlah mereka lebih sedikit, tetapi kekuatan mereka jauh lebih kuat, dan lagi Spirit Beast tingkat Kaisar Dewa telah memiliki kecerdasan. Dengan kecerdasan yang mereka miliki, akan membuat mereka lebih sulit untuk dikalahkan, dan lagi lantai ketiga pagoda sembilan lantai juga sangat menguntungkan Spirit Beast tipe terbang, karena sebagian besar wilayah di lantai tiga adalah wilayah yang dipenuhi bukit dan jurang.


Dengan tekanan atmosfer 20 kali lebih kuat dari yang ada di Dunia Immortal, Reinar harus lebih baik dalah bekerjasama untuk membunuh Spirit Beast yang beterbangan di atas mereka. “Dengan atmosfer di tempat ini, kita tidak bisa terlalu lama terbang karena terbatasnya energi yang kita miliki...” Kata Qinyu yang mencoba beradaptasi dengan tekanan atmosfer yang ada di lantai ketiga pagoda sembilan lantai.


Mendengar itu Reinar tersenyum lalu perlahan tubuhnya melayang dan selanjutnya dia mulai membunuh Spirit Beast yang terbang ke arahnya. “Mereka sulit di kalahkan hanya karena mereka bisa terbang tanpa terpengaruh tekanan atmosfer di tempat ini, tetapi percayalah, pertahanan mereka sangat mudah untuk ditembus...”


Qinyu mengangguk dan dia mulai terbang dan langsung membunuh setiap Spirit Beast yang terbang ke arahnya. Dengan kekuatan keduanya yang hampir menembus tahap setengah langkah tingkat Dewa Surgawi, membuat Spirit Beast tingkat Dewa Kaisar seperti semut yang akan langsung mati hanya dengan sebuah pukulan.


“Kira-kira berapa jumlah mereka?...” Tanya Reinar pada Qinyu yang masih terus membunuh Spirit Beast yang kini jumlahnya terlihat sudah semakin berkurang dari sebelumnya.


Dengan pedang petir di kedua tangannya yang terus dia ayunkan untuk membunuh Spirit Beast yang hanya tersisa ratusan, Qinyu menjawab pertanyaan Reinar. “Mereka hanya separuh dari yang ada di lantai kedua, tetapi kemampuan terbang mereka benar-benar membuatku kesal!...”


Reinar setuju dengan jawaban Qinyu, karena dia sendiri juga sedikit mendapat masalah saat harus melawan Spirit Beast tipe terbang di tempat dengan tekanan atmosfer 20 kali lebih kuat dari apa yang biasa dia rasakan.


Tetapi karena tingkat kekuatan mereka yang lebih tinggi dari Spirit Beast yang menjadi lawannya, mereka dengan mudah mengalahkan seluruh lawannya, tetapi mereka harus membayarnya dengan tenaga yang terkuras habis, karena terus-menerus mereka dipaksa bertarung dalam keadaan terbang, dan lagi mereka harus menahan tekanan atmosfer yang berada di lantai ketiga.


Keduanya kembali mendarat di atas sebuah bukit saat seluruh Spirit Beast yang menjadi lawan mereka telah berubah menjadi tumpukan kristal Spirit Beast, dan mereka tak bisa langsung pergi naik kelantai keempat, karena sekali lagi mereka harus memulihkan kekuatan yang habis saat melakukan ujian di lantai ketiga.


Reinar menarik Qinyu untuk duduk di tengah-tengah lautan kristal Spirit Beast. “Istriku, setelah ini ujian yang akan kita hadapi mungkin akan jauh lebih sulit dari sebelumnya, dan aku berharap kamu tidak terlalu jauh dariku supaya aku bisa terus menjagamu!...”


Qinyu mengangkat wajahnya lalu menatap Reinar dengan menunjukkan senyuman manis yang menghiasi wajahnya. “Suamiku, sesulit apapun ujian yang kedepannya akan kita lalui, asal terus bersamamu aku yakin bisa terus melaluinya...” Kata Qinyu sambil membelai wajah Reinar yang selalu menunjukkan kekhawatiran terhadap dirinya.


Reinar tersenyum lalu mereka mulai memulihkan diri dengan empat sosok tubuh bayangan Reinar yang terus menjaga mereka saat tengah memulihkan kekuatan.


°°°


Hari kembali berganti, saat ini Sekte Mawar Putih tengah mendapatkan kunjungan dari Li Kong, dan Ma Guo, tetua pertama dan tetua kedua Sekte Gagak Perak.


Keduanya sejak pagi-pagi sekali telah sampai di Sekte Mawar Putih, dan Yang Zi dan Yang Mi lah yang secara langsung telah menyambut kedatangan mereka. Tetapi mereka berdua yang hanya dua orang kultivator di tingkat Dewa Penguasa tahap awal, sama sekali tidak menghargai Yang Zi dan Yang Mi yang merupakan dua orang yang jauh lebih kuat dari mereka.


Yang Zi yang tak tahan dengan sikap sombong yang mereka tunjukkan, dengan tatapan tajam dia berjalan mendekat ke arah keduanya lalu mengajukan pertanyaan kepada mereka. “Kalau kalian tidak punya urusan lagi di Sekte kami, kalian bisa meninggalkan tempat ini!...”


Li Kong dan Ma Guo tersenyum sinis mendengar pertanyaan Yang Zi. “Kami hanya akan bicara dengan Patriak Sekte kalian, dan lagi dua orang lemah seperti kalian tidak akan pernah layak berbicara dengan kami!...” Kata Li Kong acuh.


Urat-urat kemarahan di kening Yang Zi bermunculan saat mendengar apa yang dikatakan Li Kong, tetapi saat dia ingin memukul Li Kong, Yang Yifei datang sambil menggelengkan kepalanya. “Sayangi tanganmu yang masih begitu bersih!...” Kata Yang Yifei mengetahui apa yang akan dilakukan Yang Zi pada Li Kong yang terlalu sombong dengan apa yang dia miliki.


Yang Yifei lalu berjalan dengan anggun dan duduk di tempat duduknya. “Siapa kalian, dan jelaskan apa maksud kalian merendahkan kedua murid ku yang sudah dengan baik menyambut kedatangan kalian?...”


“Kau sebenarnya juga tidak pantas tahu siapa nama kami, tetapi karena Patriak Sekte ingin menjadikan mu menjadi Selirnya, terpaksa kami harus merendahkan diri dengan mendatangi Sekte mu yang mungkin sewaktu-waktu bisa hancur. Untuk kedua murid mu, mereka memang pantas di rendahkan, karena di mata kami mereka berdua hanya sampah yang mengganggu penglihatan!...” Kata Ma Guo yang tak sedikitpun menghormati Yang Yifei sebagai Patriak Sekte Mawar Putih.


Mendengar itu, Yang Yifei menggelengkan kepalanya dengan ringan. Dia memang bukan sosok pemimpin yang gila hormat, tetapi dua orang di depannya benar-benar sudah melewati toleransi kesabaran yang dia miliki.


Ma Guo sejenak menatap Li Kong lalu dia berkata. “Wanita memang pandai bersilat lidah, tetapi menghina Patriak Sekte kami, itu adalah tindakan kebod*han yang nantinya hanya akan membuat mu menyesal...”


Li Kong tersenyum sinis menatap Yang Yifei sambil berharap wanita itu merubah ekspresi wajahnya. “Setelah aku perhatikan, wanita keras kepala sepertimu memang cocok untum menjadi salah satu Selir Patriak Sekte, dan mungkin kami juga akan ikut mencicipi tubuhmu saat Patriak Sekte sudah bosan denganmu...” Kata Li Kong sambil melirik area dada Yang Yifei yang sejak tadi telah membuatnya tergoda.


Tak lama dua buah pedang telah berada di leher Li Kong dan Ma Guo, dan pedang itu siap memisahkan kepala dengan tubuh mereka. “Tarik kata-kata mu atau kamu ingin pedagang kami lebih dulu memisahkan kepala dengan tubuh mu?...” Kata Yang Zi yang pedangnya sudah sedikit menggores kulit leher Li Kong.


Li Kong menggertakkan giginya saat dia tidak bisa menyadari pergerakan wanita yang kini tengah mengancamnya. “Apa kau yakin mampu membunuh kami?... Sekalipun kalian berhasil membunuh kami, itu justru akan menjadi akhir dari Sekte kalian, dan pada akhirnya kalian hanya akan menjadi wanita jal*ng yang menghangatkan ranjang para murid Sekte Gagak Peraarrggkkk...” Li Kong mengerang sesaat sebelum kepalanya menggelinding jatuh saat Yang Zi tanpa berkedip telah memenggal kepalanya di depan kedua mata sahabatnya, Ma Guo.


Sepuluh murid Sekte Gagak Perak muncul dari bayang-bayang Li Kong sebelum tubuh pemilik bayangan yang di tempati mereka tumbang.


Ma Guo mengepalkan tangannya melihat sahabatnya mati dengan begitu mudah, dan tak lama dia juga melihat kematian sepuluh murid Li Kong di tangan Yang Mi yang dengan cepat membunuh mereka bersepuluh. “Kalian sendiri yang telah memulai peperangan dengan Sekte Gagak Perak. Setelah ini jangan harap kalian bisa bernafas dengan tenang, karena tak lama lagi Sekte Gagak Perak akan datang untuk meratakan Sekte kalian. Keluar dan bantu aku membebaskan diri!...”


Sepuluh murid Ma Guo muncul dari bayang-bayang nya, tetapi mereka muncul hanya untuk menyambut kematian mereka karena Yang Mi dengan senang hati mengirim mereka menuju alam kematian.


Kedua mata Ma Guo terbuka lebar saat melihat sepuluh muridnya yang telah mencapai tingkat Kaisar Dewa tahap menengah mati dalam hitungan detik, di tangan wanita yang bahkan tidak memiliki aura kultivasi.


Kini dia sadar kalau dia telah salah memilih kata-kata sejak pertama kali masuk ke wilayah Sekte Mawar Putih, dan dengan kecepatan yang dia lihat, dia yakin kalau dua wanita yang tadi menyambutnya setidaknya satu atau dua tingkat lebih kuat darinya.


Keringan dingin mulai bercucuran membasahi seluruh tubuh Ma Guo, dia tidak menyangka kalau orang-orang yang dia anggap remeh ternyata memiliki kekuatan yang lebih tinggi darinya, bahkan mungkin kekuatan mereka setara dengan Tetua Agung Sekte Gagak Perak yang merupakan gurunya sendiri.


Dengan rasa takut akan kematian yang mulai menghantui pikirannya, Ma Guo mencoba minta maaf akan kelakuannya kepada Yang Yifei dan dua muridnya. “Ma.. maafkan aku yang mempunyai mata tetapi tidak bisa melihat apa yang seharusnya dapat aku lihat. Sebenarnya kami hanya ingin mengantarkan surat yang berisi lamaran dari Patriak Sekte Bai Zhong, dan lamaran itu ditujukan untuk Patriak Sekte Mawar Putih...” Ma Guo mengambil surat yang dia simpan di cincin penyimpanannya, lalu surat itu di tunjukkan pada Yang Yifei.


Sekali lagi mendengar kata-kata lamaran, membuat Yang Yifei geram dan dia menyuruh Yang Mi mengambil surat itu untuk di hancurkan. “Aku sudah memiliki seorang suami yang sangat aku cintai, lalu apa menurutmu aku harua menerima lamaran dari Patriak Sekte mu?...”


Ma Guo dengan cepat menggelengkan kepalanya saat merasakan hawa membunuh yang merembes keluar dari tubuh Yang Yifei. Dia tahu kalau nyawanya akan langsung melayang kalau sampai dia salah memberikan jawaban.


“I.. itu, anda tentu berhak menolaknya, dan saya sendiri yang akan menyampaikan jawaban anda pada Patriak Sekte Gagak Perak...” Dengan suara terbata-bata Ma Guo menjawab pertanyaan Yang Yifei.


Yang Yifei menatap tajam kearah Ma Guo, lalu dia tertawa dengan keras melihat wajah ketakutan Ma Guo. Setelah puas tertawa, tiba-tiba dia bangkit dari tempat duduknya, dan berjalan mendekat ke arah Ma Guo yang tubuhnya bergetar saat melihat dirinya berjalan mendekat ke arahnya.


Sebuah pertanyaan melintas di kepala Ma Guo saat dia melihat Yang Yifei berdiri hanya berjarak tiga langkah darinya. Jika bukan datang untuk membunuhnya, apa yang dilakukan wanita itu dengan mendekat ke arahnya?...


Tetapi sebelum sempat bertanya, Ma Guo sudah merasakan benda dingin di lehernya bergerak, dan selanjutnya dia melihat tubuhnya semakin menjauh sebelum matanya benar-benar tertutup bersamaan dengan kematian yang mendatanginya.


Yang Mi dengan cepat mengayunkan pedangnya untuk memotong leher Ma Guo. Dia yakin kalau Sekte Gagak Perak tetap akan menyerang Sekte nya walau Ma Guo dibiarkan pergi kembali ke Sekte nya.


“Aku benar-benar heran dengan pria itu, sejak kapan dia menganggap Sekte ku lemah?... Bahkan dulu aku dengan mudah mengalahkannya saat aku masih di tingkat Dewa Penguasa, lalu kini aku adalah seorang Dewa Surgawi tahap menengah, benar-benar aneh kalau dia menganggap ku lemah...” Ujar Yang Yifei lalu dia menyuruh beberapa penjaga untuk menyingkirkan mayat orang-orang yang berasal dari Sekte Gagak Perak.


°°°


Jangan lupa like dan komentarnya...


Like dan komentar itu gratis, tapi bikin author senang saat mendapatkan keduanya 😊😊😊...