The World Emperor System

The World Emperor System
Permainan Penghancur Masa Depan



Xiao Zang dan Xiao Wu terus melangkahkan kakinya menuju pintu yang akan membawa mereka menuju bagian luar dari aula Istana Kerajaan Yang, namun langkah mereka dihentikan oleh Reinar yang tiba-tiba muncul di hadapan mereka.


“Siapa yang memberikan izin pada kalian untuk pergi meninggalkan tempat ini?....” Tanya Reinar yang berdiri di hadapan kedua Pangeran Kekaisaran Bintang.


Xiao Zang dan Xiao Wu dapat merasakan bahaya dari sosok Reinar yang berada di hadapan mereka. Mereka yang sebelumnya selalu menunjukkan sifat arogan, entah kenapa tiba-tiba keduanya merasa ketakutan.


Keduanya sama-sama berpikir tentang kiranya apa yang membuat mereka ketakutan saat berhadapan dengan Reinar, sedangkan selama ini tak ada suatu hal yang membuat keduanya merasa ketakutan. “Kami bebas meninggalkan tempat ini, dan tak ada yang berhak menghentikan kami termasuk kau yang hanya seorang Raja rendahan....” Kata Xiao Zang yang tetap menunjukkan sifat angkuhnya.


Reinar menatap tajam kearah Xiao Zang, lalu dia menunjukkan senyuman yang seketika membuat tubuh orang yang dia tatap bergetar, bahkan keringat dingin mulai membasahi tubuh orang itu. “Sekalipun Kerajaan ku hanyalah Kerajaan kecil, tetapi kalian harus ingat kalau saat ini kalian berdua berada di wilayah Kerajaan ku, yang artinya akulah yang berkuasa di tempat ini....” Ujar Reinar.


Kedua Pangeran itu terdiam begitu mendengar apa yang dikatakan Reinar, tetapi Xiao Zang masih menunjukkan sifat arogan nya. “Kau saat ini memang berkuasa di tempat ini, tetapi itu tak akan berlangsung lama karena tak lama lagi tempat ini akan jatuh ke tangan Kekaisaran Bintang....”


Reinar melangkahkan kakinya mendekati Xiao Zang lalu dia berhenti saat jaraknya dengan Xiao Zang hanya berjarak dua langkah. Reinar tak langsung membalas perkataan Xiao Zang, dia memilih diam dengan sorot mata tajam menatap ke arah Xiao Zang.


Tak lama Reinar mengalihkan pandangannya lalu dia berkata. “Jangan mengatakan sesuatu yang belum benar-benar terjadi!.... Dan apa kalian pikir Kekaisaran lemah kalian dapat mewujudkan apa yang kalian katakan kepadaku?....”


Xiao Zang terlihat semakin geram dengan wajah menggelap begitu mendengarkan perkataan Reinar. “Kekaisaran lemah?.... Apa kau benar-benar bodoh karena mengatakan Kekaisaran Bintang sebagai Kekaisaran lemah?....”


Reinar kembali memandang ke arah Xiao Zang lalu dia berkata. “Kekuatan penuh Kekaisaran Dewa Langit bahkan tak mampu menaklukkan Kerajaan ku. Di sini kalian lah yang berperan sebagai orang bodoh!....”


“Apa kau pikir kami orang bodoh yang akan langsung mempercayai apa yang kamu katakan?....” Balas Xiao Zang.


Reinar terkekeh geli mendengar balasan Xiao Zang. “Kalian justru akan terlihat bodoh kalau tidak mempercayai perkataan ku, dan kebodohan itu hanya akan menghancurkan kalia....”


Tak lama setelah Reinar menyelesaikan kata-katanya terdengar suara keributan di luar aula Istana Kerajaan Yang, namun keributan itu tak berlangsung lama dan kini semua kembali tenangtenang seperti semula.


Tetapi Xiao Zang dan Xiao Wu segera dibuat terkejut dengan masuknya beberapa prajurit kedalam aula Istana Kerajaan Yang dengan menyeret belasan prajurit, dan hanya butuh sekali melihat untuk membuat mereka yakin kalau belasan prajurit yang tengah diseret oleh prajurit Kerajaan Yang adalah prajurit yang menjadi pengawal perjalanan mereka.


Mata Xiao Zang dan Xiao Wu terbuka lebar melihat prajurit pengawal mereka yang telah dalam keadaan babak belur, bahkan ada beberapa yang dalam keadaan kritis.


Seorang wanita dengan gaun berwarna hitam muncul lalu dia segera memeluk manja lengan Reinar tanpa mempedulikan keberadaan kedua Pangeran Kekaisaran Bintang. Dengan pakaian ketat yang membuatnya terlihat begitu menggoda, Vexia menunjukkan ekspresi kesalnya pada prajurit Kekaisaran Bintang yang tak lagi dapat menggerakkan tubuhnya.


Xiao Zang dan Xiao Wu kembali dibuat terkejut saat melihat kemunculan wanita yang lagi-lagi memiliki kecantikan yang tak dapat dibandingkan dengan para wanita yang telah mereka rusak masa depannya. Tetapi melihat kedekatannya dengan Reinar, kedua Pangeran itu yakin kalau wanita itu juga bagian dari wanita yang dimiliki oleh Reinar.


Di sisi lain, dengan senyum lembutnya Reinar menyambut kedatangan Vexia yang telah memeluk lengannya. “Apa mereka membuat mu kesal sampai mereka kamu buat seperti itu?.... Kalau mereka memang membuat mu kesal, kenapa kamu tidak melakukan hal seperti itu kepada pemimpin mereka?....”


Reinar menunjuk keberadaan Xiao Zang dan Xiao Wu kepada Vexia yang wajahnya masih terlihat dipenuhi kekesalan.


Melihat dua sosok yang di tunjuk oleh suaminya, Vexia menunjukkan tatapan jijiknya kepada dua sosok Pangeran Kekaisaran Bintang. “Kenapa tiba-tiba Kerajaan ini dipenuhi sampah seperti mereka?.... Suamiku, membiarkan sampah di dalam istana itu sangat lah tidak baik, bukannya lebih baik kita membuang sampah di tempatnya?....” Ujar Vexia yang masih mempertahankan tatapan jijiknya.


“Setidaknya mereka akan pulang dengan oleh-oleh pemberian Vexia, dan tentunya oleh-oleh itu tak akan pernah mereka lupakan sampai kapanpun....” Kata Reinar dalam hati.


“Kalau istriku ingin membantu ku membuang sampah itu, dengan senang hati aku menerima bantuan itu. Tetapi kalau istriku ingin aku membuang sendiri sampah itu, dengan cepat aku akan melakukannya....” Kata Reinar membalas perkataan Vexia.


Kedua Pangeran Kekaisaran Bintang merasakan firasat buruk begitu mendengar apa yang dikatakan Reinar. “Apa ini akan menjadi akhir dari kehidupan ku?.... Sial!.... Aku benar-benar tidak menyangka akan terjebak di Kerajaan kecil yang tak tahu diri ini....” Gumam Xiao Zang yang kini tak lagi memiliki keberanian untuk menatap ke arah Vexia.


Dalam diamnya, Xiao Wu mengutuk kebodohannya yang sejak awal tak menyadari kalau saat ini dia telah berada di wilayah musuh, dan tanpa berpikir panjang dia dan kakaknya berani menyinggung musuh di wilayahnya.


“Aku benar-benar bodoh, bagaimana bisa aku melupakan hal sepenting itu!....” Kata Xiao Wu dalam hati.


Xiao Zang dan Xiao Wu hanya berani menumpahkan unek-unek mereka di dalam hatihati, sehingga hanya merekalah yang mengetahui apa yang saat ini tengah mereka pikirkan.


“Aku akan mengizinkan kalian pergi meninggalkan Kerajaan ku, tetapi kalian terlebih dahulu harus menemani istriku bermain. Aku yakin kalian akan menyukai permainan istriku, dan kemungkinan besar kalian tak akan bisa melupakan permainan yang telah kalian lakukan dengan istriku....” Kata Reinar lalu dia membiarkan Vexia kepada dua sosok Pangeran Kekaisaran Bintang, tetapi Reinar tidak memberi izin pada Vexia untuk menghilangkan nyawa keduanya.


Kedua Pangeran Kekaisaran Bintang yang secara bersamaan menatap ke arah Vexia yang perlahan berjalan mendekat ke arahnya, mereka seketika dibuat terpesona oleh penampilan Vexia sampai mereka tak menyadari datangnya bahaya yang pada akhirnya akan membuat mereka menyesal.


“Sebagai pria terhormat, aku tidak sudi melakukan permainan apapun dengan wanita murahan seperti mu!....” Kata Xiao Zang yang mengira kalau Vexia akan memaksa dirinya memberikan bibit unggul yang dia miliki.


“Cih, sekali sampah memang selamanya akan menjadi sampah, dan sampah yang dibirkan menumpuk hanya akan terasa jijik saat dipandang....”


Xiao Zang dan Xiao Wu membuka lebar kedua matanya saat melihat Vexia menghilang dari tempatnya begitu selesai berkata. Tetapi, sekalipun mereka berdua membuka lebar kedua matanya, mereka tetap tidak bisa melihat dimana keberadaan Vexia.


Vexia yang menghilang dalam ketiadaan tiba-tiba muncul dan langsung menendang tepat di kedua benda pusaka yang dimiliki oleh kedua Pangeran Kekaisaran Bintang.


“Kau.... Beraninya kau menyerang harta berharga kami?.... Aku Xiao Zang, Pangeran Kekaisaran Bintang akan pasti akan membunuh mu!....” Teriak marah Xiao Zang sambil memegang area benda pusakanya.


Belum juga rasa sakit di benda pusaka milik kedua Pangeran menghilang, tiba-tiba Vexia kembali menyerang mereka di tempat yang sama, dan dia terus melakukan itu sampai kedua Pangeran Kekaisaran Bintang mengerang kesakitan dan tak lama keduanya secara bersamaan telah kehilangan kesadarannya.


“Apa itu sangat menyakitkan?.... Aku yakin itu sangat menyakitkan, dan itu tak lagi dapat tertolong....” Kata Reinar lirih sambil melihat kearah dua Pangeran Kekaisaran Bintang yang sudah jatuh tak berdaya.


Vexia yang telah puas menyiksa kedua Pangeran Kekaisaran Bintang, dia menolehkan kepalanya kearah Reinar. “Suamiku, malam ini kamu harus bekerja keras!.... Kalau kamu tidak bekerja keras, aku akan membuat milikmu menjadi seperti milik mereka....” Kata Vexia dengan tatapan mata tajam menatap ke benda pusaka milik Reinar.


Bibir Reinar bergetar mendengar apa yang dikatakan oleh Vexia. “Aku pasti akan bekerja keras....” Reinar menunjukkan senyuman terpaksa nya. “Malam ini sepertinya aku akan melihat surga dan neraka dalam waktu bersamaan....” Kata Reinar dalam pikirannya yang disambut gelak tawa Lilia.


°°°


Jangan lupa like, vote, dan komentarnya setelah selesai membaca....