The World Emperor System

The World Emperor System
Akhir Riwayat Tang Yuan



Dua hari berlalu begitu saja. Di atas arena pertarungan yang ada di halaman belakang istana Kekaisaran Ling telah berdiri dua orang yang akan melakukan pertarungan kematian.


Dua orang yang berdiri diatas arena tak lain adalah Reinar dan Putra Mahkota.


Reinar terlihat begitu tenang, bahkan dia masih sempat bersenda gurau dengan para istrinya. Berbeda dengan Reinar, Putra Mahkota Tang Yuan terlihat gugup dan terlihat jelas di kurang siap untuk melakukan pertarungan kematian dengan Reinar.


“Aku masih memberimu waktu untuk menyerah dan mengakui kekalahan mu...” Reinar tersenyum setelah mengatakan apa yang ingin dia sampaikan kepada Putra Mahkota Tang Yuan.


“Teruslah menyombongkan dirimu, dan pada akhirnya kau yang akan mati di tempat ini...” Putra Mahkota Tang Yuan membalas apa yang disampaikan Reinar padanya.


Reinar menggelengkan kepalanya. “Aku memang sombong, tetapi aku sudah baik dengan memberimu sebuah kesempatan. Namun karena kau menolak tawaran ku, akan aku buat kau tertidur saat pertarungan ini selesai...”


“Terlalu sombong dan banyak bicara. Aku Putra Mahkota Tang Yuan pasti akan membunuh mu dengan kedua tanganku...” Aura di sekeliling Putra Mahkota Tang Yuan berubah, dan tiba-tiba aura berwarna merah kehitaman menyelimuti seluruh tubuhnya.


BOOMMM...


Ledakan aura dari tubuh Putra Mahkota Tang Yuan membuat arena bergetar dan retak.


Reinar memicingkan matanya melihat perubahan kekuatan Putra Mahkota Tang Yuan. “Aura tingkat Dewa Bumi puncak?. Tapi kenapa kualitas pondasi kekuatannya hanya di tingkat Abadi Langit?.” Reinar dibuat heran akan apa yang dia lihat.


[Tuan, orang yang ada di depan tuan telah mengkonsumsi pil iblis yang bisa menaikkan tingkat kekuatannya secara drastis, tapi kekuatannya hanya bertahan selama beberapa jam dan selanjutnya dia akan kehilangan setengah basis kultivasinya.]


Penjelasan Lilia membuat Reinar terkekeh dan semakin jijik menatap Putra Mahkota Tang Yuan. “Sungguh cara licik yang menjijikkan, tetapi dia masih terlalu lemah...” Reinar bergumam, dan hanya dia serta Lilia yang bisa mendengar gumaman nya.


Putra Mahkota Tang Yuan yang melihat Reinar terdiam di tempatnya saat merasakan auranya, dia merasa telah berada diatas angin. “Sekarang kau tau bukan seberapa jauh perbedaan kekuatan kita?. Tapi sayang semua sudah terlambat, dan kau pasti mati...” Putra Mahkota Tang Yuan melesat dengan kecepatan puncaknya kearah Reinar sambil mengayunkan tinju untuk langsung menyerang Reinar.


“Graap...” Tinju Putra Mahkota Tang Yuan dengan mudah di tangkap Reinar.


Swusshh... BOOMMM...


Aura yang jauh lebih kuat keluar dari tubuh Reinar saat dia mengeluarkan seluruh kekuatannya, termasuk kekuatan aura seorang penyihir yang dia miliki. Aura kegelapan yang mendominasi keluar dari tubuh Reinar, selain itu muncul juga aura warna-warni yang merupakan aura elemen sihirnya.


“Baammm...” Tubuh Putra Mahkota Tang Yuan terpental sampai ke ujung arena saat Reinar melemparkannya.


Putra Mahkota Tang Yuan segera bangkit dan menatap tajam kearah Reinar. “Lumayan, kau lumayan kuat untuk seseorang di tingkat Dewa Bumi awal...”


“Kau mengatakan aku lumayan kuat, tapi kau sendiri berhasil aku lempar dengan secuil kekuatanku. Bukannya kamu itu sombong tapi kesombongan mu hanyalah omong kosong!...” Reinar memasang wajah yang begitu memprovokasi, dan itu sukses memancing emosi Putra Mahkota Tang Yuan.


“Aku hanya memberimu sedikit muka sebelum aku membunuh mu, tapi ternyata kau terlalu besar kepala hanya dengan berhasil melempar ku...” Putra Mahkota Tang Yuan mengeluarkan energi Qi yang besar, lalu energi itu telah menyelimuti tubuhnya dan membuat aura yang dia keluarkan semakin terlihat menyeramkan.


“Kau pikir aku anak kecil yang bisa kau takuti dengan aura jelek mu itu!...” Reinar tak sedikitpun gentar dengan aura yang menyelimuti tubuh Putra Mahkota Tang Yuan.


“Berisik, lebih baik kau mati!...”


Swusshh... BOOMMM... Suara ledakan menggema saat pukulan Putra Mahkota Tang Yuan berbenturan dengan tinju Reinar. Kuatnya benturan kekuatan mereka membuat arena pertarungan bergetar dan retakan di arena semakin meluas.


Whushhh... Tubuh Putra Mahkota Tang Yuan kembali terpental, namun kali ini terlihat lengan tangannya yang patah setelah dia beradu kekuatan dengan Reinar.


“APAA!...” Kaisar Tang Hui bangkit dari kursinya saat melihat keadaan putranya yang jauh dari kata baik-baik saja. “Pemuda itu terlalu kuat, Putraku yang telah mengkonsumsi dua pil iblis belum mampu mengalahkannya. Jangankan mengalahkan, mengimbanginya saja dia belum mampu...” Kaisar Tang Hui hanya bisa membatin saat melihat putranya yang kembali bangkit.


Putra Mahkota Tang Yuan meminum pil pemulihan, dan tak lama luka patah tulangnya pulih tapi dia tetap merasakan sakit.


“Sialan, dia masih terlalu kuat untuk ku...” Putra Mahkota Tang Yuan membatin, lalu dia kembali bersiap melakukan serangan ke arah Reinar.


Di sisi arena pertarungan, istri-istri Reinar merasa iba akan kondisi Putra Mahkota Tang Yuan yang begitu menyedihkan.


“Apa seperti itu tingkah pria yang terlalu menggilai seorang wanita?. Bukannya iba, aku justru jijik saat melihatnya...” Helena memutar bola matanya dengan malas melihat tingkah Putra Mahkota Tang Yuan.


Tak hanya istri Reinar, Kaisar Ling Mou dan Permaisuri Qin Xia juga jijik melihat tingkah Putra Mahkota Tang Yuan.


“Aku ingin bermain, dan kamu cocok untuk menjadi teman bermainku...” Reinar muncul di dekat Putra Mahkota Tang Yuan dan dia mencengkeram erat kedua lengan Putra Mahkota Tang Yuan.


Putra Mahkota Tang Yuan terkejut melihat kemunculan Reinar yang tiba-tiba. Dengan penguasaan teknik teleportasi yang begitu sempurna, membuat Reinar dengan mudah muncul di manapun dia mau.


“Bagaimana kau bisa muncul di dekat ku dengan begitu cepat?...” Putra Mahkota Tang Yuan mencoba melepaskan diri dari cengkraman tangan Reinar, tapi sekuat apapun usahanya dia tak sedikitpun dapat melepaskan dirinya.


“Putra Mahkota Tang Yuan, tenang dan nikmati saja permainanku. Aku yakin kamu akan menyukainya.” Reinar berkata datar, lalu dia memukul tepat di wajah Putra Mahkota Tang Yuan.


BAAMMM... Tubuh Putra Mahkota Tang Yuan melambung ke udara, lalu Reinar kembali muncul di dekatnya dan langsung menendang tubuh Putra Mahkota Tang Yuan.


BOOMMM... Bagaikan lesatan anak panah, tubuh Putra Mahkota Tang Yuan melesat dan menghujam arena pertarungan sampai membuat kawah sedalam tiga meter di tengah-tengah arena pertarungan.


Kaisar Tang Hui menggertak-kan giginya melihat apa yang terjadi dengan putranya. “Dia sangat kuat dan kejam...” Kaisar Tang Hui membatin.


“Uhuk... Uhuk... Uhuk...” Putra Mahkota Tang Yuan terbatuk dan memuntahkan banyak darah dari mulutnya saat dia mencoba kembali bangkit.


“Cih...” Putra Mahkota Tang Yuan meludahkan sisa darah yang ada di mulutnya lalu dia mengelap bibirnya. “Padahal kekuatan mu hanya di tingkat Dewa Bumi awal, tapi kenapa kau lebih kuat dariku yang sudah berada di tingkat Dewa Bumi puncak?.”


“Darimana kau tahu akan pil itu?.” Putra Mahkota Tang Yuan menatap Reinar.


“Tidak penting aku tahu darimana, yang jelas hanya pil itu yang mampu meningkatkan kekuatan mu secara instan...” Reinar kembali muncul di dekat Putra Mahkota Tang Yuan.


Tubuh Putra Mahkota Tang Yuan seketika terasa dingin saat melihat Reinar muncul di dekatnya. “Kalau kau membunuh ku, aku pastikan seluruh istrimu akan mati!...” Putra Mahkota Tang Yuan menggerakkan tangannya seolah memberi kode, dan tak lama muncul belasan prajurit bayangan milik Kekaisaran Tang tepat di belakang para istri Reinar.


“Apa kau bercanda?. Bahkan satu istriku dapat membunuh mereka semua dengan mudah.” Tepat saat Reinar mengakhiri kata-katanya, semua orang di kejutkan dengan tewasnya seluruh prajurit bayangan Kekaisaran Tang di tangan para istri Reinar.


Istri-istri Reinar hanya melakukan gerakan yang sangat sederhana, tapi mereka dapat dengan mudah membantai prajurit bayangan yang mencoba menggertak mereka.


“Apa-apaan dengan kekuatan mereka?...” Kaisar Tang Hui dan seluruh Jenderalnya terkejut dengan apa yang baru mereka lihat.


“Mereka bahkan lebih kuat dariku sebelum mengkonsumsi pil iblis. Prajurit bayangan yang kekuatannya di tingkat Abadi Langit puncak bahkan bukan lawan sepadan untuk mereka.” Putra Mahkota Tang Yuan membatin, dan kini dia merasa kematiannya sudah dekat.


“Dia akan mati dalam keterkejutan...” Ungkap Kaisar Ling Mou yang di angguki Permaisuri Qin Xia.


“Setidaknya aku akan mati dalam keadaan terhormat...” Putra Mahkota Tang Yuan mengeluarkan seluruh kekuatannya dan dia langsung menyerang Reinar yang ada di dekatnya.


“Hanya kekuatan sementara, kau tetaplah lemah di mataku...”


Reinar menyambut semua serangan Putra Mahkota Tang Yuan. Pukulan di balas dengan pukulan, tendangan di balas dengan tendangan. Terlihat jelas saat mereka saling beradu kekuatan, fisik Putra Mahkota Tang Yuan terlihat jauh lebih lemah dari Reinar.


BOOMMM... BOOMMM... Putra Mahkota Tang Yuan dan Reinar saling bertukar serangan, tetapi setelah ratusan kali bertukar serangan, kondisi Putra Mahkota Tang Yuan terlihat hancur hampir di semua bagian tubuhnya.


Kedua tangan Putra Mahkota Tang Yuan telah hancur, dia juga telah kehilangan sebelah kakinya, dan yang terparah tengkorak kepalanya telah retak dan mengeluarkan sebagian isinya.


“Bukannya terlalu kejam membiarkan dia untuk tetap hidup?. Kenapa keponakan kita tidak langsung membunuhnya?.” Permaisuri Qin Xia kasihan melihat kondisi Putra Mahkota Tang Yuan.


Putra Mahkota Tang Yuan masih sadarkan diri, tapi tatapan matanya kosong, dan mungkin dia sudah dalam keadaan sekarat tapi tetap terjaga dalam kondisi sadar yang mungkin di sebabkan oleh efek dari pil yang dia konsumsi.


Wusshh... Reinar kembali muncul di dekat Putra Mahkota Tang Yuan.


Reinar membuat posisi Putra Mahkota Tang Yuan terduduk lalu dia mulai melapisi tangannya dengan energi Qi yang begitu padat.


“Matilah dengan tenang, dan kemenangan hanya milikku...” Reinar menyelesaikan kata-kata terakhirnya pada Putra Mahkota Tang Yuan lalu tanpa ampun dia mengayunkan tinjunya ke arah tubuh Putra Mahkota Tang Yuan.


BOOMMM... Tubuh Putra Mahkota tetap diam di tempatnya, tapi dia sudah mati dengan seluruh organ dalamnya hancur.


“Karena aku dalam kondisi baik, aku memberimi kematian yang cukup cepat...” Reinar memberi penghormatan pada Putra Mahkota Tang Yuan dengan sedikit membungkukkan tubuhnya sambil menggenggam tinju tangannya.


“Jika itu kematian cepat, lalu kematian seperti apa saat dia mempermainkan nyawa musuhnya lebih lama dari apa yang baru dia tunjukkan?.” Kaisar Ling Mou merasakan tubuhnya dingin saat membayangkan sekejam apa pemuda yang kini telah menjadi keponakannya.


Kaisar Tang Hui menatap putra pertamanya yang tak lagi bernyawa, lalu dengan penuh kebencian dia menatap Reinar yang tengah berjalan menuju tempat para istrinya. “Kau, aku akan membunuhmu!...” Kaisar Tang Hui melesat kearah Reinar.


Wusshh... Baammm... Reinar hanya melambaikan tangannya, tapi itu lebih dari cukup untuk membuat tubuh Kaisar Tang Hui terpental sejauh puluhan meter


Para Jenderal Kekaisaran Tang segera melesat ke arah Kaisar Tang Hui untuk melihat kondisinya.


“Kau, berani sekali membuat Kaisar terluka!...” Salah satu Jenderal berteriak kearah Reinar, tapi tak lama Jenderal itu tiba-tiba melihat tubuhnya semakin tinggi, dan detik berikutnya dia mati dengan kepala menggelinding di atas tanah.


“Manusia rendahan sepertimu tak pantas berteriak pada suamiku...” Kata Vexia dengan sorot mata tajam menatap para Jenderal Kekaisaran Tang yang tubuh mereka seketika gemetaran hanya dengan melihat tatapan mata Vexia.


“Kekaisaran Tang telah menyinggung orang yang salah. Entah kenapa aku merasa jika kejayaan Kekaisaran Tang akan segera berakhir...” Salah satu Jenderal Kekaisaran Ling membatin dan dia merasa iba akan nasib Kekaisaran Tang kedepannya.


“Kaisar Tang Yuan, lebih baik kamu segera membawa jasad putramu dan jangan lupa membawa jasad Jenderal mu yang begitu lancang!...” Kaisar Ling Mou telah kehabisan kesabarannya setelah melihat Kaisar Tang Hui yang tiba-tiba menyerang Reinar setelah kematian putranya.


“Kaisar Ling Mou, kau lebih membela bocah itu daripada aku yang sudah lama menjadi sahabatmu?.” Kaisar Tang Hui melihat kearah Kaisar Ling Mou.


“Di sini aku hanya membela apa yang menurutku benar. Biarpun kau sahabatku, saat kau berbuat salah, aku tentu tidak akan membenarkan kesalahan mu dan membelamu. Salah tetaplah salah, dan di sini kau lah yang bersalah...” Kata Kaisar Ling Mou yang membuat Kaisar Tang Hui merasa dirinya telah di rendahkan oleh orang-orang yang ada di Kekaisaran Ling.


Kaisar Tang Hui lalu menyuruh para Jenderalnya untuk membawa jasad putranya dan jasad satu Jenderalnya, dan setelahnya dia bersiap meninggalkan Kekaisaran Ling.


“Hari ini aku mengaku kalah, tapi di pertemuan kita yang selanjutnya aku pastikan kalian akan musnah...” Teriak Kaisar Tang Hui sebelum dia pergi meninggalkan Kekaisaran Ling.


“Suamiku, apa perlu aku membunuhnya?.” Tanya Freya.


Reinar menggelengkan kepalanya. “Akan ada saatnya kita mengakhiri kehidupan mereka...” Kata Reinar lalu dia pergi meninggalkan arena pertempuran dengan di ikuti para istrinya.


***


Bersambung...


Teman-teman, jngan lupa mampir ke novel baru author SiPemula, terimakasih 😊😊😊