
Ling Feng dan yang lainnya hanya bisa mendesah kecewa saat melihat apa yang dilakukan Reinar bersama dua puluh tubuh bayangan yang dia ciptakan.
Tapi mereka tak terlalu mengambil pusing dan membiarkan Reinar bersenang-senang dengan rencana yang susah dia susun. Mereka berempat hanya perlu menunggu pagi dan ada giliran mereka untuk menghabisi seluruh pasukan Sekte Racun Hati.
Ling Feng dan tiga orang lainnya memilih kembali ke rumah yang sementara waktu menjadi tempat tinggal mereka. Sambil menunggu pagi, keempatnya berempat kembali menyerap kristal jiwa pemberian Reinar untuk meningkatkan kekuatan mereka.
Wushh...
Reinar dan tubuh bayangannya terus berpindah dari satu tenda ke tenda yang lainnya, dan setiap tenda yang mereka tinggalkan hanya meninggalkan tenda kosong tak berpenghuni.
“Sudah hampir seratus ribu murid Sekte Racun Hati yang mati di tangan kita...” Kata Reinar yang berteleportasi ke tempat yang agak jauh dari tempat pasukan Sekte Racun Hati mendirikan tenda.
Wusshh... Wusshh... Wusshh...
“Tuan, hari sudah hampir pagi, apa kita akan menyudahi semuanya?...” Kata salah satu tubuh bayangan Reinar.
“Kita sudah cukup banyak mengurangi jumlah mereka. Kalian sudah menyelesaikan tugas dengan baik, sekarang giliran merek yang akan menyelesaikan sisanya...” Reinar lalu menghilangkan setengah dari dua puluh tubuh bayangan ciptaannya.
“Akhirnya tiba juga giliran kita. Otot-otot tubuh ku terasa kaku setelah beberapa hari ini hanya berdiam diri sambil menyerap energi dari kristal jiwa...” Kata Ling Feng yang baru datang dan berdiri di samping Reinar.
“Menyerap energi dari kristal jiwa bukannya tidak memberi manfaat. Lihat kekuatan kalian sekarang, bukannya kalian lebih kuat dari sebelumnya?...” Kata Reinar sambil melirik bergantian empat orang di sekitarnya.
Ling Zhe dan Alice tersenyum saat mendengar apa yang dikatakan Reinar. Kekuatan mereka selama beberapa hari ini memang meningkat dan itu semua berkat energi dari kristal jiwa yang mereka serap.
“Kalian terlihat begitu siap, karena sekarang giliran kalian, silahkan lakukan apa yang ingin kalian lakukan...” Reinar mempersilahkan mereka berempat melakukan apa yang mereka ingin lakukan pada pasukan Sekte Racun Hati.
Mereke berempat kemudian pergi dengan api semangat yang membakar tubuh mereka. Beberapa meter dari tenda pasukan Sekte Racun Hati, mereka berempat langsung melakukan serangan dan seketika terjadi kepanikan di tempat pasukan Sekte Racun Hati.
“Hohoho... Mereka jauh lebih banyak dari pasukan Sekte Kura-kura Hitam, mari kita bersaing dan dua orang yang paling sedikit membunuh, mereka akan menjadi pelayan dari sang pemenang selama sepuluh hari...” Kata Ling Feng saat melihat ratusan ribu pasukan Sekte Racun Hati yang berhamburan keluar dari tenda tempat mereka beristirahat.
“Hehehe... Kakak Feng kamu jangan menarik kata-kata yang sudah kamu katakan, dan bersiaplah karena kamu akan menjadi pelayan ku...” Kata Alice sambil mulai menyerang sekumpulan pasukan Sekte Racun Hati yang masih di selimuti kepanikan.
Setelah itu, mereka berempat terlihat seperti orang gila yang dengan kejam membunuh pasukan Sekte Racun Hati tanpa mempedulikan jeritan dan teriakan yang begitu menyayat hati.
Mereka berempat bagai empat monster yang dikirim Dewa Kematian untuk mengambil nyawa sebanyak-banyaknya dari pasukan Sekte Racun Hati. Dan mereka semaki terlihat seperti monster setelah dalam waktu singkat berhasil menghabisi setengah pasukan Sekte Racun Hati yang selamat dari serangan gerilya Reinar.
Reinar benar-benar terhibur saat melihat apa yang dilakukan Ling Feng dan tiga orang lainnya, dan dia memutuskan tak akan mengganggu kesenangan mereka, tapi dia juga tak akan melepaskan beberapa tetua yang mencoba kabur dan meninggalkan pasukan yang mereka bawa.
Tetapi Reinar tak melakukannya sendiri, dia lebih memilih mengirim sepuluh tubuh bayangannya untuk menghentikan mereka.
“Jangan memberikan kematian pada mereka. Kalian cukup membuat mereka kritis, dan aku akan menjadikan mereka kado terindah untuk Kaisar Tang Hui...” Kata Reinar pada kesepuluh tubuh bayangannya sebelum mereka pergi dari hadapannya.
[Tuan, empat orang terkuat di Benua Zhongjian telah keluar dari kultivasi tertutup mereka. Tiga dari mereka merupakan kultivator aliran hitam dan satu orang lainnya adalah orang yang tuan cari. Orang terakhir yang aku sebutkan adalah pemenang kunci dinding pelindung yang memisahkan keberadaan semua benua...]
“Lilia, apa kau tahu seberapa kuat mereka?...”
[Kekuatan mereka semua berada di puncak tingkat Dewa Langit. Dengan menggunakan seluruh kekuatan yang tuan miliki, tuan hanya bisa bertarung imbang dengan yang terlemah diantara mereka...]
“Musuh yang merepotkan sepertinya akan segera muncul. Aku harus segera meningkatkan kekuatan ku...” Desah Reinar memikirkan keberadaan musuh kuat yang akan muncul di masa depan.
***
Di tempat lima orang tetua Sekte Racun Hati, mereka tengah dibuat kerepotan oleh sepuluh orang bertopeng yang secara tiba-tiba menyerang mereka.
“Sialan, siapa sebenarnya kalian?...” Teriak Tetua Agung Sekte Racun Hati yang tengah melawan dua pria bertopeng yang kekuatannya setara dengannya.
Tetua Agung Sekte Racun Hati dibuat kewalahan saat menghadapi dua lawan yang kekuatannya setara dengannya, dan tentunya dia sudah mengalami banyak luka yang semakin membuat lambat gerakannya.
Dengan terpaksa Tetua Agung dan empat tetua Sekte Racun Hati meminum sebuah pil yang bisa meningkatkan kekuatan mereka ke tingkat yang lebih tinggi, tapi setelah satu hari berlalu mereka akan kehilangan setengah tingkat kultivasi yang telah mereka capai.
BOOMMM...
Aura seorang Dewa Bumi menengah keluar dari tubuh Tetua Agung dan keempat tetua lainnya.
Jika Tetua Agung berada di tingkat Dewa Bumi menengah setelah mengkonsumsi pil rahasia yang dimiliki Sektenya, sedangkan empat tetua lainnya, kekuatan mereka melonjak sampai ke tingkat Dewa Bumi awal.
Bukannya takut, kesepuluh pria bertopeng yang merupakan tubuh bayangan Reinar justru tersenyum lebar melihat peningkatan lawan mereka, dan selanjutnya mereka mulai menyatukan diri. Dari sepuluh pria bertopeng, kini mereka hanya terdiri dari lima pria bertopeng, tetapi aura yang mereka keluarkan meningkatkan, setidaknya kekuatan mereka kini telah berada di tingkat Dewa Bumi awal.
Mata Tetua Agung dan keempat tetua lainnya membulat sempurna melihat hal aneh yang baru terjadi di depan mata mereka.
Di tempat mereka berdiri, Tetua Agung dan empat tetua yang lain mulai ketakutan walaupun kekuatan mereka telah meningkat.
Kelima tubuh bayangan Reinar berdiri dengan tenang di posisi mereka. Mereka berlima dapat melihat ketakutan di mata para tetua Sekte Racun Hati yang menjadi mangsa empuk bagi mereka.
“Menyerah dengan baik-baik atau kami akan membawa kalian secara paksa?...” Kata salah satu tubuh bayangan Reinar.
Jika kelima tetua Sekte Racun Hati menyerah tanpa perlawanan, kelima tubuh bayangan Reinar dengan senang hati akan membawa mereka pada Reinar. Tetapi jika mereks memutuskan melawan, kelima tubuh bayangan Reinar lebih dari siap untuk membuat mereka berlima babak belur sebelum menyeret kelimanya ketempat Reinar.
Tetua Agung Sekte Racun Hati menatap tajam kearah tubuh bayangan Reinar. Ekspresi wajah Tetua Agung terlihat jelek saat dia merasakan aura dari kelima tubuh bayangan Reinar. “Lebih baik aku mati daripada menyerah di hadapan musuh seperti kalian...” Teriak Tetua Agung lalu dia dan keempat tetua yang bersamanya mulai menyerang lawan mereka.
Segala jenis racun mematikan mereka gunakan untuk menyerang tubuh bayangan Reinar, tapi tak ada satupun racun yang memberikan efek pada kelima orang yang menjadi lawan mereka. Bagaimanapun juga tubuh bayangan Reinar hanyalah sebuah bayangan, dan hanya sia-sia menggunakan racun untuk menyerang bayangan yang tentunya kebal terhadap segala jenis racun.
Wajah Tetua Agung Sekte Racun Hati semakin terlihat jelek saat dia melihat lawannya kebal terhadap semua racun mematikan yang dia miliki. Bahkan dia sudah menggunakan racun yang bisa mengubah orang menjadi debu dalam hitungan detik, tetapi semua usahanya terlihat sia-sia. Seluruh racun yang dia keluarkan terlihat seperti angin berlalu bagi lawannya.
“Ada apa dengan wajah mu Tetua Agung?... Kau terlihat semakin jelek dengan wajah seperti itu...” Kata salah satu tubuh bayangan Reinar memandang geli kearah Tetua Agung Sekte Racun Hati.
“Kau sialan!... Aku akan membunuhmu...” Merasa racunnya tak berguna, Tetua Agung dan keempat tetua lainnya mulai menyerang tubuh bayangan Reinar dengan pedang yang tergenggam erat di tangan mereka.
Kelakuan Tetua Agung dan keempat tetua lainnya justru semakin menunjukkan kelemahan mereka. Seorang ahli racun beralih menggunakan pedang untuk menyerang lawannya, apa yang mereka lakukan akan membuat mereka menjadi bahan lelucon seluruh ahli pedang yang ada di Benua Zhongjian.
Melihat kelakuan Tetua Agung dan empat tetua lainnya, kelima tubuh bayangan Reinar hanya tersenyum dan menyambut serangan mereka dengan tangan kosong. “Kalian hanya ahli racun, bukan ahli pedang...”
Pedang di tangan mereka berlima terlepas, dan pada akhirnya mereka berlima menjadi bulan-bulanan kelima tubuh bayangan Reinar yang memang mendapatkan tugas untuk menyiksa mereka, tapi mereka tak di izinkan melakukan pembunuhan.
Tak butuh waktu lama, Tetua Agung dan keempat tetua lainnya sudah babak belur setelah wajah dan tubuh mereka menerima pukulan dan tendangan yang begitu menyakitkan.
“Padahal aku sudah memberi pilihan kalian untuk menyerah, tetapi kalian justru memilih pilihan yang justru membuat kalian menderita. Orang lemah memang selalu bod*h...” Ungkap salah satu tubuh bayangan Reinar memandang kelima tetua Sekte Racun Hati yang sudah jatuh pingsan.
***
Di tempat Reinar.
Wusshh... Wusshh... Wusshh...
Kelima tubuh bayangan Reinar muncul di depan pencipta mereka sambil membawa lima tetua Sekte Racun Hati yaang telah mereka lumpuhkan.
“Aih... Bukannya kalian terlalu kejam pada mereka?... Lihatlah, bahkan kalian memukuli mereka sampai pingsan...” Kata Reinar dengan senyum di bibirnya saat dia melihat keadaan lima tetua Sekte Racun Hati yang tadinya mencoba untuk kabur.
Kelima tubuh bayangan Reinar hanya tersenyum karena mereka tahu jika sang tuan senang pada apa yang sudah mereka lakukan.
“Kalian memang tidak pernah membuatku kecewa...” Kata Reinar lalu dia menghilangkan keberadaan lima tubuh bayangannya.
“Sekarang enaknya kalian aku apakan sambil menunggu mereka membunuh lawan terakhir yang sedang mereka siksa?...” Kata Reinar sambil melihat Ling Feng dan tiga orang lainnya yang masing-masing dari mereka tengah menyiksa empat orang yang tersisa dari pasukan Sekte Racun Hati.
Reinar lalu menciptakan rantai yang hanya bisa di hancurkan oleh seorang dengan kekuatan di tingkat Dewa Bumi puncak. Dengan rantai ciptaannya dia mengikat kelima tetua Sekte Racun Hati yang masih dalam kondisi pingsan.
“Kalian berlima akan menjadi kado terindah lainnya bagi Kaisar Tang Hui setelah aku memberinya kado kematian Putra Mahkota dan para Selir Kekaisarannya..." Kata Reinar pada kelima tetua Sekte Racun Hati yang masih pingsan.
“Dan lihatlah, musnahnya pasukan Sekte kalian sepertinya juga akan menjadi kado terbaik untuk Patriak Sekte kalian...” Lanjut Reinar setelah melihat Ling Feng dan tiga orang lainnya telah melenyapkan empat orang terakhir yang berasal dari pasukan Sekte Racun Hati.
Reinar berjalan mendekati Ling Feng dan yang lainnya sambil menyeret tubuh kelima tetua Sekte Racun Hati yang belum juga tersadar dari pingsannya.
Begitu sudah berada di dekat Ling Feng dan yang lainnya, Reinar mulai menjelaskan rencana selanjutnya yang akan dia lakukan untuk membuat semakin jatuh mental Kaisar Tang Hui.
***
Bersambung...
[ Maaf hari ini cuma satu part. Besok diusahakan dua part seperti biasanya... ]