
Setelah istirahat, rombongan Wei Kong kembali melanjutkan perjalanan. Tak ada hal yang menarik di sepanjang jalan selain kekaguman Wei Kong dan rombongannya saat melihat betapa majunya kota-kota besar yang baru mereka lewati.
Tak butuh waktu lama setelah melewati kota Sawah Hijau, mereka akhirnya sampai di depan gerbang Kota Bulu Angsa. Setelah melewati gerbang Kota Bulu Angsa, mereka akan melanjutkan perjalanan menuju Istana Kerajaan Yang dengan berjalan kaki.
“Terbang di atas Kota Bulu Angsa memang tidak di larang, tetapi alangkah baiknya tuan dan nona melanjutkan perjalanan dengan berjalan kaki sambil menikmati keindahan Kota Bulu Angsa...” Kata kepala prajurit yang kemudian pamit undur diri setelah rombongan Wei Kong melewati gerbang Kota Bulu Angsa.
Saat rombongan Wei Kong untuk pertama kalinya melihat pemandangan Kota Bulu Angsa yang berada di balik benteng kokoh yang melindunginya. Mereka semua dibuat terkejut dengan keindahan dan kemegahan Kota Bulu Angsa yang tak dapat dibandingkan dengan Ibukota Kekaisaran Dewa Langit.
“Ini adalah kota terindah dan termegah yang pernah aku lihat di sepanjang hidupku. Ibukota Kekaisaran kita bahkan kalah jauh dari apa yang ada di kota ini. Lihat!.., bahkan penduduk kota ini terlihat lebih sejahtera dari penduduk Ibukota Kekaisaran kita...” Kata Wei Kong kagum melihat apa yang terlihat di kedua matanya.
Mendengar apa yang dikatakan Wei Kong, tak ada satupun orang dalam kelompoknya yang menyangkalnya. Wei Luaning sendiri lebih banyak diam setelah dia merasakan keberadaan ratusan ribu orang yang jauh lebih kuat darinya. Itu bukanlah jumlah yang sedikit, karena di Kekaisaran Dewa Langit sendiri, hanya ada ratusan orang yang lebih kuat darinya.
Wei Kong dapat merasakan apa yang dirasakan oleh cucunya, tetapi dia masih terlihat tenang dan terus berjalan memimpin rombongannya menuju Istana Kerajaan Yang.
Di sepanjang jalan yang mereka lalui, Wei Kong dan rombongannya tak henti-hentinya dibuat kagum dengan apa yang mereka lihat. Di beberapa kesempatan, mereka bahkan sempat berpikir kalau saat ini mereka tengah berada di sebuah Kekaisaran yang berada di Dunia lain, yang tentunya lebih kuat dari Dunia Immortal.
“Kekaisaran Dewa Langit hanya akan menjadi reruntuhan kalau Kerajaan ini menginginkan itu terjadi!...” Kata Wei Kong dalam hati saat dia melihat keberadaan penjaga gerbang Istana yang kekuatannya hanya dua tahap dibawah tahapan kekuatannya.
Selain keberadaan penjaga gerbang yang kuat, Wei Kong dan rombongannya juga dapat melihat keberadaan pemuda berseragam Sekte maupun Akademi, ikut membantu menjaga keamanan Istana Kerajaan Yang. Bukan hanya kekuatan kultivator yang kuat, mereka untuk kesekian kalinya dibuat terkejut saat melihat keberadaan para penyihir yang kekuatannya jauh di atas kekuatan penyihir penjaga istana Kekaisaran mereka.
“Kerajaan ini pantas disebut sebagai kekuatan paling mengerikan di seluruh Dunia Immortal...” Kata Wei Kong lirih dan hanya dapat di dengar oleh orang-orang yang ada di dalam rombongannya.
Terus berjalan, rombongan Wei Kong akhirnya sampai di depan gerbang istana Kerajaan Yang. Setelah mengatakan tujuan kedatangan mereka, prajurit penjaga gerbang mengizinkan mereka untuk memasuki kawasan istana Kerajaan Yang, tetapi mereka akan berada di bawah pengawasan lima prajurit yang akan mengantar mereka ke aula pertemuan yang ada di Kerajaan Yang.
Salah satu prajurit yang mengantarkan rombongan Wei Kong, dia meminta Wei Kong dan rombongannya menunggu, karena dia akan terlebih dahulu melaporkan kedatangan mereka kepada Raja mereka yang saat ini tengah berada di dalam aula pertemuan bersama dengan seluruh istrinya.
“Aku merasakan banyak kekuatan yang sangat mengerikan tengah berkumpul di dalam aula yang ada di hadapan kita...” Kata Wei Luaning dengan tubuh sedikit bergetar saat merasakan aura kekuatan orang-orang yang berada di dalam aula pertemuan Kerajaan Yang.
Saat Wei Luaning baru menyelesaikan perkataannya, prajurit yang sebelumnya pergi melaporkan kedatangan mereka telah kembali, lalu dia meminta Wei Kong dan rombongannya untuk segera masuk kedalam aula pertemuan karena Raja Kerajaan Yang tengah menunggu kehadiran mereka.
Mendengar itu Wei Kong mengangguk lalu dia segera memimpin rombongannya untuk memasuki aula pertemuan Kerajaan Yang. “Sungguh aura yang kuat!...” Kata Wei Kong dalam hati saat dia melangkahkan kakinya memasuki aula pertemuan.
Begitu berada di dalam aula pertemuan, Wei Kong dan rombongannya dapat melihat keberadaan sebelas wanita cantik yang bahkan sanggup membuat wajah Wei Luaning memerah saat melihat para wanita itu.
Sedangkan para prajurit penjaga yang berada di belakang Wei Kong dan Wei Luaning, para prajurit itu sudah sangat tergoda dengan keindahan yang ada di depan mata mereka, tetapi mereka semua segera jatuh berlutut saat aura kuat menekan tubuh mereka.
“Jangan terlalu lama menatap para istriku kalau kalian masih ingin merasakan nikmatnya bernafas!.., dan maaf karena aku kurang sopan saat menyambut kedatangan tamu dari Kekaisaran Dewa Langit...” Kata Reinar dengan senyuman yang menghiasi wajahnya.
Tiba-tiba Wei Kong merasa ada yang menyentuh pundaknya saat dia masih dalam posisi berlutut. “Aku dengan senang hati menyambut kedatangan mu, lalu kenapa kamu justru berlutut?... Bangkit dan katakan apa yang menjadi tujuan mu mendatangi Kerajaan kecilku!...”
Wei Kong melirik ke arah sumber suara yang baru dia dengar. Dari ujung matanya, dia dapat melihat keberadaan sosok Raja Kerajaan Yang tengah berdiri di hadapannya. Wei Kong hanya bisa menganggukkan kepalanya setelah sosok Raja di hadapannya telah kembali ke singgasananya.
“Terimakasih Yang Mulia karena telah menerima kedatangan kami...” Kata Wei Kong setelah dia bangkit dari berlutut, lalu dia dan Wei Luaning mengikuti seorang pelayan yang mengantarkan mereka berdua ke tempat duduk yang bisa mereka tempati.
Melihat dua tamunya telah duduk di tempat yang semestinya, Reinar menyuruh beberapa prajurit untuk membawa prajurit Kekaisaran Dewa Langit ke pinggir aula pertemuan untuk mendapatkan perawatan. “Sekarang tuan dan nona dapat mengatakan apa tujuan kalian mendatangi Kerajaan ku!...”
Wei Kong berdiri lalu dia sejenak menundukkan kepalanya, dan setelahnya dia mulai menjawab pertanyaan Reinar. “Sebenarnya tujuan kami datang menemui Yang Mulia, kami ingin meminta maaf akan apa yang sudah dilakukan Ratu kami kepada Kerajaan Yang Mulia. Kami juga telah menyiapkan beberapa barang berharga untuk mengganti seluruh kerugian yang disebabkan oleh perilaku Ratu kami...” Wei Kong mengeluarkan lima peti berukuran besar dari cincin penyimpanannya.
“Haih... Kenapa juga kalian repot-repot memikirkan ganti rugi kepadaku?... Maaf, aku tidak bisa menerima pemberian kalian, dan lagi aku sudah melupakan apa yang telah Ratu kalian lakukan terhadap Kerajaan ku...” Balas Reinar lalu dia meminta Wei Kong menyimpan kembali apa yang sebelumnya tersimpan di cincin penyimpanannya.
Wei Kong dengan sedikit enggan menuruti apa yang menjadi keinginan Reinar. Setelah menyimpan seluruh kotak harta yang ingin dia berikan kepada Reinar, Wei Kong kembali melihat kearah Reinar lalu dia berkata. “Yang Mulia, kalau boleh tahu, kenapa yang mulia menolak ganti rugi yang kami berikan?...”
Reinar tersenyum mendengar perkataan Wei Kong, lalu dia membalas. “Aku tidak mengharapkan ganti rugi apapun dari kalian, dan lagi aku merasa kalian sudah tahu identitas asli dari wanita itu. Kalau kalian takut aku akan menuntut balas akan apa yang wanita itu lakukan, kalian salah besar. Aku tidak akan melakukan itu, tetapi aku justru ingin ada hubungan yang baik antara Kerajaan ku dengan Kekaisaran kalian...”
Wei Kong dan Wei Luaning dapat bernafas lega setelah mendengar balasan Reinar, namun di sisi lain mereka juga penasaran bagaimana bisa Reinar dapat mengungkap identitas asli dari wanita yang selama ini menjadi Ratu di Kekaisaran Dewa Langit.
“Yang Mulia, kami mengucapkan terimakasih karena Yang Mulia telah melenyapkan wanita yang selama ini telah membuat menderita penduduk Kekaisaran Dewa Langit...” Ujar Wei Kong.
Reinar menganggukkan kepalanya, lalu dia berkata. “Wanita itu akan menjadi sumber kehancuran Dunia Immortal kalau tetap hidup. Apalagi dengan kekuatan yang dia miliki, kalau terlalu lama kita membiarkannya berkuasa, aku sendiri tidak yakin dapat mengalahkannya. Kalau aku tidak bisa mengalahkan, apa kalian bisa melakukannya?... Aku beruntung dapat mengalahkan wanita itu karena sebelumnya dia terlalu meremehkan kekuatan ku. Kalau saja dari awal dia tidak meremehkan ku, mungkin akulah yang akan berada di pihak yang kalah dalam peperangan itu...” Ujar Reinar.
Selama ini tidak ada satupun orang kuat di Dunia Immortal yang kekuatannya dapat melebihi atau dapat disejajarkan dengan kekuatan Ratu Wei Luan, dan dengan identitas aslinya, dia benar-benar akan menjadi ancaman serius bagi kehidupan di Dunia Immortal kalau dia tetap dibiarkan hidup.
Alasan kenapa seluruh penghuni Istana Kekaisaran Dewa Langit tidak mengungkapkan identitas Ratu mereka ke seluruh penjuru Dunia Immortal, itu dikarenakan Ratu Wei Luan mengancam akan melenyapkan seluruh penduduk Kekaisaran kalau mereka mengungkapkan identitas aslinya ke seluruh penjuru Dunia Immortal. Sadar akan kekuatan Ratu Wei Luan, membuat mereka hanya bisa berdiam diri melihat kekejaman orang yang tak mungkin dapat mereka singgung.
Namun sekarang semua telah berubah setelah kematian Ratu Wei Luan. Tak ada satu orangpun yang menutup-nutupi identitas Ratu Wei Luan, dan juga kini Kekaisaran Dewa Langit terbebas dari benalu yang selama ini telah menggerogoti kekuatan mereka.
Sementara itu di suatu tempat yang berada di daratan Benua Timur, seorang pria berjubah merah perlahan membuka matanya setelah menyelesaikan kultivasi tertutupnya. Begitu kedua matanya terbuka dengan sempurna, pria itu dapat melihat keberadaan dua giok di depannya yang telah hancur berkeping-keping.
“Siapa di dunia ini yang mampu membunuh mereka berdua?... Setelah berkultivasi selama ratusan tahun, sepertinya banyak perubahan di dunia ini. Kini sudah saatnya aku keluar dan mengambil apa yang sudah di takdirkan untuk menjadi milikku!...” Gumam pria itu dengan senyuman yang menghiasi wajahnya.
°°°
Jangan lupa like dan komentarnya setelah selesai membaca, terimakasih...