The World Emperor System

The World Emperor System
Serangan Mendadak



“Kau sangat berbeda dengan apa yang aku dengar lewat kabar yang disebarkan pihak istana Kekaisaran Utara.” Kata Nina yang benar-benar tertipu oleh kabar palsu yang sudah tersebar luas di seluruh wilayah ras elf.


Kabar seorang Kaisar yang memaksa tujuh wanita untuk menjadi istrinya, menjadi kabar yang tengah hangat dibicarakan di kota-kota wilayah ras elf, dan tak sedikit ras elf yang mengutuk tindakan Kaisar yang hanya merendahkan martabat seorang wanita.


“Jangan terlalu percaya sebuah kabar kalau kamu sendiri belum tahu akan kebenarannya. Percaya atau tidak, mempercayai kabar yang salah akan membuat dirimu celaka.” Kata Reinar sambil memeluk mesra pinggang ramping Vexia.


Nina mengangguk. “Tapi, apa benar kamu memiliki tujuh calon istri?.” Tanya Nina.


Reinar menggelengkan kepalanya. “Angka tujuh kurang tepat untuk menggambarkan jumlah mereka, karena mereka ada delapan.” Jawab Reinar sambil tersenyum, dan tak lama Bella dan Rhea muncul membawa empat binatang buruan yang berhasil mereka tangkap.


Dari arah lain muncul Freya yang datang dengan menyeret Marco yang sudah sadar dari pingsannya.


“Itu, ehm di sini ada empat wanita, lalu dimana empat lainnya?.” Tanya Nina penasaran.


“Tiga wanita yang lain ada di istana Kekaisaran ku, dan satu lagi berada di Kekaisarannya. Tapi sebentar lagi mereka akan berkumpul saat acara pernikahan mereka denganku.” Kata Reinar menjawab pertanyaan Nina.


Nina hanya bisa melongo melihat Reinar yang begitu santai menjawab pertanyaannya. Dia masih sulit membayangkan seberapa kuat Reinar menghadapi delapan wanita yang akan menjadi istrinya, dan dia malu sendiri saat membayangkan para wanita yang akan mengerubungi Reinar.


“Jangan membayangkan yang tidak-tidak, kalau kamu ingin, kita bisa melakukannya kapanpun kamu mau.” Kata Marco yang sudah berdiri di samping Nina.


Nina memandang Marco yang ada di sampingnya. Terlihat senyum indah merekah di bibir Nina, tapi Marco sangat tahu apa arti senyuman wanita yang begitu dia cintai setelah Ibu dan adiknya.


“Kau sepertinya harus diberi sedikit pelajaran.” Kata Nina yang kemudian memegang erat lengan Marco, lalu dengan sekuat tenaga dia membanting tubuh Marco sampai terdengar suara retakan tulang.


“Ini sakit....” Teriak Marco yang selalu menjadi obyek pelampiasan emosi para wanita di sekitarnya.


“Kalian ini terlalu kejam.” Kata Reinar lalu dia menyembuhkan luka-luka Marco, dan pria itu kembali pulih seperti sedia kala.


“Ya, setidaknya dia akan jera dengan kenikmatan yang kami berikan, tapi kalau dia tetap mengulanginya, kami masih punya sejuta kenikmatan yang tentunya sangat dia sukai.” Ungkap Freya sambil tersenyum.


“Aku tidak akan meminta kenikmatan dari kalian.” Kata Marco menatap wanita menyeramkan yang ada di sekitarnya.


“Kau tidak perlu meminta, tapi kami akan memberikannya dengan senang hati saat kamu membuat kesalahan.” Kata Vexia dengan tenang tapi tatapan matanya tajam mengarah pada Marco.


Setelah itu, Reinar mulai mengolah makanan dengan dibantu Vexia dan Freya. Sedangkan Rhea dan Bella, mereka istirahat di atas sebuah pohon sambil mengintip Marco dan Nina yang tengah melepas rindu di tempat mereka tadi berkumpul.


Begitu masakan Reinar matang, semua mengambil porsi makanan mereka masing-masing dan mulai memakannya. Masak Reinar sangat nikmat walau hanya berupa daging bakar, dan tak butuh waktu lama makanan mereka ludes tak bersisa.


Selesai makan Reinar mengajak mereka kembali ke kota Eregion untuk menikmati suasana kota yang sempat tertunda.


“Apa kamu yakin akan mengikuti kami dan tak kembali ke Kekaisaran Utara?.” Tanya Reinar pada Nina yang tengah berjalan bersama pria dan wanita pengawalnya.


“Iya, aku akan ikut dengan kalian, dan nantinya aku juga akan kembali ke istana saat kalian semua pergi ke tempat itu.” Jawab Nina.


“Kalau kamu ingin ikut dengan kami, pakai jubah ini dan terus sembunyikan identitas aslimu sebagai putri mahkota Kekaisaran Utara.” Kata Reinar menyerahkan sebuah jubah bertudung dengan warna putih pada Nina. “Jika kamu membuka identitas mu di muka umum dan membuat kehebohan, kamu saat itu juga harus meninggalkan kelompok kami selama kami tinggal di kota Eregion.” Imbuh Reinar.


Mendengar itu, Nina menganggukkan kepalanya, dan dia segera memakai jubah pemberian Reinar.


“Sepertinya ada tamu tak diundang yang datang.” Kata Reinar menatap kearah kota Eregion berada.


Whushh... Whushh... Whushh...


Beberapa sosok muncul dan mendarat tepat di hadapan Reinar, dan tanpa lebih dulu bertegur sapa mereka langsung menyerang Reinar.


BOOMMM...


BOOMMM...


Selain skill sihir, ada lima orang yang menyerang Reinar menggunakan belati, terlihat mereka cukup terampil menggunakannya, tapi sayangnya mereka salah mencari musuh.


Bosan menghindar, Reinar menerima secara langsung serangan skill sihir yang mengarah padanya, dan dia juga terkena serangan telak dari orang yang melakukan serangan langsung dengan menggunakan senjata jarak pendek.


BOOMMM...


BOOMMM...


Debu beterbangan membuat tak ada yang bisa melihat kondisi Reinar, dan itu membuat kelompok penyerang tertawa saat melihat serangan mereka dengab telak mengenai tubuh Reinar.


Nina khawatir akan kondisi Reinar, pemuda yang akan menjadi adik iparnya, tapi dia lebih khawatir dengan pemimpin kelompok yang menyerang Reinar. “Kaisar Utara, kenapa dia bisa berada ditempat ini?.” Tanya Nina membatin melihat sosok yang selama ini dia panggil Ayah tengah memimpin para pasukan elit Kekaisaran Utara untuk menyerang Reinar.


Tapi saat semua orang berpikir Reinar telah mati, ribuan pedang muncul di langit dan ujung tiap pedang mengarah pada orang-orang yang barusan menyerang Reinar.


Tak lama kejadian yang sangat mengerikan terjadi saat hujan pedang menghujani dan mengejar orang-orang yang baru saja menyerang Reinar. Mata Kaisar Utara terbuka lebar saat melihat seluruh pasukan elit Kekaisaran musnah hanya dengab satu kali serangan.


“Selain bod*h, ternyata kalian semua sangat lemah. Jika di Kekaisaran ku, kalian semua hanyalah sekumpulan sampah tak berguna.” Kata Reinar yang entah sejak kapan sudah melayang diatas langit, dan ada tiga sosok Reinar yang terbang di langit.


Kaisar Utara sedikit takut melihat kekuatan Reinar, dan terpaksa dia memanggil bala bantuan yang sudah dia persiapkan.


Ribuan orang muncul, bahkan ada lima orang dengan level kekuatan setara dengan Reinar. “Level kita setara, tapi kekuatan kita sangat berbeda, dan sekarang giliran kalian untuk menyusul mereka yang sudah mati.” Kata Reinar lalu dia bersama tubuh bayangannya maju menggempur pasukan elit tambahan yang sudah disiapkan Kaisar Utara khusus untuk membunuhnya.


BOOMMM...


BOOMMM...


BOOMMM...


Ledakan terus menerus terjadi saat seluruh tubuh bayangan Reinar membantai ribuan pasukan elit Kekaisaran Utara. Notifikasi dari Lilia terus terdengar, dan selama pertarungan yang masih berlangsung Reinar telah puluhan kali level up.


Kekuatan Reinar terus meningkat, dan kini dia dapat membuat 20 tubuh bayangan untuk memusnahkan seluruh pasukan elit Kekaisaran Utara.


“Seandainya kamu bukan tubuh bayangan, dengan senang hati aku akan membunuhmu.” Kata Reinar yang tiba-tiba muncul di samping tubuh bayangan Kaisar Utara.


“Ternyata kamu sosok Kaisar Kekaisaran Naga, dan aku tidak menyangka jika kamu berhasil memaksa wanita sekuat ratu Vexia untuk menjadi istrimu.” Kata tubuh bayangan Kaisar Utara. “Aku juga sangat terkejut kamu bisa membuat 20 tubuh bayangan tanpa kelelahan. Sedangkan aku hanya bisa membuat dua tubuh bayangan, dan itupun sudah menghabiskan seluruh simpanan mana ku.” Imbuh tubuh bayangan Kaisar Utara.


“Itu artinya kau sangat lemah, dan asal kau tahu, aku sangat mencintai suamiku dan tak ada paksaan dalam hubungan kami.” Kata Vexia yang melayang dan mendekat kearah Reinar.


“Kau hanya sosok Kaisar lemah dan menjijikkan, lebih baik kau mati saja....”


Dengan menggunakan setengah kekuatannya, Freya menendang tubuh bayangan Kaisar Utara.


BOOMMM...


Tubuh bayangan Kaisar Utara langsung hancur dan hanya meninggalkan bagian kepalanya saja yang tak lama lagi juga akan hancur.


“Kau dan para wanitamu memang kuat, tapi aku pasti akan melenyapkan mu dengan menggabungkan seluruh kekuatan ras elf, dan saat hari itu tiba, benua ini akan seutuhnya menjadi milik ras kami.” Teriak kepala tubuh bayangan Kaisar Utara sebelum menghilang.


“Apa kau pikir aku takut?.” Batin Reinar dan dia tersenyum melihat sisa-sisa tubuh bayangan Kaisar Utara yang perlahan menghilang.


***


***Bersambung...***