
* Jangan lupa kasih like 👍 karena itu gratis 😊
* Rate ⭐ 5
* Vote / Kado seikhlasnya 😊
* Jika ada yang salah atau kurang, mohon di infokan!...
* Terimakasih.....😊😊
***
Hutan kematian.
Seperti namanya, hutan kematian di penuhi dengan aura kematian yang begitu kental, dan konon katanya, setiap orang yang masuk ke bagian terdalam hutan, mereka tak akan pernah bisa kembali keluar.
Reinar dan Lyon baru saja memasuki wilayah hutan kematian. Aura yang berbeda dapat Reinar rasakan saat memasuki wilayah hutan kematian.
“Berhati-hatilah, aku merasakan sesuatu yang buruk menanti kita di depan sana.” Kata Reinar merasakan bahaya yang sudah menanti kedatangannya.
“Aku sudah beberapa kali ke hutan ini, tapi ini baru pertama kalinya aku masuk lebih dalam, dan aura di sini berbeda jauh dengan aura yang ada di pinggiran hutan.” Ujar Lyon.
Reinar fokus melihat ke arah depan, dan setelahnya dia menarik keluar pedangnya. “Bersiaplah, mereka sudah menyambut kedatangan kita.” Kata Reinar serius.
Lyon hanya diam, dan mengikuti instruksi dari Reinar. Dia sadar akan kekuatannya, tapi dia akan berusaha untuk tidak membuat repot partnernya.
“Mereka datang, bunuh mereka kalau kau tetap ingin hidup.” Kata Reinar menggenggam erat gagang pedang nya.
Mendengar apa yang di katakan Reinar, Lyon semakin memfokuskan dirinya, dan dia bersiap mengeluarkan seluruh kekuatan yang dia miliki.
Dua binatang buas dengan tinggi sekitar tiga meter melesat dari depan menuju ke arah Reinar dan Lyon. Binatang buas dengan tubuh mirip harimau, langsung mengayunkan tangan bercakar nya kearah Reinar dan Lyon.
Clang...
Clang...
Reinar dan Lyon sama-sama menahan cakar harimau dengan pedang mereka, tapi tetap saja Lyon ter mundur beberapa langkah karena kekuatannya yang masih kalah dari harimau yang menyerangnya.
[Nama : Gold Tiger]
[Level : 5.800]
“Ini belum di bagian dalam, tapi level binatang buas di hutan ini sudah cukup tinggi.” Batin Reinar. “Lyon berhati-hatilah, mereka jauh lebih kuat dari mu.” Kata Reinar.
Lyon juga tahu jika dirinya masih terlalu lemah di bandingkan dengan lawannya, tapi dia akan tetap berusaha melawan.
Beberapa menit kemudian setelah pertarungan yang cukup sengit, Reinar berhasil mengalahkan musuhnya tanpa mengalami luka.
Saat Reinar melihat kearah Lyon, dia melihat partnernya cukup ulet untuk menumbangkan lawannya. tubuh Lyon di penuhi banyak luka, tapi dia mampu mengalahkan lawan yang levelnya jauh di atas dirinya.
“Entah apa yang sudah terjadi di masa lalu sampai dia nekad memasuki hutan ini dengan levelnya yang sekarang.” Batin Reinar.
Reinar mendekati Lyon yang mencoba tetap berdiri dengan bertumpu pada pedang yang dia tancapkan ke tanah.
“Hehehe partner, kau lihat bukan aku mengalahkannya!.” Kata Lyon berbangga diri.
“Hah....” Reinar menghela nafas dan menggunakan skill recovery untuk menyembuhkan luka-luka Lyon. “Kau masih terlalu lemah.” Kata Reinar setelah dia menyembuhkan Lyon.
Lyon tidak marah mendengar yang di katakan Reinar. Dia sendiri sadar jika dirinya memang masih lemah.
***
Reinar dan Lyon terus bergerak menuju titik terdalam hutan kematian.
Hampir setengah hari berada di hutan kematian, Reinar sudah membunuh ratusan binatang buas dengan level di atas 5.000, dan dia sudah puluhan kali level up.
Sedangkan Lyon, dia berhasil membunuh puluhan binatang buas dengan level yang lebih lemah dari Reinar, tapi dia sudah lebih dari 200x level up, dan dia semakin bersemangat menjelajahi hutan kematian.
Beberapa saat kemudian.
Reinar dan Lyon yang tengah fokus melawan binatang buas yang menjadi lawan mereka, dari arah belakang mereka di kejutkan dengan kemunculan bibatang buas berwujud kalajengking dengan tinggi lebih dari 8 meter dan panjang mencapai 30 meter.
[Level : 13.570]
Melihat level monster yang baru datang, Reinar menarik tubuh Lyon dan berlari secepat mungkin mencari tempat bersembunyi.
“Bukankah binatang buas itu terlalu kuat?. Setidaknya dia bisa menghancurkan sebuah kota dengan sedikit usaha.” Batin Reinar yang telah menemukan sebuah gua untuk tempat bersembunyi sementara waktu.
“Kenapa kita lari?.” Tanya Lyon yang pakaiannya sedikit berantakan setelah Reinar menyeretnya.
Reinar menatap Lyon. “Binatang buas tadi bukan lawan yang sepadan bagiku, apa lagi dirimu. Dengan level mencapai 13.570, bahkan kamu akan mati sebelum melihat apa yang telah membunuh mu.” Ujar Reinar yang membuat tubuh Lyon seketika merinding.
“Partner, sekarang apa yang akan kita lakukan?. Bukannya sangat mustahil untuk mengalahksnnya, dan kita juga tidak tahu apakah dia salah satu pemimpin binatang buas di hutan ini.” Balas Lyon penuh tanya.
[Di hutan ini ada dua sosok yang lebih kuat dari Scorpion King, dan aku rasa merekalah pemimpin tertinggi di hutan ini.]
Mendengar apa yang di katakan Lilia, Reinar hanya bisa menggelengkan kepalanya. “Ada dua sosok yang lebih kuat dari binatang buas yang baru kita jumpai, dan entah berapa level mereka berdua, aku tidak mengetahuinya.”
“Ternyata memang mustahil menaklukkan hutan ini.” Kata Lyon lesu.
“Kemana perginya semangatmu tadi?. Bukannya kau punya dendam dengan hutan ini, lalu kenapa sekarang kamu kelihatan tak bersemangat?.” Kata Reinar.
Lyon menatap Reinar setelah mendengar apa yang baru dia katakan. “Bagaimana kau bisa tahu aku memiliki dendam dengan hutan ini?.” Tanya Lyon penasaran.
“Aku bisa melihat semua dari matamu, dan kenekatan mu membuat ku semakin yakin dengan apa yang aku lihat.” Ungkap Reinar.
Lyon sejenak memejamkan matanya dan perlahan membukanya kembali. “Aku memang memiliki dendam dengan hutan ini, karena di hutan inilah kedua orangtuaku terbunuh.” Kata Lyon yang masih terngiang kenangan terakhir bersama kedua orangtuanya sebelum mereka pergi dan kembali hanya dalam berupa kabar kematian.
“Puk....” Reinar memukul punggung Lyon.
“Aku tadi mengatakan jika binatang buas tadi bukan lawan yang sepadan bagiku, tapi aku tidak pernah mengatakan jika aku tidak mampu mengalahkannya. Percayalah, dengan sedikit usaha aku pasti bisa mengalahkan nya.” Kata Reinar tersenyum.
“Tetaplah di sini dan tunggu sampai aku mengalahkannya.” Lanjut Reinar yang kemudian menghilang dari pandangan Lyon.
“Aku percaya padamu, partner.” Kata Lyon saat bola mata hitamnya berubah menjadi warna merah terang.
***
“Mati kau binatang busuk.” Teriak Reinar memotong-motong kaki Scorpion King setelah mereka saling berhadapan.
“Kau memang bukan lawan sepadan bagiku, karena kau masih terlalu lemah.” Kata Reinar.
Level Reinar memang masih belum menyentuh angka 10.000, tapi kekuatannya sudah jauh melampaui levelnya.
Tak butuh waktu lama bagi Reinar membunuh Scorpion King yang hanya mengandalkan ukuran dan racun yang tak pernah mengenai Reinar yang gerakannya begitu cepat.
[Membunuh binatang buas tingkat SSS >> +500.000 exp >> +500.000 coint sistem.]
[Level up 5x next level 11.290/100.000]
“Binatang buas tingkat SSS, tapi hanya membuatku 5 kali level up. Aku memang butuh kartu pengganda exp.” Ujar Reinar.
[Tuan bisa membelinya lagi jika menginginkannya.]
Bibir Reinar berkedut saat mendengar apa yang Lilia katakan. “Kenapa tidak dari tadi kamu memberitahu ku?.”
[Tuan tidak bertanya.]
Ingin rasanya Reinar menarik Lilia keluar dan memukul kepalanya, tapi sayangnya dia belum tahu cara mengeluarkan Lilia dan mencegahnya masuk kembali kedalam tubuhnya.
Melupakan kekesalannya pada Lilia, Reinar memilih membakar habis tubuh Scorpion King, dan kembali ke gua menemui Lyon.
Reinar sampai di dalam gua dan di sambut dengan baik oleh Lyon yang terlihat seperti sedang menunggu kedatangannya, tapi Reinar sempat melihat perubahan pada bola mata Lyon.
“Entah kapan dia akan mengungkapkan semuanya padaku.” Batin Reinar.
***
***Bersambung...😊***