
Reinar dan kedua istrinya pergi meninggalkan penginapan setelah menikmati makan malam mereka. Sementara itu, belasan prajurit Kekaisaran Dong Ma datang ke penginapan untuk mencari pembunuh salah satu anggota Dewan Keamanan Kekaisaran, tetapi saat mereka datang, orang yang mereka cari telah pergi meninggalkan penginapan.
Bahkan tak seorangpun di penginapan tahu kemana kepergian tiga orang yang tengah di cari oleh para prajurit Kekaisaran, sekalipun tahu, mereka akan tetap bungkam dan tak akan mengatakan apa yang mereka ketahui.
“Orang itu memang pantas mati, dan jangan berharap kalian dapat menangkap pembunuhnya!...” Gumam pemilik penginapan saat prajurit Kekaisaran pergi meninggalkan penginapannya.
“Semoga para prajurit itu tidak menemukan keberadaan mereka!...” Kata salah satu pelayan yang diberikan dua koin emas sebelum Reinar dan kedua istrinya pergi meninggalkan penginapan.
Pemilik penginapan menganggukkan kepalanya saat mendengar apa yang dikatakan salah satu pelayan yang bekerja di penginapannya. “Berkat mereka kita menjadi terbebas dari orang yang selama ini selalu memeras usaha kita. Saat ini kita hanya bisa berharap ketiga orang itu tak bertemu dengan prajurit Kekaisaran yang tengah mencari keberadaan mereka...”
Sementara itu di luar Kota yang merupakan Ibukota Kekaisaran Dong Ma, di bawah terangnya sinar rembulan, Reinar dan kedua istrinya tengah di hadang oleh seorang pria yang mencoba menekan ketiganya dengan aura yang dia miliki.
“Tuan, aku berharap tuan bisa ikut pergi dengan ku tanpa melakukan perjalanan, dan untuk kalian para wanita, lebih baik kalian berdua melupakan pria yang akan menjadi pendamping putri Kekaisaran ku!...” Kata pria yang langsung mencoba membawa pergi Reinar pergi tanpa menunggu balasan darinya.
Namun saat pria itu berada di dekat Reinar yang hanya berdiam diri di tempatnya, pria itu tiba-tiba jatuh tersungkur saat aura kekuatan yang jauh lebih kuat dari kekuatannya menekan tubuhnya, bahkan dia memuntahkan darah segar dari mulutnya saat beberapa organ dalamnya terluka.
Pria itu mencoba mengangkat kepalanya dan mengarahkan pandangannya ke arah dua wanita yang ada di belakang Reinar. “Kalian berdua menggunakan kekuatan artefak untuk menyerangku!... Dasar dua wanita jal*ng licik, aku pastikan kalian berdua akan menyesal karena telah berani menyerangku!...”
Tak ingin terlihat lemah, pria yang semula jatuh kini dia telah bangkit dengan mengerahkan seluruh aura kekuatannya. Dalam satu kedipan mata pria itu menghilang dari tempatnya dan kemudian dia muncul di dekat Qinyu, lalu dia bersiap melakukan serangan kearah Qinyu.
Namun bukannya berhasil melukai orang yang ingin dia serang, tubuh pria itu justru lebih dulu terpental saat sebuah tendangan menghantam tubuhnya. Bangkit kembali dengan beberapa tulang rusuk patah, pria itu melihat keberadaan Yang Yifei yang baru menyerangnya.
Pria itu kembali berdiri dengan tegak, namun kini dia tidak terburu-buru melakukan serangan karena dia merasa sedang di permainkan oleh tingkat kekuatan dua wanita yang menjadi lawannya. Dia melihat tingkat kultivasi kedua wanita itu hanyalah di tingkat Dewa Surgawi, tetapi dia merasa kalau kedua wanita itu jauh lebih kuat darinya yang telah berada di tingkat Dewa Pencipta tahap awal.
Kekuatan pria itu dapat dikatakan sebagai salah satu dari sepuluh kultivator kuat yang ada di seluruh Dunia Immortal, tetapi kini dia terlihat sangat menyedihkan saat harus berhadapan dengan dua orang wanita yang hanyalah kultivator tingkat Dewa Surgawi.
“Apa kau tetap ingin membawa pergi suami kami, atau kamu ingin kami menjadikan mu seorang kasim?...” Kata Qinyu dengan empat pedang elemen es yang melayang di sekitarnya.
“Kenapa juga kakak ingin menjadikannya sebagai seorang kasim?... Bukannya lebih baik kita menguliti tubuhnya, lalu setelah itu kita bisa memberikan tubuhnya pada binatang buas yang ada di hutan ini!...” Ujar Yang Yifei sambil menunjukkan seringaian kejamnya.
“Kalian berani menggertak ku?... Apa kalian benar-benar ingin berurusan dengan Kekaisaran terkuat di Dunia Immortal?...” Tanya si pria yang semakin geram setelah mendengar perkataan kedua istri Reinar.
Qinyu dengan santainya menjawab pertanyaan pria itu. “Kami tidak ingin berurusan dengan Kekaisaran mu, tetapi kalau kalian berbuat yang tak semestinya kepada kami, tentu kami akan membela diri dengan menggunakan seluruh kekuatan yang kami miliki!...”
“Hanya sekumpulan orang lemah tetapi berani berkata ingin membela diri dari kekuatan Kekaisaran penguasa Dunia Immortal. Apa kalian tidak bisa melihat seberapa tingginya langit?...” Kata si pria yang menganggap jawaban Qinyu hanyalah sebuah lelucon.
Baru juga si pria menutup mulutnya, tiba-tiba sosok Qinyu telah berada di dekatnya bersiap melayangkan sebuah pukulan ke arah wajahnya. Pria itu mencoba menghindari pukulan Qinyu, namun pukulan Qinyu jauh lebih cepat dari pergerakan si pria yang mencoba menghindar.
Pria itu kembali terpental setelah terkena pukulan Qinyu, dan dia baru berhenti saat menghantam sebuah batu berukuran besar. “Aku baru menggunakan setengah kekuatan ku, tetapi kamu sudah tidak mampu mengikuti kecepatan ku...” Ujar Qinyu melihat pria yang baru dia pukul kembali bangkit dengan luka lebam di wajahnya.
“Cepat, wanita itu terlalu cepat!.., dan barusan dia mengatakan kalau itu baru kecepatan dari penggunaan setengah kekuatannya!... Sial, sepertinya wanita itu jauh lebih kuat dariku...” Kata si pria dalam hati.
“Bukan hanya wanita itu, wanita yang satunya juga terlihat sama kuatnya, dan lagi kekuatan pemuda itu kemungkinan besar lebih kuat dari para wanitanya. Bukannya beruntung setelah menemukan mereka, ini sama halnya dengan aku mencari kematian!...” Gumam lirih si pria yang ingin menggunakan seluruh kekuatannya untuk melarikan diri.
Pria itu berkali-kali menggelengkan kepalanya saat tak dapat menemukan celah yang bisa dia gunakan untuk melarikan diri. “Ini di luar perkiraanku, dan aku benar-benar tidak mempersiapkan apa pun untuk keadaan terdesak seperti saat ini...” Kata si pria yang telah kehilangan ketenangannya.
Kedua matanya kembali melihat area sekitarnya, dan sekali lagi dia tidak menemukan apa yang dia cari. Lawannya terlalu cepat, dan itu bukan kecepatan yang sebanding dengan kecepatannya. Sekeras apapun usahanya untuk melarikan diri, pada akhirnya dia akan tetap tertangkap oleh lawannya yang bisa bergerak jauh lebih cepat darinya.
Saat pria itu masih mencari celah untuknya bisa melarikan diri, dia merasa ada sebuah tangan berukuran kecil tengah menyentuh punggungnya. Walau kecil, tapi sentuhan tangan itu seketika membuat tubuhnya gemetaran.
BOOMM...
Tubuh si pria kembali terpental saat Qinyu menendang bagian belakang tubuhnya. Terus terpental, tubuh pria itu baru berhenti setelah menghantam puluhan batang pohon berukuran besar.
Belum sempat bangkit, tubuh pria itu terasa berat saat sebuah kaki menginjak punggungnya. Pemilik kaki itu adalah Reinar, dan saat ini sosoknya telah berada di sebelah pria yang baru dihajar Qinyu.
“Jangan berharap kamu ingin memisahkan ku dengan para istri ku!... Kalau kamu melakukan itu demi kekaisaran mu, dengan senang hati aku akan menghancurkan Kekaisaran mu...” Kata Reinar datar dan dingin, lalu dengan sedikit kekuatannya dia menendang tubuh pria itu ke arah Yang Yifei.
Tak memberi kesempatan bernafas pada si pria, Yang Yifei langsung menyeret dan melempar tubuh si pria ke arah Qinyu yang langsung menendang wajah si pria dan membuatnya terpental kembali ke arah Reinar. Bagaikan bola, Reinar kembali menendang tubuh pria itu sampai ke hadapan Yang Yifei, dan itu terus berulang sampai si pria kehilangan kesadarannya.
Reinar hanya bisa tersenyum sambil menggelengkan kepalanya saat melihat kedua istrinya masih terlihat marah walau sudah menyiksa pria yang ingin memisahkan mereka dengannya. Tentunya bukan hanya kedua istri Reinar, tetapi istri mana yang tidak marah saat dipaksa harus meninggalkan sosok suami yang sangat di cintai nya.
“Apa sekarang aku boleh membunuhnya?...” Tanya Qinyu yang sudah mengarahkan pedang es nya tepat di atas jantung si pria.
“Aku sih akan dengan senang hati mengizinkan kakak Qinyu untuk membunuhnya, tetapi semua keputusan ada di tangan suami kita...” Ujar Yang Yifei sambil menatap ke arah Reinar.
Mendengar itu Reinar menunjukkan senyum lembutnya kepada para istrinya, lalu dia mendekat ke arah mereka. “Bagaimana kalau kita melepaskan orang ini, dan kita tunggu siapa yang akan datang menemui kita setelah orang ini menemui pemimpinnya!...”
Reinar ingin menggunakan si pria sebagai umpan, dan dia ingin melihat sebesar apa tangkapan yang akan dia dapatkan dengan menggunakan si pria sebagai umpan.
Yang Yifei dan Qinyu mengangguk setuju dengan keputusan yang diambil oleh suami mereka. Bagaimanapun juga mereka yakin kalau keputusan suaminya adalah keputusan yang terbaik, dan lagi mereka juga penasaran dengan sosok tuan dari si pria yang kini tengah mencium seberapa dinginnya tanah tempat dia terbaring tak berdaya.
“Aku pemasaran dengan pemimpin orang ini, apa mungkin pemimpinnya akan datang menemui kita saat dia melepaskannya?...” Tanya Qinyu sambil memukuli wajah si pria yang tak lagi dapat dikenali.
Tanpa menghilangkan senyum di wajahnya, Reinar menjawab pertanyaan Qinyu. “Kalau dia tidak datang, bukannya kita bisa langsung mendatanginya?.., dan lagi aku masih sangat penasaran dengan keadaan Benua Tengah yang konon katanya jauh lebih baik dari apa yang ada di empat benua lainnya...”
“Baiklah, kalau begitu kita akan melepaskan pria ini, dan setelahnya kita akan menunggu siapa yang akan menemui kita!...” Yang Yifei menendang tubuh si pria dan membuat tubuh itu melayang, dan pada akhirnya tubuh si pria nyangkut di atas pohon.
°°°
Meninggalkan pria yang telah menyangkut di salah satu pohon, Reinar dan kedua istrinya masuk lebih dalam ke arah hutan sambil mencari tempat lapang untuk bisa meletakkan artefak rumah yang dimilikinya.
“Aku akan menggunakan artefak berbentuk rumah di tempat ini untuk tempat bermalam kita, dan besok kita akan kembali ke Sekte Mawar Putih setelah terlebih dahulu melihat keadaan istana Kekaisaran Dong Ma...” Kata Reinar setelah menemukan tempat yang layak untuk menggunakan artefak berbentuk rumah miliknya.
Rumah yang kekuatannya setara dengan kekuatan kultivasi Shen Li Quan muncul di tanah lapang yang cukup luas. Aura kekuatan dari rumah itu akan membuat orang-orang memilih menjauhinya, tetapi aura itu tidak akan berpengaruh pada Reinar dan para istrinya.
SWUSSHH...
Reinar, Qinyu, dan Yang Yifei masuk kedalam rumah, dan langsung menuju kamar yang sudah sering mereka gunakan untuk beristirahat.
“Lebih baik malam ini kita menghabiskan waktu untuk istirahat, dan kita akan melakukannya lagi saat sudah berada di kediaman kita yang ada di Sekte Mawar Putih...”
°°°
Jangan lupa like dan komentarnya setelah selesai membaca, terimakasih...