The World Emperor System

The World Emperor System
Melawan Kultivator Tingkat Dewa Sejati



Yang Yifei dan Qinyu menatap Reinar yang berada di tengah-tengah mereka dengan tatapan memuja. Mereka berdua benar-benar tidak menyangka ternyata sang suami yang mereka cintai memiliki kejutan yang sangat luar biasa untuk ditunjukkan kepada mereka.


Bukan hanya mereka berdua, seluruh orang yang berada di sisi Reinar juga mengagumi sosok yang kini tengah diapit dua wanita tercantik yang ada di Kota Bulu Angsa. Mereka tidak pernah menyangka kalau kekuatan pertahanan Kota Bulu Angsa dapat disetarakan dengan pertahanan sebuah Kerajaan di Benua Tengah.


Reinar tidak peduli dengan pujian yang ditujukan pada dirinya, karena saat ini dia lebih fokus pada musuh yang ada di depannya. “Musnahkan mereka semua!.., tapi sisakan dua orang terkuat yang ada di sisi mereka...” Kata Reinar memberi perintah pada pasukan yang dia beli dari toko sistem.


Dengan dipimpin lima ratus kultivator tingkat Dewa Surgawi tahap menengah seluruh pasukan Reinar menyerang lebih dari satu juta murid dari Sekte Gagak Perak dan dua sekte lainnya. Suara dentuman keras terdengar saat pasukan Reinar mengerahkan seluruh kekuatannya untuk memusnahkan seluruh musuh mereka.


Sementara itu di pihak musuh, dengan cepat mereka kehilangan seratus ribu orang hanya dalam beberapa detik, dan jumlah korban semakin banyak seiring dengan gelombang serangan yang terus mengurangi jumlah mereka.


Dibarisan terdepan murid Sekte Gagak Perak, dua orang pria dengan tubuh bergetar melihat pembantaian yang tengah terjadi di depan mata mereka. “Kekuatan mereka bukan sesuatu yang bisa kita lawan. Daripada semakin banyak menanggung kerugian, lebih baik kita menarik mundur pasukan yang kita miliki!...” Kata Bai Zhong.


Huang Dan mengangguk lalu dia melayang di udara sambil mengibarkan bendera putih sebagai tanda kalau mereka telah menyerah, dan mengakui kekalahan.


Reinar, Qinyu, dan Yang Yifei, mereka bertiga melihat apa yang dilakukan Huang Dan, tetapi bukannya menarik mundur dan mengeklaim kemenangan, Yang Yifei dan Qinyu justru turun tangan bersama lima puluh ribu pasukan Sekte Mawar Putih untuk mempercepat pemusnahan pasukan gabungan dari tiga Sekte yang telah melakukan penyerangan pada Kota Bulu Angsa.


Hanya dalam sekejap, Bai Zhong telah kehilangan lima ratus ribu kultivator yang berada di sisinya. Sekalipun Bai Zhong telah menarik mundur orang-orangnya, tetapi Reinar dan kedua istrinya tidak dengan mudah membiarkan mereka berbalik arah meninggalkan tempat pembantaian yang telah disiapkan khusus untuk mereka.


“Sial... Sial... Sial... Mereka benar-benar ingin memusnahkan kita!... Tidak ada jalan lain selain melawan, berlari sekalipun mereka tetap akan mengejar kita...” Kata Bai Zhong lalu dia mengeluarkan pedangnya dan dengan mengedarkan kekuatan penuhnya dia menerjang baris terdepan untuk langsung menyerang Yang Yifei yang tengah melawan para muridnya.


“Ingin menyerangku di saat aku lengah?... Itu tidak akan pernah berhasil...” Yang Yifei tiba-tiba menghilang dari tempatnya, dan detik berikutnya dia muncul di dekat Bai Zhong dengan sebuah tendangan yang menyasar langsung ke arah dada Bai Zhong yang tak terlindung.


Jelas-jelas barusan dia melihat Yang Yifei masih melawan murid Sektenya, tetapi detik berikutnya dia merasakan sakit di dadanya saat tendangan Yang Yifei mengenai dadanya. “Hanya sebuah tendangan, tapi aku merasa banyak tulang rusukku yang retak...” Gumam Bai Zhong sambil mencoba bangkit dari posisi jatuhnya setelah terkena tendangan Yang Yifei.


Bai Zhong menatap Yang Yifei setelah kembali dapat berdiri. “Menyerang musuh yang sudah menyerah, kau sangat memalukan!...” Teriak Bai Zhong sambil memegang dadanya yang terasa sakit tiap kali dia gunakan untuk bernafas.


Yang Yifei mengerutkan keningnya saat mendengar apa yang dikatakan Bai Zhong. “Apa yang kami lakukan memang memalukan, tapi bukannya kamu tadi juga melakukan hal yang sama saat menghancurkan gerbang Kota Bulu Angsa?... Bahkan ada puluhan orang biasa yang menjadi korban dari apa yang kamu lakukan...” Yang Yifei menatap sinis kearah Bai Zhong yang terlihat geram setelah mendengar apa yang dia katakan.


“Cih, seharusnya aku tidak melakukan ini, tetapi karena kalian aku harus melakukan ini...” Bai Zhong memejamkan matanya lalu tak lama simbol-simbol aneh mulai muncul di sekelilingnya, dan begitu simbol itu menghilang Yang Yifei dapat merasakan kalau kekuatan Bai Zhong telah meningkat ke tingkat yang setara dengan kekuatannya.


Yang Yifei menggelengkan kepalanya melihat teknik yang baru di gunakan Bai Zhong. “Sekalipun kamu mengorbankan seluruh kehidupan keluarga mu, kamu tidak akan pernah bisa mengalahkan ku...” Yang Yifei mengedarkan aura kekuatannya yang menunjukkan kalau dirinya adalah seorang kultivator tingkat Dewa Surgawi tahap puncak.


Bai Zhong terkejut saat merasakan aura kekuatan Yang Yifei. Walau hanya beberapa saat, dia bisa merasakan aura kekuatan Yang Yifei yang jauh lebih kuat darinya walau dia telah mengorbankan 90% masa hidupnya untuk meningkatkan kekuatan sampai ke tingkat Dewa Surgawi tahap puncak.


“Kekuatanku masih belum cukup untuk membuatku menang darinya...” Bai Zhong tersenyum kecut saat merasa kalau hari ini akan menjadi akhir dari hidupnya di Dunia Immortal.


Bai Zhong menatap Huang Dan yang tengah berhadapan dengan Reinar. Kondisi Huang Dan tak jauh berbeda dengannya, bahkan kondisi Huang Dan terlihat jauh lebih buruk darinya.


Semua orang tengah bertarung untuk melindungi satu-satunya nyawa yang mereka miliki. Delapan ratus ribu orang yang dibawa Bai Zhong telah menjadi jasad tak bernyawa, dan kini mereka menjadi penghias medan peperangan yang setiap detiknya terasa semakin hening.


“Mari kita selesaikan pertarungan kita!... Berikan aku kekalahan yang tak akan aku lupakan walau aku telah berada di alam kematian...” Kata Bai Zhong yang menggunakan seluruh sisa kekuatannya untuk melakukan serangan terakhir.


Mendengar itu Yang Yifei hanya tersenyum lalu dia mengeluarkan pedang dari kekosongan dan memegang gagang pedang dengan tangan kanannya. “Dengan senang hati aku akan memberimu kekalahan yang bahkan akan tetap kamu ingat walau kamu telah 100 kali menjalani roda reinkarnasi...”


Yang Yifei mengeluarkan seluruh kekuatannya karena dia tidak ingin meremehkan kekuatan musuhnya. “Terima kematian mu!...” Yang Yifei menghilang dari tempatnya dan muncul di dekat Bai Zhong yang tak dapat menggerakkan tubuhnya akibat tekanan kekuatan Yang Yifei.


Yang Yifei mengirim sebuah tebasan pedang kearah leher Bai Zhong. “Aku masih dangat lemah...” Kata Bai Zhong sambil tersenyum sesaat sebelum Yang Yifei mengakhiri hidupnya.


Hanya dalam satu serangan yang sangat cepat Bai Zhong mati di tangan Yang Yifei, tetapi pertempuran belum berakhir karena tiba-tiba semua orang dapat melihat keanehan yang terjadi pada tubuh Huang Dan.


Tubuh Huang Dan dipenuhi aura berwarna gelap dan aura tubuh Huang seperti magnet yang menarik energi gelap yang ada di sekitarnya dengan begitu cepat. Reinar, Qinyu, dan Yang Yifei tidak menghentikan apa yang dilakukan Huang Dan, karena mereka penasaran apa yang selanjutnya akan terjadi.


BOOMMM...


BOOMMM...


“Tahap Setengah Langkah tingkat Dewa Sejati?... Bukannya kekuatan yang dia miliki sudah melewati ketentuan yang ada di dunia ini?...” Gumam Reinar saat melihat kekuatan Huang Dan setelah menyerap energi gelap yang ada di medan peperangan.


Reinar maju dan mencoba menyerang Huang Dan, tetapi setiap serangannya tidak sedikitpun berpengaruh pada tubuh Huang Dan.


Bukan hanya Reinar, Qinyu dan Yang Yifei juga mencoba melakukan serangan ke arah Huang Dan, tetapi sekuat apapun serangan mereka tak ada satupun yang dapat memberikan luka pada tubuh Huang Dan.


Melihat kekuatan tahap puncak tingkat Dewa Surgawi tidak berpengaruh pada tubuh Huang Dan, membuat Reinar sedikit berpikir tentang kelemahan apa yang dimiliki Huang Dan. Walau dia telah berada di tahap Setengah Langkah tingkat Dewa Sejati, tak seharusnya di kebal terhadap segala jenis serangan.


Huang Dan tersenyum sinis melihat orang-orang yang kini tak dapat melukainya. “Kalian yang ada di sini akan menjadi saksi lahirnya sang penguasa baru Dunia Immortal, tetapi kalian juga akan menjadi tumbal untuk meningkatkan kekuatan ku...”


Reinar tidak tahu sekuat apa Huang Dan saat ini. Dia hanya tahu kalau tubuh Huang Dan kebal terhadap segala jenis serangan, dan lagi aura gelap yang begitu tipis yang ada di sekitar tubuh Huang Dan, sedikit membuatnya kesusahan untuk menemukan kelemahan yang dimilikinya.


Qinyu dan Yang Yifei merapat ke sisi Reinar karena mereka merasakan sesuatu yang buruk akan terjadi saat Huang Dan mulai bergerak. “Suamiku, apa kamu tahu kekuatan apa yang bisa kita gunakan untuk membuatnya terluka?...” Tanya Qinyu yang kali ini terlihat begitu serius melihat musuh yang ada di depannya.


Reinar menggelengkan kepalanya. “Aku belum tahu apa yang bisa membuatnya terluka, tapi yakinlah aku akan segera menemukan cara untuk langsung membuatnya lenyap dari Dunia ini...” Kata Reinar yang tetap tenang walau dalam situasi kritis.


Huang Dan yang merasa terabaikan tiba-tiba marah, dan aura gelap dari tubuhnya terlihat semakin kental dan menakutkan. Dia tidak menyangka kalau lawannya tetap terlihat tenang walau dia telah meningkatkan kekuatan ke tingkat yang telah menyalahi peraturan di Dunia Immortal.


“Kau, aku akan membunuhmu!...” Teriak Huang Dan lalu dia langsung menyerang kearah Reinar yang sejak awal menjadi lawannya.


Reinar tersenyum lalu dia menciptakan pedang dengan teknik penciptaannya untuk menyambut serangan Huang Dan. “Kalian berdua serang dan musnahkan sisa musuh, biar aku yang membereskan orang ini!...” Kata Reinar lalu dia melesat kearah Huang Dan untuk menyambut serangannya.


BOOMMM...


BOOMMM...


BOOMMM...


Suara ledakan yang memekakkan telinga terdengar saat kekuatan Huang Dan berbenturan dengan kekuatan yang dimiliki Reinar.


Pertarungan mereka terlihat seimbang walau Reinar sedikit kesulitan mengimbangi kekuatan dan kecepatan yang dimiliki oleh Huang Dan.


Di sisi lain, orang-orang yang ingin melakukan serangan ke Kota Bulu Angsa hampir semuanya berhasil di musnahkan saat Qinyu dan Yang Yifei turun tangan melawan mereka.


“Suruh orang-orang mu berhenti atau aku akan melenyapkan kalian semua!...” Kata Huang Dan yang tengah bertarung satu lawan satu dengan Reinar.


Bukannya menuruti perkataan Huang Dan, Reinar justru mengabaikannya dan dia lebih memilih berkonsentrasi melawan Huang Dan sambil mencari kelemahannya.


Huang Dan menggertakkan giginya geram melihat keinginannya tidak di turuti, tetapi saat dia ingin berbalik dan menyerang ke arah lain, tiba-tiba dia merasakan sakit di lengannya, dan saat dia melihat lengannya, mata Huang Dan melotot saat dia melihat salah satu lengannya telah terpotong.


“Ternyata kau memang lemah...” Kata Reinar menyeringai.


°°°


Jangan lupa like dan komentarnya setelah selesai membaca, terimakasih...