The World Emperor System

The World Emperor System
Pertempuran Benteng Utara



Vexia, Bella, Marco, serta Nina, mereka duduk dengan santai di atas benteng Kekaisaran Utara yang baru mereka kuasai. Prajurit Kekaisaran Demones mulai membersihkan prajurit Kekaisaran Utara yang gugur dalam peperangan singkat yang baru saja selesai.


“Aku merasakan kekuatan yang cukup besar tengah bergerak dengan cepat kearah kita.” Kata Vexia yang merasakan keberadaan beberapa orang yang sedikit lebih kuat darinya.


Tiga pria tua pelindung Kekaisaran Utara sampai di tempat prajurit Vexia, dan mereka melihat benteng bagian utara yanf telah diambil alih oleh musuh.


Salah satu pelindung Kekaisaran tersenyum saat melihat Vexia yang masih duduk dengan santai. “Aku benar-benar tidak menyangka jika Kekaisaran Demones bekerjasama dengan ras lain untuk menyerang Kekaisaran yang berada dalam perlindungan ku.” Kata pria tua yang menatap Vexia dengan tatapan mata penug nafsu.


“Saudaraku, bagaimana kalau kita ambil para wanita itu untuk menjadi penghangat tempat tidur kita?. Dengan kekuatan mereka, aku yakin kita bisa cukup lama menikmati tubuh mereka yang sangat menggairahkan.” Kata pria tua lainnya yang tatapan matanya selalu tertuju pada belahan dada Vexia yang terlihat jelas saat dia menggunakan zirah perang yang cukup seksi.


Pria tua yang ketiga melihat kearah Bella dan Nina. “Tubuh mereka tak kalah menggoda dari tubuh Ratu Kekaisaran Demones, aku bahkan mencium aroma kesucian dari mereka yang menandakan jika mereka masihlah seorang gadis suci.” Pria tua ketiga semakin bersemangat untuk segera merenggut kesucian tiga wanita yang menatap jijik kearah mereka.


Vexia yang tak tahan dengan kata-kata tak senonoh tiga pria tua yang terus menatap lekuk indah tubuhnya, dia segera mengeluarkan tiga pisau dari kantong penyimpanannya dan dengan skill mengendalikan senjata, lalu Vexia mengarahkan ketiga senjatanya ke arah tiga pria tua pelindung Kekaisaran.


“Kalian pria tua menjijikkan, lebih baik kalian mati.” Teriak Vexia yang langsung menggunakan tiga pisau tajam untuk menyerang lawannya.


Bella, Marco, Nina, serta dua orang pengawal Nina, mereka ikut menyerang tiga pelindung Kekaisaran yang kekuatannya satu tingkat di atas mereka.


Bella dan Nina menggunakan keunggulan mereka dalam kecepatan untuk menyerang salah satu pelindung Kekaisaran.


Di sisi lain Marco dan dua penjaga Nina tengah bekerja sama melawan pelindung Kekaisaran ketiga.


Marco menggunakan tombak untum menyerang musuhnya, dan dia menggabungkan skill bertombak dengan skill kecepatan yang memanfaatkan elemen anginnya.


Kecepatan serangannya Marco cukup merepotkan pria tua yang menjadi lawannya, tapi itu belum cukup untuk melukai si pria tua.


“Butuh ribuan tahun lagi jika kamu ingin melukai ku.”


Tubuh Marco dan dua orang yang membantunya terpental puluhan meter saat terkena pukulan pria tua pelindung Kekaisaran.


Setelah memukul dan melukai tiga orang lawannya, pria tua yang di lawan Marco tiba-tiba muncul di samping Vexia dan mencoba memukul wanita cantik yang membuat dia ingin segera mencicipi tubuh indahnya.


Plakk...


Sebuah tangan menampar tangan pria tua yang hampir bersentuhan dengan perut rata milik Vexia.


“Jaga tangan kotor mu dari tubuh wanitaku.” Kata sosok tubuh bayangan Reinar yang langsung melayangkan pukulan penuh tenaga kearah pria tua pelindung Kekaisaran.


Tubuh pria tua terlempar belasan meter saat terkena serangan tubuh bayangan Reinar, dan tak lama muncul empat tubuh bayangan lainnya yang segera mengurung pergerakan tiga pria tua pelindung Kekaisaran Utara.


“Mereka berempat hanya tubuh bayangan, tapi kekuatan mereka sudah menyamai kekuatan kita.” Kata pria tua yang baru terkena serangan Reinar, dan dia kini sudah kembali berkumpul bersama dua saudaranya.


Kedua pria tua lainnya menatap sinis satu saudara mereka yang baru memuji kekuatan musuh mereka. “Apa yang kamu katakan?. Mereka hanya tubuh bayangan, dan mereka tak sebanding dengan kekuatan kita.” Kata seorang pria menyombongkan kekuatannya.


Baru juga selesai menyombongkan diri, mereka bertiga merasakan aura kuat yang membuat mereka tertekan.


“Terlalu banyak bicara.”


Tiga tubuh bayangan Reinar tiba-tiba muncul di dekat ketiga penjaga Kekaisaran Utara dan langsung melayangkan tendangan keras kearah mereka.


Tubuh ketiga pelindung Kekaisaran Utara terpental dan menghantam tanah bagai peluru yang menghujam bumi.


Mereka bertiga batuk dan memuntahkan darah segar dari mulutnya. Ketiga penjaga Kekaisaran merasa jika mereka tak boleh meremehkan kekuatan lawan walaupun mereka hanya tubuh bayangan.


“Aku sudah mengingatkan kalian, mereka bukan tubuh bayangan biasa.” Kata pria tua pelindung Kekaisaran yang sudah dua kali terkena serangan Reinar.


Dua pria tua penjaga Kekaisaran yang masih penasaran dengan kekuatan tubuh bayangan Reinar, mereka melesat kearah tubuh bayangan Reinar dan mencoba langsung menyerang salah satu dari lima tubuh bayangan Reinar.


Mereka berdua menggunakan skill penguatan tubuh dan skill mempercepat pergerakan untuk menghancurkan tubuh bayangan Reinar.


“Kalian terlalu dini untuk mengalahkan kami.” Kata salah satu tubuh bayangan Reinar, dan dia hanya sedikit menyelubungi tangannya dengan elemen api untuk menyambut serangan dua pria tua pelindung Kekaisaran Utara.


Tubuh bayangan Reinar tetap berdiri tegak di tempatnya, sedangkan dua pria tua pelindung Kekaisaran terpental dan api membakar kedua tangan mereka yang bersentuhan langsung dengan tinju Reinar.


“Kalian bahkan hampir mati hanya dengan menghadapi sedikit kekuatan ku.” Kata tubuh bayangan Reinar mengejek dua pria tua pelindung Kekaisaran yang terpaksa memotong tangan mereka yang terbakar.


Belum juga kedua pria tua itu membalas perkataan Reinar, dua tubuh bayangan Reinar lainnya muncul dan langsung memukul mereka.


Mereka berdua terpental dan menghantam pepohonan sebelum akhirnya berhenti saat mereka menghantam dinding batu.


Setelah terbentur dinding batu dan mengalami luka dalam yang cukup parah, mereka berdua menatap tubuh bayangan Reinar yang kini terlihat begitu menakutkan.


“Bahkan kita sudah terluka sedemikian parah hanya dengan menghadapi tubuh bayangannya. Aku tak tahu secepat apa kita akan hancur saat berhadapan dengan tubuh aslinya.” Kini kedua pria tua pelindung Kekaisaran tahu jika lawan mereka bukanlah lawan yang bisa mereka kalahkan.


Mereka berdua mencoba berdiri, dan tak lama saudara mereka yang baru pulih daru luka muncul dan membatu mereka berdua memulihkan diri.


“Sial, mereka sangat kuat dan aku curiga jika jumlah mereka tak hanya berlima.” Pria tua yang terlihat lebih bugar berkata serius pada dua saudaranya. “Lebih baik kita mundur.” Imbuhnya.


Belum juga bergerak mundur, sebuah rantai yang terbuat dari elemen cahaya telah mengikat mereka bertiga dengan begitu erat. Bukan hanya mengikat, rantai itu bahkan menyerap semua simpanan mana yang dimiliki ketiganya.


Ketiganya semakin melemah dan tak lama mereka bertiga jatuh berlutut karena telah kehilangan seluruh simpanan mana yang mereka miliki.


“Kau sangat kuat. Kekaisaran yang aku jaga sepertinya telah salah karena berani menyinggung mu.” Kata salah satu dari tiga pria tua pelindung Kekaisaran sebelum mereka bertiga kehilangan kesadarannya.


Reinar tersenyum melihat mereka bertiga yang sudah tak sadarkan diri. “Kesombongan kalianlah yang mengalahkan kalian.”


***


***Bersambung...***