The World Emperor System

The World Emperor System
Memberi Sedikit Harapan



Jangan lupa biasakan like sebelum baca, dan tinggalkan komentar setelah selesai membaca.


Satu saja like dan komentar kalian, itu adalah penyemangat tambahan untuk author.


***


***


Seorang pria dan wanita melayang di balik awan melihat seorang pemuda tampan yang tengah berjalan ditengah kota bersama wanitanya. “Lihat dia, apa kamu masih belum ingin menemuinya?.” Tanya sosok wanita pada sosok pria yang ada di sampingnya.


Sosok pria hanya memberikan respon dengan menggelengkan kepalanya. “Aku akan menemuinya setelah dia naik ke alam Immortal.”


Mendengar itu si wanita hanya mengangguk lalu tak lama dia pergi menghilang. “Semoga alam immortal bisa terselamatkan setelah kehadiran mu di sana.” Batin sosok pria yang sekilas wajahnya mirip dengan pemuda yang tengah dia perhatikan.


***


Melakukan perjalanan menuju Sekte Lentera Dewa, Reinar merasa jika ada yang sedang mengawasinya, tetapi dia tidak bisa mengetahui posisi orang yang tengah mengawasi dirinya, bahkan Lilia tak mampu membantunya.


Namun tak lama Reinar melihat sekelebat bayangan di antara awan bersamaan dengan menghilangnya keberadaan orang yang tengah mengawasinya. “Aku masih terlalu lemah untuk bertahan hidup di dunia ini. Setelah urusan dengan Sekte Lentera Dewa selesai, mungkin aku akan sedikit meningkatkan kekuatanku sebelum melanjutkan perjalanan ke utara.” Batin Reinar dan dia kembali tenang setelah tak merasakan keberadaan orang yang sempat mengawasi pergerakannya.


Biarpun Reinar tak melihat wujud orang yang diam-diam mengawasinya, tetapi dia meyakini orang itu bukan orang yang memiliki niat buruk padanya. “Aura miliknya memang tipis, tapi aku merasa akrab dengan auranya.” Batin Reinar melihat kumpulan awan yang menemani perjalanannya.


Setelah cukup lama berjalan bersama orang-orang yang juga menuju Sekte Lentera Dewa, akhirnya Reinar dan kelompoknya sampai di depan gerbang masuk Sekte Lentera Dewa yang dijaga ketat oleh lima puluh pria dengan tingkat kekuatan masing-masing sudah berada di tingkat Kaisar Bumi puncak.


Reinar yang melihat penjagaan ketat di gerbang masuk Sekte Lentera Dewa hanya bisa tersenyum sambil menggelengkan kepalanya. “Percuma kalian menjaga ketat gerbang masuk, sedangkan bagian samping benteng Sekte kalian sangat mudah untuk ditembus.” Batin Reinar saat dia menjalani pemeriksaan sebelum di izinkan memasuki wilayah terluar Sekte Lentera Dewa.


Setelah melalui pemeriksaan Reinar dan kelompok kecilnya melangkahkan kakinya mengelilingi area terluar Sekte Lentera Dewa. Tak ada sesuatu yang aneh selama mereka berada di Sekte Lentera Dewa, tetapi mereka tahu jika sedang ada beberapa orang yang tengah mengawasi keberadaan mereka.


“Beberapa ekor tikus ingin mengawasi sekumpulan singa, apa mereka sangat menginginkan kematian?.” Gumam Reinar yang dapat di dengar lima orang yang berjalan di dekatnya.


Dengan sangat cepat Reinar menghilang dari pandangan orang-orang yang tengah mengawasinya lalu lima orang yang bersamanya juga ikut menghilang tak lama setelah dia menghilang.


Wusshh... Wusshh... Reinar dan yang lainnya muncul di sebuah tempat yang sangat sepi, tapi semua tahu jika tempat yang mereka datangi adalah sebuah ruangan bawah tanah, dan di sana mereka mendapati seorang pemuda yang penampilannya sama persis dengan Reinar.


“Kerja bagus.” Kata Reinar singkat lalu dia menghilang tubuh bayangannya.


“Suamiku, tempat apa ini?.”


“Istriku, tempat ini adalah lorong menuju gudang harta milik Sekte Lentera Dewa. Tubuh bayanganku telah berhasil membuka kunci gudang harta mereka, dan kini giliran kita menguras habis kekayaan mereka.”


“Apa hartanya sangat banyak?.” Tanya Ling Zhe penasaran.


“Setidaknya ada ratusan peti berisi koin emas dan koin platinum. Selain koin-koin berharga, di tempat itu juga banyak benda pusaka, dan ada jutaan kristal jiwa. Benda-benda itu tidak akan ada harganya bagiku, tapi harta itu akan berguna untuk meningkatkan kekuatan Kekaisaran Ling maupun Kerajaan Dark Elf yang sekarang berada di Benua Nebula.” Kata Reinar menjelaskan, lalu dia terus berjalan dengan lima orang yang mengekor di belakangnya.


Sementara itu beberapa tetua yang mengawasi kelompok Reinar di buat kebingungan saat orang-orang yang mereka awasi tiba-tiba menghilang, bahkan mereka tak lagi merasakan aura orang-orang itu.


“Sialan, kemana perginya mereka?.


“Kalau kau bertanya padaku, aku harus bertanya pada siapa?. Kau tau sendiri aku juga kehilangan mereka.”


“Aku tidak sedang bertanya padamu, dan lebih baik kau diam.”


Setelah sedikit perdebatan mereka memutuskan berpencar mencari orang yang harus mereka awasi. “Aku harus bertemu lebih dulu dengan mereka. Dengan bantuan mereka aku yakin Sekte ini bisa kembali ke jalan yang benar dan tak lagi terlihat seperti Sekte aliran hitam yang membuat rugi banyak orang.” Kata salah satu tetua Sekte Lentera Dewa lalu dia melesat pergi ke arah halaman tengah Sekte yang sudah dipenuhi banyak orang.


***


Di sekitar bangunan kediaman Patriak Sekte Lentera Dewa tampak penjagaan yang begitu ketat. Tak ada celah untuk seseorang berhasil menerobos kedalam kediaman Patriak Sekte. “Jika orang lain tentu akan kesulitan, tapi itu tidak berlaku padaku.” Kata Reinar yang telah menguras habis harta yang dimiliki Sekte Lentera Dewa.


Reinar meninggalkan orang-orang yang bersamanya di gudang harta bersama dua tubuh bayangannya. Sedangkan dia, dia akan membuat kekacauan di Sekte Gagak Merah sebelum dia memulai pesta yang tentu akan menarik untuk di saksikan secara langsung.


Setelah cukup lama mengamati, Reinar menggunakan teknik teleportasi nya untuk memasang beberapa bom waktu di beberapa tempat yang dinilainya cukup strategis. Selesai memasang ratusan bom waktu, Reinar langsung berteleportasi kembali ke gudang penyimpanan harta untuk menjemput orang-orangnya.


“Adik ipar, apa semua masih sesuai dengan rencana mu?.” Kata Ling Feng.


“Kita tinggal menunggu sambil menyiapkan cemilan.” Balas Reinar.


Reinar lalu membawa orang-orang nya ke tempat pendaftaran murid Sekte Lentera Dewa dengan menggunakan skill teleportasi. Reinar dan yang lainnya telah merubah penampilan sehingga tak ada yang mengenali mereka.


Reinar dan yang lainnya dapat melihat ribuan generasi muda yang mendaftar sebagai calon murid Sekte Lentera Dewa.


“Jumlah mereka sangat luar biasa. Pantas saja Sekte Lentera Dewa menjadi sekte aliran putih terkuat kedua di seluruh daratan Benua Zhongjian.” Kata Ling Zhe.


Ling Feng menatap Reinar yang terlihat begitu tenang. “Apa kamu juga akan membunuh mereka yang belum menjadi bagian dari Sekte Lentera Dewa?.” Tanya Ling Feng dengan suara lirihnya.


Kepala Reinar bergerak beberapa kali kekiri dan kekanan, lalu dia menunjukkan senyumannya pada Ling Feng. “Setelah mengamati keseluruhan Sekte Lentera Dewa, aku masih memberi sedikit harapan pada segelintir orang yang ada di Sekte ini. Setidaknya Sekte Lentera Dewa akan tetap ada, tetapi mereka hanya akan menjadi Sekte kecil dengan ratusan murid.” Kata Reinar menjawab pertanyaan Ling Feng.


“Itu lebih baik daripada menghancurkan tempat yang masih bisa di manfaatkan.” Balas Ling Feng.


Jika bukan karena penjaga sekte yang dinilainya layak untuk menjadi bagian dari Sekte aliran putih, mungkin Sekte Lentera Dewa akan lenyap dari daratan Benua Zhongjian, dan nama Sekte Lentera Dewa hanya akan menjadi sebuah sejarah.


Keburukan Sekte Lentera Dewa sepenuhnya telah diketahui Reinar dari laporan tubuh bayangannya. Dari para murid sampai Patriak Sekte, mereka semua memiliki catatan buruk. Selain perbuatan buruk mereka jelas telah menyimpang dari ajaran Sekte aliran putih, dan hukuman untuk Sekte aliran putih yang membelot adalah sebuah kehancuran total.


Tapi Reinar tak akan semena-mena dalam rencana penghancuran Sekte Lentera Dewa. “Hancurkan apa yang pantas di hancurkan, dan musnahkan mereka yang pantas untuk di musnahkan.” Kata Reinar membatin.


Arena pemilihan calon murid Sekte Lentera Dewa.


Patriak Sekte Lentera Dewa terbang ke tengah arena pemilihan calon murid Sekte Lentera Dewa untuk memulai acara yang telah di nantikan ribuan generasi muda di Benua Zhongjian.


“Para generasi muda Benua Zhongjian, acara pemilihan murid Sekte Lentera Dewa akan segera di mulai. Keluarkan potensi terbaik yang kalian miliki, karena Sekte Lentera Dewa tidak menerima murid yang lemah dan pemalas.” Kata Patriak Sekte Lentera Dewa.


Seluruh generasi muda calon murid Sekte Lentera Dewa terlihat sangat bersemangat setelah mendengar perkataan Patriak Sekte. Mata mereka tajam menatap panggung yang akan di gunakan untuk menentukan siapa yang layak dan tidak layak menjadi bagian dari Sekte Lentera Dewa.


“Baiklah, dengan ini pemilihan murid Sekte Lentera Dewa resmi di mulaii....”


BOOMMM...


BOOMMM...


***


Bersambung...