The World Emperor System

The World Emperor System
Janji Ratu Penguasa Benua Tengah



Reinar dan kedua istrinya telah berada di wilayah istana Kekaisaran Dong Ma setelah menghabiskan malam di tengah keheningan hutan.


Keadaan Istana Kekaisaran Dong Ma telah pulih seperti sedia kala. Sekalipun terjadi kekosongan kursi Kaisar, dengan kerjasama para petinggi Kekaisaran, seluruh permasalahan Kekaisaran dapat terselesaikan dengan cepat.


Seluruh prajurit Kekaisaran juga bekerja keras untuk membantu pekerjaan para petinggi Kekaisaran. Dalam waktu yang singkat para prajurit telah menyelesaikan pekerjaan mereka, dan saat ini para prajurit Kekaisaran Dong Ma tengah menikmati waktu istirahat mereka.


Untuk keamanan istana, ribuan prajurit keamanan tetap berjaga walau tengah dilanda rasa kantuk.


“Pekerjaan mereka cukup cepat dalam mengatasi kekacauan yang kemarin terjadi...” Kata Reinar yang melayang di balik awan yang ada di atas istana Kekaisaran Dong Ma.


“Suamiku, sekarang apa yang akan kita lakukan dengan Kekaisaran ini?...” Tanya Yang Yifei.


“Kita tidak akan melakukan apa-apa selagi mereka tak membuat masalah dengan kita...” Balas Reinar menjawab pertanyaan Yang Yifei.


“Apa sekarang kita bisa kembali ke Sekte Mawar Putih?...” Kata Qinyu.


Reinar mengangguk. “Urusan kita di tempat ini telah selesai, lebih baik kita segera kembali ke Sekte Mawar Putih dan memulai rencana kita untuk mendirikan sebuah Kerajaan...”


Reinar langsung menciptakan portal teleportasi begitu selesai berkata, dan secara bersamaan dia beserta kedua istrinya pergi memasuki portal yang akan membawa mereka langsung menuju ke Sekte Mawar Putih.


Sementara itu di aula istana Kekaisaran Dong Ma, para petinggi tengah melakukan pertemuan untuk menentukan Kaisar baru yang akan memimpin Kekaisaran Dong Ma, menggantikan Dong Tao.


Setelah lama berdiskusi, akhirnya mereka menentukan Ma Huan sebagai Kaisar baru Kekaisaran Dong Ma. Ma Huan sama kuatnya dengan Kaisar Dong Tao, karena itu seluruh petinggi sepakat menunjuknya sebagai Kaisar baru Kekaisaran Dong Ma.


“Hormat pada Yang Mulia Kaisar!...” Seluruh petinggi Kekaisaran Dong Ma yang berada di aula istana, mereka segera berlutut di hadapan Ma Huan. Mereka semua berlutut dengan hormat pada Kaisar baru, yang kini telah duduk di kursi singgasananya.


Ma Huan yang telah resmi diangkat menjadi seorang Kaisar, dengan segera dia menggerakkan tangannya sebagai tanda kepada seluruh orang untuk kembali bangkit. “ Penghormatan kalian telah aku terima, dan setelah ini mari kita bekerjasama untuk kembali membawa Kekaisaran Dong Ma ke masa jayanya!...” Kaisar Ma Huan yakin kalau bersatunya dua keluarga besar pendiri Kekaisaran Dong Ma akan membawa dampak positif bagi Kekaisaran yang dia pimpin.


Pihak istana Kekaisaran dengan cepat mengumumkan terpilihnya Kaisar baru yang akan memimpin Kekaisaran Dong Ma. Selain itu pihak istana Kekaisaran juga mengumumkan tentang kematian Kaisar Dong Tao dalam pertempuran saat terjadi kerusuhan di istana Kekaisaran Dong Ma.


Namun pihak istana Kekaisaran tidak mengumumkan siapa yang menjadi pelaku utama pembuatan kerusuhan di istana Kekaisaran, dan mereka juga tidak mengumumkan siapa orang yang telah mengalahkan Kaisar Dong Tao.


“Jangan mengusik ketenangan Sekte Mawar Putih!... Sekarang kita tahu kalau Sekte itu jauh lebih kuat dari kekuatan yang kita miliki...” Ujar Kaisar Ma Huan saat dia melakukan pidato pertamanya di hadapan para petinggi Kekaisaran Dong Ma.


Para petinggi Kekaisaran Dong Ma telah tahu seberapa kuat kekuatan yang dimiliki oleh Sekte Mawar Putih, karena itu mereka sangat setuju dengan Kaisar baru mereka yang tidak ingin mengusik ketenangan Sekte Mawar Putih. “Yang Mulia, bagaimana kalau kita mengajak Sekte Mawar Putih menjalin kerjasama dengan kita, dan mungkin mereka akan tertarik dengan beberapa posisi penting di Kekaisaran yang saat ini masih kosong!...” Saran dari salah satu petinggi Kekaisaran Dong Ma.


Kaisar Ma Huan setuju saja dengan saran salah satu bawahannya, tetapi dia ragu Sekte Mawar Putih ingin memiliki jabatan di Kekaisarannya. Bagaimanapun juga mereka memiliki kekuatan yang jauh lebih kuat dibandingkan dengan kekuatan Kekaisarannya, dan dia yakin kalau Sekte Mawar Putih masih menyimpan kekuatan utama mereka.


°°°


Di Sekte Mawar Putih, kesembilan istri Reinar menyambut kedatangan Reinar beserta kedua saudari mereka. Kesembilan istri Reinar dengan kompak segera menyiapkan beberapa makanan untuk mereka makan bersama sang suami dan kedua saudari mereka.


Walau dengan perut membuncit, kesembilan wanita itu masih dapat bergerak normal, dan terlihat mereka sangat bersemangat menyiapkan makanan serta minuman untuk di nikmati bersama-sama.


“Aku sejak tadi tidak melihat keberadaan Ibu dan Kakek. Apa diantara kalian ada yang tahu kemana perginya mereka?...” Tanya Reinar yang sejak kedatangannya dia tak melihat keberadaan Ibu dan Kakeknya.


“Ibu dan Kakek baru menerobos ke tingkat Dewa Penguasa tahap puncak, dan saat ini mereka berdua tengah memperbaiki pondasi kultivasi milik mereka. Walau masih di tingkat Dewa Penguasa, kekuatan Ibu dan Kakek sudah mampu menyamai kultivator tingkat Dewa Sejati tahap puncak, dan itu berkat keberadaan Dantian yang suami buat untuk mereka...” Kata Luna yang kini juga memiliki sebuah Dantian di dalam tubuhnya.


“Aku tidak menyangka kalau kekuatan kalian telah meningkat sejauh ini. Apa saat ini ada yang kalian butuhkan untuk meningkatkan kekuatan yang kalian miliki?...” Tanya Reinar sambil melihat secara bergantian wajah para istrinya.


“Kalau soal itu, sudah dari jauh-jauh hari aku menyiapkannya untuk calon putra dan putri kita...” Balas Reinar.


Reinar mengeluarkan tumpukan kebutuhan calon putra dan putrinya, selain itu dia juga mengeluarkan beberapa ranjang mungil yang dia peruntukan untuk calon putra dan putrinya.


Mata seluruh istri Reinar terbuka dengan sempurna saat mereka melihat semua yang dikeluarkan suami mereka, kalau tidak melihatnya sendiri mungkin mereka tidak akan percaya kalau seorang pria telah menyiapkan seluruh kebutuhan calon putra dan putrinya. “Suami kita memang penuh dengan kejutan...” Ujar Vexia.


Kesembilan istri Reinar tersenyum bahagia dengan apa yang telah disiapkan oleh suami mereka. “Suamiku, kapan kamu membuat dua saudari merasakan apa yang sudah kamu perbuat kepada kami?...” Tanya Freya sambil melirik Qinyu dan Yang Yifei yang wajahnya memerah setelah mendengar apa yang di katakan nya.


Reinar tersenyum mendengar perkataan Freya. “Aku sedang berusaha, dan mungkin tak lama lagi usahaku akan menghasilkan sesuatu yang kita semua harapkan...” Kata Reinar sambil menunjukkan senyum lembutnya kepada para istrinya.


Reinar berjalan mendekati Qinyu dan Yang Yifei yang tengah tertunduk malu dengan wajah memerah mereka. Saat berada di dekat mereka berdua, Reinar begitu saja mendekap mereka, dan membawa keduanya ke dalam pelukannya.


Qinyu dan Yang Yifei segera menutup matanya menikmati kehangatan tubuh Reinar yang tengah memeluk mereka. “Sepertinya ada yang sudah tidak tahan untuk melakukan aktifitas di atas ranjang!...” Kata Reinar menggoda Qinyu dan Yang Yifei.


Dengan menyembunyikan wajah malunya, Qinyu dan Yang Yifei membalas perkataan Reinar dengan melayangkan pukulan ke dada bidang milik Reinar. Namun keduanya terkejut saat tiba-tiba Reinar mencium kening mereka secara bergantian.


“Astaga, apa kalian tidak bisa melakukannya nanti malam?...” Kata Rhea lalu dia menggelengkan kepalanya.


“Hahaha... Ide yang bagus, nanti malam aku akan membuat kalian sulit berjalan di pagi harinya, dan untuk sekarang lebih baik kita menikmati makanan serta minuman yang sudah kalian persiapkan!...” Kata Reinar, lalu dia mulai menikmati makanan dan minuman yang telah disiapkan oleh para istrinya.


Namun belum juga Reinar memasukkan makanan ke dalam mulutnya, dia mendengar suara kegaduhan di luar kediamannya, dan dia merasakan aura yang cukup mendominasi dari luar kediamannya.


“Kalian tetap di sini dan lanjutkan acara makan kalian, biar aku sendiri yang melihat siapa orang yang membuat keributan di luar...” Kata Reinar lalu dia berjalan keluar dari kediamannya. Sebelum sampai di luar kediaman, Reinar mengeluarkan lima bawahannya dari balik bayang-bayang nya, dan menyuruh mereka menjaga keberadaan para istrinya.


Sampai di luar kediaman, Reinar dapat melihat seorang pria yang tengah mencengkeram leher salah satu pelayan di kediamannya.


Reinar melambaikan tangannya, dan saat itu juga pria yang mencengkeram leher pelayan di kediamannya tiba-tiba melepaskan cengkraman tangannya. Bukan hanya secara tiba-tiba melepaskan cengkraman tangannya, pria itu merasa kalau dia tak lagi bisa menggerakkan tangannya.


“Kenapa akhir-akhir ini aku tidak bisa menikmati waktu maka ku dengan tenang?... Selalu saja ada yang mengganggu waktu maka ku...” Kata Reinar dengan sorot mata tajam menatap pria yang masih berusaha menggerakkan tangannya.


Setelah kembali dapat menggerakkan tangannya, pria itu menatap Reinar yang terlihat acuh dengan keberadaannya. Walau Reinar tak mengeluarkan aura kekuatannya, pria itu dapat merasakan sebuah bahaya dari pemuda yang berdiri tak terlalu jauh darinya.


Bukan hanya merasakan bahaya, pria itu juga merasa kalau dia bisa langsung mati kalau salah mengambil langkah di hadapan pemuda yang terlihat lemah, tetapi dia yakin kalau pemuda itu banyak menyembunyikan kejutan di balik lengan pakaiannya.


Namun pria itu tetap melangkahkan kaki mendekati Reinar, dan dengan begitu arogan dia menendang pelayan wanita yang baru terlepas dari cengkraman tangannya. “Pelayan rendahan tidak berguna seperti mu lebih baik mati daripada menghalangi langkahku!...” Pria itu mengarahkan pukulan ke arah pelayan wanita, tetapi sebuah tangan dengan kuat berhasil menahan pukulannya.


Pria itu menatap sosok yang telah berani menahan pukulannya. “Setelah melukai salah satu bawahan Ratu ku, kau ternyata masih punya keberanian menahan pukulan ku yang aku tujukan untuk membunuh salah satu pelayan mu!... Aku cukup kagum dengan keberanian mu, tapi sayangnya kamu salah memilih musuh...”


Pria itu menarik tangannya, lalu dia menatap sinis ke arah Reinar. “Penawaran Yang Mulia Ratu masih berlaku, dan kedatanganku semata-mata untuk membawamu pergi menemui Yang Mulia Ratu. Kamu tidak punya hak untuk menolak karena Yang Mulia Ratu telah menjanjikan kehancuran total untuk Sekte ini kalau kamu masih saja menolak keinginannya...”


Reinar berdiri tenang di tempatnya, lalu dia mulai berkata. “Suruh Ratu mu menepati janjinya, tapi aku juga akan berjanji kalau apa yang dijanjikan Ratu mu tidak akan pernah terjadi!...”


°°°


Jangan lupa like dan komentarnya setelah selesai membaca, terimakasih...