
Setelah malam berdarah berlalu, Reinar kembali melanjutkan perjalanan, namun kali ini dia pergi bersama sepuluh orang yang merupakan bawahannya, sementara Lilia dia telah kembali ke tubuhnya.
“Swusshh... Swusshh...” Lima belas prajurit Kekaisaran Shin menghadang pergerakan Reinar dan rombongannya yang akan memasuki wilayah inti Kekaisaran Shin.
Reinar tidak terkejut melihat kedatangan mereka, karena sejak beberapa saat yang lalu dia telah merasakan pergerakan orang-orang yang kini melakukan penghadangan terhadap kelompoknya, dan bukannya berhenti Reinar justru bergerak mendekati mereka.
“Memasuki wilayah inti Kekaisaran Shin tanpa melewati gerbang pemeriksaan. Apa kalian orang bod*h yang tidak tahu peraturan siapa-siapa saja yang boleh berada di wilayah inti Kekaisaran Shin?...” Kata pemimpin prajurit yang melakukan penghadangan pada kelompok Reinar.
“Hanya sekumpulan semut ingin menghadang perjalanan ku?... Apa Kekaisaran kalian tidak punya orang kuat yang bisa menghibur ku?...” Kata Reinar acuh.
Para prajurit Kekaisaran Shin marah mendengar Kekaisaran mereka di hina oleh orang asing yang baru mereka temui. Aura hitam kental yang menjijikkan keluar dari tubuh mereka bersama dengan keluarnya aura membunuh yang mereka miliki.
“Bunuh mereka dan tunjukkan seberapa kuat prajurit khusus yang dimiliki Kekaisaran Shin!...” Kata pemimpin prajurit sambil bergerak menyerang Reinar dan anggota kelompoknya.
“Tidak melihat terlebih dulu seberapa kuat musuh yang akan mereka hadapi, artinya kalian itu bod*h dan bagi ku kalian hanyalah sekumpulan orang yang sudah bosan hidup...” Kata Reinar tersenyum sinis melihat lima belas prajurit Kekaisaran Shin yang bergerak ke arahnya.
Bukannya berhenti bergerak setelah mendengar apa yang dikatakan Reinar, lima belas prajurit khusus milik Kekaisaran Shin justru semakin mempercepat pergerakan mereka, karena saat ini mereka semakin marah setelah mendengar apa yang dikatakan Reinar.
“Wung... Wung...” Ujung tombak prajurit Kekaisaran Shin yang begitu tajam mengarah pada Reinar dan para bawahannya, tetapi serangan tombak mereka dengan mudah dihindari oleh Reinar dan semua bawahannya.
“Baamm... Baamm...” Reinar berhasil meninju dua dari lima prajurit Kekaisaran Shin yang menyerangnya, dan tinju Reinar cukup untuk membuat mereka masuk dalam situasi setengah kehilangan kesadaran.
“Swusshh... Swusshh...” Dari kejauhan muncul sepuluh prajurit lainnya dan mereka langsung menyerang kelompok Reinar membantu rekan mereka sesama prajurit khusus Kekaisaran Shin.
“Sekumpulan semut lainnya datang, ini akan semakin menarik...” Reinar terus memukul prajurit Kekaisaran Shin yang mendekat ke arahnya, dan setiap prajurit yang terkena pukulannya setidaknya dia akan mundur sesaat untuk memulihkan diri.
Pemimpin prajurit khusus Kekaisaran Shin yang melihat beberapa bawahannya mengalami luka berat dan ada lima orang bawahannya yang telah mati, dia mencoba memanggil bala bantuan dengan menembakkan sebuah kembang api ke langit.
“Duaar...” Ledakan kembang api bergema di langit yang membuat peperangan sejenak terhenti, tapi tak lama mereka kembali berperang dengan mengerahkan segenap kekuatan yang mereka miliki.
Reinar dan bawahannya hanya menggunakan 5% kekuatan yang mereka miliki. Saat melihat kembang api yang meledak di langit, bibir Reinar seketika melengkung membentuk sebuah senyuman. “Semut yang lainnya akan segera datang...” Gumam Reinar sambil tersenyum.
Dengan segera Reinar menghabisi sisa prajurit yang ada di dekatnya sebelum prajurit yang lainnya datang.
“Mereka sangat kuat!...” Kata pemimpin prajurit khusus yang mengambil langkah mundur saat melihat bawahan yang dia bawa semuanya telah tumbang.
“Swuusshh...” Bala bantuan yang berasal dari prajurit khusus Kekaisaran Shin datang dalam jumlah yang lebih banyak dari yang telah dikalahkan Reinar dan bawahannya.
Di dalam prajurit khusus Kekaisaran Shin terdapat sepuluh orang yang kekuatannya setara dengan ahli di tingkat Dewa Langit awal, dan dua orang yang kekuatannya setara dengan ahli di tingkat Dewa Langit menengah.
Prajurit yang baru datang langsung menyerang Reinar dan bawahannya, sedangkan pemimpin prajurit yang tadinya mundur kini dia tengah berusaha memulihkan dirinya sebelum kembali menyerang musuhnya.
Sepuluh orang dengan kekuatan setara ahli tingkat Dewa Langit awal dan dua orang yang kekuatannya setara dengan ahli tingkat Dewa Langit menengah bertarung melawan Reinar, sedangkan prajurit yang datang bersama mereka kini tengah berhadapan dengan bawahan Reinar.
Melawan dua belas orang yang cukup kuat tak sedikitpun membuat Reinar terdesak, dia bahkan berhasil membuat lawannya kerepotan, dan sesekali dia berhasil melancarkan serangan balik pada orang-orang yang terus melakukan serangan ke arahnya.
“Berani membunuh prajurit khusus Kekaisaran Shin, hanya kematian yang pantas kalian dapatkan!...” Teriak salah satu orang yang menyerang Reinar, sambil melakukan serangan yang mengarah pada titik vital di tubuh Reinar.
Reinar tersenyum sambil menghalangi serangan yang mengarah padanya. “Jangan berharap bisa membunuh ku kalau kalian saja masih belum mampu membuatku terluka...” Kata Reinar begitu tenang membalas ancaman orang yang serangannya berhasil dia halangi.
Pedang dan tombak mereka gunakan untuk melukai tubuh Reinar, tetapi usaha mereka tak membuahkan hasil karena musuh mereka terlalu gesit dan selalu berhasil menghindari seluruh serangan yang mereka lakukan, bahkan sesekali mereka terkena serangan balasan dari musuh yang mereka hadapi.
“BOOMM... BOOMM... BOOMM...” Tiga orang berubah menjadi kabut darah saat Reinar menggunakan 20% kekuatannya.
“Sial, orang ini terlalu kuat!...” Teriak pemimpin prajurit khusus yang kekuatannya setara dengan ahli tingkat Dewa Langit puncak.
“Jendral, sepertinya kita perlu memanggil pasukan ini dari prajurit khusus untuk mengalahkan mereka. Kalau hanya dengan kekuatan kita, mereka akan dengan mudah mengalahkan kita semu!...” Kata salah satu wakil Jenderal dengan terus mengayunkan pedangnya untuk melukai musuh yang mereka hadapi.
Pemimpin prajurit khusus Kekaisaran Shin yang juga seorang Jenderal tingkat menengah, dia tidak menyangka jika sebelas orang yang dia lawan dapat membunuh ratusan prajurit khusus yang bahkan tak pernah mengalami luka dalam peperangan yang mereka hadiri.
Sementara itu di tempat lain, satu dari lima Jenderal besar Kekaisaran Shin mengeram marah saat mendapat panggilan darurat dari salah satu Jenderal menengah yang merupakan salah satu orang kepercayaannya.
Seorang Jenderal besar kekuatannya hanya berada satu tingkat di bawah kekuasaan Kaisar yang mereka layani. Semua penghuni istana Kekaisaran Shin sangat tahu kehebatan seorang Jenderal besar, dan saat ini mereka melihat salah satunya sedang marah.
Semua orang yang melihat kemarahan seorang Jenderal besar memiliki satu pemikiran yang sama. “Akan ada lagi pembantaian besar-besaran...”
Di medan peperangan antara kelompok Reinar dan prajurit khusus Kekaisaran Shin.
Beberapa saat setelah Reinar dan bawahannya selesai membunuh seluruh prajurit khusus Kekaisaran Shin yang menyerang mereka, mereka ingin menyelesaikan semuanya dengan membunuh tiga orang yang masih tersisa.
Tetapi saat Reinar ingin menyerang mereka bertiga, tiba-tiba dia merasakan aura kekuatan yang setara dengan ahli tingkat Raja Dewa awal yang datang dari arah timur, arah dimana letak pusat Kekaisaran Shin berada.
“Swusshh...” Udara terbelah saat muncul lima orang pria yang dipimpin oleh seorang pria yang memiliki kekuatan setara dengan ahli tingkat Raja Dewa awal.
Mereka yang baru datang menatap kearah Reinar dan bawahannya, lalu tatapan mereka beralih pada ratusan mayat yang bertebaran di sekita orang-orang yang baru mereka tatap.
“Jenderal besar merekalah yang telah membunuh prajurit kita, bahkan kami bertiga tak sanggup melukai mereka...” Kata sang Jenderal pada sosok Jenderal besar yang merupakan orang yang dia layani.
“Membunuh prajurit ku artinya kalian mencari mati, tetapi aku memuji kekuatan kalian yang bisa membunuh begitu banyak prajurit ku yang selama ini tidak pernah mengalami luka dalam setiap peperangan yang mereka lakukan. Pujian ku hanyalah pujian pemanis, dan sekarang terima saja kematian kalian!...” Kata Jenderal besar lalu dia dan lima orang yang dia bawa bergerak menyerang Reinar dan kesepuluh bawahannya.
Sekali lagi pertempuran pecah di tempat yang sama, tetapi pertempuran kali ini lebih besar dari yang sebelumnya.
Reinar yang mendapat serangan tiba-tiba dengan santai terus menghindari serangan sang Jenderal besar yang di arahkan padanya.
“Sebaiknya kalian menyerah dan mungkin aku akan menjadikan kalian salah satu Jenderal perang yang bekerja langsung dibawah kuasaku...” Kata Jenderal besar sambil terus menyerang Reinar.
“Tawaran yang sangat menggiurkan, tetapi sayangnya aku tidak ingin menjadi bawahan orang lemah sepertimu!...” Balas Reinar acuh.
“BOOMM...” Sang Jenderal besar terdorong mundur beberapa langkah saat tinju Reinar tepat mengenai dadanya.
Sang Jenderal besar memegang dadanya yang terasa sesak kemudian dia tersenyum. “Sudah lama aku tidak merasakan sakit, jadi seperti ini rasa sakit!...” Kata Jenderal besar sambil mengeluarkan sebuah katana yang menjadi senjata utamanya.
Baru juga sang Jenderal besar mengeluarkan senjatanya, sepuluh bilah angin setajam pedang melesat kearahnya dan dengan telak mengenai tubuhnya. Sang Jenderal besar mengorbankan tangan kirinya untuk menahan serangan jarak jauh yang dilepaskan Reinar.
“Jangan lengah saat bertarung, dan tingkat kan kecepatan mu. Dengan banyaknya kekurangn yang kamu miliki, kamu hanya akan menjadi bulan-bulanan bawahan ku...” Kata Reinar.
“Kau!... Aku akan membunuhmu!...” Teriak Jenderal besar marah sambil mengerahkan seluruh kekuatannya untuk menyerang Reinar.
Bergerak dengan kecepatan tinggi tanpa tangan keberadaan tangan kirinya sebagai penyeimbang, gerakan sang Jenderal besar terlihat tidak setabil, tetapi dia tetap mampu melakukan serangan membabi-buta keadaan Reinar.
Crack...
BOOMM...
Senjata sang Jenderal besar hancur bersamaan dengan tinju Reinar yang mengenai tubuhnya dan membuat hancur seluruh organ dalam milik sang Jenderal besar.
Sang Jenderal besar jatuh tersungkur menghantam tanah dengan mulut terus memuntahkan darah. “Ka...kau sungguh iblis yang kejam!...” Kata sang Jenderal besar.
“Aku bukan iblis, tapi aku adalah Dewa Kematian yang akan memberi hukuman pada kalian!...”
“Sring...” Sang Jenderal besar akhirnya mati dengan kepala terpisah dari tubuhnya.
“Ini adalah awal dari kehancuran Kekaisaran kalian...” Kata Reinar sambil melihat delapan orang yang tengah di eksekusi oleh bawahannya.
***
Bersambung.