
Jangan lupa biasakan like sebelum baca, dan tinggalkan komentar setelah selesai membaca.
satu saja like dan komentar kalian, itu adalah penyemangat tambahan untuk author.
***
***
Reinar tengah menikmati suasana pagi kota Sky Dragon setelah sehari dua malam dia bertarung mengejar kenikmatan bersama para istrinya. Di sebelah Reinar ada Argust yang menemani perjalanannya dengan berjalan sedikit di belakangnya.
Tak lama berjalan mereka sampai di alun-alun kota, dan terlihat suasana alun-alun kota yang cukup rama di pagi hari.
Banyak orang yang menyapa Reinar dengan penuh hormat, bahkan ada yang sampai berlutut melihat sosok Kaisar mereka yang menyapa mereka seolah tak ada batasan antara dia dan rakyatnya. Reinar menggelengkan kepalanya melihat orang-orang yang berlutut saat bertemu dengannya, lalu dengan suara ramahnya, dia meminta semua orang untuk bangun dan melanjutkan aktifitasnya.
Banya wanita cantik tersipu malu saat melihat keramahan Reinar. Tapi para wanita itu tahu batasan, dan mereka hanya sekedar mengagumi sosok Reinar yang begitu sempurna di mata semua orang.
“Argust, ada berapa penduduk asli yang tinggal di kota ini?. Dan dari ras apa saja mereka?.” Tanya Reinar saat melihat interaksi beberapa ras yang begitu rukun.
“Kota ini dihuni lebih dari tiga ratus ribu jiwa, dan ada tiga empat ras yang menghuni kota ini. Ras manusia, ras elf, ras manusia setengah iblis, dan ras naga yang berada di wilayah terpisah.” Kata Argust menjawab pertanyaan Reinar.
“Itu cukup banyak, tapi setidaknya masih setengah wilayah kota yang terisi, dan ada wilayah yang benar-benar masih kosong.”
Argust menganggukkan kepalanya karena dia mengerti apa yang dikatakan Reinar. “Keadaan seluruh Kekaisaran telah memasuki masa damai, jadi sangat jarang ada pengungsi yang membutuhkan tempat baru untuk tempat tinggal mereka.” Kata Argust.
Melihat wilayah sekitaran danau luas yang ada di kota Sky Dragon yang masih tak berpenghuni, Reinar teringat Ras Mermaid yang di temuinya dalam perjalanannya menuju Kekaisaran Elf.
“Argust, kita akan pergi ke suatu tempat, dan aku berharap kamu tidak terkejut saat berada di tempat itu.” Kata Reinar lalu dia membuat gerbang teleportasi.
Reinar memasuki gerbang teleportasi buatannya dan di susul Argust yang mengikuti di belakangnya.
Wusshh... Reinar dan Argust sampai di sebuah istana, dan seorang wanita cantik dengan mahkota kristal melingkar di atas kepalanya langsung menyambut kedatangan mereka.
“Selamat datang kembali Yang Mulia.” Kata Alice menyambut kedatangan Reinar.
“Oh Alice, apa kedatanganku mengganggu mu?.” Tanya Reinar sambil tersenyum.
Alice menggelengkan kepalanya. “Kami justru telah lama menunggu kedatangan tuan.” Jawab Alice lalu dia mempersilakan Reinar untuk duduk di singgasana yang ada di istananya, dan untuk Argust, dia memilih berdiri di samping Reinar.
“Alice, apa kamu dan semua ras mermaid ingin tinggal di kota yang menjadi ibukota dari Kekaisaran ku?.”
Alice tiba-tiba tersenyum, lalu menjawab pertanyaan Reinar. “Seluruh ras mermaid pasti akan senang tinggal di tempat yang dekat dengan Yang Mulia, tapi hamba akan tetap tinggal di tempat ini untuk menjaga istana yang menjadi tanggung jawab hamba.”
Reinar mengamati istana yang ditempati Alice, dan tak lama dia tersenyum saat tahu istana ras mermaid adalah sebuah artefak tingkat Dewa. “Alice, apa kamu percaya jika aku bisa memindahkan seluruh ras mermaid beserta istana ini ke tempat yang sudah aku siapkan untuk kalian?.”
“Yang Mulia, apa benar anda bisa memindahkan istana ini?.” Tanya Alice ragu dengan apa yang dikatakan Reinar.
Reinar menganggukkan kepalanya. “Aku punya banyak cara untuk melakukannya.”
“Lalu apa yang harus hamba lakukan sebelum tuan memindahkan kami beserta istana ini?.” Tanya Alice dengan wajah berseri-seri.
“Kumpulkan seluruh orang di halaman istana ini. Mereka tidak perlu membawa apa-apa karena aku akan memindahkan semua yang pulau ini.”
Alice memberi perintah pada lima bawahannya untuk melakukan apa yang diperintahkan Reinar, sedangkan dia sendiri masih setia menemani Reinar dan Argust di aula istana Kerajaan Mermaid.
“Yang Mulia, apa di tempat yang sudah anda siapkan ada danau layaknya danau di tempat ini?.”
“Alice, aku bisa memastikan danau di tempat itu jauh lebih baik dibandingkan danau di tempat ini.” Balas Reinar sambil tersenyum.
Dada Alice seketika berdebar-debar melihat senyuman Reinar. “Aku rasa tempat itu akan cocok untuk kami tempati.” Kata Alice.
Tak butuh waktu lama salah satu bawahan Alice datang dan dia mengatakan seluruh penduduk Kerajaan Mermaid telah berkumpul di halaman istana.
“Alice, mari kita lakukan dengan cepat sebelum aku terkena amarah delapan wanita yang mungkin saat ini tengah mencari-cari keberadaan ku.” Kata Reinar lalu dia berjalan menuju halaman istana Kerajaan Mermaid.
Argust dan Alice mengikuti di belakang Reinar mengapit posisi tuan mereka.
Sampai di halaman istana, belasan ribu ras mermaid berlutut melihat kemunculan Reinar di tengah-tengah mereka. Pria, wanita, tua ataupun muda semua berlutut, tapi Reinar tak melihat adanya anak-anak diantara mereka.
“Hormat kami pada Yang Mulia.” Kata seluruh mermaid yang berkumpul di halaman istana dalam wujud manusianya.
Reinar mengangguk. “Hormat kalian aku terima.” Kata Reinar lalu dia meminta semua yang ada di depannya untuk bangun, dan dengan tegas dia melarang mereka berlutut kembali di hadapannya.
“Kalian tentu sudah tahu tujuan ku mengumpulkan kalian di tempat ini?.” Tanya Reinar.
Semua orang mengangguk, dan tak satupun menjawab pertanyaan reinar dengan sebuah suara.
Wusshh... Muncul gerbang teleportasi yang akan membawa mereka ke pinggiran danau yang ada di kota Sky Dragon.
Gerbang teleportasi yang Reinar buat ukurannya sepuluh kali lebih besar dari yang tadi dia masuki saat hanya berdua dengan Argust. Setidaknya gerbang itu mampu dilewati 20 orang dalam waktu bersamaan.
“Yang Mulia, kalau boleh tahu, kemana Yang Mulia akan membawa kami?.” Tanya salah satu mermaid wanita yang ada di barisan terdepan.
“Aku akan membawa kalian semua ke wilahah yang dekat dengan istanaku, dan di sana tentunya juga ada danau bahkan danau itu lebih bagus dari danau yang ada di tempat ini.” Jawab Reinar dengan ramah.
Wanita mermaid menganggukkan kepalanya dan tersenyum setelah mendengar jawaban Reinar.
“kalian bisa memasuki gerbang teleportasi jika sudah siap.” Kata Reinar.
“Baik Yang Mulia.” Jawab semua mermaid bersamaan, lalu mereka mulai masuk dengan teratur ke gerbang teleportasi yang dibuat Reinar.
Wusshh... Wusshh... Satu demi satu para mermaid muncul di pinggiran danau yang ada di kota Sky Dragon.
Tubuh bayangan Reinar yang menyambut kedatangan mereka, dan dia menyuruh para mermaid menikmati keindahan danau yang akan mereka tempati sambil menunggu proses kepindahan seluruh ras mermaid selesai.
“Danau ini benar-benar indah, sama dengan apa yang dikatakan Yang Mulia.” Kata wanita mermaid yang langsung melompat dan menikmati sejuknya air danau di pagi hari.
“Aku akan betah tinggal di tempat ini.” Kata mermaid lainnya.
Halaman istana Kerajaan Mermaid.
Seluruh mermaid telah masuk ke gerbang teleportasi, dan di halaman istana hanya menyisakan Reinar dan dua orang yang penasaran dengan apa yang akan dilakukan Reinar.
Swusshh... Angin kencang menerpa wajah Argust dan Alice saat Reinar mengibaskan tangannya, dan saat angin itu menghilang mereka berdua di buat terkejut dengan apa yang ada di hadapan mereka.
“Ke... Kemana perginya bangunan istana dan bangunan yang lainnya?.” Tanya Argust kebingungan melihat istana Kerajaan Mermaid menghilang secara tiba-tiba.
“Tu... Tuan, keman perginya istana ku?.”
Reinar tersenyum melihat dua orang yang bersamanya kebingungan. “Istana itu aku simpan di suatu tempat, dan aku sarankan kalian segera memasuki gerbang teleportasi karena pulai ini juga akan aku pindahkan.”
Alice dan Argust sebenarnya masih bingung dengan apa yang baru saja terjadi, tapi mereka segera melakukan perintah Reinar, dan secara bersamaan mereka memasuki gerbang teleportasi.
“Sekarang tinggal kita yang berada di tempat ini.” Kata Reinar mulai berkomunikasi dengan Lilia.
[Apa tuan butuh bantuanku?. Kebetulan aku sedang bersemangat karena baru menikmati poin harianku.]
Suara Lilia terdengar jelas di pikiran Reinar.
“Aku perlu bantuanmu untuk memindahkan pulau ini ke tempat yang sudah aku siapkan.” Kata Reinar.
[Itu sangat mudah...]
BOOMMM...
Tiba-tiba pulau yang Reinar pijak berubah menjadi kepulan asap dan saat asap itu menghilang Reinar melihat pulau di bawah kakinya telah menghilang, dan dia kini tengah berdiri di atas air danau.
“Lilia, kau memang selalu bisa di andalkan.” Kata Reinar lalu dia memasuki gerbang teleportasi buatannya yang juga melayang di atas permukaan air danau.
Wusshh... Reinar muncul di atas dansu yang ada di kota Sky Dragon, di saat tubuh asli Reinar muncul, saat itu juga tubuh bayangannya menghilang.
“Lilia, munculkan pulau yang tadi kamu hilangkan di danau ini.” Kata Reinar menunjuk danau luas yang ada di bawahnya.
[Pulau akan muncul dalam 10 detik.]
Angka digital muncul di depan Reinar dan angka itu berubah setiap detiknya. Saat angka digital menunjukkan angka nol, asap tebal tiba-tiba muncul di tengah danau, dan begitu asap itu menghilang, pulau yang tadi hilang kini muncul di tempat barunya.
“Sekarang tinggal mengeluarkan bangunan istana serta bangunan yang ada di sekitarnya.” Gumam Reinar, dan tak sampai 10 kali mengedipkan mata, di atas pulau sudah berdiri bangunan yang bentuk dan letaknya sama persis dengan apa yang ada di pulau sebelum di pindahkan oleh Reinar.
Alice terbang melayang mendekati Reinar setelah melihat apa yang di lakukan tuannya itu.
“Yang Mulia, pulau itu!.” Alice kehabisan kata-kata saat melihat pulau yang di tinggali nya selama ratusan tahun ternyata juga ikut dipindahkan oleh Reinar.
“Karena aku merasa pulau itu sangat nyaman di jadikan tempat bersantai, aku putuskan untuk memindahkannya juga, dan lihatlah, tak ada yang berubah dari istana ataupun tempat tinggal para mermaid lainnya.” Kata Reinar sambil tersenyum.
“Yang Mulia, ini sangat luar bia....” Kata-kata Alice terhenti saat dua wanita tiba-tiba muncul di depan Reinar.
Wusshh... Wusshh... Enam wanita lainnya muncul, dan mereka semua menunjukkan ekspresi wajah yang tidak bersahabat.
“Uhhm, ini tidak akan baik....” Batin Reinar melihat ekspresi wajah istrinya.
Kedelapan istri Reinar melihat Alice dari bawah ke atas sambil menganggukkan kepalanya. “Kamu layak, besok temui kami di istana.” Kata Freya lalu dia menatap Reinar. “Mari kita lanjutkan urusan kita yang belum terselesaikan.” Lanjut Freya dengan seringaian kejam di bibirnya.
“Gluk....” Reinar menelan kasar air liurnya. “Baiklah, kita akan menuntaskannya sampai selesai.” Kata Reinar lalu dia pergi mengikuti istri-istrinya.
***
Bersambung...