
Jangan lupa biasakan like sebelum baca, dan tinggalkan komentar setelah selesai membaca.
Satu saja like dan komentar kalian, itu adalah penyemangat tambahan untuk author.
***
***
Setelah melewati malam pertamanya dengan Sally, Reinar menatap dua wanita yang kini duduk mengapit dirinya. “Pasukan Kekaisaran Qing sebentar lagi akan datang, lebih baik aku segera memindahkan kalian.” Kata Reinar menatap bergantian kedua istrinya.
“Penduduk Kerajaan ku akan pindah hari ini, tetapi aku akan tetap bersama dengan mu setidaknya sampai aku hamil.” Balas Sally.
Ketika Sally diam, giliran Bella yang melanjutkan kata-kata Sally. “Sally akan bersama mu sampai dia hamil, aku dan yang lain sudah setuju akan itu, tapi Sally harus berkumpul bersama kami setelah dia hamil.” Kata Bella menjelaskan.
Reinar yang melihat senyum di wajah Bella, dia hanya menganggukkan kepalanya dan membalas senyumannya, lalu setelahnya dia melihat ke arah Sally dan juga menunjukkan senyumnya pada wanita yang baru saja menjadi pelengkap hidupnya. Reinar menyentuh tangan kedua istrinya, dan tak lama mereka muncul di halaman istana Kerajaan Dark Elf yang sudah dipenuhi banyak orang.
***
Setelah memindahkan seluruh ras Dark Elf ke sebuah hutan yang tak jauh dari kota Sky Dragon, Reinar menemui Argust dan memberinya tugas untuk membantu proses pembangunan kota Dark Elf.
Reinar sebenarnya mampu membangun sebuah kota kecil dalam waktu singkat, tetapi dia tidak melakukannya karena itu hanya akan membuat banyak orang menjadi pemalas. Lebih baik Reinar membiarkan mereka berusaha, dan dia hanya sedikit memberi mereka bantuan.
Begitu Argust dan seribu orang yang mengikutinya pergi ke hutan Dark Elf, Reinar memutuskan untuk kembali ke Benua Zhongjian. Namun sebelum kembali, dia lebih dulu menitipkan ratusan ribu kristal jiwa pada Bella untuk dibagikan kepada istri-istrinya. Dengan seluruh kristal jiwa itu Reinar berharap seluruh istrinya akan bertambah kuat, dan mereka tak akan kesulitan beradaptasi saat nanti berada di Benua Zhongjian.
Kembali ke istana Kerajaan Dark Elf, Reinar langsung di sambut Ling Feng, sedangkan pars wanita, mereka tengah asik bersenda gurau selayaknya wanita pada umumnya.
“Sebelum matahari tepat di atas kepala, pasukan Kekaisaran Qing akan sampai di tempat ini. Daripada membiarkan istana ini di berikan secara percuma, bagaimana kalau kita menghancurkannya sebelum mereka datang?.” Kata Ling Feng setelah dia dan para wanita telah mengumpulkan semua benda berharga yang ada di istana Kerajaan Dark Elf.
[Tuan, daripada di hancurkan secara cuma-cuma, lebih baik istana ini dihancurkan bersama dengan pasukan Kekaisaran Qing yang mungkin akan tinggal sementara waktu di istana ini.]
[Aku cuma mengingatkan tuan kalau di toko sistem aku menjual bom waktu yang cocok untuk menjebak mereka. Seorang di tingkat Abadi Langit puncak sekalipun akan mati saat terkena ledakan bom yang bisa tuan beli sebanyak 100 buah setiap harinya.]
[Apa tuan ingin membelinya?.]
Reinar tersenyum lebar mendengar yang Lilia katakan padanya. “Bom waktu ya?. Tentu aku akan membelinya, dan 100 buah itu lebih dari cukup untuk membuat Kekaisaran Qing mengalami banyak kerugian.” Kata Reinar dalan pikirannya.
Tak lama di depan Reinar muncul 100 benda yang terlihat aneh bagi Ling Feng dan yang lainnya. “Kalian cukup membantuku menaruh benda-benda ini di tempat tersembunyi, dan sisanya serahkan padaku.” Kata Reinar pada lima orang yang kebingungan dengan benda yang mereka pegang.
Reinar mengatur waktu empat jam pada timer digital yang ada pada bom waktu yang dia beli dari toko sistemnya. Lalu Reinar memberi setiap orang sepuluh buah bom waktu yang harus mereka sembunyikan di tempat tersembunyi. Keunggulan bom waktu yang Reinar beli dari sistem, bom itu akan tetap meledak walau dipendam dalam tanah, ataupun di tenggelamkan dalam kolam air.
Melihat seluruh bom sudah di pasang di tempat yang cukup tersembunyi, Reinar dan lima orang yang bersamanya pergi meninggalkan istana Kerajaan Dark Elf.
Bukannya pergi menjauhi arah kedatangan pasukan Kekaisaran Qing, mereka justru pergi untuk melihat pasukan Kekaisaran Qing yang bergerak menuju istana Kerajaan Dark Elf
Tidak lama bergerak meninggalkan istana Kerajaan Dark Elf, Reinar dan orang-orang yang bersamanya berhenti di sebuah tebing setelah melihat pasukan Kekaisaran Qing yang bergerak dalam jumlah besar dengan di pimpin dua sosok Pangeran Kekaisaran Qing.
Reinar yang melihat banyaknya pasukan Kekaisaran Qing, dia menggelengkan kepalanya dan turut berduka untuk mereka yang hanya mengikuti perintah dari orang yang mereka sebut sebagai pemimpin. “Setidaknya hanya separuh dari kalian yang akan selamat.” Gumam Reinar.
***
Empat jam telah berlalu.
BOOMMM...
BOOMMM...
BOOMMM...
Reinar dari tempat persembunyiannya mengangguk puas setelah melihat hasil dari ledakan bom waktu yang dia beli dari toko sistem, tapi dia sedikit menyimpan kekecewaan karena dua Pangeran Kekaisaran Qing selamat dari ledakan dengan hanya mengalami luka ringan.
“Setidaknya mereka terluka, dan tentu keadaan ini akan menjadi pukulan telak untuk Kekaisaran Qing. Qing Qian?. Aih, aku bahkan lupa kalau dia masih ada di dalam penjara.” Batin Reinar melupakan Qing Qian yang mungkin kini sudah berubah menjadi abu.
Di sisi lain, kelima orang yang mengikuti Reinar terkejut dan merinding ketakutan melihat daya hancur benda yang sempat menjadi mainan mereka. “Suamiku, benda apa sebenarnya yang tadi kamu berikan pada kami?. Kenapa benda itu bisa meledak?. Bahkan seorang Jenderal dengan tingkat Abadi Bumi langsung berubah menjadi debu saat terkena ledakan.” Tanya Sally penasaran.
Reinar langsung menatap Sally saat mendengar wanitanya itu bertanya padanya. “Benda itu dinamakan peledak, dan benda itu akan meledak mengikuti waktu yang sudah aki tentukan. Seorang Abadi Langit puncak sekalipun tak akan selamat saat berada di pusat ledakan.” Jawab Reinar sambil tersenyum pada Sally.
“Bukannya itu sangat mengerikan?.” Ungkap Ling Zhe.
“Jika saja kedua pangeran itu tidak berada di sisi terjauh, aku yakin mereka berdua tak akan lagi merasakan nikmatnya bernafas.” Kata Ling Feng yang mendapat anggukan kepala dari kedua kakak Reinar.
“Kejadian ini akan menjadi pukulan telak untuk Kekaisaran Qing, dan kini saatnya kita memikirkan bagaimana mebuat perhitungan dengan Sekte Lentera Dewa yang diam-diam ikut campur dalam urusan pemerintahan di Kekaisaran Qing.” Kata Reinar.
Kelima orang yang bersama Reinar menganggukkan kepalanya. Tentunya Sekte Lentera Dewa akan menjadi target selanjutnya setelah membuat babak belur Kekaisaran Qing.
“Kalian bersiap-siaplah, kita akan langsung melakukan perjalanan menuju Sekte Lentera Dewa.” Kata Reinar pada semua orang yang ada di dekatnya.
“Tanganku sudah gatal ingin memukul orang-orang Sekte Lentera Dewa, Sekte aliran putih yang tak ada bedanya dengan Sekte aliran hitam.” Kata Ling Feng dengan aura berwarna putih yang keluar dari tubuhnya.
Reinar bergerak membuka jalan, para wanita bergerak membentuk dua barisan tepat di belakang Reinar, dan untuk Ling Feng, dia bertugas menjaga barisan belakang.
***
Setengah hari kembali berlalu, saat matahari hampir tenggelam, Reinar memutuskan untuk istirahat di hutan dengan kondisi tanah yang cukup lapang.
Melihat hari mulai gelap, Reinar mengeluarkan artefak berbentuk rumah miliknya dan langsung mengaktifkannya. Bangunan rumah dengan empat kamar muncul di tanah yang cukup lapang.
Reinar segera pergi ke kamarnya yang kali ini akan dia tempati bersama Sally. Ling Feng dan Ling Zhe, mereka tentu menempati kamar yang selama ini mereka tempati, dan untuk Rena dan Rina, mereka menempati kamar yang sebelumnya di gunakan Ling Long.
Di dalam kamar Reinar menarik Sally menuju kamar mandi untuk membersihkan diri mereka. Reinar melepaskan seluruh pakaiannya, begitu juga dengan Sally.
Reinar membasuh tubunya dengan berendam di bak mandi yang muat untuk dua orang. Melihat suaminya yang sudah berendam di bak mandi, Sally ikut masuk ke dalam bak mandi dan duduk diantara paha Reinar.
Reinar memeluk tubuh polos istrinya dari belakang. “Istriku, apa kamu sedang mencoba menggodaku?.” Kata Reinar sambil menciumi leher Sally dengan gemas.
“Ahh, itu geli...” Desahan pelan keluar dari mulut Sally saat Reinar menjilati leher jenjangnya dari belakang. Tak ingin kalah, Sally meraba benda milik suaminya yang ada di belakang pantatnya.
“Tanganmu sangat nakal, jangan menyesal kalau aku membuatmu kembali susah berjalan.” Kata Reinar menggigit perlahan punggung Sally.
“Bagaimana kalau aku memulainya lebih dulu?.” Kata Sally lalu dia dengan begitu cepat membalik badan dan membuat posisinya kini berada di atas pangkuan Reinar.
Sally menggigit bibir bawahnya saat merasakan benda asing menyatu kembali dengan tubuhnya. “Ini yang terbaik....” Kata Sally sambil memejamkan mata, lalu dia mulai menggerakkan tubuhnya mengikuti isnting seorang wanita yang ingin memberi kepuasan pada sosok suaminya.
“Sama dengan Freya, dia sangat liar.” Batin Reinar sambil memainkan benda empuk dan kenyal milik Sally yang ada di depan matanya.
***
Bersambung...