
Jangan lupa biasakan like sebelum baca, dan tinggalkan komentar setelah selesai membaca.
Satu saja like dan komentar kalian, itu adalah penyemangat tambahan untuk author.
***
***
Tak terasa hari telah berganti dan pagi yang cerah menyambut Reinar dan yang lainnya. Setelah mengisi perut dengan makanan yang Reinar beli dari toko sistem, mereka langsung melanjutkan menuju kota yang berada di dekat Sekte Lentera Dewa.
Melalui informasi dari Lilia Reinar dapat mengetahui berbagai tempat yang ada di Benua Zhongjian, termasuk letak Sekte Lentera Dewa.
Setelah beberapa waktu bergerak dengan kecepatan tinggi, kini Reinar dan yang lainnya telah sampai di kota Lentera Suci, kota yang berada di bawah kendali Sekte Lentera Dewa.
Saat ini Reinar dan yang lainnya tengah berada di tengah-tengah antrean panjang orang-orang yang akan memasuki kota Lentera Suci. Bisa saja Reinar menggunakan teknik teleportasi nya, tapi dia memilih ikut mengantre sambil berharap mendapatkan sedikit informasi dari orang-orang yang berada dalam antrean.
Setelah cukup lama mengantre, Reinar dan yang lainnya akhirnya bisa memasuki kota Lentera Suci setelah membayar 60 koin emas pada prajurit yang menjaga gerbang kota. Selama mengantre, Reinar cukup banyak mendapat informasi terutama informasi tentang Sekte Lentera Dewa yang membuka pendaftaran murid baru. Selain itu Reinar juga mendapat informasi yang tak kalah penting yaitu tentang ratusan ras Dark Elf yang akan dilelang sebagai budak oleh pihak Sekte Lentera Dewa.
“Sekte Lentera Dewa, aku tidak melihat sisi baik dari sekte ini.” Batin Reinar.
Berada di dalam kota, Reinar segera mencari penginapan, dan berkat bantuan Lilia, Reinar tak butuh waktu lama untuk menemukan penginapan terbaik yang ada di kota Lentera Suci.
Reinar cukup kagum saat melihat bangunan penginapan yang memiliki sembilan lantai, dan tak ingin berlama-lama, Reinar mengajak yang lainnya masuk ke penginapan. Memasuki penginapan, Reinar langsung di sambut seorang pelayan dan dia diarahkan untuk menuju meja resepsionis.
Reinar memesan ruangan khusus yang mampu menampung dirinya dan orang-orang yang bersamanya. Tak lama menunggu, resepsionis yang melayani Reinar memberikan sebuah kunci dan meminta bayaran 1.000 koin emas untuk ruangan yang di sewa Reinar.
Reinar memberikan 5.500 koin emas sebagai biaya sewa untuk lima hari kedepan, dan 500 koin emas dia berikan secara percuma untuk pelayanan dan resepsionis yang melayaninya dengan sangat baik.
Si pelayan dan resepsionis mengucapkan terimakasih pada Reinar, dan di dalam hati, mereka berjanji akan memberikan pelayanan terbaik pada Reinar dan orang-orang yang bersamanya.
Selesai menyelesaikan pembayaran, Reinar dan yang lainnya diantar oleh seorang pelayan menuju ruangan khusus yang mereka sewa. Ruangan khusus yang di sewa Reinar ada di lantai sembilan, dan di lantai itu hanya ada dua ruangan yang memiliki luas dan isi yang sama.
Sampai di ruangan yang dia sewa, semua orang melihat jika di ruangan itu ada lima kamar terpisah dan sebuah ruangan untuk santai. Seperti biasa Reinar memilih kamar yang berada di dekat pintu masuk, sedangkan yang lainnya bebas memilih kamar yang ingin mereka gunakan.
Di dalam kamar Reinar segera membersihkan diri di kamar mandi kecil yang ada di kamarnya, setelah dia selesai giliran Sally yang membersihkan diri.
Sambil menunggu Sally membersihkan diri, Reinar membuat empat tubuh bayangan dan menyebar mereka ke seluruh penjuru kota untuk mengumpulkan informasi mengenai Sekte Lentera Dewa, tak lupa Reinar membuat dua tubuh bayangan lainnya untuk mengamati area di sekitar Sekte Lentera Dewa yang menjadi tujuan utamanya mendatangi kota Lentera Suci.
Melihat ke-enam tubuh bayangannya pergi, Reinar segera mengalihkan pandangannya kearah pintu kamar mandi. “Tempat itu terlalu sempit....” Batin Reinar sambil menggelengkan kepalanya.
***
Kota Lentera Suci.
Penginapan Lentera Malam.
Reinar dan Sally keluar dari kamar setelah selesai membersihkan diri dan mengganti pakaian yang tadi mereka gunakan dengan pakaian baru. Penampilan Sally tak ada bedanya dengan penampilan manusia pada umumnya setelah Reinar mengajarkan padanya teknik merubah wujud, selain Sally, kedua kakaknya juga dia ajari teknik yang sama.
Sally dan kedua kakak Reinar memang merubah penampilannya, tapi yang mereka rubah hanya warna kulit dan telinga runcing mereka, selebihnya mereka tetap terlihat sama dengan wujud asli Dark Elf mereka.
“Kakak ipar, semua istrimu sepertinya memiliki satu kesamaan.” Kata Ling Zhe sambil menunjuk dada Sally yang cukup besar.
“Aku tidak pernah merencanakan itu, mungkin itu hanya keberuntunganku.”
“Bahkan kedua kakak kembar juga memiliki dada yang besar.” Kata Ling Zhe melihat dadanya yang tak sebesar milik para wanita di sekitarnya.
Mendengar itu Reinar hanya bisa menggelengkan kepalanya. “Itu mungkin masih akan tumbuh...” Kata Reinar lalu berjalan menuju Ling Feng meninggalkan para wanita.
“Pasti akan tumbuh...” Batin Ling Zhe.
Reinar dan Ling Feng keluar lebih dulu dari ruangan khusus yang mereka sewa, lalu menyusul di belakang mereka empat wanita cantik yang kecantikannya dapat membuat seluruh pria sulit mengedipkan matanya.
Reinar, dan seluruh orang yang bersamanya tengah menuruni tangga menuju lantai satu penginapan. Baru juga sampi, mereka di sambut dengan suara keributan dari arah meja Resepsionis, dimana di tempat itu terlihat empat orang pria tengah mencoba melecehkan wanita yang bekerja sebagai resepsionis.
“Maaf tuan, aku sudah bersuami, dan aku bukan wanita murahan yang bisa dihargai dengan koin emas.” Jawab si wanita resepsionis sambil mencoba melepaskan tangan si pria yang menggenggam lengannya.
Si pria tersenyum sinis menatap si wanita, tatapan matanya tajam tapi semua tahu jika dia tengah merendahkan wanita yang ada di genggamannya. “Aku putra Patriak Sekte Lentera Dewa, sebagai tuan muda penguasa kota ini, aku berhak mendapatkan semua yang aku inginkan termasuk tubuhmu.”
Si wanita resepsionis tubuhnya bergetar saat si pria yang mengaku sebagai putra Patriak Sekte Lentera Dewa meraba-raba bagian sensitif di tubuh si wanita.
Tuk...
Sebuah tangan jatuh ke lantai penginapan dan seketika suasana menjadi hening. Si pria menundukkan kepalanya dan melihat tangannya jatuh tepat di dekat kakinya.
“Aaargh...” Teriak si pria saat merasakan sakit di lengannya yang telah terpotong.
Tiga orang yang merupakan pengawal si pria segera membantunya, dan beruntung salah satu dari mereka membawa sebuah pil yang mampu menghentikan pendarahan.
Setelah darah berhenti dan rasa sakit yang di alaminya berkurang, si pemuda melihat sekelilingnya untuk melihat pelaku yang memotong lengan tangannya, tapi bukannya menemukan si pelaku, dia justru melihat empat wanita yang membuatnya ingin segera menyeret mereka menuju ranjangnya.
Melihat seorang pemuda yang sangat tampan berada di dekat para wanita yang dia incar, pria itu yakin jika para wanita itu memiliki hubungan dengan pria tampat yang ada di dekat mereka. Seketika wajah pria itu di hiasi senyuman saat dia mendapatkan ide untuk menyingkirkan pria tampan yang ada di dekat para wanita yang menurutnya layak untuk dia jadikan Selir di kediamannya.
“Kalian bertiga tangkap pemuda itu!. Aku sangat yakin, dia lah orang yang baru menyerangku.” Kata tuan muda Sekte Lentera Dewa sambil menunjuk Reinar dengan tangannya yang masih utuh.
Tuduhan asalnya memang tepat pada si pelaku, tapi tanpa adanya bukti dia sama saja memberikan tuduhan palsu, dan tentunya tiga orang yang dia suruh tidak akan menangkap orang tanpa adanya bukti.
“Aku memang asal menuduh, tapi lihat empat wanita di belakangnya!. Kita bisa membagi mereka setelah menyingkirkan pemuda itu.” Bisik si tuan muda pada ketiga pengawalnya.
Tiga orang itu menatap Sally dan tiga wanita lainnya, lalu mereka tersenyum dengan mata tak berkedip melihat lekukan indah tubuh Sally dan tiga wanita lainnya. “Pemuda sialan!. Berani melukai tuan muda, kau harus mati!.” Teriak salah satu pengawal lalu dia bergerak maju untuk menangkap Reinar.
“Jangan menuduh jika kalian tidak memiliki bukti.” Kata Reinar santai.
“Ucapan tuan muda adalah bukti, dan itu sudah lebih dari cukup untuk memberikan hukuman berat padamu.” Balas seorang pengawal yang terus melangkah kearah Reinar.
Reinar tersenyum mendengar itu. “Kalau tuan muda kalian itu mengatakan nyawa kalian itu miliknya dan dia meminta nyawa kalian, apa kalian akan menyerahkan nyawa kalian padanya?. Ingat, kata-kata dia bagi kalian adalah bukti, dengan begitu kalian menganggap kata-katanya adalah sebuah kebenaran.”
Si pengawal menghentikan langkahnya saat mendengar kata-kata Reinar. “Kata-kata ku memang tak selalu benar, tapi kali ini aku mengatakan kebenaran, dan lagi aku melihatmu saat kau mengirim gelombang angin untuk memotong lenganku.” Kata si tuan muda dengan tingkat kepercayaan diri yang terlalu tinggi.
“Kau melihatnya, lalu kenapa tidak menghindarinya?. Bukannya seorang Kaisar Langit puncak bisa bergerak melebihi kecepatan angin!.” Kata Reinar yang berhasil menyudutkan si pria yang terus menatap penuh minat pada istri dan para wanita yang bersamanya.
Semua orang di penginapan Lentera Malam tahu kebiasaan tuan muda Sekte Lentera Dewa, dan tentu tuduhan pada Reinar adalah akal-akalan nya karena dia tertarik dengan para wanita yang berada di belakang sosok pria tampan yang bahkan ketampanannya membuat para wanita iri saat melihat ke arahnya.
“Kalau aku ingin aku bisa langsung membunuhmu, lalu kenapa juga aku harus repot-repot memotong tanganmu. Lebih baik kalian segera pergi dari tempat ini sebelum aku mencongkel semua mata kalian karena menatap kakak, adik, dan juga istriku.” Kata Reinar tegas dengan sorot mata tajam menatap empat orang pria yang membuatnya merasa jijik akan tingkah mereka.
“Kau berani mengancam tuan muda Sekte Lentera Dewa?. Kau harus mati...” Teriak tuan pemuda yang lengannya mulai tumbuh setelah dia mengkonsumsi sebuah pil regenerasi. “Kalian bertiga tangkap dia dan para wanitanya, hukuman apa yang tepat untuk mereka akan kita berikan saat sam....”
BOOOMMMM....
Tubuh ke-empat pria yang berada tak jauh dari tempat Reinar berdiri seketika terpental keluar Penginapan saat Reinar mengibaskan tangannya.
“Kau terlalu berisik!.” Kata Reinar menunjuk Dong Guan, tuan muda pertama Sekte Lentera Dewa yang saat ini terkapar dengan luka di sekujur tubuhnya, di dekatnya ada tiga orang yang keadaannya tak jauh berbeda dengan keadaan Dong Guan.
Orang-orang yang berada di penginapan melotot melihat apa yang baru terjadi di depan mereka. “Seorang di tingkat Kaisar Langit dan tiga orang di tingkat Abadi Bumi menengah dibuat terpental hanya dengan lambaian tangan.” Kata seorang pria yang tak lama ini keluar dari kamarnya yang berada di lantai dua.
“Pemuda itu sangat kuat, dan lagi sejak kapan ada pria lain di kelompoknya.” Kata pria tua yang baru menyadari keberadaan Ling Feng yang baru muncul setelah mengambil sesuatu yang tertinggal di kamarnya. “Aku tidak bisa mengukur kekuatan si pemuda dan pria di belakangnya. Dari mereka ber-enam, aku hanya bisa melihat tingkatan kekuatan si wanita kecil yang berada di tingkat Abadi Bumi awal.” Lanjut si pria tua sambil menggelengkan kepalanya.
“Sekte Lentera Dewa sepertinya telah menyinggung orang yang salah, dan sepertinya aku bisa mengajak mereka bekerjasama untuk menghancurkan Sekte sesat itu.” Kata seorang wanita yang tetap terlihat cantik di usianya yang tak lagi muda.
Reinar yang mendengar suara-suara di sekitarnya dia hanya tersenyum dan tak lama dia mendapati seorang wanita tua yang menatap ke arahnya.
Tak peduli dengan tatapan si wanita, Reinar memilih melanjutkan perjalanannya yang sempat tertunda. “Aku akan memberi penilaian terakhir saat acara pendaftaran murid Sekte Lentera Dewa. Semoga saja aku mendapat sedikit alasan untuk tidak menghancurkan semua yang ada di Sekte itu.” Kata Reinar lalu dia melangkah menjauhi penginapan yang dia tempati setelah melihat keadaan empat orang yang telah dia buat pingsan.
***
Bersambung...