The World Emperor System

The World Emperor System
Kemalangan Marco



Pulau di tengah danau.


“Kalian semua berdirilah, dan jelaskan semua padaku.” Kata Reinar.


Sang ratu dan semua manusia setengah ikan yang lain kemudian bangkit dan menatap Reinar dengan penuh hormat. Sudah ribuan tahun menanti, hari ini penantian panjang itu berakhir setelah kedatangan Reinar.


Sang Ratu menatap Reinar. “Yang Mulia, saya Alice, Ratu para mermaid, dan di masa lalu kami adalah pelayan para Imortal yang selalu melindungi kami, biarpun kami adalah pelayan mereka.” Jawab Ratu Alice.


“Lalu, apa hubungannya para Imortal yang kalian layani dengan ku?.” Tanya Reinar.


“Yang Mulia adalah seorang imortal, dan tentunya anda adalah imortal terakhir di dunia ini selain seorang imortal lainnya yang sudah menjadi wakil dari sang pencipta. Sebagai pelayan, kami tentu akan melayani Yang Mulia.” Jawab Alice menjelaskan.


Reinar mengangguk setelah dia mendapatkan informasi baru. “Aku memang seorang imortal, tapi apa kalian yakin akan menjadi pelayan ku?. Belum tentu juga aku sebaik para Imortal yang dulu kalian layani.”


Alice tersenyum. “Seorang Imortal adalah ras terbaik di dunia ini. Jika ada seorang ras Imortal memiliki perilaku buruk, maka sang pencipta pasti akan membunuhnya, dan kami pernah melihat itu secara langsung.” Kata Alice.


Reinar tak tahu kebenaran dari apa yang Alice katakan, tapi melihat begitu seriusnya wajah Alice, sulit bagi Reinar untuk tidak mempercayainya.


“Apa Yang Mulia tidak mempercayai hamba?.” Tanya Alice.


“Aku percaya padamu, tapi aku tidak tahu, apa saja yang kalian lakukan sebagai seorang pelayan.” Ungkap Reinar.


“Seperti di masa lalu sebelum ras imortal pergi ke alam surga, aku Ratu Alice akan mengirim para wanita dari ras ku untuk menjadi pelayan di istana Yang Mulia, dan para pria akan menjadi prajurit yang akan melindungi istana Yang Mulia.”


Reinar menatap mata Alice saat dia mengatakan perginya para Imortal ke alan surga. “Kenapa para imortal pergi ke alam surga, dan kapan mereka pergi?.” Tanya Reinar penasaran.


“Mereka pergi ke alam surga setelah raga mereka di dunia ini musnah, dan peristiwa itu terjadi 10 ribu tahun yang lalu saat hamba masih anak-anak. Tapi ada salah satu dari mereka yang bertahan di dunia ini untuk melahirkan seorang penerus sebelum dia menyusul ke alam surga, dan kemungkinan dialah orangtua dari Yang Mulia.”


Mendengar jawaban Alice, Reinar sedikit mendapatkan gambaran tentang Ayah kandungnya.


Alice mengajak Reinar memasuki istananya yang ada di tengah pulau. Saat memasuki aula istana, Alice meminta Reinar untuk duduk di kursi yang biasa dia duduki.


“Alice, apa yang terjadi pada kalian setelah para imortal pergi ke alam surga?.” Tanya Reinar.


“Tuan kami yang terakhir membangun tempat ini untuk kami tinggali, dan hamba diberikan sebuah skill yang membuat siapapun tidak bisa memasuki tempat ini kecuali seseorang dengan ras imortal, dan tuan kami juga menyuruh kami untuk menjaga putranya yang akan menemui kami di tempat ini.”


Alice menceritakan semua yang terjadi setelah kepergian ras imortal ke alam surgawi, sehingga Reinar tahu apa yang terjadi setelah kepergian mereka.


“Alice, terimakasih atas informasinya.” Kata Reinar sambil tersenyum.


Wajah Alice memerah saat melihat senyum Reinar. “Dia memang putranya, senyum serta wajahnya bahkan lebih indah darinya.” Batin Alice saat melihat senyuman Reinar.


“Yang Mulia, apa anda tidak ingin mengambil salah satu dari kami untuk menjadi penghangat ranjang tuan?.” Tanya Alice yang dulu sering melayani tuannya di atas ranjang, dan dia sangat merindukan masa dimana dia bisa terpuaskan oleh sebuah hubungan yang begitu panas.


“Bukannya kalian akan mati jika melakukan itu dengan ras selain dari ras kalian?.”


“Kami akan mati jika tuan membuahi rahim kami, tapi kami sudah berlatih untuk itu, dan kini sepenuhnya kami bisa menerima benih dari Yang Mulia biarpun kami tak bisa memberi keturunan pada Yang Mulia.” Jawab Alice yang seketika membuat bibir Reinar berkedut.


“Aku sudah memiliki delapan calon istri, jika aku mengambil salah satu dari kalian, aku tak akan lagi bisa menikmati hidupku.” Balas Reinar yang seketika membuat wajah para wanita setengah ikan memerah.


“Tuan pasti bercanda, seorang imortal bahkan bisa memiliki lebih dari sepuluh istri, dan ras mana yang tak ingin memiliki keturunan dengan ras Imortal, ras paling unggul dari ras lainnya?.” Kata Alice.


“Hah....” Reinar menghela nafas. “Bagiku delapan sudah lebih dari cukup, dan aku tak akan menambah jumlah mereka.” Ujar Reinar.


Alice sedikit kecewa dengan jawaban Reinar, bagaimanapun dia sangat merindukan manfaat dari berhubungan tubuh dengan seorang imortal, tapi dia tidak akan memaksakan kehendaknya, dan dia cuma berharap dimasa depan Reinar mau menyentuhnya.


“Yang Mulia, apa anda akan tinggal di tempat ini untuk sementara waktu?.” Tanya Alice penuh harap.


Istana para mermaid cukup nyaman, mungkin Reinar akan tinggal beberapa hari jika dia tidak sedang terburu-buru, tapi sayangnya dia sedang dalam perjalanan menuju Kekaisaran elf, jadi dia memutuskan tak tinggal lebih lama di istana para mermaid.


“Aku harus segera melanjutkan perjalanan, dan mungkin para calon istriku serta kakak ipar ku tengah menunggu kedatangan ku. Mungkin saat kembali aku akan tinggal ditempat ini untuk sementara waktu.” Balas Reinar.


“Kalau begitu, Yang Mulia bisa membawa beberapa pelayan dan penjaga untuk menemani Yang Mulia di sepanjang jalan.” Kata Alice.


“Alice, aku berterimakasih atas tawaranmu, tapi itu bisa kita bahas di lain waktu. Saat ini aku ingin pergi ke sebuah Kekaisaran, dan aku tak ingin terlihat mencolok di tempat itu.” Kata Reinar tegas.


“Baiklah jika itu keinginan Yang Mulia, hamba akan menurutinya.” Ungkap Alice sedikit kecewa.


“Aku tahu kamu kecewa, tapi yakinlah aku akan kembali secepatnya ke tempat ini, dan mungkin aku akan memindahkan wilayah mu ke dekat istanaku.” Kata Reinar, dengan bantuan Lilia dia yakin bisa melakukan apa yang baru dia katakan pada Alice.


“Baik, hamba dan semua akan menunggu kedatangan Yang Mulia.” Balas Alice.


Reinar tersenyum dan kemudian dia berteleportasi ketempat kelompoknya yang tengah menunggu kehadirannya.


“Adik ipar, kau dari mana saja?.” Tanya Marco, orang yang pertamakali melihat sosok Reinar yang baru muncul dari kekosongan.


“Aku menemukan sesuatu yang menarik berada di tengah danau, tapi kita akan kesana setelah kembali dari acara pertrmuan antar Kekaisaran.” Jawab Reinar yang kemudian ditarik oleh Bella untuk mendekat kearah tiga wanita lainnya.


Tiba-tiba Freya dan Rhea melotot saat mencium bau tak asing di tubuh Reinar, sedangkan Vexia dan Bella, mereka hanya tersenyum karena sudah tahu tentang siapa yang baru Reinar temui.


“Para mermaid sialan, pasti mereka menggoda calon suamiku.” Kata Freya geram.


“Sepertinya mereka tinggal di tengah danau ini.” Ungkap Rhea menatap Freya.


BOOMMM...


Ledakan terjadi saat seberkas cahaya berwarna merah yang Freya keluarkan menghantam dinding tak terlihat yang melindungi istana para mermaid.


“Ternyata ada dinding pengganggu ditempat itu, bahkan aku tak yakin bisa menembusnya.” Keluh Freya.


“Sudahlah, jangan membuang tenaga dan waktu untuk mengurusi mereka!. Aku yakin Reinar ku tak berbuat yang aneh-aneh dengan mereka.” Kata Vexia mencairkan suasana.


“Apa kau yakin?.” Tanya Freya.


“Ya, aku sangat yakin akan itu karena aku masih mencium kesucian calon suamiku.” Balas Vexia sambil memeluk mesra lengan Reinar.


Semua wanita menatap tajam Vexia, tapi yang mereka tatap justru acuh dan tak mempedulikan mereka.


“Aku memang tidak melakukan apa-apa dengan mereka, dan lebih baik kita segera melanjutkan perjalanan.” Kata Reinar tegas.


“Baik....” Kata keempat wanita kompak.


Marco dibuat ternganga akan tingkah keempat calon istri Reinar, termasuk dengan adiknya. “Adik ipar ku sungguh pemuda yang luar biasa, para wanita kuat seperti mereka langsung menurut hanya dengan sedikit ketegasannya.” Batin Marco kagum.


Setelah sedikit perdebatan, akhirnya Reinar kembali memimpin rombongannya dan melanjutkan kembali perjalanan mereka.


***


Keesokan harinya mereka sampai di kota yang berbatasan langsung dengan Ibukota Kekaisaran ras elf utara yang menjadi tujuan Reinar.


“Aku masih melihat ras lain menghuni kota ini selain ras elf yang terlihat begitu mendominasi.” Kata Reinar begitu memasuki kota Eregion, kota yang berbatasan langsung dengan kota Eldamar, atau biasa disebut ibukota Kekaisaran elf utara.


Reinar mengajak kelompoknya berjalan mengelilingi kota, dan melihat kelebihan kota yang konon katanya lebih maju dalan teknologi dibandingkan dengan kota besar ras manusia.


“Suamiku, apa yang akan kita lakukan di tempat ini?.” Tanya Freya yang kini punya panggilan baru untuk Reinar.


Bukan hanya Freya, tapi semua calon istri Reinar memanggilnya dengan cara yang sama. Awalnya cukup risih mendengar panggilan seperti itu, tapi pada akhirnya Reinar justru menikmati panggilan itu.


Reinar tersenyum. “Kita akan menikmati kota ini, dan untuk beberapa hari kedepan kita akan tinggal di kota ini.” Kata Reinar menjawab pertanyaan Freya.


“Adik ipar, apa kau tidak ingin pergi ketempat hiburan di kota ini?. Aku dengar di tempat itu banyak gadis cantik dengan aset yang sangat menggoda.” Kata Marco dan tak lama dia merasakan dingin di tengkuk lehernya.


“Aku akan membunuhmu.” Teriak Bella melesat menyerang Marco.


BOOMMM...


Terjadi ledakan keras saat tinju Bella menghantam tubuh Marco, dan saat debu menghilang, Reinar dan yang lainnya dapat melihat Marco yang babak belur dihajar Bella.


Freya, Rhea, serta Vexia menatap tajam kearah Marco yang kondisinya begitu menyedihkan.


“Sungguh pria bod*h yang malang.” Batin Reinar melihat kondisi calon kakak iparnya.


***


***Bersambung...***