
* Jangan lupa kasih like 👍 karena itu gratis 😊
* Rate ⭐ 5
* Vote / Kado seikhlasnya 😊
* Jika ada yang salah atau kurang, mohon di infokan!...
* Terimakasih.....😊😊
***
Reinar dan Lyon sudah kembali bersama setelah Reinar mengizinkannya melewati dinding transparan. Ling Feng dan Ling Yue juga telah menceritakan kebenaran tentang kematian kedua orangtua Lyon. Dari cerita mereka berdua, kini Lyon tahu jika Scorpion King lah yang membunuh orangtuanya, dan suara yang membuat orang takut saat mendengarnya adalah suara dua naga yang ingin mengusir keberadaan Scorpion King.
Reinar hanya mengangguk mengetahui itu, sedangkan Lyon dia menatap Reinar dengan haru dan penuh penuh rasa terimakasih, karena Reinar telah membunuh Scorpion King yang merupakan binatang buas pembunuh kedua orangtuanya.
“Sebagai seorang pria, jangan terlalu mudah mengeluarkan air mata kalau tidak ingin di katakan cengeng.” Kata Reinar melihat mata Lyon berkaca-kaca.
“Ini bukan air mata kesedihan, tapi ini adalah air mata kebahagiaan.” Lyon menghapus air mata dengan punggung tangannya.
Reinar hanya tersenyum melihat tingkah Lyon yang tak sesuai dengan umurnya. “Bersihkan duku dirimu, setelah ini ada yang ingin aku ketahui dari dirimu, dan aku harap kamu mau berterus terang.” Balas Reinar dan menyuruh pelayan di dekatnya untuk mengantarkan Lyon ke salah satu kamar dan menyiapkan pakaian ganti untuknya.
Lyon pun hanya mengangguk mendengar apa yang Reinar katakan, karena dia juga akan mengatakan yang sebenarnya.
Setelah menyuruh Lyon membersihkan diri, Lyon dan kedua orang yang mengikutinya pergi ke sebuah aula dengan singgasana megah yang ada di ujung aula dengan posisi lebih tinggi dibandingkan kursi-kursi yang ada di aula.
Saat melihat singgasana di depannya, Reinar melihat potongan-potongan kecil ingatan di masa lalu, tergambar dengan jelas di ingatannya. Reinar ingat jika singgasana itu adalah milik seorang Kaisar di masa lalu, yang mana Kaisar itu adalah pemimpin dari Kekaisaran yang menguasai dua buah benua, dan dia mendapatkan gelar Kaisar Dua Benua.
Reinar memang ingat siapa pemilik kursi singgasana, tapi dia tidak mengingat identitas dari sang Kaisar. Ling Feng dan Ling Yue hanya bisa tersenyum melihat ekspresi wajah Reinar yang terlihat seperti sedang berpikir keras.
Sesaat kemudian Reinar memutuskan melangkahkan kakinya mendekati singgasana, setelah pikirannya buntu dan dia tak mengingat siapa Kaisar yang seharusnya menduduki singgasana yang kini ada di depannya.
Berbeda halnya dengan Reinar yang kebingungan dengan identitas sang Kaisar sang penguasa dua benua. Di tempat lain Lyon sangat tidak terbiasa dengan pelayanan yang dia dapatkan.
“Astaga, apa pelayan-pelayan itu benar akan memandikanku?. Kalau memang benar, artinya aku harus menikahi mereka semua. Satu wanita saja sudah membuatku ketakutan hanya dengan melihat senyumannya, apalagi jika ada empat, lebih baik aku lari dan bersembunyi di lubang semut.” Kata Lyon sambil menenggelamkan tubuhnya ke dalam bak mandi.
“Apa kau lihat tadi, ekspresi tuan Lyon sangat lucu saat kita akan memandikannya, bahkan aku melihat dia ketakutan melihat kita yang memaksa ikut ke kamar mandi bersamanya.” Tiga pelayan wanita tersenyum mendengar apa yang di katakan temannya.
“Hati-hati dengan wajah sok polos tuan Lyon, bisa saja itu hanya akal-akalan nya saja untuk membuat kita lengah, dan begitu kita lengah bisa saja dia menerkam kita dari belakang.” Kata pelayan wanita lainnya.
Lyon yang baru keluar dari kamar mandi, dia tanpa sengaja mendengar apa yang di katakan oleh si pelayan. Dia tak habis pikir jika wajah polosnya di jadikan bahan bercandaan, dan lagi mereka menganggap wajah polosnya hanyalah sebuah tipuan.
“Partner, kenapa kamu menyuruh para pelayan mengerikan itu untuk melayaniku?.” Teriak Lyon dalam hati.
Di sisi lain, Reinar bersin-bersin meskipun tidak sedang sakit. “Sepertinya ada yang sedang membicarakan ku!.” Gumam Reinar.
Melihat tuannya bersin-bersin, Ling Feng dengan sigap mengeluarkan sebuah pil yang berguna untuk menyembuhkan segala jenis penyakit, tapi Reinar menolaknya dengan halus karena dia tidak sakit, dan hanya bersin saja.
Kedua Ling bersaudara menganggu mendengar penjelasan Reinar, dan kembali mereka melanjutkan perjalanan mengelilingi istana yang sangat besar. Melihat luas dan banyak ruangan di istana, waktu satu hari sepertinya belum cukup untuk mengelilingi istana.
Reinar penasaran apa yang membuat Lyon ketakutan, tapi saat melihat kedatangan empat pelayan yang sepertinya mengejar-ngejar Lyon, dia akhirnya tahu alasan Lyon ketakutan, dan dia benar-benar ingin tertawa.
“Apa para pelayan itu kurang cantik sampai membuatmu ketakutan dan berlari menemui ku?.” Kata Reinar menahan tawanya. “Kalau mereka kurang cantik dan kurang banyak, aku bisa memberikan yang lainnya untukmu.” Lanjut Reinar.
Alis mata Lyon berkedut mendengar yang Reinar katakan padanya. Bukannya marah, dia justru menunjukkan wajah memelas nya, dan itu seketika membuat semua orang yang melihatnya tertawa, termasuk Reinar.
Lyon ikut tersenyum geli dengan tingkahnya sendiri yang membuat semua orang menertawakannya. Mereka semua memang menertawakan Lyon, tapi bukan tertawa menghina, melainkan tertawa karena tingkah Lyon yang sangat lucu bagi mereka.
“Ehem, kau mau ikut aku mengelilingi istana ini, atau jalan sendiri dengan para pelayan?.” Reinar menatap Lyon, dan kemudian melirik pelayan yang ada di belakangnya.
“Hehehe.... Tentu aku ikut dengan mu, partner.” Jawab Lyon yang mengambil tempat di di samping Reinar tapi sedikit ke belakang.
Lyon sudah tahu kedudukan Reinar di istana yang saat ini dia tempati dari cerita Ling Feng yang tadi menjemput dan membawanya ke istana.
Reinar hanya mengangguk menanggapi jawaban Lyon, dan kembali dia dan yang lainnya melanjutkan perjalanan, tapi Reinar mengurungkan niatnya mengunjungi perpustakaan.
Saat Reinar melewati sebuah bangunan yang ada di bagian belakang istana, seketika dia mendengar besi yang di pukul-pukul, dan dia melihat asap terus mengepul dari tempat itu.
Ling Feng yang melihat tuannya penasaran, dia segera mengatakan apa yang ada di bangunan yang membuat tuannya penasaran. Setelah perdebatan panjang, akhirnya seluruh penghuni istana memanggil tuan pada Reinar, dan mereka melupakan panggilan Yang Mulia pada Reinar.
“Tuanku, di tempat inilah semua senjata dan armor para prajurit kota di buat. Tapi sayangnya para penempa kami hanya mampu membuat senjata dan armor pada tingkat Epic.” Ujar Ling Feng dengan sedikit raut wajah kecewa.
Dia ingat jika dulunya senjata dan armor tingkat Epic hanyalah senjata yang di anggap sampah oleh Kekaisaran karena terlalu banyaknya senjata tingkat Legendary, tapi saat ini justru hanya senjata dan armor tingkat Epic lah yang mereka miliki.
“Feng, apa yang membuatmu kecewa, justru akan membuat banyak orang marah pada mu. Senjata tingkat Epic adalah suatu yang langka di masa ini, dan kebanyakan semua orang hanya memakai senjata atau pun armor tingkat Elite dengan kualitas yang sangat buruk.” Ungkap Reinar.
Lyon sependapat dengan Reinar. Dia memang punya senjata tingkat Epic, tapi kualitasnya s
sangat buruk, bahkan tak lebih baik dari kualitas senjata tingkat Elite.
Melihat tuannya yang tersenyum dan tak kecewa, Ling Feng akhirnya membuang jauh-jauh rasa kecewanya, dan kembali bersikap seperti semula.
Setelah puas berjalan-jalan dan mendapatkan pedang serta armor baru untuk Lyon, Reinar mengajak semua orang untuk berkumpul di aula istana, tapi tak ada yang duduk di singgasana yang berada di ujung aula.
Begitu memasuki aula dan duduk nyaman di kursi masing-masing, Reinar menjelaskan tujuan mengumpulkan mereka, terutama dia ingin mendengar Lyon mengungkap siapa dia yang sebenarnya.
“Kau bisa memulainya kapanpun kamu mau!.” Ungkap Reinar.
Lyon mengangguk dan mulai mengungkapkan semua rahasianya pada Reinar, termasuk sebuah kenyataan jika dia merupakan manusia setengah iblis. Darah ras iblis dia dapatkan dari sang Ibu yang merupakan manusi setengah iblis sama halnya dengan Lyon.
Reinar tak terkejut dengan jatidiri Lyon yang sebenarnya, karena sejak awak dia sudah mengetahuinya, dan dia hanya ingin Lyon berterus terang siapa dia yang sebenarnya.
***
***Bersambung***