
Si pria yang merupakan utusan langsung Ratu Benua Tengah sebelumnya yakin kalau pemuda yang dia temui akan setuju pergi mengikutinya setelah mendengar ancaman dari Ratunya. Tetapi dia salah besar, bukannya ketakutan pemuda yang dia ancam justru terang-terangan menantang kekuatan Ratunya.
Namun pria itu mendatangi Sekte Mawar Putih bukannya tanpa persiapan. Dia datang ke Sekte Mawar Putih bersama orang-orang yang tak jauh lebih lemah darinya. Saat ini orang-orang itu tengah menyebar di beberapa tempat, dan mereka mengincar keberadaan orang-orang terdekat Reinar.
Si pria tersenyum saat dia mendengar informasi dari salah satu orangnya yang secara kebetulan menemukan keberadaan Ibu dan Kakek Reinar. Tetapi senyumnya seketika luntur saat dia tak lagi dapat merasakan hawa keberadaan dari orang-orangnya.
Dengan memanfaatkan kelengahan musuhnya, Reinar menghilang dari tempatnya lalu muncul di dekat si pria, dan dia langsung mencengkeram lehernya. “Kau lebih baik pergi dari tempat ini!... Kematian orang-orang mu anggap saja sebagai peringatan supaya kamu tidak lagi mencari masalah denganku!...”
Reinar menciptakan sebuah portal teleportasi yang menghubungkan daratan Benua Selatan dengan daratan Benua Tengah. Begitu portal teleportasi selesai di ciptakan, dia langsung melempar ke dalam portal pria yang sebelumnya berada di cengkraman tangannya.
°°°
Keadaan kediaman Reinar di Sekte Mawar Putih kembali tenang seperti semula. Reinar yang kembali masuk ke dalam kediamannya, dia kembali melanjutkan acara makannya yang sempat tertunda.
Seluruh makanan yang tersaji di atas meja telah habis. Sekalipun mereka semua tidak memerlukan asupan makanan, mereka tetap saja tidak bisa merubah kebiasaan makan yang sudah mereka lakukan sejak kecil.
Selesai makan Reinar menghabiskan banyak waktu bersama para istrinya, dan barulah dia pergi untuk melihat Akademi Surgawi di saat hari sudah menjelang malam.
Tentu saja ada Qinyu yang menemani Reinar. Sedangkan para istrinya yang lain termasuk Yang Yifei, mereka memilih menghabiskan waktu sebelum malam dengan berjalan-jalan di taman yang ada di halaman belakang Sekte Mawar Putih.
Sampainya di tempat yang biasa dia gunakan untuk bekerja, Rose dan Jasmin langsung menyambut kedatangan tuan dan nyonya mereka. Keduanya terlihat senang setelah melihat tuan dan nyonya nya terlihat baik-baik saja setelah pergi ke Kerajaan Dong Ma.
Reinar senang dengan sambutan mereka, dan dia semakin senang saat melihat hasil kerja keduanya. “Kalian berdua sangatlah luar biasa. Tanpa campur tangan kalian berdua, mungkin Akademi Surgawi hanya akan jalan di tempat...” Puji Reinar kepada dua pengikutnya.
Rose dan Jasmin merasa senang dengan pujian yang diberikan oleh tuannya. “Semua yang kami lakukan tak sebanding dengan apa yang telah tuan dan nyonya berikan kepada kami, dan hanya hal kecil ini yang bisa kami lakukan untuk membalas apa yang telah tuan dan nyonya berikan kepada kami...” Ujar Jasmin.
“Kalian tidak perlu membalas apa yang sudah kami berikan untuk kalian. Ini adalah hidup kalian, dan cobalah untuk selalu menikmatinya!...” Kata Reinar lalu dia mengajak Qinyu dan kedua pengikutnya untuk melihat-lihat keadaan Akademi Surgawi.
“Tuan, seluruh murid telah berada di tingkatan terbaiknya, dan beberapa hari kedepan sepertinya kita bisa kembali membuka pendaftaran untuk menjadi murid baru di Akademi Surgawi...” Kata Rose menjelaskan perkembangan Akademi Surgawi secara langsung.
Reinar menganggukkan kepalanya. “Lakukan yang terbaik untuk Akademi Surgawi, tapi kalau kalian butuh bantuan, jangan sungkan-sungkan untuk mengatakannya kepada ku...” Kata Reinar dengan senyuman yang menghiasi wajahnya.
“Kami berdua masih sanggup melakukan semua tugas-tugas kami, dan lagi kami berdua masih tetap dapat berlatih saat mengajari para murid berlatih. Tetapi kami mungkin akan membutuhkan bantuan itu di masa depan saat jumlah murid di Akademi Surgawi sudah mencapai seribu murid...” Balas Jasmin.
Reinar menganggukkan kepalanya saat mendengar balasan Jasmin. Saat ini jumlah murid Akademi Surgawi memang masih sangat sedikit, dan dengan adanya beberapa tetua Sekte Mawar Putih yang membantu pekerjaan Rose dan Jasmin, untuk saat ini dia tidak perlu memaksa mereka menerima bantuannya.
Terus berjalan, sampailah mereka berempat di gerbang depan Akademi Surgawi yang dijaga olen beberapa murid yang hari ini sedang melakukan tugas penjagaan. “Mari kita menghabiskan waktu sore dengan berjalan-jalan di Kota Bulu Angsa!...” Ujar Reinar.
Rose dan Jasmine mengiyakan ajakan tuannya, sedangkan Qinyu, dia akan pergi kemanapun suaminya pergi, sekalipun suaminya harus pergi ke dalam neraka terdalam.
Reinar dan Qinyu berjalan di depan Rose dan Jasmin. Dari arah yang berlawanan, datang beberapa orang yang merupakan pendatang baru di Kota Bulu Angsa. “Bukankah penjagaan kota ini sudah jauh lebih dari sebelumnya, lalu bagaimana penjaga kota ini mengizinkan orang-orang seperti mereka memasuki Kota ini?...” Kata Qinyu penasaran dengan keberadaan orang-orang pembuat onar di jalanan utama Kota Bulu Angsa.
Reinar melihat adanya keanehan dari orang-orang yang tengah membuat onar di tengah Kota Bulu Angsa. “Mereka menggunakan teknik ilusi, dan dengan tingkat kekuatan yang mereka miliki, akan sangat mudah bagi mereka menipu para penjaga kota...” Kata Reinar.
Menoleh kebelakang, Reinar menyuruh Rose dan Jasmin untuk menyingkirkan para pembuat onar. Sedangkan dirinya dan Qinyu, kali ini mereka berdua hanya akan menjadi penonton.
Rose dan Jasmin langsung menghilang dari tempatnya, dan hanya dalam hitungan detik mereka telah kembali ke tempatnya. “Tuan, mereka semua terlalu lemah untuk bertahan dari serangan terbaik kami berdua...” Ujar Jasmin yang merasa tidak puas dengan kekuatan lawannya.
Reinar tersenyum mendengar itu. “Mereka memang sangat lemah, dan anehnya kota ini dapat dimasuki oleh orang-orang lemah seperti mereka. Hah... Sepertinya aku harus turun tangan langsung melatih para prajurit Kota Bulu Angsa, yang kelak di masa depan akan menjadi prajurit Kerajaan ku...”
Setelah tahu tujuan utama tuannya, mereka berdua tak punya alasan lagi untuk tidak setuju dengan apa yang ingin dilakukan tuannya. “Tuan, apa kami berdua boleh ikut berlatih bersama prajurit kota yang akan tuan latih?...” Kata Rose yang sejak awal melihat kekuatan Reinar, dia sudah sangat ingin menjadi muridnya.
Reinar mengangguk setelah mendengar apa yang dikatakan Rose. “Kalian boleh ikut, tetapi tetap saja akan ada latihan berbeda untuk kalian. Bagaimanapun juga kekuatan kalian sudah jauh lebih kuat dari mereka, dan tidak mungkin aku menerapkan sistem latihan yang sama antara kalian dan mereka...” Kata Reinar yang langsung membuat Rose dan Jasmin tersenyum bahagia.
Reinar bukan orang yang pelit akan ilmu yang, apa lagi dengan orang yang berdiri di satu sisi yang sama dengannya. Kalau memang ilmu yang dia miliki bermanfaat bagi orang-orangnya, dengan senang hati dia akan membagikan ilmu miliknya. Tetapi dia akan bersikap sangat kejam pada orang yang menyalahgunakan ilmu pemberiannya.
Rose dan Jasmin yang senang karena akan dilatih langsung oleh Reinar, mereka segera membungkukkan badannya di hadapan Reinar. “Terimakasih karena tuan mau mengabulkan permintaan kami...” Kata keduanya bersamaan.
“Kalian adalah orang-orang ku, dan sudah menjadi kewajiban bagiku untuk membantu meningkatkan kekuatan yang kalian miliki. Karena itu mulai sekarang kalian di larang mengucapkan terimakasih, dan segeralah bangkit atau aku akan berubah pikiran!...” Ujar Reinar yang tidak pernah suka dengan orang yang berlutut atau membungkuk di hadapannya.
“Maaf tuan, kami mengaku salah!...” Kata Rose dan Jasmin yang sejak awal sebenarnya tahu kalau tuan mereka tak pernah menyukai apa yang baru mereka berdua lakukan.
Reinar menganggukkan kepalanya lalu tersenyum. “Sudahlah, lebih baik sekarang kalian kembali ke tempat tinggal kalian, karena aku akan kembali ke Sekte Mawar Putih!...”
Tanpa merasa keberatan, Rose dan Jasmin mengangguk lalu mereka bergegas kembali ke tempat tinggal mereka yang berada di tengah-tengah bangunan Akademi Surgawi.
Setelah melihat kepergian Rose dan Jasmin, kini giliran Reinar dan Qinyu yang meninggalkan keramain Kota Bulu Angsa, dan mereka kembali ke Sekte Mawar Putih hanya dalam satu kedipan mata. “Malam ini kita akan bekerja keras...” Kata Reinar lalu dia pergi membersihkan diri, dan membiarkan Qinyu pergi bergabung dengan para saudarinya.
°°°
Enam bulan berlalu begitu saja, dan kini Reinar telah resmi menjadi seorang Ayah dari tiga orang putra dan enam orang putri. Selain kesembilan istrinya yang telah melahirkan, saat ini Qinyu dan Yang Yifei telah hamil, dan kehamilan mereka adalah pelengkap kebahagiaan Reinar.
Setelah satu bulan kembali berlalu, hari ini tiba hari dimana Reinar akan mendirikan Kerajaannya, bertepatan dengan hari dimana dia akan mengesahkan nama untuk kesembilan buah hatinya.
Reinar menggunakan nama keluarga Yang Yifei untuk menamai Kerajaannya, dan untuk nama putra dan putrinya, Reinar menyerahkan penamaan mereka kepada para istrinya.
Freya, Rhea, dan Ling Yue, mereka memberi nama Reon, Denis, dan Ling Xiang, untuk ketiga putra Reinar. Sedangkan Helena, Bella, Sally, Luna, Vexia, dan Shania, mereka memberi nama Amelia, Belinda, Chloe, Emilly, Fiona, dan Iris, kepada keenam putri Reinar.
Putra dan putri Reinar telah memiliki nama yang akan menjadi identitas mereka, dan kini giliran Reinar yang akan dinobatkan menjadi Raja pertama dari Kerajaan Yang. Dengan nama Agung Raja Yang Rei, Reinar akan memimpin Kerajaan Yang menuju masa depan yang cerah.
Namun baru juga duduk Menjadi Raja, Reinar sudah harus menerima kabar buruk dari benteng yang berada di perbatasan wilayahnya. “Kekaisaran Dewa Langit, Kekaisaran besar Penguasa Benua Tengah itu berani menyerang wilayah kekuasaan ku?... Diamnya mereka selama beberapa bulan ini ternyata untuk menyiapkan apa yang saat ini tengah merek lakukan...”
Freya yang berada di dekat Reinar dapat melihat senyum indah suaminya. “Suamiku, apa kami boleh ikut dengan mu menuju perbatasan?...”
“Musuh kita kali ini tidaklah terlalu berbahaya, dan untuk kalian semua, lebih baik memanjakan putra dan putri kita...” Kata Reinar menghilang dari tempatnya lalu dia muncul di atas istana Kerajaannya.
BOOMM...
Langit Kerajaan Yang bergetar saat satu juta prajurit dengan kekuatan di tingkat Dewa Pencipta tahap puncak muncul di atas langit Kerajaan Yang, dan ada sepuluh Jenderal dengan tingkat kekuatan di tingkat Dewa Immortal tahap menengah yang memimpin keberadaan mereka.
“Hahaha... Wanita itu datang di waktu yang tepat, dan aku sekarang bisa menguji seberapa kuat prajurit yang dimasa depan akan menemaniku sebagai Penguasa Galaksi...”
°°°
Jangan lupa like dan komentarnya setelah selesai membaca, terimakasih...