
Luapan energi yang sangat besar keluar dari tubuh pria berjubah merah, meski berada di jarak yang cukup jauh darinya, Reinar masih darapat merasakan energi besar yang keluar dari tubuh sosok berjubah merah.
Seluruh orang di dalam aula Kekaisaran juga merasakan energi yang bahkan sanggup membuat mereka ketakutan, dan mereka semua memilih menjauhi sosok pria berjubah merah. Tetapi untuk Wei Jian dan Wei Kong, mereka tetap berdiri di tempatnya walau tahu keadaan sangat tidak menguntungkan bagi mereka berdua.
Pria berjubah merah melambaikan tangannya ringan, bersama dengan lambaian tangannya, muncul sebuah tebasan yang membelah angin lalu melesat cepat kearah Reinar. Namun tebasan itu seketika lenyap saat sosok bertopeng muncul dan mengayunkan pedang miliknya menebas sebuah serangan yang mengarah ke arah tuannya.
Empat sosok bertopeng lainnya segera muncul dan langsung mengambil posisi di setiap sudut aula Kekaisaran.
Sosok pria berjubah merah yang melihat serangannya di hentikan dengan sangat mudah, dia sedikit menunjukkan keterkejutan nya. Dia tidak menyangka jika di dunia yang saat ini dia tinggali masih ada cukup banyak kekuatan yang mampu menghalau serangannya.
Sebelumnya dia yakin kalau dia lah orang terkuat di Dunia Immortal, dan dia berniat menjadi penguasa di dunia yang bisa dia gunakan untuk terus meningkatkan kekuatannya. Semua pengikutnya tahu kalau dia sangat kuat, tetapi saat ini dia harus menyadari sebuah kenyataan tentang keberadaan kekuatan yang selama ini tidak dia ketahui.
“Aku benar-benar tidak menyangka, ternyata ada orang yang mampu menahan serangan ku dengan begitu mudahnya....” Ujar pria berjubah merah sambil menatap kelima sosok pria bertopeng hitam secara bergantian.
Pria bertopeng hitam yang tepat berada di hadapan pria berjubah merah hanya diam di tempatnya tanpa ada niatan untuk menyerang sosok berjubah merah yang baru saja mencoba menyerang tuannya.
“Aku punya penawaran yang baik untuk kalian, bagaimana kalau kalian berlima menjadi pengikut ku, dan biarkan aku memberi apa yang selama ini belum kalian miliki!....” Kata pria berjubah merah.
SWUUSS... BOOOMM...
Bukannya menerima tawarannya, sosok pria bertopeng hitam yang merupakan bawahan Reinar justru langsung menyerangnya secara bergantian.
Sorot mata tajam di balik topeng berwarna hitam digunakan oleh para bawahan Reinar membuat sosok pria berjubah merah merasa terintimidasi. “Kau tidak pantas menjadi tuan kami, tetapi kau lebih pantas mati!....”
Terdengar suara tulang patah saat kelima pria bertopeng hitam menyerang secara bersamaan sosok pria berjubah merah.
Namun suara tulang patah itu bukanlah milik sosok pria berjubah merah, melainkan milik Li Cheng dan An Qire yang dijadikan tameng hidup oleh sosok pria berjubah merah.
Li Cheng dan An Qire mengalami luka parah dengan hancurnya tulang rusuk dan sebagian besar tulang yang melekat pada tubuh merekamereka, sebaliknya, sosok pria berjubah merah justru masih terlihat baik-baik saja.
Pria berjubah merah melemparkan Li Cheng dan An Qire yang berada di genggaman tangannya. “Ternyata kalian lebih memilih sebuah pertarungan daripada berdamai dan menjadi pengikut ku!.... Kalau itu keinginan kalian, dengan senang hati aku akan memusnahkan kalian dan setelah itu baru aku akan memusnahkan tuan kalian!....”
Reinar yang mendengar itu dengan santai dia melipat kedua tangannya di depan dadanya lalu dia berkata. “Kau terlalu banyak omong, bahkan kau lebih berisik dari seorang wanita. Aku bahkan sekarang mulai dengan identitas mu, dan mungkin saja kau ini adalah seorang wanita yang tengah menyamarkan penampilan supaya terlihat layaknya seorang pria....”
Wei Jian, Wei Kong dan orang-orang mereka segera menahan ketawa saat mendengar apa yang baru dikatakan oleh Reinar. Tentu saja mereka tak berani menunjukkan tawa secara terang-terangan, karena mereka tahu sekuat apa orang yang ingin mereka tertawakan. Kalau saja saat ini tidak ada sosok Reinar dan para bawahannya, mungkin sejak tadi mereka memilih menyelamatkan diri bersama orang yang harus mereka lindungi.
“Apa orang itu tidak tahu seberapa kuat tuan kita sampai dia berani membuat sebuah lelucon tentangnya?....”
“Bukannya dia tidak tahu, tetapi aku merasa kalau orang itu sama kuatnya degan tuan kita....”
Tatapan mata semua orang seketika tertuju pada Reinar yang masih terlihat begitu tenang. Mereka semua sangat penasaran akan kekuatan orang yang terlihat masih begitu tenang di saat ada sosok dengan energi kekuatan yang sangat besar telah menganggap dirinya sebagai musuh.
Reinar menunjukkan senyumnya, lalu dia menyuruh kelima bawahannya mundur. “Kalau itu keinginan mu, dengan senang hati aku akan mengabulkan keinginan mu, dan jangan menyesal dengan apa yang kamu inginkan....”
Sosok pria berjubah merah cukup dibuat terkejut melihat ketenangan yang di tunjukkan Reinar, di saat dia akan berhadapan langsung dengannya. “Bagaimana bisa kau masih bisa terlihat begitu tenang disaat kau akan segera bertemu dengan Dewa Kematian?.... Aku Yuan Jin, putra Penguasa Rasa Iblis Kuno menjanjikan sebuah kematian yang sangat menyakitkan untuk orang lemah tak tau diri sepertimu....” Kata Yuan Jin, sosok pria berjubah merah yang baru mengungkap identitasnya.
“Oh, ternyata aku akan berhadapan dengan seorang putra Penguasa?.... Sekalipun kau seorang putra Penguasaan Rasa Iblis Kuno, status itu tak akan membuatku gentar berhadapan dengan mu. Aku justru senang berhadapan dengan mu, dan lagi aku berkesempatan untuk menyiksa seorang putra Ras Iblis Kuno yang pernah membuat kekacauan di Istana Surgawi....” Balas Reinar sambil berjalan perlahan mendekat ke arah Yuan Jin.
“Kau!.... Siapa kau sebenarnya?.... Bagaimana bisa kau tahu peristiwa itu?....” Yuan Jin di buat sangat terkejut begitu mendengar balasan Reinar.
“Jangan menanyakan sesuatu yang tidak penting di saat kamu akan bertemu dengan dua bawahan mu yang sudah lebih dulu aku lenyapkan....” Kata Reinar menjawab pertanyaan Yuan Jin.
Yuan Jin semakin merasa kalau orang dihadapannya masih ada hubungannya dengan Istana Surgawi. “Kau, apa hubungan mu dengan Istana Surgawi, dan bagaimana kau bisa tahu kalau dua orang yang kau bunuh adalah para bawahanku?....”
Reinar menyunggingkan senyuman, lalu dia terkekeh sinis begitu mendengar pertanyaan Yuan Jin. “Kalau kau benar-benar ingin tahu, dengan senang hati aku akan memberitahukannya....”
Dalam sekejap mata setelah berkata, Reinar secara tiba-tiba telah berada di samping Yang Jin. “Istana Surgawi adalah milikku, dan siapapun yang membuat kekacauan di Istana Surgawi, mereka harus menerima hukuman dari ku!....” bisik Reinar yang hanya bisa didengar oleh Yuan Jin.
Tubuh Yuan Jin seketika gemetar begitu mendengar apa yang dibisikkan ReinarReinar, lalu dia dengan cepat bergerak menjauhi Reinar. “Sial, pantas saja dia telihat begitu tenang saat melihat ku!.... Penguasa Istana Surgawi?.... Jangan bilang dia adalah putra orang itu?.... Sial, aku benar-benar membuat langkah yang salah dengan mendatangi dunia ini....” Gumam lirih Yuan Jin begitu dia berada di jarak yang cukup jauh dari tempat Reinar.
Dia telah banyak berkorban untuk dapat membawanya pergi ke Dunia Immortal. Dia telah banyak kehilangan orang-orang kepercayaannya di saat dia melarikan diri dari Istana Surgawi. Bukan hanya kehilangan orang-orang kepercayaannya saat melarikan diri dari Istana Surgawi, dia juga harus kehilangan kekuatannya saat memaksa masuk ke Dunia immortal yang sebenarnya menjadi tempat terlarang untuk dimasukin ras nya.
Reinar menggelengkan kepalanya pelan saat melihat Yuan Jin memilih menjaga jarak darinya daripada harus melawannya. Dia tahu kekuatan Yuan Jin berada satu tingkat di bawahnya, dan dia menilai Yuan Jin terlalu naif kalau ingin mengalahkannya dengan kekuatan yang lebih lemah darinya.
“Ku kira kau akan langsung menyerangku di saat aku berada di dekatmu, tetapi kau cukup pintar karena memilih menjauh sebelum aku berhasil melukaimu. Sedikit saja kamu telat menjauh, mungkin saat ini hanya nama mu yang tersisa di tempat ini....” Kata Reinar meremehkan kekuatan Yuan Jin.
Kedua mata Yuan Jin terbuka lebar setelah mendengar perkataan Reinar. Menyimpulkan dari apa yang baru dikatakan Reinar, Yuan Jin mencoba mengukur kekuatan Reinar. Namun Yuan Jin tak dapat mengukur seberapa kuat tingkat kekuatan Reinar, dari apa yang dia lihat, itu menunjukkan kalau kekuatan Reinar jauh lebih kuat darinya.
“Sial, kenapa aku begitu bodong dengan mempercayai kekuatan yang selalu dia tunjukkan, padahal aku tahu kalau dia dengan mudahnya dapat membunuh kedua bawahanku yang hanya sedikit lebih lemah dariku!.... Tadinya aku berniat mengalahkannya dan menjadikan tubuhnya sebagai wadah baru jiwaku, tetapi dengan kekuatan yang dia miliki, lebih baik aku secepatnya pergi dari tempat ini!....”
Yuan Jin menggunakan teknik teleportasi jarak dekatnya untuk meninggalkan aula Kekaisaran, tetapi belum juga menggunakan tekniknya untuk melarikan diri, Yuan Jin dikejutkan dengan Reinar yang sudah berada di hadapannya.
“Hari ini adalah hari kematian mu dan Dewa Kematian telah mengutus ku untuk mengambil nyawamu!.... Jadi, jangan berharap untuk bisa melarikan diri dari tempat ini!....”
°°°
Jangan lupa like, vote, serta komentar setelah selesai membaca, terimakasih....